Abstract:Abstract: Ecoprinting is an environmentally friendly fabric dyeing technique that utilizes natural pigments from plants. However, the use of this technique as an environmentally-based learning medium in schools is still…
limited, particularly in optimizing the potential of local plants available around students. This community service activity aims to implement the ecoprint pounding technique with students at Alam Leuser Middle School. The approach used included counseling, simulation, training, and evaluation. The counseling provided basic knowledge of the ecoprint method. The results showed that participants successfully implemented the pounding technique using local leaves and plants. The resulting ecoprints have the potential to become superior products. Local plants that produce the sharpest patterns include Centrosema pubescens, Carica papaya leaves, Ricinus communis L., Cosmos sulphureus, and Pinus. However, further training and intensive mentoring are still needed to improve product quality. This activity is expected to increase students' creativity in using environmental resources as learning tools. This activity introduces simple and easily marketable creative economic ideas. In addition, this activity raises students' awareness of the use of natural materials in textile arts, thereby supporting environmental conservation.
Keywords: ecoprint; leaf footprint; environment; learning media; pounding technique
Abstrak: Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan pigmen alami dari tumbuhan. Namun, pemanfaatan teknik ini sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah masih terbatas, khususnya dalam mengoptimalkan potensi tumbuhan lokal yang tersedia di sekitar peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknik menumbuk ecoprint dengan siswa di SMP Alam Leuser. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi, pelatihan, dan evaluasi. Penyuluhan memberikan pengetahuan dasar tentang metode ecoprint. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta berhasil melakukan teknik menumbuk menggunakan daun dan tumbuhan lokal. Ecoprint yang dihasilkan berpotensi menjadi produk unggulan. Tumbuhan lokal yang menghasilkan pola paling tajam antara lain Centrosema pubescens, daun Carica papaya, Ricinus communis L, Cosmos sulphureus dan Pinus. Namun, pelatihan lebih lanjut dan pendampingan intensif masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menggunakan sumber daya lingkungan sebagai alat pembelajaran. Kegiatan ini memperkenalkan ide-ide ekonomi kreatif yang sederhana dan mudah dipasarkan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang penggunaan bahan alami dalam seni tekstil, sehingga mendukung konservasi lingkungan.
Kata kunci: ecoprint; jejak daun; lingkungan; media pembelajaran; tehnik pounding
Abstract:Abstract: Tax literacy among Indonesian youth remains relatively low and has not yet become an integral component of formal learning at the senior and vocational high school levels. National data indicate that financial…
literacy stands at 49.68%, while specific understanding of taxation among young people is reported to be lower than that of the productive-age population. In addition, tax return compliance among individuals under 25 years old remains limited, reflecting weak early tax awareness and tax morale. In Magelang, high school students as future taxpayers generally lack access to contextual and practice-oriented tax education. This community engagement program aims to enhance tax literacy, awareness, and basic understanding of taxation among senior and vocational high school students through a structured and participatory educational approach. The methods included interactive lectures, contextual discussions, daily tax case studies, and simple tax calculation simulations, supported by pre- and post-tests to measure learning outcomes. The results demonstrate a significant improvement in students’ tax literacy scores and attitudes toward future compliance. The program also produced a tax literacy module and initiated student tax awareness groups in partner schools. Early tax education is therefore effective in strengthening youth tax morale and supporting sustainable national development.
Keywords: community engagement; magelang; tax awareness; tax literacy; youth education
Abstrak: Literasi pajak di kalangan generasi muda Indonesia masih tergolong rendah dan belum menjadi bagian utama dalam pembelajaran formal di tingkat SMA/SMK. Data nasional menunjukkan tingkat literasi keuangan sebesar 49,68%, sementara pemahaman spesifik mengenai perpajakan pada kelompok usia muda lebih rendah dibandingkan kelompok usia produktif. Selain itu, tingkat kepatuhan pelaporan SPT pada wajib pajak berusia di bawah 25 tahun masih terbatas, yang mencerminkan lemahnya kesadaran dan moral pajak sejak dini. Di wilayah Magelang, siswa SMA/SMK sebagai calon wajib pajak masa depan umumnya belum memperoleh edukasi pajak yang kontekstual dan berbasis praktik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi, kesadaran, dan pemahaman dasar perpajakan melalui pendekatan edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kontekstual, studi kasus perpajakan sehari-hari, serta simulasi perhitungan pajak sederhana yang didukung pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan skor literasi pajak dan sikap kepatuhan siswa. Program ini juga menghasilkan modul literasi pajak dan pembentukan kelompok siswa sadar pajak di sekolah mitra. Edukasi pajak sejak dini terbukti efektif dalam memperkuat moral pajak generasi muda dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Kata kunci: edukasi generasi muda; kesadaran pajak; literasi pajak; magelang; pengabdian kepada masyarakat
Abstract:Abstract: This Community Service Program was carried out with the Gemilang II Women Farmers Group (KWT Gemilang II) to enhance digital capacity in marketing Mocaf flour products. The main problems faced by the partners were…
ere low digital literacy, the absence of a systematic marketing strategy, and limited skills in promotional content creation. The implementation method included an initial survey to map needs, preparation of training materials, digital literacy socialization, creation of social media accounts, and assistance in producing promotional content. The results showed that the partners began to understand the role of social media and e-commerce, established official promotional accounts, and were able to independently produce simple content. The conclusion of this program is that the improved digital capacity of KWT Gemilang II provides a foundation for more sustainable online-based marketing management while supporting local economic development through alternative food products.
