Search Articles & Publications

Showing 3086 articles found for "Terhadap"

Pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor

Lilin Aida Nihaya, Nur Rocmat, Muhammad Mukhlis Nasrulloh
Abstract: Kinerja guru adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan perbuatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup aspek perencanaan program belajar mengajar, pelaksanaan proses belajar mengajar, penciptaan dan… an pemeliharaan kelas yang optimal, pengendalian kondisi belajar yang optimal, serta penilaian hasil belajar. Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Manajemen Waktu di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, untuk mengetahui Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Kedisiplinan Guru Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah guru di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 46 guru . Adapun sample yang digunakan adalah sampel jenuh, sebanyak 50 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien, korelasi, dan regresi berganda. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukkan hasil peneliian bahwa terdapat pengaruh antara Manajemen Waktu (X) dengan Kedisiplinan Guru (Y) Di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor, terbukti dengan hasil determinasi tabel Model Summary pada bagian ini di tampilkan nilai =0,023, untuk menetukan koefisien determinasi pengaruh antara Manajemen Waktu dengan Kedisiplinan Guru dapat dihitung dengan (0,023) x 100% = 97,7%. Jadi hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa 97,7% Manajemen Waktu berkontribusi terhadap Kedisiplinan Guru, sedangkan sisanya yaitu (97,7%) lainnya di pengaruhi oleh faktor lain.

Dampak Aktivitas Pariwisata Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat Di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

Herawati, Dahlan Lama Bawa, Meisil B. Wulur, Muhammad Yasin
Abstract: Hasil penelitian ini memperoleh temuan: 1)Aktivitas pariwisata yang ada dikelurahan malino ada dua yaitu  wisata alam yang terdiri dari 4 destinasi yaitu agama, sejarah, alam dan buatan dan wisata belanja yang meliputi belanja… belanja sayuran, makanan dan minuman, buah-buahan. 2)Dampak yang ditimbulkan aktivitas pariwisata perilaku keagamaan masyarakat di kelurahan Malino terbagi dua: dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya a)Kesempatan para tokoh agama dan masyarakat mendakwahkan Islam ke pariwisatawan yang datang ke Malino. b)Meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan: a)Maraknya wisatawan yang datang tanpa memahami aspek-aspek keagamaan dan peribadatan yang ada di Malino. b)Berkembangnya paham-paham keagamaan yang bertentangan dengan akidah Islam. c)Bergesernya nilai-nilai Islam ke nilai-nilai materialistik akibat perkembangan ekonomi yang lebih pesat daripada pendidikan keagamaan. d)Masuknya nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat Islam misalnya cara berpakaian dan cara berperilaku. Dengan demikian Tokoh Agama membentuk kesadaran dan tindakan umat terkait dampak positif dan negatif dari aktivitas pariwisata. Selain itu memahami dan mengelola dampak-dampak negatif tersebut agar aktivitas pariwisata dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai keagamaan dan budaya Kelurahan  Malino.

Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Upaya Pencegahan Tuberkulosi Paru Di Kampung Toladan Kabupaten Jayapura

Fenska Narly Makualaina, Crystin E Watunglawar, Merson Tempul
Abstract: Latar Belakang: Cara yang efektif untuk menurunkan jumlah penderita TB paru adalah meningkatkan kepatuhan penderita dalam menjalani pengobatan. Selain itu, kepatuhan dalam pengobatan TB paru juga dapat mencegah timbulnya… lnya resistensi obat, kekambuhan penyakit dan kematian. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan TB paru menjadi suatu penghalang penting dalam melakukan pengendalian TB paru secara global dan telah menjadi faktor utama penyebab kegagalan pengobatan. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Masyarakat terhadap upaya pencegahan Tuberkulosis Paru di Kampung Toladan Jayapura. Metode: Desain Penelitian yang di gunakan adalah mengunakan metode desain penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil: Berdasarkan distribusi frekuensi responden menurut pengetahuan tentang tuberkulosis paru kategori baik sebanyak 34 responden (56.7%), kategori cukup sebanyak 24 (40.0%) dan kurang sebanyak 2 responden (3.3%).Distribusi frekuensi responden menurut pencegahan tuberkulosis paru kategori baik sebanyak 33 responden (55.0%), cukup sebanyak 24 (40.0%) dan kurang sebanyak 3 responden (5.0%). Kesimpulan: Pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis berpengetahuan baik begitu pula dengan pencegahan tuberkulosis paru sebagaian besar baik. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Puskesmas tentang upaya masyarakat dalam menghadapi penyakit TB paru dan cara mencegah penularan TB paru dan melakukan edukasi pada keluarga tentang upaya pencegahan TB paru, dapat referensi dan bahan bacaan di Perpustakaan, sehingga dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa/i terkait pencegahan TB Paru.

