Abstract:Abstract: This study employs the Community-Based Research (CBR) model to empower female coffee farmers in Nagari Lubuk Malako, South Solok, addressing low economic literacy and limited market access. By engaging the community…
unity as active partners, the research implemented post-harvest training, entrepreneurship literacy, and digital marketing strategies. Results indicate a significant capacity increase, evidenced by the formation of a women's business group, the launch of the local brand “Kopi Lubuk Malako,” and improved skills for 80% of participants. Key outcomes include enhanced household income, strengthened local economic institutions, and increased female independence in decision-making. Supported by local government and leaders, this program also facilitated business legality and halal certification. This study concludes that the CBR model is an effective and sustainable strategy for strengthening the household economy and fostering the empowerment of women in the agricultural sector.
Keywords: the role of women; coffee farmers and CBR
Abstrak: Studi ini menggunakan model Penelitian Berbasis Komunitas (Community-Based Research/CBR) untuk memberdayakan petani kopi perempuan di Nagari Lubuk Malako, Solok Selatan, dengan mengatasi rendahnya literasi ekonomi dan terbatasnya akses pasar. Dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif, penelitian ini menerapkan pelatihan pasca panen, literasi kewirausahaan, dan strategi pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan, dibuktikan dengan pembentukan kelompok usaha perempuan, peluncuran merek lokal “Kopi Lubuk Malako,” dan peningkatan keterampilan bagi 80% peserta. Hasil utama meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan lembaga ekonomi lokal, dan peningkatan kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan. Didukung oleh pemerintah dan pemimpin lokal, program ini juga memfasilitasi legalitas usaha dan sertifikasi halal. Studi ini menyimpulkan bahwa model CBR merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga dan mendorong pemberdayaan perempuan di sektor pertanian.
Kata Kunci : peran perempuan; petani kopi dan CBR
Abstract:Abstract: This workshop activity aims to improve students' understanding and skills in compiling and designing official letters in accordance with applicable writing rules. The workshop was held at SMK Negeri 1 Setia Janji…
ji with participants from various departments. The material presented includes the format of official letters, the language used, and good and correct layout. In its implementation, participants were guided directly using Microsoft Office Word software as the main tool in making official letters. The training method was carried out through material presentation, case studies, and direct practice. The evaluation results showed an increase in students' understanding of the structure of official letters and technical skills in designing letters using Microsoft Word features. This workshop is expected to be a practical provision for students in facing formal administrative needs both in the world of education and the world of work. In addition, this activity also encourages students to be more accustomed to using word processing applications professionally.
Keywords: workshop; official letter; SMK; microsoft word.
Abstrak: Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menyusun serta mendesain surat resmi sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku. Workshop dilaksanakan di SMK Negeri 1 Setia Janji dengan melibatkan peserta dari berbagai jurusan. Materi yang disampaikan meliputi format surat resmi, penggunaan bahasa yang tepat, serta tata letak yang baik dan benar. Dalam pelaksanaannya, peserta dibimbing secara langsung menggunakan perangkat lunak Microsoft Office Word sebagai alat utama dalam pembuatan surat resmi. Metode pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, studi kasus, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur surat resmi serta keterampilan teknis dalam mendesain surat menggunakan fitur-fitur Microsoft Word. Workshop ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi siswa dalam menghadapi kebutuhan administrasi formal baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih terbiasa menggunakan aplikasi pengolah kata secara profesional.
Kata kunci: workshop; surat resmi; SMK; Microsoft Word.
Efendi, Syahril, Fauzan Nurahmadi, Fuzy Yustika Manik, Seniman, T. Henny Febriana Harumy, Ivan Jaya, Yeni Absah, Muhammad Romi Syahputra, Liana Dwi Sri Hastuti, Pauzi Ibrahim Nainggolan, Tulus Joseph Herianto, Dewi Sartika Br Ginting, Yudhistira
Abstract:Abstract: The digital transformation of village administration has become an urgent need to enhance public service efficiency and ensure transparent local governance. This study analyzes the implementation of the Village…
Information System (SID) in Kuta Mbelin Village, STM Hulu Subdistrict, Deli Serdang Regency, as a mechanism for supporting administrative digitalization. It also evaluates the role of information technology in village governance and the integration of village statistical data within the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). The research employs a combination of literature review, field observation, and interviews with village officials and community members. The findings indicate that the adoption of SID in Kuta Mbelin Village improves administrative efficiency, accelerates public service delivery, and enables evidence-based data management that supports sustainable village development planning. This study recommends enhancing SID by integrating data analytics and strengthening information security to maximize its usefulness in village governance.
