Abstract:Melalui keindahan dan kedalaman mitologi Jawa, masyarakat meresapi keberadaan Dewi Sri sebagai entitas yang menghiasi warisan budaya dengan makna mendalam. Dewi Sri bukan sekadar karakter dalam mitos, melainkan cerminan…
kearifan lokal yang terkandung dalam kisah dan simbolisme, khususnya dalam peran yang dimainkan oleh perempuan. Cerita Dewi Sri, melampaui naratif mitologisnya, membawa bersama identitas dan peran-peran yang mengilhami dinamika masyarakat Jawa. Sebagai mitos dalam folklor Jawa, cerita Dewi Sri menghadirkan potensi besar untuk menjadi pintu gerbang pemahaman mendalam tentang bagaimana struktur sosial diatur, nilai-nilai gender diartikulasikan, dan identitas perempuan berkembang dalam budaya Jawa.Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan etnografi sastra untuk mengkaji representasi wanita Jawa dalam naskah Carios Dwi Sri. Penelitian ini akan difokuskan pada analisis tekstual dan kontekstual Carios Dwi Sri sebagai sumber utama yang mengaitkan hubungan antara penanda dan petanda tidak bersifat denotasi dengan makna tunggal dan linear, tetapi tergantung pada the act of signifying. Proses signifikasi menjadi penting dalam memperoleh makna hubungan penanda dan petanda. Pencitraan Fisik dan Kepribadian sebagai Dewi Sri, dalam mitologi Jawa, merupakan lambang kesuburan dan keberlimpahan. Dimensi Spiritual Dewi Sri cenderung memiliki hubungan yang mendalam dengan nilai-nilai spiritual dan memegang teguh kepercayaan tradisional atau agama. Keseimbangan Antara Kehalusan Dan Kekuatan dalam representasi Dewi Sri terdapat keseimbangan yang indah antara kehalusan dan kekuatan, yang mencerminkan nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat Jawa. Dalam praktiknya, keseimbangan ini tercermin dalam praktik keagamaan, adat istiadat, dan nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Seiring perubahan zaman, masyarakat Jawa terus berusaha untuk menjaga dan menghormati nilai-nilai ini sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka. Dengan demikian, konsep keseimbangan antara kehalusan dan kekuatan dalam perempuan Jawa bukan hanya merupakan warisan berharga, tetapi juga menjadi panduan bagi kehidupan yang bermakna dan seimbang.
Abstract:Permasalahan dalam kerukunan umat beragama menjadi suatu problem yang cukup krusial, hal ini menyebabkan lahirnya pandangan-pandangan terhadap agama menjadi perhatian khusus, lahirnya pluralisme sebagai bentuk keniscayaan…
n dalam keberagaman adat, budaya, maupun kepercayaan, yang selama ini diartikan sebagai sebuah solusi untuk mencapai kerukunan umat beragama. Firanda Andirja seorang ustad dan aktif dalam berdakwah bermanhaj Salafi ternyata menolak paham pluralisme ini,argumen-argumen penolakan beliau ini dideskripsikan dalam karya beliau tafsir Juz ‘Amma dengan menunjukan dalil-dalil yang menurut beliau merupakan pembantah paham pluralisme bahkan beliau menyebutkan pluralisme adalah paham dan aqidah yang berbahaya bagi umat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin meninjau dan menganalisis bagaimana kontruksi pemikiran Firanda Andirja dalam memahami pluralisme, apa saja ayat yang dijadikan landasan dalam menolak pluralisme oleh Firanda, dan bagaimana makna ayat-ayat tersebut dalam kitab tafsir lain. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman pluralisme dalam tafsir Firanda yang menganggap bahwa pluralisme merupakan aqidah yang berasal dari ideologi Salafi yang beliau anut yaitu cenderung ingin memurnikan ajaran tauhid, ayat-ayat yang Firanda jadikan sebagai dalil pembantah pluralisme seperti Qs Al-Kafirun ayat 6 justru dimaknai sebagai bentuk toleransi oleh mufasir lain.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas metode analisis gunung es (iceberg analysis) dan proses U (U process) yang digunakan sebagai metode pembelajaran pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadis kelas XI MAN 1 HST.…
Analisis gunung es digunakan untuk mengidentifikasi lapisan-lapisan makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, mulai dari makna literal hingga makna kontekstual dan implikatif. Sementara itu, proses U digunakan sebagai kerangka kerja untuk memfasilitasi proses refleksi dan internalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan analisis gunung es dan proses U dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Al-Qur'an dan hadis, serta mengembangkan kemampuan refleksi dan internalisasi nilai-nilai agama.
