Search Articles & Publications

Showing 2943 articles found for "Jadi"

Model Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja, Beban Kerja, dan Kompensasi di Perusahaan Manufacture (Studi Pada Karyawan Industri Tekstil dan Pakaian Jadi di Kabupaten Majalengka)

Andri Priatna, Suryana Suryana, Askolani Askolani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beban kerja, kompensasi, kinerja karyawan, dan kepuasan kerja di perusahaan manufaktur yang berlokasi di Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah… dalah deskriptif statistik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa secara umum, beban kerja karyawan berada pada kategori rendah, kompensasi tergolong tinggi, kinerja karyawan dinilai baik, dan kepuasan kerja karyawan berada dalam kategori puas. Hasil analisis statistik lebih lanjut mengungkapkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, serta berdampak negatif signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, kompensasi terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Secara simultan, beban kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, serta keduanya bersama-sama memengaruhi kinerja karyawan secara signifikan. Selain itu, kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja mereka. Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai bagaimana pengelolaan beban kerja dan kompensasi dapat mempengaruhi kepuasan dan kinerja karyawan di sektor manufaktur.

Memuliakan Tamu: Analisis Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27 Perspektif Imam Ghazali Dalam Ihya Ulumuddin

Nabila Salsabilla, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai memuliakan tamu dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 24-27, dikaitkan dengan pandangan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, serta relevansinya dalam konteks sosial kontemporer.… porer. Ayat-ayat ini menggambarkan kisah Nabi Ibrahim AS yang menunjukkan penghormatan luar biasa kepada tamu yang tidak dikenal, dengan menyajikan hidangan terbaik sebagai wujud keramahan dan kesungguhan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis tekstual terhadap karya Ihya Ulumuddin. Tafsir ayat dan pandangan Al-Ghazali dieksplorasi untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip akhlak yang berkaitan dengan adab memuliakan tamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim AS memberikan teladan universal dalam menyambut tamu dengan sikap ramah, kesungguhan, dan tanpa pamrih. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa memuliakan tamu merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, karena menjadi wujud nyata dari adab Islami dan ukhuwah. Al-Ghazali juga memberikan panduan praktis untuk memuliakan tamu sesuai kemampuan tanpa memberatkan tuan rumah. Pembahasan menyoroti relevansi nilai-nilai ini dalam masyarakat modern yang cenderung individualistis. Memuliakan tamu dipandang sebagai cara membangun hubungan sosial yang harmonis, menunjukkan toleransi, dan menciptakan keberkahan. Kesimpulan menyatakan bahwa ajaran ini relevan sebagai pedoman akhlak dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah perubahan zaman. Nilai-nilai ini tidak hanya berakar pada tradisi keislaman, tetapi juga memiliki dimensi universal yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks budaya.

Pengembangan Koperasi Multi Pihak sebagai Instrumen Inklusif dalam Meningkatkan Daya Saing dan Berkelanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Maria Natalia Detryesi, Maryana Rohima, Nadya Tabitha, Putri Alifah Avrilya
Abstract: Penelitian ini adalah untuk mengenali manfaat koperasi Multi Pihak dalam konteks UMKM, serta mengeksplorasi bagaimana dapat diperkuat kolaborasi untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Hasil analisis… menunjukkan bahwa koperasi multi pihak dapat meningkatkan akses UMKM terhadap Modal, Teknologi, dan Pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui skala ekonomi dan kolaborasi yang lebih baik. Dengan demikian, koperasi multi pihak dapat menjadi solusi strategis untuk mendorong UMKM yang berkelanjutkan dan daya saing ditengah tantangan globalisasi dan transformasi ekonomi.

Dinasti-Dinasti Besar Dalam Sejarah Islam: Umayyah, Abbasiyah, dan Ottoman

Aida muyassarah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting dan kontribusi tiga dinasti besar dalam sejarah Islam, yaitu Dinasti Umayyah, Abbasiyah, dan Ottoman. Ketiga dinasti ini memainkan peran utama dalam pemerintahan serta… a memberikan sumbangan signifikan dalam pembentukan peradaban Islam, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, intelektual, maupun dampaknya terhadap dunia modern. Dinasti Umayyah (661-750 M) terkenal dengan ekspansi wilayah yang luas, yang membentang dari Spanyol di Barat hingga India di Timur. Dinasti ini berhasil menyatukan dunia Islam dan memperkenalkan struktur pemerintahan yang lebih terorganisir, yang menjadi dasar bagi sistem politik Islam selanjutnya. Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) merupakan periode kejayaan dalam ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan, dengan Baghdad sebagai pusat intelektual dunia Islam yang melahirkan berbagai inovasi dalam matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Periode ini juga menandai perkembangan pesat dalam literasi dan perpustakaan, serta memperkenalkan pemikiran teologi dan hukum Islam yang baru. Dinasti Ottoman (1299-1922 M) membentuk kekaisaran Islam terbesar yang bertahan hampir enam abad, menguasai wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Tenggara. Sebagai kekaisaran global, Dinasti Ottoman memainkan peran kunci dalam geopolitik dunia, menjembatani perbedaan budaya dan agama antara Timur dan Barat. Penelitian ini menganalisis dampak jangka panjang dari ketiga dinasti ini terhadap struktur sosial, politik, dan budaya dunia Islam, serta kontribusinya dalam penyebaran ideologi dan sistem pemerintahan Islam yang masih berlanjut hingga saat ini.

