Search Articles & Publications

Showing 309 articles found for "After"

Penerapan The Dude Sebagai Monitoring System Untuk Optimalisasi Kinerja Infrastruktur Jaringan

Furqon, Fairuz, Saputra, Herman, Sahren, Sahren
Abstract: Abstract: The development of network infrastructure in higher education environments demands a monitoring system capable of detecting disruptions quickly and accurately. Royal University does not yet have an integrated and… nd real-time network monitoring system, so network administrators often discover disruptions after receiving reports from users. This condition results in slow response to disruption handling and suboptimal network performance. This study aims to implement The Dude as a network monitoring system to support the optimization of Royal University's network infrastructure performance. The research method used is a qualitative approach with the stages of problem identification, literature study, system analysis, system design, implementation, and system testing. The monitoring system is implemented with The Dude Server architecture running on MikroTik CHR, while The Dude Client is used by the administrator via a laptop. The results show that the system is capable of performing network discovery, monitoring device status in real-time, displaying network topology visualization, recording monitoring history, and providing notifications when disruptions occur. System testing proves that all monitoring functions run according to the analyzed requirements. Thus, the implementation of The Dude is proven effective in increasing the speed of disruption detection, troubleshooting efficiency, and optimizing the network performance of Royal University. Keywords: mikrotik; network monitoring; network discovery; network optimization; the            dude Abstrak: Perkembangan infrastruktur jaringan di lingkungan perguruan tinggi menuntut adanya sistem pemantauan yang mampu mendeteksi gangguan secara cepat dan akurat. Universitas Royal belum memiliki sistem monitoring jaringan yang terintegrasi dan real-time, sehingga administrator jaringan sering mengetahui gangguan setelah menerima laporan dari pengguna. Kondisi ini berdampak pada lambatnya respons penanganan gangguan serta kurang optimalnya kinerja jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan The Dude sebagai sistem monitoring jaringan guna mendukung optimalisasi kinerja infrastruktur jaringan Universitas Royal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tahapan identifikasi masalah, studi literatur, analisis sistem, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem monitoring diimplementasikan dengan arsitektur The Dude Server yang berjalan pada MikroTik CHR, sedangkan The Dude Client digunakan oleh administrator melalui laptop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan network discovery, memantau status perangkat secara real-time, menampilkan visualisasi topologi jaringan, mencatat histori monitoring, serta memberikan notifikasi ketika terjadi gangguan. Pengujian sistem membuktikan bahwa seluruh fungsi monitoring berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah dianalisis. Dengan demikian, implementasi The Dude terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan deteksi gangguan, efisiensi troubleshooting, dan optimalisasi kinerja jaringan Universitas Royal. Kata kunci:     mikrotik; monitoring jaringan; network discovery; optimalisasi jaringan; the       dude

Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbor (Knn) Untuk Klasifikasi Status Gizi Balita di Kecamatan Rumbai Timur