Keywords: village digitalization; village information system; governance; SDGs; kuta mbelin village
Abstrak : Transformasi digital dalam administrasi desa menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi layanan publik dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Penelitian ini menganalisis implementasi Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Kuta Mbelin, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, dalam mendukung digitalisasi administrasi desa. Studi ini juga mengevaluasi peran teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa serta integrasi data statistik desa dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SID di Desa Kuta Mbelin meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pelayanan publik, dan memungkinkan pengelolaan data berbasis bukti yang mendukung perencanaan pembangunan desa berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan optimalisasi SID dengan integrasi analitik data dan keamanan informasi untuk meningkatkan daya guna dalam tata kelola desa.
Kata Kunci: digitalisasi desa; sistem informasi desa; tata kelola pemerintahan; SDGs; desa kuta mbelin
Abstract:Abstract : The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) in secondary education demands teachers to enhance their digital competence to design adaptive and interactive learning experiences. However, preliminary observation…
bservation at MAN Surabaya indicated limited AI literacy and minimal exposure to H5P-based interactive tools.This training aimed to enhance the digital competence of MAN Surabaya teachers in utilizing Artificial Intelligence (AI) and H5P platform for developing interactive learning media. Using an ADDIE model-based capacity building approach, the training consisted of four phases: (1) needs assessment through pre-test, (2) conceptual training and hands-on practice, (3) mentoring for media development, and (4) outcome evaluation. Participants included 72 teachers from various subject backgrounds. Results demonstrated significant technological proficiency improvement: AI understanding increased by 11% (from 56% to 67%), while H5P awareness surged 58% (from 8% to 66%). Teachers successfully produced diverse interactive media including physics quizzes with instant feedback, visual-based 4P marketing materials, and psychology content using storytelling techniques.
Keywords: AI; digital literacy; H5P; interactive learning media, teacher
Abstrak : Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan menengah menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi digital mereka guna merancang pengalaman pembelajaran yang adaptif dan interaktif. Namun, observasi awal di MAN Surabaya menunjukkan bahwa literasi AI masih terbatas serta paparan terhadap perangkat pembelajaran interaktif berbasis H5P masih minimal. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru MAN Surabaya dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan platform H5P untuk pengembangan media pembelajaran interaktif. Melalui pendekatan capacity building berbasis model ADDIE, pelatihan meliputi empat tahap: (1) asesmen kebutuhan melalui pre-test, (2) pelatihan konseptual dan praktik, (3) pendampingan pengembangan media, dan (4) evaluasi hasil. Peserta terdiri dari 72 guru dengan beragam latar belakang mata pelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan teknologi: pemahaman AI meningkat 11% (dari 56% menjadi 67%), sedangkan pengenalan H5P melonjak 58% (dari 8% menjadi 66%). Guru berhasil memproduksi berbagai media interaktif seperti kuis fisika dengan umpan balik instan, materi strategi pemasaran 4P berbasis visual, dan konten psikologi dengan pendekatan storytelling.
Kata kunci: AI; H5P; guru; literasi digital; media pembelajaran interaktif,
Abstract:Abstract: Community empowerment is essential for fostering independence and improving the quality of public services at the village level. Tanjung Baru Ranau Village, located in South Ogan Komering Ulu Regency, is known…
for its rich natural beauty. However, this potential has not been fully utilized by the village government due to the absence of digital media for promoting local tourism. To address this challenge, an empowerment program was carried out through digitalization initiatives, including socialization on the use of the village website, website management training, and the handover of the newly developed Tanjung Baru Ranau Village website. The website was designed to support administrative services, publish village information, and promote tourism potential. The implementation method consisted of initial observations to identify village needs and potentials, followed by program socialization, technical training on website operation, and ongoing assistance in implementing technological innovations. The results of the training show that the Tanjung Baru Ranau Village website was successfully developed and that village officials gained the necessary skills to manage it effectively. This improvement supports the realization of transparent and accountable governance and enables the optimal development of village potentials. Overall, the empowerment program successfully increased village officials’ understanding of the importance of digitalization in governance systems by 48%.
