Search Articles & Publications

Showing 49 articles found for "Dusun"

Komunikasi Ritual Balian Bawo dalam Pengobatan Tradisonal Masyarakat Dayak Dusmala Kalimantan Tengah

Aquarini, Ella Febriani
Abstract: The Balian Bawo ritual is a healing ritual carried out by men and is believed by the Dayak community of Dusun Maanyan and Lawangan (Dusmala). In ritual processions, it is closely related to asking for help from ancestors… to get healing instructions. This research aims to uncover the ritual communication contained in Balian Bawo, which is communication between ancestors and the Balian Bawo. Researchers used hermeneutical phenomenology methodology by taking 6 people as sources. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of the research show that Balian Bawo ritual communication is seen in three ways, namely 1. Communication is with communicators, namely Balian and ancestors as communicants to convey messages about healing instructions through the intermediary of sowing rice which then includes dance and the sounds of bracelets as a connecting frequency amplifier; 2. Communion in the Balian Bawo Ritual in traditional medicine occurs not because of periodic activities every year, but is present when people need treatment; and 3. Common means that the local community can help the family prepare for the Balian Bawo Ritual activities and the Balian Bawo ritual procession can be followed by the local community as long as they comply with the existing regulations during the activity procession which is a form of community awareness of the existence of the Balian Bawo healing ritual.

Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Untuk Mencegah Stunting Di Desa Wonokusumo, Tapen, Bondowoso

Praptika Septi Femilia, Dwi Ayu Lestari, Hasby Haq Arihakim, Dina Akmaliyatul Hilyah, Bayu Aldi Tiya, Sitti Shofiatus Sholehah, Nur Uriva, Frenda Ninggar Marsiska, Novi So’imatul Fadilah, Feby Nurrahmawati, Rahmad Aditya Eka Febriyanto, Nova Lupita Nur Wulandari, Lusita Maisyaroh, Rika Fadilatul Laila, Ahmad Murobbiy W. F.
Abstract: Fenomena stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Desa Wonokusumo sebagai lokasi program pengabdian memiliki… ki kasus balita stunting yang perlu penanganan segera. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan fokus pada pencegahan stunting melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, serta masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, sosialisasi pemanfaatan TOGA, serta aksi pendistribusian bibit sawi dan tomat ke tujuh dusun di Desa Wonokusumo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola asuh, perubahan perilaku menuju hidup sehat, serta kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA sebagai sumber gizi tambahan. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, yang menandakan bahwa program berbasis kearifan lokal ini dapat menjadi model preventif yang efektif, murah, dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat pedesaan.

Sosialisasi Konten Kreator Berbasis Smartphone untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat di Ngepoh Kidul Desa Banyusidi

Noviansyah Rizki Aditya, Abednego Rubianto, Khanza Aoera Dievana, Wahyu Tri Apriliyan, Ilyas Nur Hanafi, Raytanza Iswadinata, Andhika Dhimas Saputra, Nerisya Salsabilla, Anida Ayu Aminati, Diesta Alifia Putri
Abstract: Kemajuan teknologi digital telah membuka peluang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas melalui media sosial. Namun, masih banyak masyarakat pedesaan yang belum memahami potensi smartphone sebagai alat produktif dalam… alam menciptakan content creator. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran dan cara menjadi content creator berbasis smartphone kepada masyarakat Dusun Ngepoh Kidul, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis agar mereka dapat mengembangkan kreativitas digital serta menambah pengetahuan baru dalam pemanfaatan teknologi secara produktif. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan secara langsung ke warga dengan tahapan-tahapan diantaranya identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pihak terkait, pelaksanaan program dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini, sebagian besar masyarakat Dusun Ngepoh Kidul sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang berkaintan dengan creator content meskupun baru Sebagian kecil yang berminat untuk menjadi content creator.