Marshanda, Marshanda, Nasution, Nurliana
Abstract: Abstract: This study aims to classify the nutritional status of toddlers based on anthropometric data using the K-Nearest Neighbor (KNN) algorithm. Data were obtained from 20 Integrated Health Posts (Posyandu) in Rumbai… Timur District, including Lembah Sari Village and Limbungan Village with a total of 1,000 toddler data. After cleaning and preprocessing, 782 data were obtained ready for use. The preprocessing stages include data cleaning and transformation, outlier removal, minority class handling, and data normalization. Next, data balancing was carried out using the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) to address class imbalance. The data was divided into 80% training data and 20% test data, then the K parameter was tested from 1 to 15 using 5-fold cross-validation. The results showed that the value of K = 1 provided the best performance with a macro recall of 0.8827 and an accuracy of 86.26%. These results indicate that the combination of the KNN algorithm with the SMOTE method and Min-Max normalization is effective in improving classification performance on imbalanced data and producing accurate and balanced predictions of toddler nutritional status between classes. Keywords: k-nearest neighbor; toddler nutritional status; SMOTE; min-max scaling; classification; anthropometric data Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan status gizi balita berdasarkan data antropometri menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Data diperoleh dari 20 Posyandu di Kecamatan Rumbai Timur, meliputi Kelurahan Lembah Sari dan Kelurahan Limbungan dengan total 1.000 data balita. Setelah melalui proses cleaning dan preprocessing, diperoleh 782 data yang siap digunakan. Tahapan pra-pemrosesan meliputi pembersihan dan transformasi data, penghapusan outlier, penanganan kelas minoritas, serta normalisasi data. Selanjutnya dilakukan penyeimbangan data menggunakan Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas. Data dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji, kemudian dilakukan pengujian parameter K dari 1 hingga 15 menggunakan 5-fold cross-validation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai K = 1 memberikan performa terbaik dengan recall macro sebesar 0,8827 dan akurasi 86,26%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi algoritma KNN dengan metode SMOTE dan normalisasi Min-Max efektif dalam meningkatkan kinerja klasifikasi pada data tidak seimbang serta menghasilkan prediksi status gizi balita yang akurat dan seimbang antar kelas. Kata kunci: k-nearest neighbor; status gizi balita; SMOTE; min-max scaling; klasifikasi; data antropometri

PENERAPAN ALGORITMA NAIVE BAYES UNTUK PREDIKSI WAKTU TUNGGU ALUMNI MENDAPATKAN PEKERJAAN PADA LEMBAGA PUSAT LAYANAN KARIR STMIK ROYAL

Aulia, Tasyia Dita, Siagian, Yessica, Putri, Pristiyanilicia
Abstract: Abstract: Getting a job is a goal by graduates after completing their studies. But in this process, getting a job inevitably requires waiting time. If one measure of success in the field of education of a tertiary institution… ution is the number of graduates entering the workforce. So to implement this goal, alumni data is needed that can be used in decision making. Existing tracer study data at the STMIK Royal Career Service Center (LPLK) have not been utilized optimally by the campus. If we dig deeper, we will get some knowledge from this data by applying data mining techniques. Therefore, it is clear that using data mining to predict alumni waiting time is important for a university to determine its strategy. The purpose of this study is to predict the waiting time for alumni to get a job using data mining by applying the Naive Bayes algorithm. Training and testing data were taken from 193 data tracer study alumni of STMIK Royal in 2021 who had graduated and were working. The criteria used to predict alumni waiting time are gender, major, year of entry, year of graduation, GPA, and length of time getting a job. The results of modeling using the Naive Bayes algorithm produce an accuracy of 94%.   Keyword: data mining; naive bayes; waiting time     Abstrak: Mendapatkan pekerjaan merupakan tujuan oleh lulusan setelah menyelesaikan studi mereka. Tetapi dalam proses ini, mendapatkan pekerjaan pasti membutuhkan waktu tunggu. Jika salah satu ukuran keberhasilan di bidang pendidikan suatu perguruan tinggi adalah banyaknya lulusan yang masuk ke dunia kerja. Maka untuk menerapkan tujuan itu, maka diperlukan data alumni yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Data tracer study yang ada di Lembaga Pusat Layanan Karir (LPLK) STMIK Royal belum dimanfaatkan secara optimal oleh kampus. Jika kita gali lebih dalam, kita akan mendapatkan suatu pengetahuan dari data ini dengan menerapkan teknik data mining. Oleh karena itu, jelas bahwa menggunakan data mining untuk memprediksi waktu tunggu alumni penting bagi suatu perguruan tinggi untuk menentukan strateginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi waktu tunggu alumni mendapatkan pekerjaan  menggunakan data mining dengan menerapkan algoritma naive bayes. Data training dan testing diambil dari 193 data tracer study alumni STMIK Royal tahun 2021 yang sudah lulus dan bekerja. Kriteria yang digunakan untuk memprediksi waktu tunggu kerja alumni yaitu jenis kelamin, jurusan, tahun masuk, tahun lulus, IPK, dan lama mendapatkan pekerjaan. Hasil pemodelan dengan menggunakan algoritma naive bayes menghasilkan akurasi sebesar 94%.   Kata Kunci: data mining; naive bayes; waktu tunggu

