Abstract:Pendidikan sepanjang hayat menekankan bahwa proses belajar berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Anak-anak di panti asuhan umumnya memiliki latar belakang kehidupan yang sulit yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis…
logis dan pendidikan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus panti dalam membimbing anak yang mengalami trauma masa lalu, mengidentifikasi bentuk pendidikan keterampilan yang diberikan, serta menjelaskan kontribusinya terhadap pendidikan sepanjang hayat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pengurus dan anak-anak panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus panti berperan penting dalam memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan emosional. Pendidikan keterampilan yang diberikan mampu meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak, serta menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang mendukung penerapan pendidikan sepanjang hayat. Simpulan penelitian ini adalah bahwa peran pengurus dan pendidikan keterampilan memiliki kontribusi nyata dalam membentuk kesiapan anak menghadapi kehidupan secara mandiri dan berkelanjutan.
Abstract:Rasa percaya diri merupakan aspek psikologis penting dalam proses pembelajaran, terutama bagi peserta didik Generasi Z yang tumbuh di era digital. Meskipun dikenal adaptif dan ekspresif, masih terdapat peserta didik yang…
kurang berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasa percaya diri terhadap efektivitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan dimensi rasa percaya diri dan efektivitas pembelajaran, dengan analisis data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara rasa percaya diri dan efektivitas pembelajaran (R = 0,788). Koefisien determinasi (R² = 0,621) menunjukkan bahwa rasa percaya diri berkontribusi sebesar 62,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Uji signifikansi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (p < 0,05) dengan persamaan regresi Y = 5,436 + 0,812X. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan rasa percaya diri untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Abstract:Keterlibatan aktif pengurus dalam kegiatan Pondok Pesantren merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung kedisiplinan santri. Keterlibatan ini memerlukan sistem pengorganisasian yang terstruktur…
ruktur agar tercipta kerja sama yang efektif dan sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus melalui kualitas hubungan interpersonal dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Jam’iyyah Islamiyyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling terhadap 60 santri. Instrumen berupa kuesioner yang mencakup dimensi kedekatan sosial, komunikasi terbuka, dukungan sosial, dan kenyamanan berinteraksi, dengan analisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara peran pengurus dan disiplin santri (R = 0,760). Koefisien determinasi sebesar 0,577 menunjukkan kontribusi 57,7%, sedangkan 42,3% dipengaruhi faktor lain. Uji signifikansi menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05) dengan persamaan regresi Y = 9,904 + 0,739X. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran pengurus dalam membentuk kedisiplinan santri.
Abstract:Kajian geometri dua dimensi adalah cabang matematika yang mempelajari bangun datar berdasarkan struktur, sifat, dan fungsinya dalam berbagai konteks teoretis dan praktis. Struktur bangun datar mengacu pada susunan elemen-elemen…
-elemen penyusunnya, seperti titik, garis, sisi, sudut, diagonal, dan hubungan antar elemen tersebut. Dalam geometri Euklides, yang dirumuskan oleh Euklides, struktur ini disusun secara aksiomatik untuk membentuk sistem yang logis dan konsisten. Sifat-sifat bangun datar meliputi karakteristik spesifik yang membedakan satu bangun dari bangun lainnya, seperti jumlah sisi dan sudut dalam segitiga, kesamaan dan kekongruenan, garis simetri dan simetri rotasional, dan hubungan antara panjang sisi dan sudut dalam persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, dan lingkaran. Pemahaman tentang sifat-sifat ini memungkinkan proses klasifikasi dan pembuktian matematika deduktif. Fungsi bangun datar berkaitan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan bidang ilmu lainnya, seperti arsitektur, teknik, desain grafis, dan pemetaan. Konsep luas, keliling, dan transformasi geometris digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis. Dengan demikian, studi geometri dua dimensi tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga memiliki relevansi fungsional yang luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.…
al. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi bangun datar lingkaran melalui penerapan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa. Permasalahan dalam penelitian…
itian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang menuntut penalaran serta langkah penyelesaian yang sistematis. Padahal, menurut teori pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya, proses penyelesaian masalah matematika melibatkan empat tahapan, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 25 siswa kelas VI sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi aktivitas siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 menjadi 82, sedangkan persentase ketuntasan belajar naik dari 64% menjadi 88%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inovatif mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu mereka menerapkan tahapan pemecahan masalah secara lebih sistematis. Dengan demikian, model pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.