Pelatihan Manajemen Keuangan Keluarga Ibu-Ibu Perwiritan Dusun IX Dan X Desa Pematang Johar

Tri Wulandari, Riska Franita
Abstract: Program pengabdian masyarakat yang berjudul "Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga ibu-ibu perwiritan Dusun IX dan X Desa Pematang Johar" dirancang dan dibuat sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi ibu-ibu perwiritan… tan dalam mengelola keuangan keluarga di lingkungannya. Masalah utama yang ditangani adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengelolaan anggaran rumah tangga. Tujuan dari program ini meliputi peningkatan pemahaman ibu-ibu Perwiritan terhadap prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan, pemberian keterampilan praktis dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran keluarga, serta mendorong adopsi kebiasaan positif terkait pengelolaan keuangan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan diskusi kelompok, dengan melibatkan peserta aktif dan individu-individu yang berkompeten di bidang pengelolaan keuangan. Target utama dari program ini adalah ibu-ibu perwiritan di dusun IX dan X, dengan harapan mereka akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan dapat menerapkan praktik-praktik positif dalam mengelola keuangan keluarga mereka, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

PENGGUNAAN METODE SERVQUAL UNTUK MENILAI MUTU PELAYANAN DI KLINIK PRATAMA BABUN RIZKI

br sinambela, salsabilah ramadani, Nurwati, Nurwati, Rohminatin, Rohminatin
Abstract: Abstract: Babun Rizki Pratama Clinic is a business that operates in the health services sector. Pratama Babun Rizki Clinic is located in Haessa Air Genting Village Dusun IV, Air Batu District, Asahan Regency. The public… always asks for quality medical services, but often these requests do not meet expectations, because the services provided to patients at Babunn Rizki Pratama Clinic are said to be less effective. The lack of staff at the Pratama Babun Rizki Clinic results in a long patient examination process, so that many patients receive less effective services and are at high risk of experiencing medical errors. These various problems can be overcome by using technology that carries the concept of service to patients using the Service Quality (SERVQUAL) method. The method used in this research is qualitative, where this research is carried out by distributing questionnaires to find out how respondents respond to the services provided. The results of service calculations using the Servqual method at Babun Rizki Pratama Clinic showed that 80% of respondents felt "Not Satisfied" and 20% felt "Very Satisfied". Of the total assessment, there were 20 data indicating "Not Satisfied" and 5 data indicating "Very Satisfied". From the results of this percentage, it can be seen that only 5 data stated "Very Satisfied".     Keywords: service quality (servqual); babun rizki pratama clinic; decision support system; ph; mysql Abstrak: Klinik Pratama Babun Rizki merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang jasa kesehatan. Klinik Pratama Babun Rizki beralamat di desa Haessa Air Genting Dusun IV Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan. Masyarakat selalu meminta pelayanan medis yang berkualitas, namun seringkali permintaan tersebut tidak sesuai harapan, karena pelayanan yang diberikan kepada pasien di Klinik Pratama Babunn Rizki dikatakan kurang efektif. Kurangnya pegawai yang ada di Klinik Pratama Babun Rizki mengakibatkan lamanya proses pemeriksaan kepada pasien, sehingga banyak pasien yang mendapatkan layanan kurang efektif dan beresiko tinggi mengalami kesalahan medis. Berbagai permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknologi yang mengusung konsep pelayanan kepada pasien dengan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulitatif, dimana penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner untuk mengetahui bagaimana tanggapan responden terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil perhitungan pelayanan menggunakan metode Servqual di Klinik Pratama Babun Rizki menunjukkan bahwa 80% responden merasa "Tidak Puas" dan 20% merasa "Sangat Puas". Dari total penilaian, terdapat 20 data yang menunjukkan "Tidak Puas" dan 5 data yang menyatakan "Sangat Puas". Dari hasil persentasi tersebut dapat dilihat hanya 5 data yang menyatakan “Sangat Puas”. Kata kunci: service quality (servqual); klinik pratama babun rizki; sistem pendukung keputusan; php; mysql

PENGGUNAAN K-MEANS METHOD DALAM KLASIFIKASI TINGKAT KESEJAHTERAAN PENDUDUK (STUDI KASUS: KANTOR KEPALA DESA PONDOK BUNGUR)