PENERAPAN METODE FUZZY TSUKAMOTO PADA PERTIMBANGAN PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP BERBASIS WEB

Nurwanda, Abdi, Syah, Arridha Zikra, Putra, Guntur Maha
Abstract: Abstract:Being a permanent employee are people who are still employees, that is a clear and guaranteed future, which gets more bonuses than contract employees. One of the national trading companies in Indonesia, namely PT… T Pinus Merah Abadi, also recruits employees both at the head office and at each branch of the company, but in the process decisions made for employees cannot be made by employees. branch of the company, even in the number of many who are disadvantaged because the manual is still carried out by the manager, which is then filtered by the head office. To use these things, in this study a system that supports decisions in branch offices will be made using the fuzzy tsukamoto method which is expected to work from employees. And after the support system takes this decision, employees have made successful decisions, because employees can immediately see the calculation process through the application that has been made.             Keywords: fuzzy tsukamoto; permanent employee; decision support system     Abstrak:Menjadi seorang karyawan tetap di sebuah perusahaan adalah keinginna banyak orang yang masih menjadi seorang karyawan kontrak, selain masa depan yang jelas dan terjamin, seorang karyawan tetap mendapatkan bonus yang lebih banyak dibandingkan dengan karyawan kontrak. Salah satu perusahaan dagang nasional di Indonesia yaitu PT Pinus Merah Abadi juga melakukan perekrutan untuk karyawan tetap setiap tahunnya baik di kantor pusat maupun di setiap cabang perusahaan, namun dalam prosesnya terkadang keputusan yang dibuat mengenai pengangkatan karyawan tetap oleh perusahaan  tidak memuaskan para karyawan yang ada di cabang perusahaan, bahkan terkadang para karyawan merasa dirugikan karena perhitungan nya masih dilakukan manual oleh manajer, yang kemudian diproses oleh kantor pusat. Untuk menangani hal tersebut, dalam penelitian ini akan dibuat sebuah sistem pendukung keputusan di kantor cabang perusahaan khususnya kantor cabang kisaran menggunakan metode fuzzy tsukamoto yang diharapkan bisa menangani keluhan dari para karyawan. Dan setelah sistem pendukung keputusan ini digunakan, para karyawan cabang sudah bisa menerima keputusan yang telah dibuat manajer, karena karyawan bisa langsung melihat proses perhitungannya melalui apikasi yang sudah dibuat.   Kata kunci: fuzzy tsukamoto; karyawan tetap; sistem pengambilan keputusan

Penerapan Metode Single Moving Average (SMA) Persediaan Jarum Suntik Pada Puskesmas Air Joman

