Search Articles & Publications

Showing 901 articles found for "Bangun"

PENGARUH ALOKASI DANA DESA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN DESA (STUDI KASUS DESA SEI LAMA KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN ASAHAN)

Silitonga, Millenio Gunawan, Sagala, Indah Cahya, Thezar Fiqih Hidayat Hasibuan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Alokasi Dana Desa dan Partisipasi Masyarakat terhadap Pembangunan Desa di Desa Sei Lama Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan. Populasi yang digunakan dalam penelitian… n ini adalah Masyarakat Desa Sei Lama Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 99 responden dengan metode pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari hasil penyebaran kuesioner tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Alokasi Dana Desa, dan Partisipasi Masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pembangunan Desa Di Desa Sei Lama Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan. Dengan hasil ini diharapkan desa Sei Lama diharapkan melakukan pemekaran.

PENERAPAN EFISIENSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA UMKM YANG BERADA DIBAWAH PELAYANAN PT. BPR DANA MANDIRI BOGOR, JAWA BARAT SEHINGGA DAPAT MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS EKONOMI MIKRO

Rohana, Ana, Rachman, Lindra Aulia, Hidayat, Mohamad Farhan, Tobing, Toman Golfrid Fridaus
Abstract: Pengabdian ini berjudul Penerapan Efisiensi Sumber Daya Manusia Pada UMKM yang berada di Bawah Pelayanan PT. BPR Dana Mandiri Bogor Jawa Barat. Tujuan Umum dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Memberikan… Pelatihan dan Edukasi secara Praktis Ilmu Manajemen dalam Pengembangan UMKM dalam mengatasi Permasalahan utama dalam membangun UMKM Khusunya di sektor Manajemen Sumber Daya Manusia. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara langsung serta simulasi dan diskusi mengenai manajemen, Mengelola SDM, dan Penerapan SDM pada UMKM di Lingkungan Masyarakat. Penjelasan pentingnya UMKM, penjelasan pentingnya manajemen dalam UMKM, terutama manajemen sumberdaya manusia,. Dengan mengukur Efisiensi maka dapat diketahui tingkat kebutuhan akan sumber daya manusia serta kemampuan personil setiap umkm sehingga dapat mewujudkan efisiensi. UMKM juga penting dalam meningkatkan kesejahteraan pemilik dan membantu masayrakat sekitar dalam penyediaan lapangan kerja. Kesejahteraan umkm harus ditingkatkan karena UMKM memaikan peranan penting dalam mendongkrak perekonomian suatu negara.  

LITERATURE RIVIEW : ANAK BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Sirod, Alwan
Abstract: Salah satu aspek yang paling penting dalam pembangunan sosial dan hukum yakni terkait perlindungan terhadap anak. Anak sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang kehadirannya menjadi sebuah kebahagiaan dan harapan bagi orang… orang tuanya. Dalam melakukan literature riview, penulis menggunakan metode kepustakaan (library research), dengan cara melakukan pengumpulan data dari sumber sumber literasi seperti buku, jurnal selain itu dapat pula berupa bahan dokumentasi, jurnal, surat kabar maupun majalah. Ada 3 topik pembahasan, antara lain pengertian anak, kedudukan anak dan hak hak anak dalam peraturan perundang-undangan. Kelebihan dalam buku ini yakni substansi buku sudah mengakomodir berkaitan dengan haka nak dalam peraturan perundang-undangan, Dimana didalamya termat aturan aturan yang dijabarkan secara rinci dengan penjabaran yang lugas dan jelas, sedangkan untuk kekurangannya, untuk desain cover sedikit terkesan monoton, perlu penggunaan cover yang lebih menarik. Kata Kunci : Pengertian Anak, Kedudukan Anak dan Hak Hak Anak

PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN: MEMBANGUN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA BAGI ANGGOTA MAPAWIMA

Artha, Bhenu, Hadi, Antonius Satria, Bahri, Bahri, Sari, Niken Permata, Asri, Cahya Purnama
Abstract: Para anggota Mapawima tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang memulai bisnis sendiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi anggota Mapawima pemahaman tentang kewirausahaan, UMKM,… permodalan, dan pemasaran. Selain memberikan contoh tentang kewirausahaan, jenis usaha, dan individu wirausahawan, kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para peserta. Materi pelatihan diberikan dalam satu hari kerja. 21 anggota Mapawima mengikuti mereka dalam pengabdian mereka kepada masyarakat. Diharapkan setiap orang yang mengambil bagian dalam kegiatan pengabdian masyarakat memiliki pemahaman tentang kewirausahaan sebagai pengetahuan yang akan mereka gunakan untuk memulai bisnis mereka sendiri di kemudian hari. Kata kunci: kewirausahaan, motivasi, penyuluhan