Keywords: digital marketing; entrepreneurship; KWT Gemilang II; MOCAF; UMKM
Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemilang II dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital dalam memasarkan produk tepung Mocaf. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi digital, ketiadaan strategi pemasaran yang sistematis, dan keterbatasan dalam produksi konten promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui survei awal untuk pemetaan kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi literasi digital, pembuatan akun media sosial, serta pendampingan pembuatan konten promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mulai memahami fungsi media sosial dan e-commerce, memiliki akun resmi untuk promosi, serta mampu menghasilkan konten sederhana secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas digital KWT Gemilang II menjadi fondasi dalam pengelolaan pemasaran berbasis online yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pangan alternatif..
Kata kunci: digital marketing; kewirausahaan; KWT Gemilang II; MOCAF; UMKM
Abstract:Abstract: This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of balanced nutrition guidelines through an interactive educational program at SMPN 28 Jakarta. The identified problem was the low level of…
of students' knowledge regarding the “Isi Piringku” concept, which may affect nutritional status and eating habits among adolescents. The method was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The intervention consisted of nutrition education delivered using PowerPoint media, followed by a practical activity involving the arrangement of the Isi Piringku puzzle. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 30 seventh-grade students to assess changes in knowledge before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.003). The proportion of students with good knowledge increased from 6,7% to 26,7% after the intervention. Monitoring conducted three days after the education session indicated that some students had begun applying the “Isi Piringku” concept, although food availability at home remained a challenge. This study concludes that education using visual media and interactive practices is effective in improving adolescents' nutritional knowledge; however, support from families and schools is necessary to optimize sustainable behavioral changes.
Keyword: adolescent knowledge; balanced nutrition education; community service
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pedoman gizi seimbang melalui program edukasi interaktif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang konsep Isi Piringku, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan kebiasaan makan remaja. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media PowerPoint dan praktik penyusunan puzzle Isi Piringku. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas VII. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,003). Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 6,7% menjadi 26,7% setelah intervensi. Monitoring tiga hari pascaedukasi menunjukkan sebagian siswa mulai menerapkan konsep isi piringku, meskipun masih terdapat hambatan pada ketersediaan pangan di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan media visual dan praktik interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja, namun diperlukan dukungan keluarga dan sekolah untuk optimalisasi perubahan perilaku
Kata kunci: edukasi gizi; isi piringku; pengabdian masyarakat
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in local economic development; however, the utilization of digital technology among MSMEs is often limited to basic promotion and is rarely supported…
ported by structured data management. This community service program is a continuation of previous assistance and aims to strengthen the capacity of UMKM Bubut Kayu Karya in Kisaran Timur through education on Local SEO strategies and cloud-based customer data management. The program employed a participatory education and training approach, including Google Business Profile optimization, customer data recording and analysis using Google Sheets, and basic digital security awareness. The results indicate improvements in the partner’s understanding and skills in managing location-based business visibility, utilizing customer data for marketing decision-making, and protecting digital business assets. This community service offers an innovative contribution in the form of a low-cost, context-based, and continuation-oriented empowerment model that integrates location-based digital marketing and simple data utilization. The proposed model is recommended to be replicated for MSMEs with similar characteristics to support gradual and sustainable digital transformation.