Hasibuan, Azura Rahmadani, Ramdhan, William, Latiffani, Chitra
Abstract: Abstract: The Air Joman Health Center is a community health center that provides services in the form of medical services to the Air Joman community and its surroundings. Based on the observations made by the author, the… use of syringes at the Air Joman Health Center fluctuates every month consisting of 1 ml  syringes, 2.5 ml syringes, 3 ml syringes, 5 ml syringes and 10 ml syringes. After use, the syringe should not be reused and must be discarded. However, sometimes there are obstacles in serving patients, this is due to the limitations of syringes. The number of needles data can only be estimated from the number of available medical devices (stock), because the need for each month is different. This resulted in not all the needs of medical devices were met and there was often additional stock. To overcome problems regarding the processing of medical device stock data, assistance with forecasting is needed, which is the process of estimating future demand. The forecasting system is designed using the PHP programming language and MySQL database. Forecasting the supply of syringes at the Air Joman Health Center speeds up the cashier's work process to make reports because the forecasting system automatically produces forecasting results when the calculate button is clicked and prints the report. Keywords: Single Moving Average Method; Syringe Supplies; Joman Water Health Center.   Abstrak: Puskesmas Air Joman merupakan pusat kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan dalam bentuk jasa pengobatan kepada masyarakat Air Joman dan sekitarnya. Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis, adapun penggunaan jarum suntik di Puskesmas Air Joman setiap bulan berfluktuasi yang terdiri atas jarum suntik 1 ml, jarum suntik 2,5 ml, jarum suntik 3 ml, jarum suntik 5 ml dan jarum suntik 10 ml. Setelah pemakaian, jarum suntik tidak boleh dipakai kembali dan harus dibuang. Namun, terkadang terjadi kendala dalam melayani pasien, hal ini disebabkan karena keterbatasan jarum suntik. Banyaknya data jarum suntik hanya bisa diperkirakan dari banyak atau sedikitnya alat kesehatan yang ada (stok), dikarenakan kebutuhan setiap bulan berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan tidak semua kebutuhan alat kesehatan terpenuhi dan sering terjadi stok tambahan. Untuk mengatasi permasalahan mengenai pengolahan data stok alat kesehatan, maka dibutuhkan bantuan dengan peramalan (forecasting) yang merupakan proses pengestimasian permintaan di masa mendatang. Sistem peramalan tersebut dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Peramalan persediaan jarum suntik pada Puskesmas Air Joman mempercepat proses kerja Kasir untuk melakukan pembuatan laporan karena sistem peramalan secara otomatis menghasilkan hasil peramalan ketika diklik tombol hitung dan cetak laporan.   Kata Kunci: Metode Single Moving Average; Persediaan Jarum Suntik; Puskesmas Air Joman.  

Peningkatan Kualitas Air Mata Untuk Mendukung Sekolah Adiwiyata di SMPN 1 Cangkringan

Putri, Yandhia Febrina, Adilasana, Rahmad Setya, Anggreani, Della, Puspita Dewi, Miftasyafani Winda, Ariyati, Dwi, Bhakty, Tania Edna
Abstract: Abstract: Clean water availability plays an important role in supporting sanitation, environmental health, and educational activities in schools. SMP Negeri 1 Cangkringan has a natural spring water source containing iron… (Fe) levels of 1–2 mg/L, exceeding the water quality standard stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This community service program aimed to improve water quality through the implementation of a simple treatment system based on aeration, sedimentation, and filtration, while also supporting the Adiwiyata School Program. The implementation method applied a participatory approach involving teachers, students, and educational staff through several stages, including identification of water quality problems, initial water quality testing, design of aeration and filtration systems, installation of the water treatment unit, post-treatment water quality testing, as well as monitoring and evaluation of program sustainability. The filtration system utilized gravel, silica sand, activated carbon, and zeolite stone as filter media. Water quality testing was conducted before and after treatment to evaluate the effectiveness of Fe reduction. The results showed that the aeration and filtration system successfully reduced Fe concentrations from 1–2 mg/L to 0.5–1 mg/L with an efficiency of 50–75%, thereby meeting the hygiene and sanitation water quality standards. In addition, the program enhanced environmental awareness among school members through practice-based learning activities.             Keywords: aeration; community service; filtration; iron (Fe); spring water quality; sustainability education.   Abstrak: Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung sanitasi, kesehatan lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta memiliki sumber mata air alami dengan kandungan zat besi (Fe) sebesar 1–2 mg/L yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air melalui penerapan sistem pengolahan sederhana berbasis aerasi, sedimentasi, dan filtrasi sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan melalui tahapan identifikasi permasalahan kualitas air, pengujian awal kualitas air, perancangan sistem aerasi dan filtrasi, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian kualitas air pasca pengolahan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Sistem filtrasi menggunakan media kerikil, pasir silika, arang aktif, dan batu zeolit. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Fe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem aerasi dan filtrasi mampu menurunkan kadar Fe dari 1–2 mg/L menjadi 0,5–1 mg/L dengan efisiensi sebesar 50–75%, sehingga memenuhi baku mutu air higiene sanitasi. Program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik. Kata kunci: aerasi; filtrasi; pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kualitas air; Sekolah Adiwiyata; zat besi (Fe).

