Abstract:Ruang ICU sering kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang serius dan perawatan intensif, yang dapat menimbulkan rasa ketidakpastian dan takut pada pasien. Kecemasan juga dapat memperburuk kondisi fisik, bahkan menyebabkan…
abkan gangguan sistem saraf, pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pendekatan spiritual yang bertujuan dapat meringankan masalah psikologis dan meningkatkan kemampuan pasien untuk mengatasinya secara emosional dan mengurangi kecemasan. Untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di Ruang ICU RSUP Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasitif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu 45 pasien. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kebutuhan spiritual dan kuesioner STAI, analisa bivariat yang digunakan dalam penelitian ini Uji Kendall Tau. Berdasarkan hasil uji kendall Tau Terdapat Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di ruang ICU RSUP Surakarta dengan nilai p value 0.001 <0.05. Hasil Penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi bernilai negatif yaitu -0,914 berarti salah satu variabel tinggi sedangkan variabel satunya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin cukup kebutuhan spiritual maka tingkat kecemasan semakin rendah. Terdapat Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di ruang ICU RSUP Surakarta dengan nilai p value 0.001 <0.05.
Abstract:Kinerja perawat merupakan faktor penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah stres kerja. Stres kerja yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada…
penurunan produktivitas dan kualitas pelayanan keperawatan. Mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sebanyak 54 responden. Instrumen penelitian menggunakan DASS (Depression Anxiety Stress Scale) untuk mengukur stres kerja dan Kuesioner Kinerja Perawat. Analisis univariat meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status kepegawaian, stres kerja dan kinerja. Analisis bivariat menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil penelitian didapatkan stres kerja mayoritas pada kategori stres sedang sebanyak 33 responden (61.1%). Kinerja perawat mayoritas pada kategori kinerja sedang sebanyak 28 responden (51.9%). Hasil Uji Kendall Tau didapatkan nilai p value 0,00 < 0,05 dengan hasil korelasi positif 0.676, hal ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki hubungan yang kuat antara stres kerja dengan kinerja perawat. Terdapat hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta.
Abstract:Latar Belakang : Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih sering terjadi, terutama karies gigi yang dipengaruhi oleh perilaku menyikat gigi. Anak usia 6–8 tahun berada pada fase gigi campuran dengan…
n kemampuan motorik dan pemahaman yang belum optimal, sedangkan anak usia 9–12 tahun memiliki kemampuan yang lebih baik namun tetap berisiko karies akibat kebiasaan konsumsi makanan manis dan kurangnya konsistensi menyikat gigi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 59 anak dari total populasi 143 siswa yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta dianalisis secara univariat. Hasil : Mayoritas responden berusia 6–8 tahun sebanyak 35 responden (59,3%) dan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan menyikat gigi kategori sedang sebanyak 38 responden (64,4%). Kesimpulan : Tingkat pengetahuan menyikat gigi pada anak usia sekolah di MI Nurul Huda Pendem Sumberlawang mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 36 responden (61%).
Abstract:Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam terjadinya emesis gravidarum, yang berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) selama kehamilan. Data pra-penelitian…
enelitian di Puskesmas Beruntung Raya menunjukkan bahwa dari 190 ibu hamil trimester I pada tahun 2024, sebanyak 133 orang (70%) mengalami emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 48 ibu hamil trimester I dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat stres sedang sebagian besar mengalami emesis gravidarum sedang (56,3%), sedangkan ibu hamil dengan stres berat cenderung mengalami emesis gravidarum berat (6,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Beruntung Raya.
Abstract:Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Medan. Wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan merupakan salah satu daerah…
aerah dengan kerentanan gizi balita yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, pola konsumsi keluarga, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi intervensi gizi yang dinilai efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan budaya makan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian PMT berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Belawan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 30 balita usia 12–59 bulan dengan status gizi kurang berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Intervensi berupa pemberian PMT berbasis pangan lokal dilakukan selama 60 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata berat badan dan skor Z BB/U balita setelah intervensi PMT (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa PMT berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan direkomendasikan sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat di wilayah perkotaan.
