Search Articles & Publications

Showing 457 articles found for "Perilaku"

Pengaruh Konten Media Sosial terhadap Perilaku Fear of Missing Out (FOMO) untuk meningkatkan Konsumerisme pada Generasi Z

Zaki Rahman Putra, Nur Hayati
Abstract: This research discusses the influence of social media content on the emergence of Fear of Missing Out (FOMO) behavior and its connection to increasing consumerism in Generation Z. This generation grew up in a digital ecosystem… system saturated with visualizations of ideal lifestyles disseminated through platforms like TikTok, Instagram, and Twitter. Constant exposure to such content creates anxiety about missing out on seemingly important social experiences. FOMO then triggers consumptive actions, not due to functional needs, but because of symbolic impulses and social pressure to remain relevant within digital communities. This study employs a descriptive qualitative method with in-depth interviews of informants aged 20–26 years. The analysis results show that content such as unboxing, product reviews, and personal lifestyles have a significant impact on creating social pressure and shaping consumption-based identity. These findings underscore the importance of digital literacy and critical awareness so that Generation Z does not get trapped in a cycle of impulsive consumption, which poses risks to both mental and financial health. As an alternative, the Joy of Missing Out (JOMO) approach is introduced to build healthier and more authentic digital relationships.

Pengaruh Penggunaan Gadged Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia Dini di Dusun Seran, Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra Tahun 2023

Vera Santina Br. Sembiring, Restu Monika Nia Betaubun, Suratni, Suratni
Abstract: This study aims to determine the effect of Gadget use on the social behaviour of early childhood in Seran Hamlet, East Rumbuk Village, Sakra District in 2023. Research data were collected through questionnaires given to… parents or guardians of early childhood living in Seran Hamlet. The research method used is a quantitative approach with direct data collection. The research sample consisted of 28 early childhood. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation. Data analysis was conducted using the simple regression method to evaluate the relationship between the independent variable, namely Gadget Use, and the dependent variable, namely Early Childhood Behaviour. The results showed that there is a correlation and influence between the use of Gadgets and early childhood behaviour, with a correlation coefficient that exceeds the alpha (5%) significance level, namely 0.45> 0.05. Based on the analysis conducted, the results showed that the use of Gadgets has a negative relationship with early childhood behaviour, with a significance level of -91.289. Therefore, it can be concluded that the use of Gadgets has a negative impact on early childhood behaviour in Seran Hamlet. Keywords: Early childhood, Gadged use, Social behaviour

Penyuluhan Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi Gizi dan Pola Asuh di Kampung Kwell

Fahmi, Muhammad Saiful, Klau , Ricardo Goncalves, Majid , Ilham, Jaya, Andi Ervin Novara
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi Gizi dan Pola Asuh di Kampung Kwell dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting di Papua Selatan yang dipengaruhi oleh… eh keterbatasan pengetahuan gizi, pola asuh, sanitasi, serta rendahnya pemanfaatan pangan lokal. Program ini menggunakan metode partisipatif melalui empat tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan penyuluhan, pendampingan keluarga sasaran, dan evaluasi akhir. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi pengolahan makanan berbahan pangan lokal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai stunting, 1.000 HPK, pemenuhan gizi seimbang, dan pola asuh responsif, dengan kenaikan skor lebih dari 50 poin. Pendampingan intensif memperlihatkan perubahan perilaku keluarga dalam menerapkan variasi menu, pengolahan pangan lokal, praktik kebersihan, serta stimulasi tumbuh kembang anak. Evaluasi tahap akhir menunjukkan terbentuknya jejaring sosial baru melalui kader posyandu dan kelompok ibu gizi yang memperkuat komitmen kolektif masyarakat dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis budaya lokal mampu meningkatkan kapasitas keluarga sekaligus membangun kemandirian komunitas dalam menjaga kesehatan anak.