Digital Report Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Bimbingan Belajar Bright Education Kisaran

Dalimunthe, Ruri Ashari, Loebis, Iin Almeina, Gusti Rivaldi, Muhammad
Abstract: Abstrak: Digital reports are technology-based reporting systems that function to record, process, and present information on students’ learning progress in a structured and real-time manner. This study aims to analyze the… the implementation of digital reports in improving the quality of educational services at the Bright Education tutoring institution in Kisaran. The method used is a descriptive approach by examining the utilization of digital systems in the students’ academic reporting process. The results of the study indicate that the use of digital reports is able to enhance transparency, administrative efficiency, and learning effectiveness. Through this system, data such as attendance, practice scores, evaluation results, and students’ learning progress can be well documented and accessed by various parties, including administrators, tutors, students, and parents. The implementation of the program at Bright Education Tutoring Institution has shown positive results and provided a significant impact on improving the quality of educational services. After the implementation of mentoring programs and the utilization of digital reports, the institution experienced improvements in academic data management, learning administration, and monitoring of student development in a more effective and structured manner. The activities carried out at Bright Education Tutoring Institution have successfully supported the transformation of educational administration toward a more modern, effective, and efficient system, thereby improving the quality of educational services within the tutoring environment. The activities carried out at Bright Education Tutoring successfully supported the transformation of educational administration into a more modern, effective, and efficient system through the implementation of digital reports. This innovation improved service quality, transparency, and students’ learning outcomes sustainably. Kata kunci: tutoring institution; digital report; information System   Abstract: Digital report merupakan sistem pelaporan berbasis teknologi yang berfungsi untuk merekam, mengolah, dan menyajikan informasi perkembangan belajar siswa secara terstruktur dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan digital report dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan pada lembaga bimbingan belajar Bright Education Kisaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mengkaji pemanfaatan sistem digital dalam proses pelaporan akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan digital report mampu meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, serta efektivitas pembelajaran. Melalui sistem ini, data seperti kehadiran, nilai latihan, hasil evaluasi, dan progres pemahaman siswa dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh berbagai pihak, termasuk pengelola, tutor, siswa, dan orang tua. Pelaksanaan program pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education menunjukkan hasil yang positif dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan. Setelah diterapkannya program pendampingan dan pemanfaatan digital report, mitra mengalami peningkatan dalam pengelolaan data akademik, administrasi pembelajaran, serta monitoring perkembangan siswa secara lebih efektif dan terstruktur. Kegiatan pada mitra Bimbingan Belajar Bright Education berhasil mendukung transformasi administrasi pendidikan menjadi lebih modern, efektif, dan efisien melalui penerapan digital report. Inovasi ini meningkatkan kualitas layanan, transparansi, dan hasil belajar siswa secara berkelanjutan. Keywords: bimbingan belajar; rapor digital; sistem informasi

Pelatihan Canva Untuk Media Pembelajaran Audio Visual Guru SMK Negeri 1 Rambah Samo

