Search Articles & Publications

Showing 185 articles found for "Profession"

Elevating Guest Experience: Enhancing Order Taker Services At The Sunan Hotel

Muhamad Dafillin, Tuwuh Adhistyo Wijoyo
Abstract: The study aims to gain a better understanding of the role of Order Taker in improving the quality of Housekeeping services at the The Sunan Hotel. In addition, the study also tries to identify problems faced by staff and… ways to address them. The research was designed using a descriptive qualitative approach. The theory used is the quality of service. The data obtained was collected through interviews, observations, and literary studies. The result of this research is that Order Taker helps improve the quality of Housekeeping services by receiving and processing guest requests in a timely and efficient manner. Handle guest complaints in a friendly and professional manner. Give me a polite and friendly service. Create a positive relationship with the guests. Using technology to be more efficient. Maintain the comfort and hygiene of the guest room. The obstacles faced are the Order Taker facing many challenges, including high work pressure, lack of technological support, incompatibility with Housekeeping staff, and lack of training and motivation. As for the strategy used to tackle this problem is to keep up with trends using technology, manage workloads, and improve communication. Team coordination, training, and incentives.

Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SMP Terpadu Raganis

Listiyana, Taufiq Nur Azis, Arizqi Ihsan Pratama
Abstract: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional guru  di SMP Terpadu Rangganis. selain itu tujuan dari supervisi ini dapat membantu guru-guru… ru-guru dalam meningkatkan kompetensi professional guru di SMP Terpadu Rangganis Bogor. Metode Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif Kualitatif dengan instrument penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, dokumentasi, dan teknik pengumpulan data digunakan melalui wawancara dan dokumentasi, metode penelitian kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMP Terpadu Raganis Bogor. Hasil dari penelitian yaitu Peran Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional guru sangat baik, ini dibuktikan dengan tahapan tahapan pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Berkat adanya supervisi kepala sekolah ini dapat membantu guru-guru yang ada di SMP Terpadu Raganis menjadi profesional dalam mengajar

Pengetahuan Pengobat Tradisional Dalam Melakukan Terapi Alternatif Pengobatan  Katandu (Bekam Bambu) di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna

Agus Rihu, La Ode Marhini, Kiki Reski Wulandari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) di Kecamatan Tongkuno Selatan. Informan dalam penelitian ini pengobat yang telah… ah menjadi pelaku terapi alternatif pengobatan katandu, yang ditentukan dengan cara purposive sampling dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini telah memberikan gambaran tentang pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) yakni 1) Pengetahuan dalam memilih bambu sebagai tabung penyedot darah kotor didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu: a) Jenis bambu, b) Umur bambu, c) Ketebalan bambu, d) Ukuran Bambu dengan panjang 7-8 cm dan diameter kisaran 0,5 cm. 2) Pengetahuan dalam melakukan penyedotan darah kotor,  bambu yang telah disiapkan akan dipanaskan terlebih dahulu secara cukup kemudian bambu akan ditempelkan pada titik yang telah ditentukan, sehingga  udara panas terperangkap dalam ruang volume bambu tetapi posisi permukaan kulit tidak langsung tersedot oleh bambu tersebut, namun harus dibantu dengan membasahi air pada ujung bambu sehingga secara spontan permukaan kulit akan tersedot. Proses penyedotan darah selama 2-3 menit. Pada saat proses penyedotan darah, tidak diperbolehkan untuk menanggalkan bambu yang telah ditempelkan pada kulit sebab dapat menyebabkan darah yang disedot tidak keluar dengan maksimal. 3) Pengetahuan dalam menjaga kesterilan alat yakni tabung bambu dilakukan proses pemanasan pada bara yang ada pada tungku tradisional yang telah disiapkan. Pemanasan tersebut secara langsung dapat menghilangkan dan membunuh setiap bakteri dan virus yang melekat pada bambu tersebut, 4) Pengetahuan dalam menentukan titik permukaan kulit sebagai obyek pengobatan katandu merujuk pada pengetahuan yang disampaikan dari turun temurun yakni tergantung pada keluhan yang disampaikan oleh pasien. kondisi pasien dalam melakukan katandu terbagi atas pasien dalam kondisi sakit dan pasien dalam kondisi yang hanya akan melakukan terapi dan pemeliharaan kesehatan. Titik yang biasa ditempatkan untuk melakukan katandu adalah pada bagian betis, punggung kaki, betis, punggung dan dibagian samping mata kiri-kanan. Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam yang digunakan sebagai alat katandu, 5) Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam (pisau) yang digunakan sebagai alat katandu. Ujung pisau yang digunakan dalam terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) dibuat agak lonjong agar pada saat dilakukan penyayatan pada permukaan kulit tidak akan menimbulkan luka yang dalam. Obyek titik katandu tidak boleh dilakukan lebih dari satu sayatan bahkan tidak dapat dilakukan pengulangan sayatan pada luka yang sama sehingga penting untuk dilakukan secara hati-hati dan membutuhkan pengetahuan dan tindakan professional.