Abstract:Penelitian ini mengkaji hubungan antara Nabi Ibrahim dan ayahnya, Aazar, dalam konteks Al-Qur'an, dengan fokus pada tema iman dan keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan tafsir tematik, yang memungkinkan peneliti…
ti untuk menggali makna mendalam dari interaksi keduanya. Aazar, yang digambarkan sebagai penyembah berhala, menolak seruan Nabi Ibrahim untuk beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, menciptakan konflik antara nilai iman dan tradisi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi individu dalam menyampaikan kebenaran kepada anggota keluarga, serta strategi dakwah yang dapat diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Nabi Ibrahim menghadapi penolakan, beliau tetap berusaha mendakwahi ayahnya dengan kasih sayang dan kesabaran. Kisah ini mengajarkan pentingnya dialog yang lembut dalam mendekati perbedaan keyakinan serta menekankan bahwa ketaatan kepada Allah harus menjadi prioritas utama, bahkan dalam situasi yang sulit. Penelitian ini juga mengungkapkan hikmah dari sikap Nabi Ibrahim yang tetap tegar meskipun harus melepaskan hubungan dengan ayahnya demi iman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidikan nilai-nilai akidah dan strategi dakwah yang efektif di kalangan generasi muda. Dengan demikian, kisah Nabi Ibrahim dan Aazar tetap relevan sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan keimanan di era modern.
Abstract:Konsep iddah dalam Islam memiliki makna mendalam sebagai masa tunggu yang diwajibkan terhadap wanita muslim setelah perceraian atau kematian suami. Masa iddah merupakan salah satu ketentuan penting dalam hukum Islam yang…
berfungsi untuk menjaga kejelasan status hukum wanita setelah perceraian atau suaminya meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep iddah dengan upaya mencapai keseimbangan antara karir dan kewajiban agama. Dengan menggunakan metode kualitatif yang mengandalkan kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep iddah dalam islam memiliki relevansi yang signifikan dalam membantu wanita muslim menyeimbangkan antara karir dan kewajiban agama. Masa iddah tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi wanita dalam menjalankan aktivitas seperti biasanya, tetapi sebagai bentuk perlindungan yang diberikan syariat kepada wanita yang sedang menghadapi musibah. Wanita karir tetap diperbolehkan bekerja selama masa iddah karena alasan darurat untuk memenuhi kebutuhan hidup serta komitmen terhadap tempatnya bekerja. Oleh karena itu, harus ada keseimbangan antara tanggungjawab sebagai pekerja dengan kewajiban menjalani masa iddah. Untuk itu, wanita yang bekerja dimanapun harus mampu menjaga profesionalisme serta kehormatan dirinya.
Abstract:Pendidikan di sekolah dasar merupakan tahap kritis dalam membentuk pondasi akademik dan perkembangan sosial anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan…
katkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis studi kasus di beberapa sekolah dasar yang menerapkan strategi inovatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis strategi inovatif seperti flipped classroom, pembelajaran berbasis proyek, dan cooperative learning berhasil meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa, serta hasil belajar akademik mereka. Respons positif dari guru dan siswa terhadap metode-metode inovatif ini juga tercatat dalam penelitian ini. Diskusi mengenai temuan ini menunjukkan konsistensi dengan teori-teori pembelajaran seperti konstruktivisme dan teori pembelajaran aktif. Kesimpulannya, implementasi strategi pembelajaran inovatif memiliki implikasi yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar, dengan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik melalui pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan.