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Membeli Produk Susu SGM di Pasar Modern Kota Jayapura

Saputra, Rohandy Dwi, Dumatubun, Nelly FM. Lucyani, Betaubun, Restu M.N.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam membeli produk susu SGM di pasar modern kota Jayapura. Perilaku konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian produk susu SGM, kualitas dan tempat jual… produk susus SGM mempengaruhi perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observai, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian adalah kombinasi dari harga yang terjangkau, kepercayaan konsumen terhadap merek dan persepsi kualitas produk, serta keyakinan personal orang tua terhadap pentingnya nutrisi anak, terutama kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kecocokan anak terhadap produk. Selain itu saluran distribusi seperti supermarket, minimarket yang mendukung kemudahan aksesibilitas, ketersediaan produk dan kenyamanan konsumen, yang menjadi nilai tambah dalam perilaku pembelian. Dengan demikian, strategi pemasaran produk susu SGM yang mengombinasikan pendekatan emosional (emosi orang tua terhadap tumbuh kembang anak) dan rasional (harga dan kualitas gizi) terbukti efektif dalam membentuk dan mempertahankan perilaku pembelian konsumen di pasar modern. Hasil temuan ini diharapkan dapat dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan pada yang berkaitan langsung dengan pemasaran susu SGM.

Pembelajaran Religius untuk Generasi Muda: Strategi Pendidikan yang Mendalam dan Menginspirasi

Sinambela, Juita, Sinaga, Janes
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis efektivitas strategi pendidikan religius dalam membentuk karakter dan nilai-nilai spiritual pada generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui pendekatan kajian… ajian literatur, dapat menganalisa dan memaparkan strategi pendidikan yang religious. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan yang mendalam dan menginspirasi mampu mengintegrasikan ajaran keagamaan ke dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Analisis data mengungkapkan perubahan positif dalam sikap, nilai, dan perilaku partisipan. Temuan ini didukung oleh pendekatan kualitatif yang mencakup pengkodean tematik dan analisis naratif. Partisipan menilai positif pendekatan ini karena memberikan ruang bagi refleksi pribadi, pembangunan nilai moral, dan pengalaman spiritual yang mendalam. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk pengembangan pendekatan pendidikan yang dapat membentuk karakter positif pada generasi muda, menghadirkan relevansi ajaran keagamaan dalam konteks modern, dan mendorong penerapan nilai-nilai spiritual dalam tindakan nyata.

Hubungan Sindrom Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa

Nadia Putri Ayu, Desy Safitri, Sujarwo
Abstract: The rapid advancement of digital technology has brought significant changes to various aspects of life, including how individuals interact and access information. Young people, particularly university students, are among… the most affected by these changes. One phenomenon that has emerged alongside the increasing use of social media is Fear of Missing Out (FoMO)—a feeling of anxiety or worry about being left out of trends, information, or social activities experienced by others. This phenomenon not only affects individuals psychologically but also has implications for students’ consumer behavior. This study aims to analyze the influence of FoMO on students’ consumptive behavior and to identify the mediating or reinforcing factors that shape this relationship. The research employs a qualitative approach, using data collection techniques through literature review from various recent and relevant sources. The findings indicate that FoMO has a significant correlation with the rise of consumptive behavior among students, especially in the context of purchasing symbolic goods that enhance one’s self-image on social media. Key factors influencing the relationship between FoMO and consumptive behavior include the level of digitalization, social dynamics such as peer pressure, and low self-control. Furthermore, the study finds that financial literacy plays an important protective role. Students with higher levels of financial literacy tend to be more capable of managing the consumptive urges triggered by FoMO. This research contributes new insights into the psychological impact of social media on students’ economic behavior. The novelty of the study lies in its in-depth analysis of the link between FoMO and student consumer behavior in the digital era, as well as the identification of relevant mediating factors. Therefore, the results of this study are expected to serve as a foundation for developing more adaptive digital and financial literacy education programs to meet the challenges of the technological era.

