Search Articles & Publications

Showing 247 articles found for "Terstruktur"

ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL

Dira Salsabila Bilbina, Safrida Napitupulu, Isnan Nisa Nasution, Sutarini, Abdul Mujib
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif,… litatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.

Arsip dan Dokumentasi dalam Administrasi Pendidikan

Arifuddin Rauf, Aulia Kartika, Nurul Adelia, Algazali, Fadlu, Kamus
Abstract: Administrasi pendidikan memerlukan sistem pengelolaan informasi yang efektif untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Arsip dan dokumentasi merupakan komponen penting dalam proses administrasi karena berfungsi… i sebagai sumber data, bukti autentik, dan dasar pengambilan keputusan. Arsip adalah rekaman informasi yang dibuat, diterima, dan dipelihara oleh lembaga pendidikan dalam rangka pelaksanaan kegiatan akademik maupun non-akademik. Sementara itu, dokumentasi merupakan proses pencatatan, pengumpulan, dan penyimpanan data secara sistematis agar informasi dapat ditemukan kembali dengan cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, fungsi, dan prinsip pengelolaan arsip dan dokumentasi dalam lingkungan administrasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai buku dan jurnal administrasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip yang baik mampu meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi, menjaga akuntabilitas sekolah, serta mendukung transparansi dan evaluasi program pendidikan. Selain itu, penerapan sistem dokumentasi yang terstruktur berkontribusi pada penyediaan data yang valid sebagai dasar perencanaan dan pengembangan mutu lembaga pendidikan. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan manajemen arsip dan dokumentasi sesuai standar dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung efektivitas administrasi pendidikan.

Pengelolaan Bimbingan dan Konseling sebagai Upaya Merespons Masalah Siswa di Sekolah

Zahra Naisyla, Alinza
Abstract: Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencapaian akademik, tetapi… juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan aspek sosial, emosional, dan pribadi. Kajian literatur ini menekankan pengelolaan bimbingan dan konseling (BK) melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi layanan secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan BK yang terstruktur dan adaptif memungkinkan layanan menjadi lebih efektif, preventif, dan berkelanjutan, serta membantu menciptakan iklim sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Analisis Frekuensi Wakaf Uang Pada Mahasiswa Universitas UIN Sumatera Utara

Permana, Fahreza, Marliana, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Wakaf uang berfungsi sebagai instrumen filantropi Islam yang strategis untuk mendorong kesejahteraan sosial dan pemerataan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam frekuensi serta dinamika praktik… ktik wakaf uang di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan empat mahasiswa yang dipilih secara purposive, serta didukung oleh analisis dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data mengikuti proses simultan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan adanya kesenjangan yang substansial antara pemahaman konseptual mahasiswa dan praktik aktualnya. Walaupun para responden menunjukkan kesadaran religius yang kuat dan pemahaman yang solid mengenai wakaf uang sebagai dana produktif, frekuensi kontribusi aktual mereka secara keseluruhan masih tergolong rendah, sporadis, dan sangat bergantung pada momentum eksternal tertentu seperti kampanye tanggap bencana atau inisiatif organisasi kampus. Keterbatasan finansial (uang saku), minimnya pengetahuan teknis terkait mekanisme penyaluran, serta kekhawatiran atas transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola menjadi hambatan utama. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi potensi wakaf uang di UIN Sumatera Utara memerlukan intervensi institusional yang sistematis, meliputi edukasi literasi praktis yang berkelanjutan, penyediaan platform pembayaran digital yang mudah, serta pembentukan wadah nazhir resmi kampus yang transparan demi membangun budaya filantropi Islami yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. 

Pengaruh Teman Sebaya, Literasi Keuangan, Kontrol Diri, dan Penggunaan E-Money terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa: Survei pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Alim, Rohmat Nur, Rispantyo, Rispantyo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teman sebaya, literasi keuangan, kontrol diri, dan penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode&#8230; survei. Sampel penelitian terdiri dari 65 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: teman sebaya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (β = 0,653, p < 0,000), literasi keuangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (β = -0,152, p = 0,040), kontrol diri memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (β = -0,272, p = 0,008), dan e-money memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (β = 0,444, p < 0,000). Keempat variabel secara simultan menjelaskan 67% variasi perilaku konsumtif (Adjusted R² = 0,670, F = 33,518, p < 0,000). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dipengaruhi oleh norma subjektif (teman sebaya), sikap (literasi keuangan), dan kontrol perilaku persepsian (kontrol diri dan e-money). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi perilaku konsumtif mahasiswa perlu dilakukan melalui peningkatan literasi keuangan, penguatan kontrol diri, pengurangan pengaruh negatif teman sebaya, serta penggunaan e-money secara bijak dan bertanggung jawab.

Analisis Penyusunan Anggaran Komprehensif Pada Usaha Angkringan DD

Syahfitri, Nayla Novita, Riska, Maulia, Andrerico, Vicky Febima, Vientiany, Dini
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner, termasuk usaha angkringan, menghadapi tantangan dalam menerapkan perencanaan keuangan yang terstruktur. Literasi keuangan yang terbatas dan sistem pencatatan yang&#8230; g tidak terstandarisasi menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan arus kas dan proyeksi keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penganggaran komprehensif di Angkringan DD, mengidentifikasi hambatan implementasi, dan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan sistem penganggaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan sistem anggaran komprehensif yang dirancang mencakup anggaran penjualan yang menargetkan Rp 6.366.000 dari 829 unit, anggaran produksi 861 unit, anggaran bahan baku Rp 3.002.468, beserta anggaran tenaga kerja dan biaya overhead. Proyeksi keuangan menunjukkan margin laba sebesar 19,3 persen dan ROI sebesar 24,7 persen, dengan titik impas tercapai pada 507 unit atau Rp 3,9 juta. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan penganggaran komprehensif dapat meningkatkan efisiensi manajemen keuangan di UMKM kuliner. Rekomendasi strategis mencakup penerapan sistem penganggaran terstruktur, melakukan analisis varians secara berkala, dan mengembangkan model adaptif untuk mengatasi ketidakpastian pasar.

Peran Anggaran Penjualan dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM

Nasution, Sapwan Sapik, Hafizah, Disna, Ramadhani, Resci
Abstract: Anggaran penjualan merupakan perencanaan keuangan yang disusun secara sistematis untuk memperkirakan pendapatan usaha dalam periode tertentu dan memiliki peran penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Anggaran ini tidak&#8230; dak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai sarana pengendalian dan evaluasi kinerja keuangan. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), anggaran penjualan menjadi dasar utama dalam perencanaan laba, penyusunan kebijakan operasional, serta pengambilan keputusan strategis. Permasalahan yang masih banyak ditemui pada UMKM adalah belum optimalnya penyusunan anggaran penjualan yang terdokumentasi dengan baik, sehingga realisasi penjualan sering kali tidak sesuai dengan perencanaan. Melalui pencatatan dan penyusun ananggaran penjualan secara terstruktur, pelaku UMKM dapat melakukan peramalan penjualan yang lebih akurat, mengendalikan penyimpangan antara rencana dan realisasi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran. Selain itu, anggaran penjualan berperan sebagai pedoman kerja, alat koordinasi, dan sarana pengawasan yang mendukung transparansi serta profesionalisme dalam pengelolaan keuangan usaha. Dengan demikian, penyusunan anggaran penjualan yang tepat diharapkan mampu mendukung keberlangsungan usaha dan meningkatkan kinerja keuangan UMKM secara berkelanjutan

Penerapan Konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion) dalam Pengelolaan Toko Kosmetik “Dewi Kosmetik” di Jl.Kapten Muchtar Lubis, Medan Timur