Anggraini, Sylvia, Nasution, Akmal, Sibuea, Mustika Fitri Larasati
Abstract: Kualitas hidup keluarga mencerminkan kesejahteraan masyarakat, yang diukur melalui berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kepemilikan, kondisi tempat tinggal, serta akses ke air bersih dan listrik.… istrik. Untuk menentukan tingkat kesejahteraan di masyarakat, tiga kriteria dari semua variabel tersebut digunakan untuk membedakan apakah mereka berada pada cluster tinggi, menengah, atau rendah. Pondok Bungur, sebuah desa di Kabupaten Asahan dengan 10 dusun, kebanyakan penduduknya memiliki pendapatan rendah, tidak memiliki barang kebutuhan sekunder, menggunakan air bukan dari PDAM, dan memiliki akses daya listrik rendah. Karena belum ada klasifikasi yang jelas mengenai kesejahteraan, bantuan sosial sering kali tidak tepat sasaran. Sebagai solusi, teknik data mining dengan algoritma k-means diterapkan untuk mengklasifikasikan tingkat kesejahteraan di desa tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa 2 dusun berada pada tingkat kesejahteraan tinggi (20%), 3 dusun pada tingkat menengah (30%), dan 5 dusun pada tingkat rendah (50%). Dusun 2 dan 5 merupakan yang paling sejahtera, sementara Dusun 1, 4, dan 9 memiliki tingkat kesejahteraan menengah. Sisa 50% dusun yang masih berada pada tingkat rendah perlu diprioritaskan dalam pemberian bantuan.

Perancangan ATM Raskin Berbasis RFID dan Internet of Things (IoT) untuk Masyarakat Tidak Mampu

Syahriel, Syafrie, Lubis, Adi Prijuna, Fauziah, Rizky
Abstract: Abstract: Raskin is a government subsidy program in the form of food assistance, distribution of rice given to poor households. For the management or implementation of the distribution of Raskin, it has been determined according… ccording to the data obtained from the village. However, for the distribution of Raskin, the village has difficulties in weighing rice and re-collecting data on the people who get Raskin and must also distribute the community in each hamlet, so to make it easier for the distribution of Raskin rice, the researchers designed a Raskin ATM to help the village and the underprivileged, and to make the distribution easier. young to take the rice. Raskin ATM designed using Radio Frequency Identification (RFID) and Internet of things (IOT). Rice ATM which will be placed in the village office or village hall office. This tool makes it easier to create reports that are already stored in the system that was created. Every transaction on an ATM machine will send information to the person in charge of the ATM machine, namely the Lurah or Village Head        Keywords: Rice ATM; radio frequency identification; raskin; atm at the Balai's office village.     Abstrak: Raskin merupakan program subsidi pemerintah berupa bantuan pangan, penyaluran beras yang diberikan kepada rumah tangga yang tidak mampu. Untuk pengelolaan atau pelaksanan dalam pembagian raskin sudah ditentukan sesuai dengan data yang di dapat dari desa. Namun untuk pembagian raskin tersebut desa  kerepotan dalam penimbangan beras dan pendataan ulang masyarakat yang mendapatkan raskin dan juga  harus membagikan masyarakat di setiap dusun,  jadi untuk mempermudah dalam pembagian beras raskin peneliti merancang sebuah ATM Raskin untuk membantu pihak desa dan  masyarakat kurang mampu, dan untuk lebih muda untuk pengambilan beras tersebut. ATM Raskin yang dirancang menggunakan Radio Frekuensi Identifikasi (RFID) dan Internet of things (IOT). ATM beras yang nantinya ditempatkan di kantor kelurahan atau kantor balai desa. Dengan adanya alat ini mempermuda untuk membuat laporan yang sudah tersimpan didalam sistem yang dibuat. Setiap transaksi pada mesin ATM akan mengirimkan informasi kepenanggung jawab mesin ATM yaitu Lurah atau Kepala Desa.   Kata kunci: ATM Beras; Radio Frekuensi Identifikasi; Raskin; ATM Kantor Balai Desa.  