Evaluasi Program Imunisasi Anak di Wilayah Pedesaan Tantangan dan Solusi

Darsal Zulfakar Dafid, Wa Ode Nadziyran Urufia, Wa Ode Nurhidayati, Muhamad Subhan, Eky Endriana Amiruddin
Abstract: Program imunisasi anak di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk akses terbatas terhadap layanan kesehatan, kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih, dan faktor sosial-budaya. Penelitian ini… ni bertujuan untuk mengevaluasi tantangan utama dalam implementasi program imunisasi anak di wilayah pedesaan serta untuk mengidentifikasi solusi yang memungkinkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan studi pustaka yang relevan dengan topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses terbatas terhadap layanan kesehatan merupakan hambatan utama dalam program imunisasi anak di pedesaan. Jarak yang jauh antara pemukiman penduduk dengan fasilitas kesehatan, kurangnya infrastruktur kesehatan, dan transportasi yang tidak memadai mempersulit orang tua untuk membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi secara teratur. Kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih juga menjadi tantangan serius dalam implementasi program imunisasi. Banyak desa yang tidak memiliki jumlah petugas kesehatan yang memadai untuk memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang imunisasi juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Faktor sosial dan budaya juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam program imunisasi. Kepercayaan, mitos, dan praktek budaya lokal seringkali memengaruhi keputusan orang tua dalam mengimunisasi anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berbasis budaya dalam mensosialisasikan program imunisasi. Berbagai solusi yang memungkinkan telah diidentifikasi, termasuk memperkuat infrastruktur kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan komunitas secara aktif dalam program imunisasi. Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini secara holistik dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesehatan anak-anak secara keseluruhan.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di Kelas IX MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor

Isna Zaqiatul Munna, Musthafa Zahir, Yogi Saputra
Abstract: Based on the background of the problem that has been explained by the researcher, it has been clarified into several problems as follows: 1. There are still many female students who ignore or underestimate the lessons of&#8230; moral aqidah 2. The ongoing learning process is less interesting so that students feel bored quickly. 3. Only some students understand the explanation given by the teacher. 4. Lack of student activity (question and answer) when learning takes place. 5. There are still many students who are reluctant to pay attention to the teacher explaining the material. The research method used by the author is quantitative research. The population in this study was all 30 students in class IX M at MTs Darunnajah 2 Cipining. This shows that student learning outcomes in the subject of moral aqidah have a very high level. Based on the research results, there is a significant positive influence of the use of learning media on student learning outcomes in the moral aqidah subject at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. This is proven by the calculation results of the equation Y 140.383 + 0.219 In the table for testing the significance of the regression line equation from the 5th column regression row, namely Fcount (b/a) 1.407, and p-value 0.245 > 0.05, so that H0 is accepted, it can be concluded that the regressions of Y and X are significant. The correlation coefficient value obtained r_xy 0.219 < r_table 0.374 is included in the weak correlation because it is in the value range 0.20-0.39. The results of the coefficient of determination show that visual learning media (print) has an influence of 4.8% on student learning outcomes, while 95.2% is influenced by other factors.

Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Animasi Upin Dan Ipin Episode Ragam Ramadhan Di Youtube

Addiina Raihan Hamas, Muhammad Yasin, Muhammad Syahruddin
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan memahami interpretasi denotasi, konotasi, dan mitos, nilai-nilai moral, serta faktor pendukung dan penghambat yang dialami tokoh dalam penyampaian pesan dakwah dalam film animasi&#8230; si “Upin dan Ipin Episode Ragam Ramadhan.” Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis teks media menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes. Dimana teknik ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini dilakukan di Media Sosial Youtube. Penelitian yang berlangsung selama kurang lebih 2 bulan mulai dari Juli sampai Agustus 2023. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini menunjukkan pesan dakwah yang dibagi menjadi tiga, yaitu akhlak pada teman, akhlak pada masyarakat, dan akhlak pada keluarga. Dimana peneliti memberi makna terhadap film animasi “Upin dan Ipin” episode Ragam Ramadhan berdasarkan aspek nilai akhlak yang berisi tentang kelakuan dan perilaku sebagai makhluk sosial. Faktor pendukung dan penghambat didasarkan pada perilaku dan sifat dasar seorang anak. Adapun pengaruh dari penelitian ini yaitu sebagai pengembangan ilmu terhadap media terkhusus pada penelitian yang menggunakan metode semiotika dan dapat meningkatkan responsif terhadap makna pesan yang tersirat dalam sebuah film.