Abstract:Pendahuluan: Medication error merupakan salah satu insiden keselamatan pasien yang paling sering terjadi dan berdampak signifikan pada kualitas layanan, lama perawatan, serta kepuasan pasien. Salah satu faktor yang paling…
g menentukan dalam pencegahannya adalah kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prinsip pemberian obat benar. Scoping review ini menelaah bukti ilmiah mengenai pengaruh kepatuhan tersebut dengan membandingkan konteks pelayanan di DIY dan Sulawesi Selatan. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, BMC, ScienceDirect, dan Google Scholar melalui pendekatan PRISMA. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa meskipun tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang baik, kepatuhan praktik masih rendah terutama pada verifikasi pasien dan dokumentasi. Kesimpulan: Kesalahan paling sering terjadi pada tahap prescribing, transcribing, dispensing, dan administration, dipicu oleh beban kerja tinggi, komunikasi yang tidak efektif, serta sistem informasi obat yang belum optimal. Kepatuhan terhadap prinsip benar obat terbukti menurunkan medication error dan meningkatkan keselamatan pasien, namun keberhasilannya sangat bergantung pada penguatan sistem, supervisi, dan budaya keselamatan.
Abstract:Validitas data klinis merupakan fondasi utama dalam keberlanjutan sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penentuan kebijakan kesehatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi kode diagnosis…
nosis penyakit respirasi dan faktor penyebab ketidaktepatan di Puskesmas X Kota Malang. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif ini mengaudit 90 rekam medis yang dipilih secara acak dari periode Agustus 2025. Analisis akar masalah dilakukan menggunakan pendekatan manajemen 5M (Man, Material, Method, Management dan Money). Hasil ditemukan tingkat akurasi kode sebesar 67% dan ketidaktepatan 33%. Faktor penyebab utama meliputi defisiensi kompetensi koder, kualitas input diagnosis dokter yang rendah, ketidakpatuhan SOP, serta absennya evaluasi mutu internal dan sistem insentif. Kesimpulan penelitian ini terdapat tingkat ketidaktepatan sebesar 33% berimplikasi pada risiko finansial dan manajerial. Diperlukan intervensi melalui pelatihan spesifik dan penegakan SOP untuk optimalisasi mutu data.
Abstract:Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Di Indonesia, angka kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi akibat rendahnya…
hnya asupan zat besi dan minimnya kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan gizi seimbang melalui edukasi interaktif berbasis sekolah di SMP Negeri 1 Kutacane. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan dengan media audiovisual, demonstrasi makanan sehat, diskusi kelompok, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta (dari skor rata-rata 52,6 menjadi 83,1). Kegiatan ini efektif untuk meningkatkan literasi gizi remaja dan dapat dijadikan model edukasi kesehatan di sekolah.
Abstract:Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun merupakan salah satu wilayah di Kota Medan yang sering mengalami banjir akibat luapan Sungai Deli. Namun, informasi mengenai kondisi jalur evakuasi dan titik evakuasi yang dapat…
digunakan masyarakat saat banjir masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jalur evakuasi banjir serta menganalisis perannya dalam mendukung penanggulangan bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur, dan pemetaan berbasis ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur evakuasi yang digunakan masyarakat masih memanfaatkan jalan lingkungan dan jalan utama yang digunakan sehari-hari. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi lebar jalan yang terbatas, genangan air pada beberapa ruas jalan, kurangnya rambu evakuasi, dan minimnya penerangan jalan. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima titik evakuasi potensial, yaitu Masjid Abidin, UPT SDN 060898 Medan Maimun, Rumah Sakit Regina Maris, Masjid Ash Sholihin, dan Masjid Darul Ali. Jalur evakuasi berperan penting dalam mendukung proses penyelamatan masyarakat, mobilitas menuju lokasi aman, serta distribusi bantuan saat bencana. Oleh karena itu, peningkatan kualitas jalur evakuasi dan sarana pendukung diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana banjir di Kelurahan Sei Mati.
Abstract:Pemilihan merek pakan ayam broiler merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam. Banyaknya pilihan merek pakan di pasaran seringkali menyulitkan peternak dalam menentukan…
ntukan keputusan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat membantu proses pemilihan secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam pemilihan merek pakan ayam broiler menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria seperti harga, kandungan nutrisi, kualitas, ketersediaan, dan tingkat konversi pakan. Hasil dari penelitian ini berupa sistem yang dapat memberikan rekomendasi merek pakan ayam broiler yang optimal sesuai dengan kebutuhan peternak. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan serta mendukung peningkatan produktivitas peternakan.