Search Articles & Publications

Showing 208 articles found for "Tawa"

Integrasi Eco-Sufisme dalam Pendidikan Islam: Sebuah Tinjauan Sistematis atas Model, Hasil, dan Tantangan

Misbachul Munir, Aina Noor Habibah, Yuni Pangestutiani, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Bayu Fermadi, Moh. Hasan Fauzi, Chafidz Kusnindar
Abstract: Krisis iklim global menuntut respons yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya, etika, dan spiritual yang mendalam. Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis terhadap integrasi nilai-nilai… nilai eco-Sufisme yakni prinsip-prinsip spiritual tasawuf yang diaplikasikan dalam konteks ekologi ke dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai strategi untuk menumbuhkan tanggung jawab lingkungan. Tinjauan ini menganalisis 50 karya ilmiah terpilih untuk mengidentifikasi fondasi konseptual, model implementasi praktis, strategi pedagogis, serta dampak yang dilaporkan dari penerapan pendekatan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai inti tasawuf, seperti khalifah (penatalayanan alam), tawadhu’ (kerendahan hati), zuhud (asketisme), dan mahabbah (cinta terhadap seluruh ciptaan), ke dalam kerangka pendidikan Islam berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kesadaran ekologis dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Berbagai model praktik yang dinilai efektif meliputi program Adiwiyata Madrasah, inisiatif Eco-Tahfiz, serta praktik eco-pesantren, yang umumnya mengandalkan pendekatan pembelajaran eksperiensial dan berbasis proyek. Namun demikian, tinjauan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama, antara lain keterbatasan literasi guru mengenai konsep eco-Sufisme, kelangkaan bahan ajar yang kontekstual dan aplikatif, serta risiko implementasi yang bersifat simbolik tanpa menghasilkan transformasi perilaku yang berkelanjutan. Oleh karena itu, artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun integrasi eco-Sufisme menawarkan pendekatan pendidikan lingkungan yang kuat dan berlandaskan spiritualitas Islam, keberlanjutan dan skalabilitasnya sangat bergantung pada penguatan pelatihan guru, pengembangan kerangka evaluasi yang memadai, serta dukungan kebijakan dan institusional yang lebih sistematis.

Adaptasi Nilai-Nilai Tasawuf di Ruang Digital: Analisis Etika Ikhlas, Sabar, dan Tawadhu' dalam Komunikasi Media Sosial

Nur Rahma Shanty, Ali Asfiyak, M. Sirojudin Alfin Abas, Siti Isti’anah, M. Romadhon, Chafidz Kusnindar
Abstract: Perkembangan media sosial di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, namun sekaligus melahirkan berbagai problem etika seperti ujaran kebencian, disinformasi, performativitas religius,… gius, dan polarisasi sosial. Berbagai pendekatan normatif, hukum, dan teknis yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menyentuh akar persoalan etika komunikasi digital yang bersifat batiniah dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptasi nilai-nilai tasawuf, yaitu ikhlas, sabar, dan tawadhu, sebagai fondasi etika komunikasi digital yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan atau library research, melalui analisis deskriptif-analitis dan normatif-konseptual terhadap literatur tasawuf klasik dan kontemporer serta kajian etika komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ikhlas berperan dalam membangun orientasi komunikasi yang berlandaskan kejujuran dan kemaslahatan, sabar berfungsi sebagai mekanisme pengendalian emosi dan ketahanan moral dalam merespons konflik serta arus disinformasi, sementara tawadhu mendorong sikap kerendahan hati epistemik dan dialog yang inklusif di ruang digital. Integrasi ketiga nilai tersebut membentuk kerangka etika komunikasi digital berbasis tasawuf yang bersifat holistik, spiritual, dan humanis. Meskipun menghadapi tantangan struktural akibat logika algoritmik dan budaya popularitas media sosial, pendekatan tasawuf menawarkan kontribusi penting dalam membangun komunikasi digital yang lebih beradab, bermakna, dan bertanggung jawab.