Keywords: local SEO; customer data management; cloud-based systems; digital literacy; MSMEs
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi lokal, namun pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM masih cenderung terbatas pada promosi sederhana dan belum didukung oleh pengelolaan data yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan sebelumnya dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM Bubut Kayu Karya di Kisaran Timur melalui edukasi strategi Local SEO dan pengelolaan data pelanggan berbasis cloud. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi optimalisasi Google Business Profile, pencatatan dan analisis data pelanggan menggunakan Google Sheets, serta peningkatan kesadaran keamanan digital dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola visibilitas usaha berbasis lokasi, memanfaatkan data pelanggan sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran, serta melindungi aset digital usaha. Keunikan kegiatan pengabdian ini terletak pada pendekatan lanjutan yang berbiaya rendah, kontekstual, dan berorientasi keberlanjutan dengan mengintegrasikan strategi pemasaran berbasis lokasi dan literasi data sederhana. Model pengabdian ini direkomendasikan untuk direplikasi pada UMKM dengan karakteristik serupa sebagai upaya penguatan daya saing usaha berbasis literasi digital.
Kata kunci: local SEO; pengelolaan data pelanggan; cloud computing; literasi digital; UMKM
Abstract:Abstract: The utilization of information technology in business communication plays a strategic role in improving business effectiveness while also serving as a medium for legal education in the community. However, rural…
communities still face limitations in digital literacy and low levels of legal awareness in business activities. This article aims to analyze the implementation of a Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) focused on optimizing the use of information technology as a business communication medium to enhance legal awareness among the community of Silo Bonto Village. The method employed was a participatory approach through training, mentoring, and evaluation using pre- and post-training questionnaires. The results indicate an improvement in participants’ understanding of the use of information technology for business communication, as well as an increase in legal awareness related to rights and obligations in digital transactions. This program demonstrates that integrating information technology training with legal education can serve as an effective strategy for empowering rural communities.
Keywords: business communication; community service; information technology; legal awareness; village.
Abstrak: Pemanfaatan teknologi informasi dalam komunikasi bisnis memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas usaha sekaligus sebagai sarana edukasi hukum bagi masyarakat. Namun, pada masyarakat desa masih ditemukan keterbatasan literasi digital dan rendahnya kesadaran hukum dalam aktivitas bisnis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi sebagai media komunikasi bisnis guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Silo Bonto. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berbasis kuesioner pra dan pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan teknologi informasi dalam komunikasi bisnis serta peningkatan kesadaran hukum terkait hak dan kewajiban dalam transaksi digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pelatihan teknologi informasi dengan edukasi hukum mampu menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan masyarakat desa.
Kata kunci: desa; kesadaran hukum; komunikasi bisnis; pengabdian kepada masyarakat; teknologi informasi
Abstract:Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining…
g positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education.
Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students
Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner.
Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner
Abstract:Abstract: This article examines community service initiatives conducted through the Integrated Student Community Service (KKN-Terintegrasi) program at UIN Raden Intan Lampung. This program was implemented at the request…
of the Mayor of Bandar Lampung, who specifically sought optimal solutions for various local issues, including recurrent flooding within the city. Based on focus group discussions between Student Group 221 and local community stakeholders in flood-prone areas, a sustainable urban development model was formulated, emphasizing active collaboration among the government, academia, the private sector, and civil society. The methodology employed the Asset-Based Community Development (ABCD) framework with a participatory approach. The initiatives of Group 221 focused on three primary pillars: the circular economy, community-based environmental management, and the strengthening of social inclusion. The results demonstrate that collaborative initiatives are capable of producing innovative and sustainable solutions tailored to the needs of the city, while simultaneously fostering collective awareness regarding the importance of urban development oriented toward common welbeing.
Keywords: community collaboration; dream city; and sustainable development.
Abstrak: Artikel ini mengkaji kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui kegiatan KKN-Terintegrasi UIN Raden Intan Lampung. Kegiatan KKN-Terintegrasi dilaksanakan atas permintaan Wali Kota Bandar Lampung yang secara khusus meminta solusi terbaik atas beberapa permasalahan yang dihadapi termasuk musibah banjir yang terjadi secara berulang di Kota Bandar Lampung. Hasil diskusi kelompok 221 Mahasiswa UIN Raden Intan bersama potensi masyarakat di beberapa titik rawan, dirumuskan model pembangunan kota berkelanjutan melalui kolaborasi aktif antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Metode diterapkan dengan pola ABCD (Assets Base Community Development), dengan pendekatan partisipatif. KKN-Terintegrasi kelompok 221 berfokus pada tiga pilar utama, yakni; perekonomian sirkular, pengelolaan lingkungan hidup berbasis komunitas, dan penguatan inklusi sosial. Hasil menunjukkan bahwa inisiatif kolaboratif mampu menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan Kota Impian, serta dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pembangunan kota yang berpihak pada kesejahteraan bersama.