Studi Kualitatif terkait Perbedaan Pertumbuhan Diri pada Individu dengan Latar Belakang Pendidikan yang Sama

Rohmatul Hannani
Abstract: Seiring berjalannya waktu, individu bertumbuh melalui fase penyelesaian tantangan hidup dan pembentukan jati dirinya. Proses ini disebut dengan pertumbuhan pribadi (personal growth). Pertumbuhan pribadi mengacu pada keterampilan… rampilan seseorang secara aktif untuk terlibat dalam proses perubahan kognitif, afektif, maupun perilaku. Pertumbuhan pribadi salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah individu dengan latar belakang yang sama melalui proses pertumbuhan diri yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu memiliki karakteristik masing-masing dalam bertumbuh namun dapat ditinjau dari aspek yang sama. Hal ini dikarenakan perbedaan latar belakang budaya dan rentang kehidupan (usia) masing-masing individu. Aspek pertumbuhan personal antara lain: 1) pengenalan terhadap diri sendiri (intrapersonal); 2) sosialisasi dengan orang lain (interpersonal); dan 3) pembentukan prioritas. Ketiga aspek ini memiliki indikator masing-masing yang dapat meninjau proses pertumbuhan pribadi seorang individu. Individu yang bertumbuh dengan baik dan positif akan memfasilitasi pencapaian kesejahteraan psikologis.

Komparasi Teori Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adlerian

Permadi, Wahyu
Abstract: Bahwa konseling adalah suatu bentuk hubungan tolong-menolong, arti pendampingan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk membantu orang lain agar mereka berkemampuan berkembang menjadi bentuk yang mereka pilih sendiri, mampu… pu menghadapi krisis yang dialami dalam kehidupannya. Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adler Metode dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian ini adalah kajian pustaka. Selanjutnya setelah data yang diperoleh dianalisis dengan teknik content analysis Hasil penelitian menunjukan 1) Konseling realitas adalah bentuk terapi yang diarahkan pada perilaku saat ini dan konseling adalah proses realitas pikiran. Konseli diarahkan untuk memupuk tanggung jawab bagi dirinya sendiri. 2) Dalam melakukan pendekatan konseling yang dicetuskan oleh Adler, ialah bagian terpenting yang perlu dirubah untuk membantu individu dari permasalahan. 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik

Edukasi Pencegahan Filariasis pada Siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari

Handayani, Listy
Abstract: Filariasis atau penyakit kaki gajah masih menjadi penyakit tropis terabaikan yang dapat menimbulkan kecacatan kronis, stigma, dan kerugian sosial. Penyuluhan berbasis sekolah penting dilakukan karena infeksi dapat terjadi… i sejak usia anak, sedangkan remaja berpotensi menjadi agen pencegahan di keluarga dan kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari mengenai pencegahan penyakit filariasis. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Madrasah Aliyah Al-Fath Kendari dengan peserta 30 siswa. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi tahap perencanaan (koordinasi dengan sekolah, penyusunan leafleat yang memuat materi edukasi), pelaksananaan dan evaluasi (membandikan skor pengetahuan sebelum dan sesudah menyuluhan dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan kategori pengetahuan baik meningkat dari 24 siswa (80,0%) sebelum penyuluhan menjadi 29 siswa (96,7%) sesudah penyuluhan, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 6 siswa (20,0%) menjadi 1 siswa (3,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis leaflet yang disertai diskusi mampu meningkatkan pengetahuan awal siswa tentang pencegahan filariasis. Implikasi kegiatan adalah perlunya edukasi berulang di sekolah, penguatan perilaku menghindari gigitan nyamuk, kebersihan lingkungan, dan kolaborasi sekolah, puskesmas, serta perguruan tinggi.

Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa SDN 100 Kendari Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Rifa'atul Mahmudah, Irnawati, Aplifa Masra Mushawira, Fiony Lesty Datuyanan, Novi Fitriandini, Selvi Ambarwati, Wandri, Rifa’atus Shalihah
Abstract: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang penting diterapkan sejak usia sekolah dasar. Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit infeksi akibat… kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai PHBS kepada siswa SDN 100 Kendari, khususnya tentang cara mencuci tangan menggunakan sabun dan menggosok gigi dengan benar. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026 dengan melibatkan siswa kelas IV A. Metode pelaksanaan meliputi persiapan kegiatan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi menggunakan media PowerPoint dan video edukatif, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme melalui keaktifan dalam menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi, serta mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah.