Search Articles & Publications

Showing 1469 articles found for "Kare"

Upaya Guru Dalam Melestarikan Budaya Lokal Tumbilotohe Melalui Pembelajaran IPS

Tialo, Ikbal
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kebudayaan tumbilotohe yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS. Kebudayan tumbilotohe merupakan tradisi memasang lampu botol didedapam rumah yang dilaksanakan dibulan… bulan Ramadhan malam ke 27,28, dan 29 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur dan wawancara. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Dikili dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia sebagai makhluk sosial dan menambah kecintaan akan bulan Ramadhan. Tradisi tumbilotohe memiliki nilai religius serta nilai gotong royong yang direpresentasikan dengan memasang lampu botol pada tiga malam terakhir bulan Ramadhan untuk menyambut malam lailatul qadar.. Oleh karena itu, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Tradisi Dikili  perlu dilestarikan dengan dijadikannya sebagai sumber pembelajaran IPS.

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Xi Ips 1 Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Metode Studi Kasus Di Sma Negeri 1 Jatibarang Kabupaten Brebes

Wisnu, Wisnu Agitawardhani, Dhi Bramasta, Mustolikh
Abstract: Motivasi belajar siswa rendah dalam proses pembelajaran Geografi. Hal ini terlihat pada saat kegiatan pembelajaran, sebaian besar siswa kurang antusias dalam kegiatan belajar karena berbagai faktor yaitu: siswa cendrung… bosan mengikuti pelajaran, siswa kurang menguasai materi, dan lain sebagainya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran geografi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang Brebes melalui model pembelajaran studi kasus. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan pengamatan (observasi), angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode pembelajaran studi kasus yang telah dilakukan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Geografi. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian pra tindakan dengan rata-rata persentase 40,91%, setelah dilakukan tindakan pada Siklus I dengan rata-rata persentase 52,74%% dan siklus II dengan persentase rata-rata 63,25%, dan sudah memenuhi kriteria keberhasilan indikator yang telah ditetapkan sebesar 60%.

Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Terhadap Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X MAS Bahrul Uluum Al–Kamal

Zulkarnain Sirait
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal… Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Tahun Pelajaran 2022/2023. Asumsi analisis data yakni uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Dengan menggunakan perbandingan skor maksimum dan minimum pada hasil tes. Hasil analisis data terakhir diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) adalah 79,33. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh harga thitung = 6,07, hasil tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dimana  dengan dk =(30+30) – 2 = 58 diperoleh ttabel = 2,01, karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima berarti signifikan. Hipotesis menyatakan kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot untuk siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al – Kamal Tahun Ajaran 2022/2023.

Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi melalui Penerapan Model Example Non Example Pada Kelas II SDN Ngaliyan 05 Semarang

Azhari, Imam, Devi, Indriani
Abstract: Penulisan ini didasari oleh temuan pada saat pembelajaran yang menunjukkan rendahnya kemampuan literasi numerasi, aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa dikarenakan proses pembelajaran tidak menerapkan model ataupun… media yang inovatif. Proses pembelajaran hanya membaca 15 menit saja, selebihnya pembelajran dengan cerah sehingga kemampuan literasi numerasi siswa tidak dilatih. Dari berbagai masalah tersebut, solusi yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan model example non example berbantuan media gambusun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi numerasi, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model example non example berbantuan media gambusun pada kelas II SDN Ngaliyan 05 Semarang. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian lapangan yang dilakukan dengan meniliti peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa kelas II pada materi bilangan cacah dengan penerapan model example non example. Subjek dilaksanakan pada kelas II SDN Ngaliyan 05 Semarang tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada saat pree test mendapatkan hasil rata-rata sebesar 66, dengan siswa tuntas hanya 3 siswa. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model example non example berbantuan media gambusun, berubah sebesar 87 dengan 25 siswa tuntas.

Peningkatan Literasi Numerasi Porogapit Melalui Model Problem Based Learning Berbantu Media Porogapit Board Pada Siswa Kelas IVSDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang

M. Erwin Fahrul Hakim
Abstract: Pembelajaran ialah tindakan sadar untuk mengirim ilmu dan menerima ilma, diera sekarang ini pembelajaran tidak bisa diajarkan dengan biasa saja, perlu adanya inovasi-inoasi agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Penulis… s memberikan gambaran pembelajaran untuk dijadikan refenrensi pengajar selanjutnya yaitu menggunakan model serta media yang baru. Salah satu yang perlu dilakukan inovasi ialah pembelajaran matematika, karena semuanya abstrak. Siswa yang masih sulit menerima hal tersebut tentunya guru harus sadar, terutama materi porogapit. Penulis memakai model problem based learning berbantu media porogapit board mempunyai keinginan peningkatan hasil belajar siswa dan meningkatkan literasi siswa.

Studi Literatur Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Konteks Pedagogi

Mubarok, Husni
Abstract: Mempelajari suatu hal tidak hanya terbatas pada waktu tertentu, namun dapat dilakukan melalui berbagai cara dengan memaksimalkan indra yang dimiliki oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menyiapkan peserta didik agar… gar dapat belajar dalam situasi apapun. Oleh karena itu, sejak dini, peserta didik perlu dilatih untuk memanfaatkan segala kondisi sebagai bahan belajar guna meningkatkan keterampilan mereka yang akan berguna di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber rujukan seperti buku dan artikel ilmiah baik dari tingkat nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu cara untuk menjaga semangat belajar peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena mereka diberikan kegiatan pembelajaran yang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dengan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, maka keterampilan yang mereka miliki akan meningkat dan akan berguna bagi mereka di masa depan.