Kebijakan Pendidikan Madrasah An-Nizhamiyyah Di Masa Daulah Bani Saljuk

Irna Nur Fauziah, Abuzar Al Ghifari, Nailil Muna Shalihah
Abstract: Kebijakan pendidikan berasal dari ilmu pendidikan yang terkait dengan kebutuhan layanan pendidikan untuk memberikan pengetahuan dan mengatur kehidupan manusia. Ini merupakan keputusan yang diambil oleh pemerintah atau penyelenggara&#8230; nyelenggara pendidikan sebagai respons terhadap permasalahan pendidikan yang timbul, dengan tujuan mencapai visi dan misi melalui langkah-langkah strategis dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sumber data utama yang digunakan adalah karya Ali Muhammad Ash-Shallabi, Bangkit dan Runtuhnya Daulah Bani Saljuk, diterbitkan di Jakarta oleh Pustaka Al-Kautsar pada tahun 2014. Teknik pengumpulan data melibatkan penggunaan beberapa buku dan sumber lain yang berkaitan dengan subjek penelitian, seperti buku, majalah, pamflet, dan bahan dokumenter. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif-analisis dengan pendekatan sejarah. Pendirian Madrasah An- Nizhamiyyah pada masa Daulah Bani Saljuk memainkan peran penting dalam perubahan lembaga pendidikan Islam. Sampai hari ini, sistem pendidikan madrasah tetap dijaga untuk mempertahankan nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam proses pendidikan mulai dari dasar hingga tingkat tinggi. Tujuannya adalah untuk melindungi dan menanamkan nilai-nilai moral serta mengatasi krisis moral yang ada.

Pembentukan Karakter Islami Melalui Kurlkulum Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Ina Usniati, Abudzar Al Ghifari, Nur Rochmat
Abstract: Kata Karakter menurut Bahasa Indonesia pada tahun 2008, artinya sifat- sifat atau kejiwaan pada akhlak seseorang yang dapat membedakan dari seseorang yang lainnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwasanya individu yang baik adalah&#8230; alah yang memiliki karakter yang baik yang selalu berusaha untuk bersungguh- sungguh dalam menerapkan hal- hal yang terbaik terhadap Allah Subhana Wa Ta’ Ala. Dalam pementukan karakter dapat dengan cara pada sistem di pesantren yaitu TMI (Tarbiyatul Mu’allimin Al- Islamiyah) yang menjadi sistem pembelajaran mengikuti Gontor. Namun, TMI yang dipakai adalah gabungan dari kurikulum Gontor dengan kurikulum pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Informan dalam ini adalah Direktur Kurikulum, Penjamin Mutu, Kepala Sekolah, Direktur Pengasuhan Santri, Wali Murid/ Masyarakat Sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa: Pengertian kurikulum TMI, Perbedaan kurikulum TMI dan KMI, kemampuan kurikulum TMI dalam pembentukan karakter Islami, Langkah- langkah pembentukan kurikulum TMI oleh Pengasuhan dan kurikulum TMI, kendala- kendala dalam pembentukan karakter Islami oleh kurikulum TMI.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah

Andi Sumarlin K, Ardian Al Hidaya, Muhammad Yasin, Irfan Sepria Baresi, Hartini
Abstract: Penggunaan teknologi dalam pendidikan telah menjadi topik penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan&#8230; tkan kualitas pembelajaran, serta untuk memahami dampak psikologis dan sosial dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dua titik permasalahan utama yang diteliti dalam penelitian ini adalah tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum dan dampak psikologis serta sosial dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka yang melibatkan analisis terhadap berbagai sumber informasi dan penelitian yang relevan dalam bidang ini. Temuan penelitian menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, termasuk kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, dan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi terkini. Selain itu, temuan  menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat memiliki dampak psikologis dan sosial yang signifikan, terutama terkait dengan interaksi sosial antara siswa, keterlibatan langsung dalam proses belajar-mengajar, dan pengembangan keterampilan interpersonal. Implikasi temuan ini terhadap praktik pembelajaran di sekolah adalah pentingnya memperhatikan tantangan dalam mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, serta memahami dan mengelola dampak psikologis dan sosial dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, sekolah dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk masa depan yang semakin terdigitalisasi.

Pengaruh Komunikasi Interpersonal Wali Kelas Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Di MIS Darunnajah

Afifah Diana Putri, Nailil Muna Sholihah, Khairina Bachtiar
Abstract: Komunikasi interpersonal pada hakikatnya adalah interaksi antara seorang individu dan individu lainnya, tempat, lambang-lambang pesan secara efektif digunakan, terutama dalam komunikasi antar manusia menggunakan Bahasa.&#8230; Motivasi belajar adalah sebuah dorongan, hasrat atau pun minat yang begitu besar di dalam diri, untuk mencapai pembelajaran yang baik, Diketahui hasil perhitungan statistic dengan menggunakan SPSS 22 menunjukan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara Komunikasi Interpersonal (X) dan Motivasi belajar (Y) , terbukti dengan nilai (Rxy) = 0,745 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dengan rentang nilai (0.600 – 0,799) , nilai signifikansi sebesar 0,745 > 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya sangat signifikan, dan nilai koefisien determinasinta sebesar  53% sedangkan sisanya 47% nya dipengaruhi faktor lainnya.