Pemberdayaan UMKM Desa Nangewer Melalui Model Pasar Mingguan Partisipatif Untuk Kemandirian Ekonomi Lokal

Rhiswandi, Rhandi, Yus Djunaedi Rusli, Dedeh Kurniasih, Marsya Elianwar, Salsabillah Agustiawati
Abstract: Abstract: The community service program in Nangewer Village, Darangdan District, Purwakarta Regency, aims to empower local MSME actors and strengthen the village's economic independence post-pandemic through the development… ent of a participatory weekly market model. This activity involved 25 MSME actors, village officials, and Youth Organizations in planning, training, and implementing weekly markets combined with social activities such as mass gymnastics, local culinary, and children's games. The results of the evaluation showed an increase in the daily income of business actors from IDR 6.23 million to IDR 11.52 million, or an increase of 85%, with income stability of 40%. In addition to having an economic impact, this activity increases social interaction across hamlets and strengthens the role of women in household businesses. The main obstacles in the form of limited facilities and waste management are overcome through synergy with BUMDes and the support of the Village Fund. This activity shows good practices of collaboration between the community, village government, and universities in developing sustainable micromarkets, which can be replicated as a model of economic empowerment in other villages. Keywords: MSME; Community Empowerment; Weekly Market; Village Economy   Abstrak: Program pengabdian masyarakat di Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, bertujuan memberdayakan pelaku UMKM lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi desa pasca-pandemi melalui pengembangan model pasar mingguan partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 25 pelaku UMKM, perangkat desa, dan Karang Taruna dalam perencanaan, pelatihan, dan pelaksanaan pasar mingguan yang dikombinasikan dengan kegiatan sosial seperti senam massal, kuliner lokal, dan permainan anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pendapatan harian pelaku usaha dari Rp6,23 juta menjadi Rp11,52 juta, atau naik 85%, dengan stabilitas pendapatan 40%. Selain memberikan dampak ekonomi, kegiatan ini meningkatkan interaksi sosial lintas dusun dan memperkuat peran perempuan dalam usaha rumah tangga. Hambatan utama berupa keterbatasan fasilitas dan pengelolaan sampah diatasi melalui sinergi dengan BUMDes dan dukungan Dana Desa. Kegiatan ini menunjukkan praktik baik kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan pasar mikro yang berkelanjutan, yang dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan ekonomi di desa lain. Kata kunci: UMKM; Pemberdayaan Masyarakat; Pasar Mingguan; Ekonomi Desa

Digitalisasi Kantor Desa : Solusi Cerdas Meningkatkan Pelayanan Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Silo Bonto Kabupaten Asahan