Keywords: digitalization; village information system; village website
Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Desa Tanjung Baru Ranau merupakan salah satu desa yang termasuk dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang dikenal dengan potensi alamnya yang indah. Keindahan alam tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa karena belum menggunakan media digital untuk mempromosikan wisata lokal yang ada di Desa tanjung Baru Ranau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pemberdayaan melalui sosialisasi digitalisasi melalui website desa dan pelatihan pengelolaan website seta penyerahan website Desa Tanjung Baru Ranau. Website ini dirancang untuk mencakup layanan administrasi, publikasi informasi desa, serta promosi potensi wisata. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap observasi awal guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, dilanjutkan dengan sosialisasi progra, pelatihan teknis pengelolaan website serta pendampingan implementasi inovasi teknologi. Hasil dari pelatihan pembuatan dan pengoperasian Website Desa Tanjung Ranau adalah terciptanya website desa dan keterampilan perangkat desa dalam mengelola website desa dengan baik dan benar agar dapat menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan mampu mengembangkan potensi desa secara optimal. Secara keseluruhan pemberdayaan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman aparat desa sebesar 48% dalam memahami pentingnya digitalisasi dalam sistem pemerintahan.
Kata kunci: digitalisasi; sistem informasi desa; website desa
Abstract:Abstract: This community service program at UMKM Adinda Food was conducted to address several managerial issues, including unstructured financial recording, unclear division of labor, and limited marketing practices. Using…
ng field observation, in-depth interviews, SWOT analysis, and implementation-based coaching, the program produced practical solution models consisting of simplified financial recording, standardized workflow arrangements, and the introduction of digital marketing practices. The results indicate that hands-on and context-based approaches effectively improve the SME owner's understanding of efficient and adaptive business management. This program contributes to current knowledge on contextual SME assistance strategies and provides a basis for applying similar models to other small enterprises with comparable characteristics.
Keywords: digital marketing; simple accounting; sme management; workflow.
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat pada UMKM Adinda Food dilaksanakan untuk menjawab permasalahan manajemen usaha, terutama pencatatan keuangan yang tidak terstruktur, pembagian kerja yang kurang jelas, serta pemasaran yang masih terbatas pada penjualan langsung. Melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis SWOT, dan pendampingan implementatif, kegiatan ini menghasilkan model solusi yang dapat digunakan UMKM secara praktis, meliputi pencatatan keuangan sederhana, pola kerja terstandarisasi, dan pengenalan pemasaran digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap tata kelola usaha yang efisien dan adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan mengenai strategi pendampingan UMKM yang kontekstual, serta membuka peluang penerapan model serupa pada usaha kecil lainnya dengan karakteristik sejenis.
Kata kunci: akuntansi sederhana; manajemen sdm; pemasaran digital; UMKM.
Abstract:Abstract: Women's political participation is an important aspect in sustainable village development. However, the involvement of women including the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, Banyumas faces obstacles…
cles ranging from a lack of understanding of political participation, village development, low education levels, time constraints, and traditional mindsets. This community service activity aims to increase the understanding, capacity, and political participation of women in the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, especially in the village development process. The methods used include FGD, direct observation, counseling, and village forum simulations. The results of the activity show that the PKK Ledug group has a high motivation to be involved in village development but still faces obstacles such as limited information regarding village political mechanisms and lack of self-confidence. After the community service was implemented, the PKK Ledug group was able to convey aspirations in a more structured manner. The village forum simulation showed an increase in the activeness of the PKK Ledug group in discussions and submitting program proposals. This community service proves that political awareness can be an effective strategy to increase the contribution of the PKK Ledug group in village development.
Keywords: women's political participation, village development
Abstrak: Partisipasi politik perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, keterlibatan Perempuan termasuk kelompok PKK di desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas menghadapi hambatan mulai kurangnya pemahaman tentang partisipasi politik, pembangunan desa, tingkat Pendidikan rendah, kendala waktu, pola pikir yang masih tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, partisipasi politik perempuan kelompok PKK di desa Ledug, kecamatan Kembaran terutama proses Pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi FGD,observasi langsung,penyuluhan, simulasi forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok PKK Ledug memiliki motivasi tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa tapi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi terkait mekanisme politik desa, minimnya kepercayaan diri.Setelah pengabdian dilaksanakan, kelompok PKK Ledug dapat menyampaikan aspirasi secara lebuh terstruktur.Simulasi forum desa memperlihatkan peningkatan keaktifan kelompok PKK Ledug dalam berdiskusi, mengajukan usulan program. Pengabdian ini membuktikan bahwa penyadaran politik dapat menjadi strategi efektif dapat meningkatkan konstribusi kelompok PKK Ledug dalam Pembangunan desa.