PENGEMBANGAN PASAR BAWAH SEBAGAI WISATA BELANJA DI KOTA PEKANBARU

Sari Malona Siregar, Aisyah Rosmaini, Elly Nielwaty
Abstract: Pasar Bawah merupakan salah satu aset kultural dan ekonomi penting di Kota Pekanbaru, Riau, yang dikenal sebagai sentra penjualan barang-barang antik, kerajinan, dan berbagai produk impor unik. Namun, potensi Pasar Bawah… sebagai destinasi wisata belanja belum sepenuhnya tergarap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Pasar Bawah agar dapat meningkatkan daya tariknya sebagai tujuan wisata belanja, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan pelestarian nilai historisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pedagang, pengelola pasar, dinas pariwisata, serta analisis dokumen terkait. Fokus analisis mencakup aspek Aksesibilitas, Atraksi (produk dan pengalaman), Amenitas (fasilitas pendukung), dan Ancillary (kelembagaan dan promosi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan Pasar Bawah meliputi: (1) Tata kelola lingkungan yang kurang teratur, terutama masalah kebersihan dan penataan pedagang; (2) Kurangnya integrasi antara pasar dengan paket wisata kota; dan (3) Keterbatasan fasilitas pendukung pariwisata seperti area parkir yang memadai dan pusat informasi. Strategi pengembangan yang diusulkan mencakup: (1) Revitalisasi fisik pasar dengan mempertahankan arsitektur historisnya, perbaikan sanitasi, dan penataan zona belanja; (2) Peningkatan experience value melalui festival belanja tematik, pertunjukan seni budaya lokal, dan promosi produk unggulan khas Riau; (3) Penguatan kelembagaan melalui pembentukan Badan Pengelola Pasar Bawah yang kolaboratif antara pemerintah, pedagang, dan pelaku pariwisata; dan (4) Promosi digital terintegrasi yang menargetkan wisatawan domestik dan mancanegara.

Strategi Pengembangan Dermaga Desa Labuhan Lalar dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sumbawa Barat

Melly Aprilia Lestari, Abdul Manan, Muhammad Dzul Fadlli
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan dermaga Desa Labuhan Lalar dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah di Kabupaten Sumbawa Barat. Latar belakang masalah adalah rendahnya kontribusi dermaga… maga terhadap pendapatan asli daerah yang disebabkan oleh pengelolaan dermaga yang belum optimal dan potensi pengembangannya yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dermaga Desa Labuhan Lalar memiliki berbagai potensi dan kekuatan yang dapat dimaksimalkan seperti sistem QRIS untuk menarik retribusi kapal, 21 UMKM yang aktif, dan pemandangan sunset yang menjadi daya tarik wisatawan. Namun, ada juga kelemahan dan ancaman yang perlu diatasi agar dermaga dapat kembali beroperasi dan menghasilkan pendapatan asli daerah. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan yaitu pemerintah perlu fokus pada satu tujuan yang akan dikembangkan ke depannya antara fokus untuk pengembangan sektor pariwisata atau fokus ke fungsi sebagai pelabuhan. Adapun pra-syarat yang harus dilakukan yaitu harus adanya kemauan politik, agar potensi teknis dan ekonomi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dapat terwujud dan diimplementasikan.

Strategi Bertahan UMKM Pariwisata di Kota Bandung dalam Menghadapi Persaingan Industri Wisata

Muhammad Fikri Maulana
Abstract: Sektor pariwisata di Kota Bandung tengah mengalami transformasi struktural yang dipicu oleh akselerasi infrastruktur transportasi dan pergeseran paradigma konsumsi wisatawan pada periode 2024-2025. Penelitian ini bertujuan… an untuk menganalisis secara mendalam strategi bertahan yang diterapkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pariwisata di Kota Bandung dalam merespons persaingan industri yang semakin kompetitif dan terdisrupsi secara digital. Dengan menggunakan lensa teori Resource-Based View (RBV), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana aset internal yang unik dan kemampuan adaptif menjadi penentu keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi mendalam, observasi partisipatif, dan analisis literatur sekunder. Prosedur analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa UMKM pariwisata di Kota Bandung mengandalkan tiga pilar strategi utama: pertama, optimalisasi identitas digital melalui platform creator hub seperti Patrakomala; kedua, diversifikasi produk berbasis kearifan lokal yang memenuhi kriteria Valuable, Rare, Inimitable, dan Organized (VRIO); serta ketiga, penguatan kolaborasi ekosistem pentahelix. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh diidentifikasi sebagai katalisator yang mengubah pola kunjungan menjadi lebih singkat namun intensif, menuntut efisiensi operasional yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan UMKM pariwisata tidak hanya bergantung pada volume kunjungan, melainkan pada kemampuan mentransformasi modal budaya menjadi nilai ekonomi melalui narasi storytelling dan adaptasi teknologi pembayaran non-tunai.

Pengaruh Pembayaran Digital (Qris, E-Wallet, Mobile Banking), Literasi Keuangan, Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan

Dela Mariana Nopela Br. Raja Gukguk, Raya Panjaitan
Abstract: Perkembangan teknologi keuangan digital telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk mahasiswa, dari pembayaran tunai ke pembayaran non-tunai seperti QRIS, e-wallet, dan mobile banking. Kemudahan, kecepatan, serta… berbagai promo yang ditawarkan oleh layanan pembayaran digital berpotensi mendorong perilaku konsumtif, terutama jika tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai dan gaya hidup yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran digital (QRIS, e-wallet, dan mobile banking), literasi keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas HKBP Nommensen Medan yang menggunakan layanan pembayaran digital. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa pembayaran digital dan gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sedangkan literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen keuangan serta memberikan manfaat praktis bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran dan pengelolaan keuangan yang bijak di era digital.

Terapi Tasawuf: Penerapan Konsep Sabar, Syukur, dan Tawakal dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Pasien Penyakit Kronis

Misbachul Munir, Bayu Fermadi, Aina Noor Habibah, Moch. Bashori Alwi, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Yuni Pangestutiani
Abstract: Pasien penyakit kronis sering mengalami tekanan psikologis berat, terutama kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi fisik dan menurunkan kualitas hidup. Pendekatan medis konvensional terkadang kurang menyentuh aspek spiritual-emosional&#8230; ritual-emosional yang mendalam. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi tasawuf berbasis konsep sabar, syukur, dan tawakal sebagai intervensi psiko-spiritual untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien penyakit kronis. Kegiatan dilaksanakan di Komunitas Pasien Ginjal Kronis “Sehati” dan Poli Penyakit Dalam RSUD Kota Y, melibatkan 25 pasien (gagal ginjal kronis, diabetes, hipertensi). Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan pendekatan eksperimen kuasi (one group pre-test post-test). Intervensi berupa delapan sesi terstruktur yang mengintegrasikan psikoedukasi, praktik dzikir, muhasabah terpandu, dan diskusi kelompok untuk menginternalisasi nilai sabar (dalam menghadapi ujian), syukur (atas nikmat yang tersisa), dan tawakal (berserah diri kepada Allah). Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan *DASS-42* subskala anxiety. Hasil analisis statistik paired sample t-test menunjukkan penurunan skor kecemasan yang signifikan (p < 0,05). Peserta juga melaporkan peningkatan penerimaan terhadap penyakit, ketenangan batin, dan optimisme. Diskusi menyimpulkan bahwa konsep tasawuf yang diterapkan secara terstruktur berfungsi sebagai mekanisme koping religius yang efektif, meningkatkan resiliensi spiritual, dan mengurangi distres psikologis. Model terapi tasawuf ini direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kronis.

PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH UNTUK TANAMAN SAYUR KANGKUNG DAN BUAH PEPAYA SEBAGAI UPAYA GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI DESA TANOH MEGAKHE, KECAMATAN BADAR, ACEH TENGGARA

Rohani, Ns. Devi Susanti, Herlitawati, Taufik Hidayat
Abstract: Tingginya angka kejadian penyakit menular dan tidak menular di Indonesia mendorong perlunya pendekatan berbasis masyarakat untuk promosi kesehatan. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan program pemerintah yang&#8230; g menekankan peran serta aktif masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup sehat. Program ini diimplementasikan di Desa Tanoh Megakhe, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara dengan pendekatan partisipatif melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayur kangkung dan buah pepaya. Kegiatan ini melibatkan kelompok dasawisma dan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan senam rutin dan budidaya tanaman rumah tangga. Masyarakat mulai menunjukkan perubahan perilaku ke arah hidup sehat. Kegiatan ini juga berhasil membentuk kelompok dasawisma baru bernama "Mentari". Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program.

ANALISIS SENTIMEN MASYARAKAT PADA PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN BELITUNG STUDI KASUS: PANTAI TANJUNG PENDAM

Sella, Irza Tri, Boby Rahman
Abstract: Penelitian bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap pariwisata Pantai di Kabupaten Belitung khususnya dengan studi kasus Pantai Tanjung Pendam. Metode penelitian memanfaatkan data yang diperoleh dari 286&#8230; ulasan Google Review periode 2016-2026 dan dianalisis menggunakan pendekatan analisis sentimen, distribusi rating, word frequency, wordcloud, dan analisis korelasi temporal sebelum dan setelah pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan persepsi pengunjung terkait destinasi sangat positif dengan presentase 90,2% ulasan tergolong sentimen positif, 7,7% netral, dan 2,1% negatif. Distribusi rating memperkuat temuan tersebut, di mana lebih dari 90% ulasan berada pada rating 4 dan 5, dengan rating 5 mencapai 65%. Hasil lain turut menunjukan analisis kata dominan menunjukan daya tarik utama destinasi terletak pada keindahan panorama, khususnya pemandangan matahari terbenam(sunset), suasana nyaman dan kesesuaian sebagai destinasi wisata keluarga. Sentimen negatif yang relatif kecil umumnya berkaitan dengan fasilitas, pengelolaan kawasan dan aspek kebersihan. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai 0,99 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan sangat kuat antara pola persepsi wisatawan sebelum dan sesudah pandemi, sehingga struktur narasi pengalaman wisata cenderung stabil secara temporal. Kesimpulan menunjukan destinasi ini memiliki citra positif yang kuat dan tingkat kepuasan pengunjung yang tinggi, sekaligus memberi rekomendasi bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas serta fasilitas dan pengelolaan.

Perilaku Konsumsi Semu akibat Tren Media Sosial Ditinjau dari Ekonomi Islam

Afriyani Harahap, Amanda, Nafisha Zuhra, Nafisha, Ria Armayani Hasibuan, Reni
Abstract:   Fenomena maraknya budaya pencitraan digital memicu pergeseran motif belanja generasi muda Muslim dari pemenuhan kebutuhan fungsional menjadi sekadar pemenuhan identitas artifisial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#8230; nalisis karakteristik perilaku konsumsi semu akibat tren media sosial serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip etika konsumsi dalam ekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap informan Muslim perkotaan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, dikombinasikan dengan observasi digital serta dokumentasi teks sosial. Hasil penelitian mengonstruksi temuan kebaruan bahwa konsumsi semu digerakkan oleh sindrom ketakutan tertinggal dari tren viral (fear of missing out), ulasan kelompok, gaya hidup hedonistik, dan tawaran kilat lokapasar, di mana barang dikonsumsi demi validasi sosial berupa apresiasi digital ketimbang asas manfaat nyata. Ditinjau dari ekonomi Islam, perilaku ini terbukti beririsan negatif dan bertentangan dengan prinsip kesederhanaan (qana'ah), keseimbangan, dan prioritas maslahat, serta dikategorikan sebagai tindakan berlebih-lebihan (israf) dan pemborosan (tabdzir) yang mengabaikan perlindungan harta (hifz al-maal). Kesimpulannya, konsumsi semu merusak stabilitas finansial dan spiritual individu, sehingga memerlukan penguatan etika tauhid dan optimalisasi media sosial sebagai sarana dakwah gaya hidup minimalis serta literasi keuangan syariah.