Penerapan Sanksi Pidana terhadap Kejahatan Siber: Sebuah Kajian terhadap Perkembangan Hukum

Syahriati Fakhriah, Inayatul Mutmainnah
Abstract: Cybercrime has become a serious challenge in the digital age, requiring a dynamic legal approach to respond to this threat. This study aims to investigate legal developments in the application of criminal sanctions against… st cybercrimes. Through a critical analysis of various cases and regulatory developments, this study will explore the effectiveness of criminal sanctions applied in tackling cybercrime. This research method includes comparative law analysis, case studies, and interviews with criminal law experts. Research findings will include the evolution of the concept of cybercrime, the legal challenges faced in enforcing criminal sanctions, and the impact of the application of criminal law on cybersecurity levels The results of this study are expected to provide in-depth insight into the progress of criminal law in responding to cybercrime, as well as provide a basis for further improvement and development in the relevant legal framework. The practical implications of this research are expected to help authorities, legal professionals, and academics in understanding the dynamics of criminal law related to cybercrime, so as to formulate policies that are more effective and responsive to evolving cybersecurity threats.

PERAN PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEGURUAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Joen Parningotan Purba, Reflina Sinaga, Liskawaty Manullang, Theresia, Nora Wita Purba, Wido Munthe, Dahlia F. Simanullang
Abstract: The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) is a government initiative to improve the quality of higher education through off-campus learning activities, one of which is the Teaching Assistance program. This… is study aims to describe the role of the Teaching Assistance program in improving the teaching competence of students of the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD). The study used a descriptive qualitative approach with data collection methods through interviews, observations, and documentation. The results of the study showed that the Teaching Assistance program significantly supported the improvement of four dimensions of student teaching competence, namely pedagogical, professional, personality, and social competence. Students gain direct experience in the world of education, practice teaching skills, prepare learning tools, and build positive communication and interaction with school residents. In addition, students also develop character and personality as prospective professional educators. Thus, the Teaching Assistance program has proven to be an effective strategy in preparing competent PGSD graduates who are ready to face the real world of education work.  

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MODEL PEMBELAJARAN SELAMA KEGIATAN ASISTENSI MENGAJAR DI UPT SDN 066656 MEDAN SELAYANG

Albert Kristopel Hasibuan, Solafide M. Lumbantoruan, Sintya Engelina Br. Ginting, Asri Anjani Lamria Siahaan, Rizki Bastanta B. Manalu, Frikson Jony Purba
Abstract: Teaching assistance is part of a field experience program aimed at integrating theory learned in lectures with hands-on practice in the classroom. Through this activity, students are expected to develop pedagogical, professional,… essional, social, and personal competencies in line with the demands of the teaching profession. This teaching assistance activity is conducted at UPT SD Negeri 066656, one of the elementary schools in Medan, specifically located at Jl. Karya Sembada No. 182 A PB. Selayang II. The objective is to provide direct teaching experience, understand student characteristics, and develop skills in designing, implementing, and evaluating the learning process. Through this teaching assistance program, students not only observe the learning process but also actively participate in teaching activities and assist teachers in the learning process. This report is compiled as a form of accountability for the implementation of the teaching assistance activities and as a reflection on the experiences gained during the program. Additionally, students have carried out a series of activities focused on improving the quality of learning and applying 21st-century learning approaches. The activities conducted include: Students observing the learning process in the classroom, including analyzing the curriculum and students' learning needs. Students developing learning materials such as lesson plans/teaching modules and designing learning media. Students also actively participating in the adaptation of technology in learning.