Kata kunci: partisipasi politik perempuan, pembangunan desa
Abstract:Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local…
al community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency.
Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein
Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan.
Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani
Abstract:Abstract: The marriage of Islamic boarding school students (santri) has great potential to become a role model and be considered a potential example in marriage by the community, because it is not only based on legal provisions,…
visions, but also deeply rooted in religious values. As a concrete step, the community service team compiled a Marriage Preparation handbook that is relevant to santri, made in a practical manner and equipped with attractive pictures. The method used was Participatory Action Research (PAR). This community service activity was carried out at the Irsyaduth Tholabah Islamic Boarding School in Bojonegoro and was attended by 55 santri consisting of male and female santri aged 17-22 years. The results of the community service showed that 49% of participants fully understood the material in the Marriage Preparation handbook that had been disseminated, and 82% of participants stated that this activity was very useful and served as a guideline for them before getting married. Through this community service, it is hoped that divorce among students can be avoided.
Keywords: islamic boarding school student (santri); marriage; handbook; divorce
Abstrak: Pernikahan santri memiliki potensi besar untuk menjadi role model dan dianggap sebagai panutan potensial dalam pernikahan oleh masyarakat, karena tidak hanya berlandaskan pada ketentuan hukum, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai agama. Sebagai langkah konkrit, tim pengabdian menyusun handbook Persiapan Nikah yang relevan bagi santri, dibuat secara praktis dan dilengkapi dengan gambar menarik. Metode yang digunakan yaitu participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Pesantren Irsyaduth Tholabah Bojonegoro dan diikuti oleh 55 santri yang terdiri dari santri putra dan santri putri dengan rentang usia 17-22 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 49% peserta sangat paham dengan materi handbook Persiapan Nikah yang telah disosialisasikan dan 82% peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi pedoman bagi mereka sebelum melangsungkan pernikahan. Melalui pengabdian ini, diharapkan perceraian di kalangan santri dapat terhindari.
Kata kunci: santri; pernikahan; handbook; perceraian
Abstract:Abstract: Forests serve as vital supports ecosystems and hold significant economic value. Complete reliance on forests as livelihoods threatens their ecological functions. Karang Jengkol Village hosts the Special Purpose…
Forest Area (KHDTK) managed by Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Field observations revealed several challenges faced by farmer groups living around the forest. A key issue is limited knowledge of food crop cultivation, causing ongoing forest land conversion. To address this problem, the transfer of knowledge regarding cultivation practices of food crops in forest areas is required, particularly through regulatory outreach activities. Activities used extension, active learning, and mentoring, targeting PKK members and KTH Cemara Soedirman farmers. Following the outreach activities, the community demonstrated improved understanding of the three–four strata planting system. Based on evaluation results, prior to the program most respondents (88.24% or 15 individuals) exhibited low levels of knowledge, while 11.27% (2 individuals) had moderate understanding. After the program, the number of respondents with moderate understanding increased to 5 individuals (29.41%), and those with high levels of understanding rose significantly from 0% to 12 individuals (70.59%).
Keywords: forest farmers group; KHDTK Unsoed; planting pattern; special purpose forest area
Abstrak: Hutan tidak hanya berperan sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Jika masyarakat sepenuhnya bergantung pada hutan sebagai sumber mata pencaharian utama, fungsi hutan sebangai penyangga ekosistem dapat terancam. Desa Karang Jengkol merupakan lokasi di mana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed berada. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani di sekitar hutan. Salah satu di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pangan di kawasan hutan, yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan transfer pengetahuan tentang pola budidaya tanaman pangan di area hutan melalui kegiatan transfer pengetahuan pola tanam tiga atau empat strata. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pembelajaran aktif dan pendampingan dengan Masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK dan petani KTH Cemara Soedirman. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pola tanam 3–4 strata. Berdasarkan hasil evaluasi, sebelum kegiatan mayoritas responden (88,24% atau 15 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sementara 11,27% (2 orang) berada pada tingkat pemahaman sedang. Setelah kegiatan berlangsung, jumlah responden dengan pemahaman sedang meningkat menjadi 5 orang (29,41%), dan yang memiliki pemahaman tinggi bertambah signifikan dari 0% menjadi 12 orang (70,59%).
Kata kunci: bukit soedirman; kelompok tani hutan; KHDTK; pola tanam