Rahayu, Elly, Herman Saputra, Adi Prijuna Lubis, Waode Aminah Andella
Abstract: Abstract: This PkM activity aims to provide new knowledge and insights for Silo Bonto Village officials on the benefits of digitalizing the village, improving village services, and empowering the community's economy. Silo… o Bonto Village has a population of 6,387 people spread across 11 hamlets. The majority of the people in Silo Bonto Village, Silau Laut District, Asahan Regency, are farmers who cultivate coconut and oil palm plantations. The Silo Bonto Village Office has a village application, but it has not been utilized, the problems that arise are the absence of skilled human resources in the village office who can run open desa application, secondly, the limited village budget to fund technological infrastructure. Another problem is that there is community resistance to the use of technology in the village service system. This activity aims to help villages find solutions to existing problems, one of which is providing knowledge and skills on how digitalization can make village services and economic empowerment more efficient and improved. The PkM activity was attended by village officials hamlet heads and representatives of the community totaling 24 people. The method used is Community Base-Participatory Research (CBPR). The results of activity, in addition to the implementation of this PkM activity, there has also been a transfer of knowledge from the implementer to the participants of the socialization about Village Office Digitalization: Smart Solutions to Improve Services and Community Economic Empowerment.   Keywords: village; digitalization; open desa;economic empowerment; improving village services   Abstrak: Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi aparat Desa Silo Bonto manfaat digitalisasi desa bagi peningkatan layanan desa dan pemberdayaan  ekonomi masyarakat. Desa Silo Bonto yang berpenduduk 6387 jiwa  yang tersebar di 11 dusun. Mayoritas masyarakat Desa Silo Bonto Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan adalah petani perkebunan kelapa dan kelapa sawit. Kantor Desa Silo Bonto memiliki aplikasi desa, namun belum dimanfaatkan, permasalahan yang muncul adalah belum adanya SDM terampil di kantor desa  yang mampu menjalankan aplikasi Open Desa, kedua terbatasnya anggaran   desa untuk  mendanai infratruktur teknlogi. Permasalahan lainnya adalah ada resisitensi masyarakat dalam penggunaan teknologi dalam sistem pelayanan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu desa dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada, ssalah satunya  memberikan pengetahuan dan keterampilan bagaimana digitalisasi mampu mengefisienkan  dan meningkatkan layanan dan pemberdayaan ekonomi desa. Kegiatan Pk Mini dihadiri oleh apparat desa dan kepala dusun serta  perwakilan Masyarakat yang berjumlah 24 orang.  Metode yang digunakan adalah Community Base-Partisipatory Research (CBPR). Hasil kegiatan, selain terlaksananya kegiatan PkM ini juga telah terjadi transfer ilmu dari pelaksana ke peserta sosialisasi tentang Digitalisasi Kantor Desa: Solusi Cerdas Meningkatkan Pelayanan Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Kata kunci: desa; digitalisasi; open desa; pemberdayaan ekonomi; peningkatan layanan desa

Pelatihan Pengelolaan SDM di Era Digital Pada Promosi CV. Hamzah Tech Development Asahan Sumut

Suparmadi, Suparmadi, Sirait, Zulkarnain, akmal, akmal
Abstract: CV. Hamzah Tech Development is located on Mekar Sari village road, hamlet 2, Pulau Rakyat Asahan sub-district, when this company was formed, it was a community a gathering place for people who have abilities and are deep… in the IT field. The aim of this community service activity is to develop the company in a way promote his company to look for potential new students while managing existing resources CV. Hamzah fits his era. What CV does. Hamzah still uses promotional banners and experiences from students who have studied the CV. The methods used in this activity are observation, training and assistance in digital use. Through an interview with Mr. Hamza as the owner of CV. Hamza has received information in building a promotion for the CV. Then through this observation it was found that after the training activities students studying at CV. Hamza can help promote through social media well. The results of carrying out activities are students who study at CV. Hamza, where the number of students has increased in adding students and is known to many people. Keywords: promotion; technology;  social media   Abstrak: CV. Hamzah Tech Development terletak di jalan desa Mekar Sari dusun 2, kecamatan Pulau Rakyat Asahan berawal terbentuknya perusahaan ini merupakan sebuah komunitas tempat berkumpulnya sebagian orang yang memiliki kemampuan dan mendalami di bidang IT. Tujuan dari Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini adalah untuk mengembangkan perusahaan dengan cara mempromosikan perusahaanya untuk mencari calon anak didik baru sekaligus mengelola sumber daya yang ada di CV. Hamzah sesuai zamanya. Yang dilakukan CV. Hamzah selama ini masih menggunakan spandu promosi dan kabar dari siswa-siswa yang pernah belajar di CV tersebut. Dengan metode yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa observasi, pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan digital. Melalui sebuah wawancara  dengan bapak Hamza sebagai pemilik CV. Hamza telah mandapatkan informasi dalam membangun sebuah mempromosikan CV tersebut. Kemudian melalui pengamatan ini telah dapat bahwa setelah kegiatan pelatihan siswa yang belajar di CV. Hamza dapat membantu mempromosikan melalui media sosial dengan baik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah siswa yang belajar di CV. Hamza, dimana jumlah siswa yang mengalami peningkatan dalam menambah siswa dan dikenal banyak orang. Kata Kunci: media sosial; promosi; teknologi;