Abstract:Pemahaman terhadap Al-Qur'an memerlukan pendekatan yang komprehensif, terutama dalam aspek linguistik yang kompleks. Tiga konsep utama dalam Ushul al-Tafsir, Gharib, Mu’arrab, dan La Taraduf berperan penting …
ran penting dalam mengungkap kedalaman makna Al-Qur'an. Gharib merujuk pada kata-kata asing atau jarang digunakan yang memerlukan penafsiran khusus. Mu’arrab adalah kata-kata non-Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Arab dan digunakan dalam Al-Qur'an, menunjukkan interaksi budaya dan linguistik. Sementara itu, La Taraduf menekankan bahwa tidak ada sinonim sempurna dalam Al-Qur'an, setiap kata memiliki makna dan nuansa tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis ketiga konsep tersebut dengan merujuk pada literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, menganalisis bagaimana para ulama dan akademisi kontemporer memahami dan menerapkan konsep-konsep ini dalam tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Gharib, Mu’arrab, dan La Taraduf sangat penting dalam menafsirkan Al-Qur'an secara akurat dan kontekstual. Studi ini juga menyoroti perlunya integrasi antara pendekatan linguistik klasik dan modern dalam Ushul al-Tafsir.
Abstract:Kajian ini membahas hubungan antara Lahjat (dialek) dalam bahasa Arab dan Qira’at dalam Al-Qur’an melalui pendekatan historis dan linguistik. Keberagaman Lahjat pada masyarakat Arab pra-Islam melahirkan variasi bahasa antar…
a antar kabilah yang kemudian menjadi konteks munculnya Qira’at sebagai bentuk kodifikasi bacaan Al-Qur’an yang shahih berdasarkan sanad, kaidah bahasa Arab, dan rasm Utsmani. Pembahasan mencakup sejarah Lahjat, klasifikasi kabilah dan dialek, pengertian serta perkembangan Qira’at, macam dan tingkatannya, serta pengaruhnya terhadap hukum bacaan (tajwid) dan penafsiran. Selain itu, diuraikan pula hikmah keberagaman Qira’at yang mencerminkan kemudahan, keluasan makna, dan penjagaan keaslian wahyu. Dengan demikian, keragaman Qira’at dipahami sebagai bentuk fleksibilitas linguistik yang memperkaya pemahaman Al-Qur’an tanpa menghilangkan kesatuan maknanya.
Abstract:Penelitian ini membahas perkembangan refleksi Kristologi dalam tradisi Reformasi dari era klasik hingga zaman modern. Latar belakang penelitian ini bertolak dari pentingnya Kristologi sebagai pusat iman Kristen, sekaligus…
s adanya kebutuhan untuk memahami bagaimana tradisi Reformasi mempertahankan ajaran tentang Kristus di tengah perubahan zaman. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan refleksi Kristologi dalam tradisi Reformasi, unsur apa yang tetap bertahan dan berubah, serta bagaimana relevansinya pada masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan tersebut, menganalisis kesinambungan dan perubahannya, serta menjelaskan relevansinya bagi teologi gereja dan pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan historis-teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Reformasi tetap berpegang pada sentralitas Kristus, otoritas Kitab Suci, dan makna keselamatan, tetapi mengalami perkembangan dalam cara pemahaman dan konteks penerapannya. Kesimpulannya, Kristologi Reformasi tetap relevan sebagai dasar teologis yang setia pada tradisi dan terbuka terhadap tantangan modern.
Abstract:Kajian ini menganalisis konsep nafs dalam QS. Surah Al-Fajr ayat 27–30 melalui perspektif tafsir Mafatih al-Ghaib karya Fakhr al-Din al-Razi serta relevansinya dalam psikologi kontemporer. Fokus utama terletak pada pemaknaan…
aknaan nafs al-muthma’innah sebagai kondisi kejiwaan yang stabil, tenang, serta terintegrasi antara aspek spiritual dan psikologis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, memanfaatkan literatur klasik serta penelitian empiris lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep nafs al-muthma’innah memiliki kesesuaian kuat dengan teori psychological well-being, terutama pada aspek regulasi emosi, kontrol diri, serta pencapaian makna hidup. Data empiris menunjukkan bahwa individu dengan orientasi spiritual memiliki tingkat stres lebih rendah hingga 30% serta kepuasan hidup lebih tinggi hingga 35%. Integrasi antara tafsir klasik dan psikologi modern menghasilkan pendekatan holistik dalam memahami kejiwaan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa nilai spiritual dalam Al-Qur’an memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kesehatan mental serta ketahanan psikologis pada era modern yang penuh tekanan sosial dan perubahan cepat.