Kata Kunci: kolaborasi masyarakat; kota impian; dan pembangunan berkelanjutan.
Abstract:Abstract: Reading habits in Indonesia remain low, including among learners at PKBM Gempita. Although PKBM Gempita has a Community Reading Park (TBM), reading has not yet become a routine literacy activity, resulting in limited…
imited reading proficiency among learners. This Community Service Program (PKM) aimed to improve learners’ reading ability through meaningful reading training using the Sprites Technique. The program was implemented through preparation, training, technology application, mentoring, and evaluation stages. The Sprites Technique consists of five steps: enhancing interest and motivation, improving peripheral vision, increasing eye movement speed, surveying discourse, and strengthening concentration. The results showed a significant improvement in reading ability based on pre-test and post-test scores. After the training, 19% of participants achieved a very good level, 54% a good level, and 27% a moderate level. The findings indicate that intensive and consistent practice is required to achieve optimal reading improvement.
Keywords: literacy; PKBM gempita; reading skills; sprites technique
Abstrak: Minat baca masyarakat yang rendah karena tingkat kebiasaan membaca membaca juga rendah, termasuk di PKBM Gempita. PKBM Gempita sudah memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Namun, membaca belum menjadi kegiatan rutin literasi di PKBM ini sehingga kemampuan membaca warga belajar belum baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan pelaksanaan PKM ini adalah melakukan pelatihan kegiatan membaca yang bermakna dengan menerapkan Teknik Sprites untuk meningkatkan kemampuan membaca warga belajar. Metode pelaksanaan dilakukan dengan tahap persiapan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Teknik Sprites terdiri atas lima langkah, yaitu meningkatkan minat dan motivasi, meningkatkan periferal, meningkatkan kecepatan gerakan mata, melakukan survei wacana, dan meningkatkan konsentrasi. Penerapan teknik tersebut telah dilakukan dalam pelatihan dengan hasil yang cukup baik, yaitu terjadi peningkatan kemampuan membaca peserta pelatihan berdasarkan hasil pretes dan postes. Kemampuan membaca peserta pascapelatihan adalah 19% pada kategori baik sekali, 54% pada kategori baik, dan 27% pada kategori sedang. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, satu di antaranya adalah kesadaran dalam latihan mandiri peserta di rumah belum maksimal. Proses latihan harus dilakukan intensif agar memperoleh hasil maksimal.
Kata kunci: kemampuan membaca; literasi; PKBM gempita; teknik sprites
Abstract:Abstract: This study employs the Community-Based Research (CBR) model to empower female coffee farmers in Nagari Lubuk Malako, South Solok, addressing low economic literacy and limited market access. By engaging the community…
unity as active partners, the research implemented post-harvest training, entrepreneurship literacy, and digital marketing strategies. Results indicate a significant capacity increase, evidenced by the formation of a women's business group, the launch of the local brand “Kopi Lubuk Malako,” and improved skills for 80% of participants. Key outcomes include enhanced household income, strengthened local economic institutions, and increased female independence in decision-making. Supported by local government and leaders, this program also facilitated business legality and halal certification. This study concludes that the CBR model is an effective and sustainable strategy for strengthening the household economy and fostering the empowerment of women in the agricultural sector.
Keywords: the role of women; coffee farmers and CBR
Abstrak: Studi ini menggunakan model Penelitian Berbasis Komunitas (Community-Based Research/CBR) untuk memberdayakan petani kopi perempuan di Nagari Lubuk Malako, Solok Selatan, dengan mengatasi rendahnya literasi ekonomi dan terbatasnya akses pasar. Dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif, penelitian ini menerapkan pelatihan pasca panen, literasi kewirausahaan, dan strategi pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas yang signifikan, dibuktikan dengan pembentukan kelompok usaha perempuan, peluncuran merek lokal “Kopi Lubuk Malako,” dan peningkatan keterampilan bagi 80% peserta. Hasil utama meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan lembaga ekonomi lokal, dan peningkatan kemandirian perempuan dalam pengambilan keputusan. Didukung oleh pemerintah dan pemimpin lokal, program ini juga memfasilitasi legalitas usaha dan sertifikasi halal. Studi ini menyimpulkan bahwa model CBR merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi rumah tangga dan mendorong pemberdayaan perempuan di sektor pertanian.
Kata Kunci : peran perempuan; petani kopi dan CBR