PEMBELAJARAN BERKARAKTER DISEKOLAH BERBASIS BUDAYA LOKAL

Rahmawati, Nur Laili
Abstract: Pembelajaran berbasis karakter di sekolah merupakan suatu pendekatan yang memiliki tujuan membentuk siswa yang berkarakter melalui proses pembelajaran yang holistik. Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah pembelajaran… ajaran berbasis budaya lokal. Abstrak ini akan membahas konsep dan implementasi pembelajaran berkarakter di sekolah yang didasarkan pada kearifan lokal dan budaya setempat. Pembelajaran berbasis karakter di sekolah memandang karakter bukan hanya sebagai serangkaian nilai moral, tetapi juga sebagai aspek integral dari identitas dan nilai-nilai budaya setempat. Budaya lokal menjadi pondasi utama dalam pengembangan karakter siswa, dengan pendekatan ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, kerjasama, dan rasa peduli terhadap lingkungan. Implementasi pembelajaran berkarakter berbasis budaya lokal memerlukan kolaborasi erat antara sekolah, komunitas lokal, dan orang tua siswa. Kurikulum dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai budaya setempat dan memasukkan tradisi serta kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Materi pembelajaran dapat berupa cerita-cerita lokal, lagu-lagu tradisional, atau kegiatan yang menggali nilai-nilai lokal. Pentingnya pengembangan karakter berbasis budaya lokal tidak hanya berfokus pada siswa sebagai individu, tetapi juga pada kontribusi siswa sebagai bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar. Sekolah berperan sebagai agen pembentukan karakter dengan memfasilitasi pembelajaran yang memperkuat hubungan sosial siswa, mempromosikan keberagaman, dan mengapresiasi warisan budaya setempat. Hasil dari pembelajaran berkarakter berbasis budaya lokal diharapkan tidak hanya mampu membentuk pribadi yang berkarakter kuat, tetapi juga siswa yang memiliki rasa bangga terhadap budaya dan identitas lokal mereka. Melalui pendekatan ini, sekolah menjadi wahana transformasi sosial yang memperkaya karakter siswa dengan nilai-nilai lokal, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan menjembatani pemahaman antara tradisi budaya dan pembentukan karakter.

PENGARUH PENERAPAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI MENGENAL BANGUN DATAR DI KELAS 1 SDN 187 PEKANBARU

Alfiyatur Rokma
Abstract: Dalam mengajarkan matematika formal (matematika sekolah), guru sebaiknya memulai     dengan menggali pengetahuan matematika informal yang telah diperoleh peserta didik dari kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.… galnya. Lingkungan dapat menjadi sumber masalah matematika dalam kehidupan nyata. Lingkungan tersebut salah satunya berupa kearifan lokal. Matematika dan budaya adalah dua hal yang berkaitan erat. Lembar kerja siswa Peserta Didik (LKPD) dijadikan pegangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya LKPD akan berdampak baik bagi guru yaitu dapat membantu guru dalam memberikan materi pelajaran maupun tugas yang akan diberikan guru. Lembar kerja peserta didik merupakan panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kerja peserta didik memuat sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan  oleh peserta didik untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya pembentukan kemampua dasar. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik pada materi bangun datar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 87 Pekanbaru. Data dalam penelitian ini berupat data kualitatif dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa siswa yang tuntas belajar sebanyak 30 siswa (91.2% ) sehingga dapat dikatakan sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal (≥75%). Dengan pembelajaran menggunakan LKPD, hasil belajar peserta didik akan meningkat karena peserta didik dilatih untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri sehingga konsep akan dipahami peserta didik secara lebih mendalam dan lebih tahan lama. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan yaitu peserta didik mampu untuk beragumen dan bertanya, peserta didik mampu pada pembuatan dan penulisan kesimpulan, peserta didik termotivasi dan aktif berdiskusi dan semangat mengikuti pembelajaran matematika%, dan LKPD berpengaruh efektif pada peserta didik SDN 1 Pekanbaru”

SOSIALISASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA GASING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS V SDN.100206 PINTU PADANG