Miranda, Mirna, Khairi, M. Dafaul, Arifah, M. Ridho, Zainarti
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan bauran pemasaran 4P Produk, Harga, Tempat, dan Promosi dalam pengelolaan operasional Toko Dewi Kosmetik di Jl. Kapten Muchtar Lubis, Medan Timur, guna meningkatkan daya saing&#8230; ng di sektor ritel kosmetik lokal. Pendekatan kualitatif digunakan, meliputi observasi partisipan terhadap operasional toko dan wawancara semi-terstruktur dengan satu pegawai kunci menggunakan 10 pertanyaan berfokus 4P, diikuti analisis tematik data dan triangulasi untuk validitas. Toko menerapkan produk beragam bersertifikat BPOM (misalnya skincare Wardah dan Garnier), harga kompetitif (Rp20.000–Rp150.000 dengan diskon), lokasi strategis dekat kampus dan kantor dengan tata letak intuitif, serta promosi via media sosial dan bundling, yang menghasilkan lalu lintas pelanggan tinggi, loyalitas, dan pertumbuhan penjualan.

Rechterlijk Pardon sebagai Diskresi Yudisial pada Pengadilan Negeri Ambon

Salampessy, Murni Karmila
Abstract: Artikel ini menganalisis rechterlijk pardon sebagai diskresi yudisial dalam perkara penganiayaan ringan pada Pengadilan Negeri Ambon. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan&#8230; an kasus dengan bahan hukum berupa Kitab Undang-Undang Hukum Pidana nasional tahun 2023, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana tahun 2025, instrumen Mahkamah Agung, informasi perkara publik, dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rechterlijk pardon merupakan mekanisme pemidanaan yang terstruktur dan berlandaskan legalitas, proporsionalitas, kemanusiaan, serta keadilan restoratif, bukan bentuk impunitas. Penerapannya dalam perkara ringan dapat mencegah pemidanaan berlebihan sepanjang pertimbangan hakim menilai kepentingan korban, kebutuhan pemidanaan, pemulihan setelah perbuatan, dan konsistensi indikator putusan secara transparan.

Inovasi Fundraising Wakaf Digital Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Kota Medan Kecamatan Medan Perjuangan

Mufida Harahap, Azzahra, Azhari, Muhammad, Dwi Kinanti, Vanya, Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Dalam kegiatan amal Islam, teknologi finansial (fintech) telah mengubah segalanya, terutama dengan wakaf tunai dan instrumen wakaf berbasis tunai lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji cara-cara inovasi penggalangan&#8230; ggalangan dana wakaf digital telah digunakan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, untuk menentukan variabel apa yang memengaruhi pilihan masyarakat, dan untuk memetakan kesulitan praktis yang telah dihadapi.  Studi ini menggunakan strategi penelitian deskriptif metode campuran, mengumpulkan data kuantitatif dari 15 responden yang dipilih secara acak menggunakan kuesioner terstruktur dan data kualitatif dari 5 informan kunci melalui wawancara mendalam yang dipilih menggunakan prosedur sampel bertujuan. Mayoritas masyarakat bereaksi positif terhadap perubahan digitalisasi wakaf, menurut studi deskriptif. Sembilan puluh tiga persen dari mereka yang disurvei mengatakan teknologi dapat membuat lebih banyak orang terlibat dengan wakaf, dan delapan puluh tujuh persen berpikir platform digital jauh lebih baik daripada cara lama. Kualitas iklan media sosial, kemudahan penggunaan yang dirasakan, atau literasi wakaf digital semuanya berperan dalam tingkat keterlibatan aktual yang rendah (53,3% telah melakukan transaksi). Namun, tantangan utama terhadap penetrasi wakaf digital secara komprehensif meliputi kepercayaan publik terhadap privasi dan keamanan data (60%) atau akuntabilitas dan keterbukaan dalam pelaporan dana (53,3%). Untuk mengubah kesan positif menjadi janji kontribusi berkelanjutan, penelitian ini menyarankan agar nazhir memperluas lingkungan digital terintegrasi mereka melalui kemajuan sistem siber, hubungan strategis dengan organisasi keagamaan lokal, dan pendidikan publik yang terorganisir.