Enhancing Speaking Ability Through Hello English Application

Salsa Bila, Syafrizal, Rahman Hakim
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Hello English terhadap keterampilan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 13 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental&#8230; imental untuk menguji apakah aplikasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara lebih efektif dibandingkan dengan metode pengajaran konvensional. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas tujuh tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas 7E dan 7F yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Satu kelas dijadikan kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi Hello English, sedangkan kelas lainnya menjadi kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes berbicara dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan aplikasi Hello English memperoleh kemampuan berbicara yang lebih baik, dengan rata-rata nilai post-test sebesar 84,00 dibandingkan dengan 74,86 pada kelas kontrol. Selain itu, hasil Independent Samples Test menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5,616 dengan derajat kebebasan 68 dan nilai signifikansi di bawah 0,05 (<0,001), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Hello English secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara siswa. This study investigates the effect of using the Hello English application on the speaking skills of seventh-grade students at SMPN 13 Kota Tangerang. The research employed a quantitative, quasi-experimental design to examine whether the application could improve students’ oral proficiency more effectively than conventional teaching methods. The population consisted of seventh-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as samples using cluster random sampling: class 7E and class 7F, each with 35 students. One class served as the experimental group using the Hello English application, while the other functioned as the control group using conventional instruction. Data were collected through speaking tests and analyzed statistically. The findings revealed that students taught through the Hello English application achieved better speaking performance, with an average post-test score of 84.00 compared to 74.86 in the control class. Furthermore, the Independent Samples Test showed a t-score of 5.616 with 68 degrees of freedom and a significance value below 0.05 (<0.001), indicating a statistically significant difference between the two groups. Therefore, the null hypothesis was rejected, and the alternative hypothesis was accepted. In conclusion, the Hello English application significantly improved students’ speaking skills.

Asosiasi Usia Dengan Tingkat Aktivitas Fisik pada Mahasiswi

Dilia Ananda Pratiwi, Deviana Tristian
Abstract: Obesitas merupakan sebuah epidemi global karena ekskalasi kasus obesitas di seluruh dunia yang sangat luar biasa. Kelompok usia dengan prevalensi obesitas tertinggi adalah populasi dewasa dan wanita adalah populasi yang&#8230; lebih rentan daripada pria berdasarkan jenis kelamin. Aktivitas fisik merupakan langkah yang direkomendasikan untuk menanggulangi obesitas, namun populasi dewasa di era modern ini terpapar kehidupan yang nyaman tetapi mengorbankan kebugaran fisik melalui pengurangan aktivitas fisik. Salah satu contoh populasi yang berisiko adalah mahasiswa karena pengaruh kehidupan kampusnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik pada subjek dewasa perempuan yang memiliki latar belakang sebagai mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan jumlah sampel yang teranalisa sebanyak 79 orang yang didapat melalui total purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) sebagai alat ukur tingkat aktivitas fisik. Analisa data yang digunakan dalam analisa bivariat adalah uji Chi-Square dan pada analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan aktifitas fisik mahasiswa di mahasiswa dengan usia ≥20 tahun dengan kemungkinan 2,97 kali lebih besar beraktifitas fisik dibandingkan dengan usia <20tahun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswi

Implementasi Exercise Intradialisysis Untuk Mengurangi Kram Otot Pada Pasien Yang Sedang Menjalani Hemodialisis

Erina Widayanti, Sriyati
Abstract: Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi di dunia. Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan hilangnya fungsi ginjal untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan&#8230; an elektrolit sehingga ginjal mengalami penurunan secara bertahap dengan menifestasi darah mengalami penumpukan sisa metabolik. Salah satu penanganan agar hemodinamik pasien tetap stabil adalah terapi sementara dengan hemodialisis. Hemodialisis dapat menyebabkan kram otot, oleh karena itu diperlukan latihan intradialytic exercise untuk dapat mencegah serta mengatasi kram selama proses hemodialisa. Tujuan: mampu memberikan dan menerapkan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan kram otot selama hemodialisa. Metode: penelitian ini adalah penelitian studi kasus observasional dengan desain pendekatan (cross sectional) yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan kajian rekam medis pasien. Hasil: dari hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik didapatkan data pasien mengeluh mengalami kram otot selama menjalani hemodialisa. Diagnosa utama keperawatan pada pasien kram otot pada saat menjalani hemodialisa adalah nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit. Pencapaian yang diharapkan pada kasus ini dengan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit dilakukan selama 3 hari, intervensi keperawatan diharapkan masalah keperawatan tersebut teratasi. Kesimpulan: asuhan keperawatan yang terencana dan terintegrasi mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap keberasilan penanganan nyeri akut pada pasien kram otot saat menjalani hemodialisa melalui edukasi dan demonstrasi.

Penerapan Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Masyarakat

Satrio Nur Fadhilah, Rina Puspita Sari, Neni Alfidah, Tarkawi, Nisah Khairani, Putri Andini, Putri Anggraeni, Eva Yulia, Selfi Meilani Putri, Sri Diana, Ismi Nur Faizah
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi  menjadi  salah  satu  masalah  kesehatan  masyarakat  di  dunia,  meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut&#8230; sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.