Ilahi, Afdhal, Nurbaiti, Nurbaiti, Zulfadli, Zulfadli, Siregar, Mira Yanti, Pulungan, Nurmaisyah, Amliansyah, Amliansyah
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengenalan model pembelajaran untuk materi matematika perkalian bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar. Tujuan dari penggunaan metode pembelajaran ini adalah untuk membantu… ntu Peserta didik memahami dan meningkatkan prestasi peserta didik pada materi matematika perkalian dengan menggunakan matode gasing dan membuat Peserta didik lebih partisipatif dalam pembelajaran. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peserta didik sekolah dasar negeri 100206 Pintu Padang kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Pelaksanaan  pembelajaran dilakukan dengan model Quantum Teaching, yakni guru dan siswa melakukan pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Metode yang digunakan dalam penyampaian pembelajaran adalah dengan metode Gasing, yaitu  dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini, Pengajar menyampaikan sekilas tentang materi perkalian. Selain untuk mereview kembali ingatan Peserta didik, hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan Peserta didik pada materi ini. Metode Gasing yaitu pelibatan Peserta didik dalam , dimulai dari membangun pertanyaan yang mengarahkan Peserta didik mendefinisikan sendiri konsep pangkat dua, melibatkan Peserta didik secara aktif dalam pengoperasian media pembelajaran, hingga menilai sendiri jawaban Peserta didik dalam pemberian soal dan menyimpulkan hasil pembelajaran Peserta didik. Manfaat yang dapat diperoleh oleh peserta didik dari kegiatan PKM ini antara lain dapat menciptakan suasana belajar yang berbeda, karena biasanya pembelajaran matematika di sekolah dasar disampaikan dengan ceramah saja, sementara pada pembelajaran ini digunakan media pembelajaran yang mendukung Peserta didik untuk menyentuh, merasakan sendiri dan mencari solusi secara mandiri. Proses pembelajaran yang melibatkan Peserta didik secara langsung dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Peserta didik dan secara otomatis hasil belajar Peserta didik juga akan meningkat.

Representasi Proses Dalam Citra “Pelari Kalcer” Dr. Tirta di Postingan Instagram

Ahmad Naazil Ramadhani, R. Ayu Erni Jusnita, Sanhari Prawiradiredja
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi proses dalam citra “Pelari Kalcer” yang dibangun oleh dr. Tirta melalui unggahan Instagram, serta memahami bagaimana audiens memaknai representasi tersebut. Penelitian… nelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes dan analisis resepsi Stuart Hall. Data penelitian berupa satu unggahan Instagram yang terdiri dari 11 slide serta 200 komentar dari total 293 komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dr. Tirta merepresentasikan proses sebagai perjalanan panjang yang melibatkan perjuangan fisik, mental, dan sosial. Representasi ini dibangun melalui penggunaan data, visual penderitaan, serta validasi sosial. Namun, audiens memaknai representasi tersebut secara beragam, terbagi ke dalam dominant reading (65%), negotiated reading (20%), dan oppositional reading (15%), khususnya terkait isu privilege. Temuan ini menunjukkan adanya kontestasi makna antara narasi yang dibangun oleh kreator dan interpretasi audiens dalam media sosial.

Manajemen Organisasi Digital dan Kinerja Pelayanan Publik: Bukti Empiris dari Pemerintah Daerah di Indonesia

Atbar, Samuel, Frederikus Antonius Mana, Antonius Nggewaka
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen organisasi digital terhadap kinerja pelayanan publik pada pemerintah daerah di Indonesia. Transformasi digital dalam sektor publik menjadi salah satu strategi… i pemerintah untuk meningkatkan efektivitas organisasi, efisiensi birokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, implementasi manajemen organisasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN), kesiapan infrastruktur teknologi informasi, serta budaya organisasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah aparatur sipil negara pada beberapa organisasi perangkat daerah, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata setiap indikator untuk menggambarkan tingkat penerapan manajemen organisasi digital dan kinerja pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen organisasi digital berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,12, sedangkan kinerja pelayanan publik memperoleh nilai rata-rata 4,17 yang juga berada pada kategori baik. Indikator kepemimpinan digital memperoleh nilai tertinggi, sedangkan kompetensi digital ASN menjadi indikator dengan nilai terendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin baik penerapan manajemen organisasi digital, semakin tinggi pula kualitas kinerja pelayanan publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat kompetensi digital ASN, meningkatkan infrastruktur teknologi informasi, mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital, serta membangun budaya organisasi yang adaptif guna mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Formulasi Kebijakan Kesehatan Berbasis Karakteristik Wilayah Terpencil di Papua Selatan

Vincenso R Serano, Nur Jalal, Syahruddin
Abstract: Pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua Selatan yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang… ng kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya formulasi kebijakan kesehatan yang adaptif dan berbasis karakteristik wilayah agar mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil di Papua Selatan serta merumuskan model kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas pejabat Dinas Kesehatan, Bappeda, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kebijakan kesehatan masih menghadapi berbagai kendala, meliputi keterbatasan akses geografis, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan. Proses formulasi kebijakan masih didominasi oleh pendekatan administratif sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi karakteristik lokal. Penelitian ini menghasilkan model formulasi kebijakan kesehatan berbasis karakteristik wilayah terpencil yang menekankan lima komponen utama, yaitu identifikasi kebutuhan masyarakat, analisis karakteristik geografis dan sosial budaya, analisis kapasitas sumber daya kesehatan, kolaborasi multipihak, dan penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Model tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan guna meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan di Papua Selatan.