Metafora Alam Dalam Al-Quran : Studi Literatur Surat Ar-Rohman Ayat 1-13 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir

Waridatul Maulida Rumdina, Nasrullah Nasrullah
Abstract: Artikel ini membahas keindahan bahasa dan makna mendalam dalam Surat Ar-Rahman, yang dianggap sebagai mahakarya sastra dalam Al-Qur’an. Surat ini menggunakan berbagai metafora alam untuk menggambarkan kebesaran dan kasih… ih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya, terutama melalui ayat-ayat awal (ayat 1-13). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis metafora alam dalam ayat 1-13 dan menghubungkan makna konotatif dengan pesan ilahi yang tersirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai metode utama, memanfaatkan tafsir Ibnu Katsir sebagai rujukan utama untuk menggali makna dan konteks historis dari setiap ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen alam seperti matahari, bulan, bintang, tumbuhan, langit, dan bumi dijadikan sebagai simbol kebesaran dan kekuasaan Allah yang berperan penting dalam mendukung kehidupan. Setiap metafora alam yang digunakan dalam ayat-ayat ini menggambarkan keseimbangan, keadilan, dan tujuan penciptaan yang penuh hikmah.

Reconstruction of the Concept of Bank Interest in Islamic Economic Law: Normative Approach and Implementation in Islamic Financial Institutions to Increase Financial Inclusion

Neni Hardiati, Ida Latifah, Fitriani Fitriani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep bunga bank dalam perspektif hukum ekonomi Islam, dengan fokus pada pendekatan normatif dan implementasi di lembaga keuangan syariah. Bunga bank sering menjadi isu kontroversial… roversial dalam sistem keuangan Islam karena dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah. Artikel ini menawarkan model baru yang mampu meningkatkan inklusi keuangan melalui pengembangan produk keuangan syariah berbasis nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi konsep bunga bank dapat memberikan solusi strategis untuk memperkuat daya saing lembaga keuangan syariah sekaligus mendukung tujuan inklusi keuangan global yang berkelanjutan.

Konsep Tabayyun dalam Surat Al-Hujurat: Menyikapi Berita Hoax di Zaman Sekarang dari Perspektif Tafsir Ibnu Katsir

My Love Faizah Putri, Nasrullah Nasrullah, Nisa Ulfi Jannah, Azza Aulia Rahmi Daud, Naura Nadhifah
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep tabayyun dalam menyikapi berita hoax dari perspektif tafsir Ibnu Katsir. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan teknik pengumpulan… engumpulan data berupa analisis tafsir yang sumber utamanya adalah Al-Qur’an terutama surat Al-Hujurat dan tafsir Ibnu katsir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tabayyun adalah kewajiban bagi umat Islam untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima. Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa tabayyun merupakan etika dasar yang sangat penting dalam komunikasi dan hubungan sosial. Memastikan kebenaran informasi adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga persaudaraan dan mencegah terjadinya perselisihan yang mungkin muncul akibat kesalahpahaman atau fitnah. Selain itu, menerapkan konsep SMarT yaitu menyebarkan kedamaian antar sesama pengguna media sosial (salam), berbicara dengan perkataan yang baik (ma’ruf), dan selalu memverifikasi informasi yang diterima (tabayyun) dapat mencegah tersebarnya berita hoax dan mencegah timbulnya prasangka buruk antar pengguna media sosial. Novelty dalam penelitian ini terdapat pada konsep tabayyun menurut tafsir Ibnu Katsir, yang mana pada penelitian-penelitian sebelumnya belum ada yang membahas secara spesifik bagaimana tabayyun menurut tafsir Ibnu Katsir. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk senantiasa meningkatkan literasi infomasi, mengembangkan etika komunikasi dan meningkatkan kesadaran sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengeksplorasi berbagai aspek pendidikan, seperti pengaruhnya terhadap perilaku siswa dalam menggunakan media sosial, efektivitas program literasi media, serta penerapan etika komunikasi dalam pembelajaran. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan dapat berperan dalam memerangi hoax dan meningkatkan kualitas informasi di masyarakat.