IMPLEMENTATION OF DEMOCRATIC LEADERSHIP STYLE IN THE PHARMACY INSTALLATION AT LATEMMAMALA HOSPITAL, SOPPENG

Andi Jenni Indriakati, Nur Achriaty Achmar, Rudy, Puji Rahmah
Abstract: This study aims to introduce and implement a visionary leadership style in the Pharmacy Installation of RSUD Soppeng as an effort to improve staff performance and rebuild staff trust. Visionary leadership emphasizes long-term… -term vision, innovation, and the leader’s ability to inspire and motivate staff to work toward shared goals. The target of this activity was the staff of the Pharmacy Installation at RSUD Latemmamala, who experienced a decline in overall trust due to leadership perceived as lacking firmness in directing the team. The methods employed included direct observation through workplace interactions, interviews with the head and staff of the Pharmacy Installation, and direct observation of real working conditions within the hospital environment. The proposed activities consisted of obtaining permission to conduct the program, organizing workshops or socialization sessions on the application of visionary leadership to support improvements in pharmaceutical service quality, documenting all stages of the activity, and preparing a comprehensive report containing observations, analysis, constraints, and recommendations for future activities. Overall, the results indicate that visionary leadership is highly effective in a dynamic work environment such as the Pharmacy Installation of RSUD Soppeng. The findings reveal a strong relationship between the implementation of visionary leadership and improvements in staff discipline, responsibility, and professionalism. Thus, the leader’s ability to clearly communicate a shared vision and inspire subordinates is a key factor in building a solid pharmacy team that is adaptive to change and oriented toward improving the quality of patient services at RSUD Soppeng.

Penguatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Screening dan Asesmen Psikologis pada Program KKN di Biro Psikologi

Siti Nuriya Hikma, Fajar Saputra, Hanna Aqeela Humayra, Satria Maulana, Ayu Laksita Utami, Nurwahyuni Nasir
Abstract: Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat, namun kesadaran serta akses terhadap layanan psikologi masih tergolong terbatas. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan… sanakan di Biro Psikologi Gantari Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat serta mendukung layanan psikologi melalui rangkaian kegiatan grand opening, screening kesehatan mental, dan asesmen psikologis. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi layanan psikologi, screening Kesehatan mental menggunakan instrument Mental Health Check-up (MHCU), serta pelaksanaan asesmen psikologis pada berbagai kelompok sasaran, termasuk anak, remaja, dan individu dewasa, di bawah supervise psikolog. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti layanan disediakan. Secara keseluruhan kegiatan KKN ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Kesehatan mental, memperkuat peran biro psikologi sebagai pusat layanan psikologis berbasis masyarakat, serta memberikan pengalaman praktik professional bagi mahasiswa.

THE INFLUENCE OF LEADERSHIP AND WORK DISCIPLINE ON FAVE HOTEL S. PARMAN MEDAN EMPLOYEE PERFORMANCE

Hadi Nababan
Abstract: Realization of the vision and mission of an organization determined by performance And effectiveness of its employees in operate assigned tasks and responsibilities. Organizations and companies on generally expect employees&#8230; ees are able to carry out tasks assigned individually efficient, productive And professional. Type study this is study quantitative with use method regression multiple linear with population And sample totaling 36 people employee, with use data primary And source direct from staff Fave Hotel S. Parman Medan . Results test regression produce Y = 7,497 + 0.260X1 + 0.516X2 Which It means every increase on variables leadership And discipline Work will impact also to variables performance. Based on results test partial variables leader obtained mark t - count (6,543) > t -t table (1,688), sig 0,000 <0> t - table (1,688), sig 0,000 <0> F - table (3.18), sig Array 0,000 <0> F (3.18), sig 0,000 <0> 0.05. It means variables leadership And discipline Work in a way simultaneously or together influence variables performance. 

Layanan Konseling Individu Terhadap Siswa Yang Melanggar Tata Tertib Sekolah Studi Kasus Di Sma Negeri 6 Seram Bagian Barat (XI-IPS)

Gloria Salawaney, Yulius M Kerubun, Tiur Latuepirissa, Zuengli Hengki Linansera
Abstract: Peran guru adalah sebagai tenaga pendidik professional, guru memiliki tugas utama yaitu untuk mendidik, mengajar, membimbing mengarahkan,  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan konseling individu&#8230; ividu terhadap siswa yang melanggar tata tertib sekolah di SMA Negeri 6 Seram Bagian Barat, khususnya pada kelas XI-IPS. Pelanggaran tata tertib seperti membolos, merokok, dan berkelahi menjadi tantangan yang berulang, sementara sekolah belum memiliki guru Bimbingan dan Konseling (BK) tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari lima siswa pelanggar tata tertib dan dua orang guru sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu mampu membantu siswa memahami permasalahan, menumbuhkan kesadaran diri, dan merancang solusi perilaku. Teknik konseling seperti reframing, role playing, dan CBT diterapkan secara kontekstual. Sebagian siswa menunjukkan perubahan perilaku yang positif, sementara lainnya masih memerlukan pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya konseling individu sebagai pendekatan humanistik dalam membina disiplin dan tanggung jawab siswa di tengah keterbatasan sistem pendukung sekolah