Abstract:Rumah adat merupakan wujud konkret dari sistem pengetahuan lokal yang berkembang dalam suatu masyarakat. Di dalamnya terkandung nilai budaya, filosofi hidup, serta prinsip-prinsip ilmiah yang diwariskan secara turun-temurun.…
run. Salah satu warisan budaya yang sarat dengan makna filosofis dan matematis adalah Rumah Bolon Simalungun, rumah adat masyarakat Batak Simalungun di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara budaya dan matematika yang tercermin dalam struktur, bentuk, pola bangunan, serta fungsi sosial Rumah Bolon Simalungun melalui pendekatan etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan analisis dokumen mini project. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun mengandung konsep-konsep matematika seperti bangun datar, bangun ruang, simetri, proporsi, trigonometri, dan pengukuran yang relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika kontekstual di sekolah. Dengan demikian, rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber belajar yang bermakna dalam mendukung pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.
Abstract:Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan prosedural yang berorientasi pada penggunaan rumus secara mekanis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya fleksibilitas berpikir siswa ketika menghadapi…
pi masalah geometri nonrutin yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah serta mengidentifikasi hambatan kognitif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal geometri non-rutin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 siswa kelas V sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui tes geometri non-rutin, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi lembar kerja siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual-representatif dan strategi mencoba-coba (trial and error) merupakan strategi yang paling dominan digunakan siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi miskonsepsi atribut, miskonsepsi spasial, serta ketergantungan pada hafalan rumus tanpa pemahaman konseptual. Mayoritas siswa masih berada pada Level 0 (Visualisasi) dan Level 1 (Analisis) berdasarkan teori perkembangan berpikir geometri Pierre van Hiele. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi masalah non-rutin secara sistematis dalam pembelajaran geometri untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi numerasi siswa.
Abstract:Remaja merupakan masa peralihan dari kanak – kanak sehingga mengalami banyak perubahan fisik dan psikis. Pada masa ini remaja putri akan mengalami mentruasi setiap bulan dan butuh asupan gizi yang baik, dengan demikian dibutuhkan…
dibutuhkan tablet penambah darah (TTD) yang harus dikonsumsi secara rutin. TTD ini bertujuan untuk mencegah remaja putri terkena anemia, karena hal tersebut akan mempengaruhi proses belajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaitf dengan metode deskriptif. Informan nya meliputi pembina PMR, anggota PMR dan seluruh remaja putri di SMP. Hasil penelitian diperoleh bahwa TTD sangat berperan penting untuk remaja putri karena dapat memcegah anemia serta membantu asupan gizi pada siswa. Tak hanya itu apabila ditinjau dari psikologi pendidikan siswa yang anemia akan mengalami beberapa gejala yaitu: 1). Fungsi eksekutif, 2) efikasi diri dan 3). Regulasi emosi.
Abstract:Serabi merupakan jajanan pasar tradisional khas Jawa yang tetap bertahan di tengah modernisasi kuliner. Selain memiliki nilai budaya dan kearifan lokal, serabi berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual…
al di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serabi sebagai jajanan pasar tradisional serta menganalisis potensinya sebagai media pembelajaran geometri di sekolah dasar berbasis pendekatan kontekstual dan etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah serabi yang dikaji dari aspek bentuk geometris, bahan penyusun, proses pembuatan, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serabi memiliki bentuk lingkaran yang dapat digunakan untuk mengenalkan konsep jari- jari, diameter, keliling, dan luas lingkaran secara konkret. Integrasi serabi dalam pembelajaran membantu siswa memahami konsep abstrak melalui pengalaman nyata. Selain itu, serabi mengandung nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan pelestarian tradisi yang relevan dengan pendidikan karakter. Temuan ini menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat diintegrasikan sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri sekaligus menanamkan nilai budaya kepada siswa sekolah dasar.