Kajian Makna Lamastumunnisa' dalam Surat An-Nisa': Studi komparatif Perspektif Madzhab Hanafi dan Syafi’i

Muhammad Fahmi Aziz, Nuril Aida Rodiana, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Penafsiran lafadz lamastumunnisa' dalam surat An-Nisa’ ayat 43 telah menjadi sumber ikhtilaf di kalangan ulama fiqih, khususnya dalam mazhab Hanafi dan Syafi’i. Imam Hanafi menginterpretasikan lafadz ini sebagai bentuk kinayah… uk kinayah yang mengacu pada hubungan jima’ (hubungan seksual) antara suami dan istri, bukan sekadar sentuhan fisik. Berdasarkan adanya alif dalam kata tersebut, Imam Hanafi berpendapat bahwa lamastumunnisa' mencakup makna yang lebih dalam, menunjukkan hubungan yang lebih intim. Sebaliknya, Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menafsirkan kata lamastumunnisa' sebagai "menyentuh" secara literal tanpa melibatkan hubungan seksual, didukung oleh qiro'at dari Hamzah dan Kasa’i yang tidak menyertakan alif. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research). Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi secara mendalam pandangan kedua mazhab melalui analisis literatur klasik dan modern yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan pandangan tersebut dan memberikan wawasan tentang bagaimana metode istinbath hukum yang berbeda memengaruhi praktik ibadah dalam Islam.

Batasan Melihat Aurat Perempuan dalam Proses Pinangan: Studi Komparatif Antara Perspektif Ibnu Hazm dan Imam Syafi'i

Ayu, Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain, Fahmi, Muhammad Fahmi Azizi, Sofwan Hadianto Prasetyo, Wildana Wargadinata
Abstract: Pernikahan dalam Islam bukan hanya sekadar ikatan antara dua individu, tetapi juga melibatkan dimensi sosial, hukum, dan spiritual yang mempengaruhi masyarakat. Proses khitbah atau lamaran menjadi langkah penting dalam pernikahan,… ernikahan, di mana batasan melihat aurat perempuan menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendalami pandangan Ibnu Hazm dan Imam Syafi'i mengenai batasan melihat aurat perempuan dalam proses pinangan. Penelitian ini menggunakan jensi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau kajian literatur. Hasil dari penelitian penelitian ini adalah bahwa Ibnu Hazm memperbolehkan laki-laki untuk melihat seluruh anggota wanita pinangan dan bukan wanita secara umum, sedangkan Imam Syafi'i membatasi pandangan hanya pada wajah dan telapak tangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Muslim dalam menjalani proses khitbah sesuai dengan prinsip syariat Islam

Konsep Al-Qur’an Mencegah Ghazwah Fikrah (Liberalisme) Dalam Pendidikan Menurut Q.S Al-Baqarah 256 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir

Annafik Fuad Hilmi, Nasrulloh Nasrulloh, Ahmad Fauzi
Abstract: Penelitian ini berfokus pada Ghazwah Fikrah(Perang pemikiran) liberalisme, yang marak belakangan ini, dengan menyoroti dampaknya tehadap pendidikan Islam. Dunia Pendidikan saat ini diguncang oleh Kerancuan berpikir oleh… liberalisme , hal yang di soroti adalah bagaimana kaum liberalis ini menjadikan dalil Qur’an Sebagai konsep kebebasan Berpikir serta menjadi dasar berpikir dalam pendidikan Islam dan kehidupan sehari-hari. Liberalisme yang identik dengan kebebasan berpikir menimbulkan konsekuensi yang kontroversial dalam konsep pemikiran. Penelitian berjudul " Konsep Al-Qur’an mencegah Ghazwah Fikrah (Liberalisme) dalam Pendidikan menurut Q.S Al-Baqarah 256 Prespektif Tafsir Ibnu Katsir" ini mengkaji fenomena konsep ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 256 sebagai dasar pemikiran liberalis secara global maupun dalam konteks pendidikan Islam. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini meneliti kondisi kelompok manusia, sistem pemikiran, dan fenomena pada pendidikan islam yang berkembang saat ini. Hasil dari Penelitian ini adalah bahwa konsep berpikiran liberalisasi yang menjadikan surah Al-Baqarah ayat 256 sebagai salah satu dasar ayat untuk berpikir secara bebas dapat dipatahkan dengan prespektif tafsir ibnu katsir yang menyatakan bahwa kebebasan dalam berpikir ini perlu di kaji dan di telaah lebih dalam karena dalam memahmi maksudnya harus disertai pengetahuan yang meluas dan mendalam.