Muslim, Chandra, Detri Amelia, Dwiana, Ari Aprilia, Wahyudi, Sri, Santosa, Firman, Ridwan
Abstract: Abstract: The rapid development of digital technology has encouraged teachers to adapt learning practices through the use of innovative and engaging instructional media. However, many teachers still experience limitations… s in developing audio-visual learning media that are pedagogically appropriate and easy to produce. This community service activity aimed to improve teachers’ digital competence in developing audio-visual learning media using Canva at SMK Negeri 1 Rambah Samo. The activity was conducted from August to December 2025 through a training and mentoring approach. The implementation stages consisted of needs identification, material delivery, demonstration, guided practice, product review, and evaluation. Evaluation was carried out through pre-test and post-test questionnaires, observation of participants’ practice, and assessment of the learning media products developed by teachers. The results showed an increase in teachers’ understanding from 46% before the training to 84% after the training, indicating an improvement of 38%. In addition, 88% of participants were able to produce audio-visual learning media adapted to their respective subjects. The training also encouraged collaboration among teachers and increased their confidence in applying digital media in classroom instruction. This program demonstrates that practical and continuous Canva-based training can support teachers in creating more interactive, relevant, and meaningful learning experiences in vocational schools. Keywords: canva; audio visual; teacher training; digital competence; learning media.   Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif melalui pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual yang mudah dibuat dan sesuai dengan kebutuhan pedagogis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dalam membuat media pembelajaran audio visual berbasis Canva di SMK Negeri 1 Rambah Samo. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2025 melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, review produk, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk media pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dari 46% sebelum pelatihan menjadi 84% setelah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 38%. Selain itu, sebanyak 88% peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran audio visual sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antarguru dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menerapkan media digital di kelas. Dengan demikian, pelatihan berbasis praktik dan pendampingan terbukti efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi digital guru di sekolah kejuruan. Kata kunci: canva; media audio visual; pelatihan guru; kompetensi digital; pembelajaran.

Edukasi Interakktif SI PITA Melalui Media Powerpoint dan Puzzle di SMPN 28 Jakarta

Sada Rasmada, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Paramitha Wirdani Ningsih Marlina, Agnes Maharani Puji Wulandari, Aloysius Prima Cahya Miensugandhi, Damelya Patriksia Dampang
Abstract: Abstract: This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of balanced nutrition guidelines through an interactive educational program at SMPN 28 Jakarta. The identified problem was the low level of… of students' knowledge regarding the “Isi Piringku” concept, which may affect nutritional status and eating habits among adolescents. The method was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The intervention consisted of nutrition education delivered using PowerPoint media, followed by a practical activity involving the arrangement of the Isi Piringku puzzle. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 30 seventh-grade students to assess changes in knowledge before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.003). The proportion of students with good knowledge increased from 6,7% to 26,7% after the intervention. Monitoring conducted three days after the education session indicated that some students had begun applying the “Isi Piringku” concept, although food availability at home remained a challenge. This study concludes that education using visual media and interactive practices is effective in improving adolescents' nutritional knowledge; however, support from families and schools is necessary to optimize sustainable behavioral changes. Keyword: adolescent knowledge; balanced nutrition education; community service   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pedoman gizi seimbang melalui program edukasi interaktif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang konsep Isi Piringku, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan kebiasaan makan remaja. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media PowerPoint dan praktik penyusunan puzzle Isi Piringku. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas VII. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,003). Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 6,7% menjadi 26,7% setelah intervensi. Monitoring tiga hari pascaedukasi menunjukkan sebagian siswa mulai menerapkan konsep isi piringku, meskipun masih terdapat hambatan pada ketersediaan pangan di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan media visual dan praktik interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja, namun diperlukan dukungan keluarga dan sekolah untuk optimalisasi perubahan perilaku Kata kunci: edukasi gizi; isi piringku; pengabdian masyarakat

Penguatan Pengetahuan Dan Sikap CPPOB Melalui Media Ular Tangga Pada Siswa SMKN 4 Madiun

Dewi, Novianti Tysmala, Ruhana, Amalia, Mayasari, Noor Rohmah, Raisya, Ristanti, Idcha Kusma, Ismawati, Rita, Indrawati, Veni
Abstract: Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining… g positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education. Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students   Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner. Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner