Search Articles & Publications

Showing 3563 articles found for "That"

Optimalisasi Kompetensi Bidan Melalui Workshop Deteksi Dini Dan Upaya Preventif Preeklampsia di Lombok Timur

Astika Gita Ningrum, Dewi Setyowati, Zamrotul Izzah, Andriyanti, Farah Diba Azzahra, Misheel Trivena Setiawan
Abstract: Abstract: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal mortality in East Lombok Regency. In 2023, 2,689 cases of preeclampsia were recorded among 108,035 pregnant women. Limited competence of midwives in early detection,… etection, midwifery care, and preventive strategies remains a major challenge. This community service program aimed to improve midwives’ knowledge and skills through a workshop consisting of seminars and case-based learning (CBL). The activity was conducted on August 25, 2025, at the East Lombok District Health Office Hall, involving 35 midwives from 35 primary health centers (34 respondents were analyzed as one participant did not complete the pre- and post-tests). The workshop covered preeclampsia screening, midwifery care, MgSO₄ administration, and the use of local natural resources as preventive strategies. Evaluation using pre- and post-tests showed a significant increase in the mean score from 78.23 to 94.85, with an average improvement of 16.62 points. Notably, 44.1% of participants achieved a perfect score of 100. These findings confirm that interactive and practical workshop approaches effectively enhance midwives’ competencies. Therefore, this program contributes to strengthening primary health care services and supporting maternal mortality reduction efforts in East Lombok. Keywords: early detection; maternal mortality; midwives competence; preeclampsia; primary health care   Abstrak: Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur. Data tahun 2023 menunjukkan terdapat 2.689 kasus preeklampsia dari 108.035 ibu hamil. Keterbatasan kompetensi bidan dalam deteksi dini, asuhan kebidanan, dan pemanfaatan strategi preventif menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan melalui workshop yang terdiri dari seminar dan praktik berbasis kasus (Case Based Learning/CBL). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 di Aula Dinas Kesehatan Lombok Timur, dengan peserta 35 bidan dari 35 Puskesmas. Materi workshop mencakup skrining preeklampsia, asuhan kebidanan, pemberian MgSO₄, serta pemanfaatan bahan alam lokal sebagai strategi preventif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 78,23 menjadi 94,85, dengan rata-rata peningkatan sebesar 16,62 poin. Sebanyak 44,1% peserta mencapai skor sempurna 100. Hasil ini membuktikan bahwa workshop interaktif dan aplikatif efektif meningkatkan kompetensi bidan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan layanan primer dan upaya penurunan angka kematian ibu di Lombok Timur. Kata kunci: angka kematian ibu; deteksi dini; kompetensi bidan; pelayanan kesehatan primer; preeclampsia

Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama di Kampung Segeram Kabupaten Natuna

Umar Natuna, Kartubi, Erine Agustia
Abstract: Abstract : This Community Service program was motivated by educational issues in Segeram Village, where apologetic and textual religious understandings have developed. Educational institutions in Segeram Village have not… yet become a strong force in transforming the mindset of the younger generation, particularly in fostering a moderate understanding of religion to support the creation of a harmonious, dynamic, and diverse society. The community service team used the Participatory Action Research (PAR) method, which consists of three main stages: Focus Group Discussion (FGD), Training, and Implementation. Based on findings from the field activities, the following conclusions can be drawn: a) Educators are capable of formulating and implementing the Independent Curriculum based on Religious Moderation. b) There is active involvement of students, allowing the acquired knowledge to be applied in their daily lives. c) The community’s understanding of religious moderation has contributed to environmental harmony, encouraging people to better preserve and nurture human resources as vital sources of life that must be protected. Keywords: independent curriculum, religious moderation, PAR   Abstrak : Pengabdian Kepada Masayarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendidikan yang ada di kampung Segeram dimana berkembang paham keagamaan yang bersifat apologis dan tektual. Lembaga Pendidikan yang ada di Kampung Segeram tidak banyak menjadikan kekuatan perubahan pola pikir Masyarakat muda di Kampung Segeram, terutama dalam pemahaman agama yang moderat untuk menopang bangunan Masyarakat yang harmonis, dinamis dan beragam. Tim PKM menggunakan Metode Participary Action Reaserch (PAR) dimana memiliki 3 tahapan utama yaitu : FGD, Pelatihan dan Implementasi. Berdasarkan temuan pada kegiatan pengabdian di lapangan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: a)Tenaga pendidik sudah mampu merumuskan dan menerapkan materi Kurikulum Merdeka Berbasis Moderasi Beragama. b) Perlibatan aktif peserta didik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. c) Pemahaman masyarakat terkait moderasi beragama berdampak pada tercipta harmonisasi alam sehingga masyarakat lebih menjaga dan merawat sumber daya manusia sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga. Kata kunci: kurikulum merdeka, moderasi beragama, PAR

Inovasi Produk QR Code Dan Digitalisasi Pemasaran Untuk Optimalisasi Penjualan UMKM Keripik Balado

Elisa Daniati Edison, Nency Extise Putri, Arika Juwita Z, Ikhsan Adistira
Abstract: Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, they continue to face challenges in management and digital marketing. Keripik Balado Uni Yen, a local… cal MSME engaged in the traditional Minangkabau snack industry, experiences obstacles in expanding its market due to limited product innovation and reliance on conventional methods of promotion and sales. This condition has led to stagnant sales performance and low managerial efficiency, indicating the need for strategic efforts to enhance business capacity. This community service program aims to strengthen the competitiveness of the MSME through the development of product packaging integrated with a QR code and a point of sale system based on a website and digital cashier machine, while also promoting digital marketing adoption. The program was implemented using a participatory approach involving training, technical assistance, and continuous monitoring and evaluation of technology implementation. Digital marketing through social media proved effective in expanding market reach and increasing sales by up to 40%. Overall, the program demonstrates that integrating innovative packaging, digital systems, and online marketing serves as an effective strategy to enhance the competitiveness and sustainability of local MSMEs. Keywords: digital marketing; innovation QR code packaging; point of sales; MSMEs   Abstrak: UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajemen dan pemasaran digital. UMKM Keripik Balado Uni Yen merupakan UMKM lokal yang bergerak di industri makanan olahan khas Minang, menghadapi tantangan dalam memperluas pasar akibat keterbatasan inovasi produk serta masih mengandalkan metode konvensional dalam promosi dan penjualan. Kondisi ini berdampak pada stagnasi penjualan dan rendahnya efisiensi manajerial, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pengembangan kemasan produk yang dilengkapi kode QR dan terintegrasi dengan sistem point of sale berbasis website dan mesin kasir digital, serta mendorong digitalisasi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi implementasi teknologi. Pemasaran digital melalui media sosial juga terbukti efektif memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan hingga 40%. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi kemasan, sistem digital, dan pemasaran daring merupakan strategi efektif untuk memperkuat daya saing dan kemandirian UMKM lokal secara berkelanjutan. Kata Kunci: digitalisasi pemasaran; kemasan inovatif QR Code; point of sales; UMKM

Strengthening Digital and English Skills for Work Readiness in RW 08 Kalideres West Jakarta

Rizky Mirani Desi Pratama, Dwi Puji Hastuti, Cucu Ika Agustyaningrum
Abstract: Abstract: This community service program was carried out by Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) with the aim of strengthening digital skills and English proficiency among high school/vocational school graduates in… order to improve their job readiness. The activity took place at Balai RW 08, Kalideres, and West Jakarta. This program was motivated by the condition of high school/vocational graduates in RW 08, most of whom come from lower-middle-income families and are therefore more inclined to enter the workforce directly rather than pursue higher education. Thus, training is needed to enhance practical skills relevant to industry requirements.The training focused on three main aspects, developing a professional curriculum vitae (CV), strategies for facing job interviews in both Indonesian and English, and practicing digital skills through the use of Canva for CV creation. Participants were actively engaged through interactive sessions, simulations, and collaborative exercises. The results of the program indicated increased awareness, confidence, and skills among participants in preparing themselves to enter the workforce. The conclusion of this program is that integrating digital literacy and English proficiency in community-based training can enhance the competitiveness of high school/vocational school graduates and make a tangible contribution to supporting their readiness for the job market. Keywords: english proficiency, job readiness, digital skills, community service, vocational education   Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan tujuan memperkuat keterampilan digital dan kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMA/SMK untuk meningkatkan kesiapan kerja. Kegiatan ini berlangsung di Balai RW 08, Kalideres, Jakarta Barat. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lulusan SMA/SMK di RW 08 yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, sehingga cenderung lebih memilih langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.Pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama: penyusunan curriculum vitae (CV) profesional, strategi menghadapi wawancara kerja dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta keterampilan digital melalui penggunaan Canva untuk pembuatan CV. Peserta terlibat secara aktif melalui sesi interaktif, simulasi, dan latihan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, dan keterampilan peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kesimpulannya, integrasi literasi digital dan kemampuan bahasa Inggris dalam pelatihan berbasis masyarakat dapat meningkatkan daya saing lulusan SMA/SMK serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesiapan mereka menghadapi pasar kerja. Kata kunci: kemampuan bahasa Inggris, kesiapan kerja, keterampilan digital, pengabdian masyarakat, pendidikan vokasi

Pengenalan Jenis Kapal Melalui Aktivitas Mewarnai Pada Anak Usia Dini di Taman Penitipan Anak

Fajardini, Ridhani Anita, Nisazarifa, Adristi, Nursyifaulkhair, Desrilia, Maulidhia, Alief Nur Aisyi, Mahardika, Shultoni, Augustino, Immanuel Freddy
Abstract: Abstract: Introducing the maritime world to early childhood is an approach to developing awareness and knowledge of the role of the sea as a natural resource in Indonesia. This can be accomplished, for instance, by introducing… ducing different types of ships and using coloring pages and images as an engaging way to learn. The activity was carried out in one of the day care located in Surabaya, with the par-ticipation of young children between the ages of 1 to 3 years old. The method applied in this community service activity is an educational method using a participatory approach. The activity was carried out in a number of phases, including preliminary observation and partner coordination, the creation of educational materials in the form of illustrations of various ship types, brief explanation of ship introduction, and ship coloring activities. Based on the activities that have been done, the children gave a positive response to learning and coloring activities. Using pictures and hands-on activities, the children tend to remember the shape and name of the ship that has been explained previously more easily. Coloring activities encourage fine-motor skills development and children's creativity. Keywords: coloring; early childhood; maritime; ship   Abstrak: Pengenalan dunia maritim pada anak usia dini penting untuk menumbuhkan pengetahuan tentang peran laut sebagai sumber daya alam di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pengenalan jenis kapal dengan memanfaatkan media gambar dan aktivitas mewarnai sebagai bentuk pembelajaran visual yang menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di taman penitipan anak yang berlokasi di Surabaya dengan melibatkan anak usia dini berusia 1–3 tahun. Metode yang digunakan adalah metode edukatif dengan pendekatan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu observasi awal dan koordinasi dengan mitra, persiapan media pembelajaran berupa gambar jenis-jenis kapal, penyampaian materi pengenalan kapal secara singkat, serta aktivitas mewarnai gambar kapal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilakukan. Dengan bantuan media visual dan aktivitas langsung, anak-anak lebih mudah mengenali bentuk dan nama kapal. Selain itu, kegiatan mewarnai juga mendukung perkembangan motorik halus serta kreativitas anak. Kata kunci: anak usia dini; kapal; maritime; mewarnai

Pelatihan Kader Posyandu Tentang Pengolahan Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Untuk Balita Dan Ibu Hamil

Doloksaribu, Tetty Herta, Herta Masthalina, Nainggolan, Herly
Abstract: Abstract: Pregnancy and toddlerhood are crucial periods that determine a child’s future growth and development. In Wonosari Village, the nutritional intake of pregnant women and toddlers is below the recommended dietary… y allowance. One of the specific nutritional interventions that can be implemented is the provision of supplementary food (PMT) based on local food. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of posyandu cadres regarding the PMT based on local food for toddlers and pregnant women. The program involved training 40 cadres in the working area of Dalu Sepuluh Health Center, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, on May 28, 2025. The training consisted of delivering material on the concept of local food-based PMT and hands-on practice in processing supplementary food. Knowledge was evaluated through pre- and post-tests. Skills were evaluated through observation during processing practices. The results indicated an increase in cadres’ knowledge, with the average score rising from 95.4 to 99.4. Skills also improved, particularly in the accuracy of ingredient measurement and appropriate portion determination. These findings imply that local food-based PMT training can enhance the capacity of posyandu cadres and contribute to strengthening community-based efforts in improving maternal and child nutrition. Keywords: cadres; PMT; pregnant women; toddlers   Abstrak: Masa kehamilan dan balita merupakan fase penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Di Desa Wonosari, asupan gizi ibu hamil dan balita di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan, sehingga diperlukan intervensi gizi spesifik melalui PMT berbasis pangan lokal.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai pengolahan makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan sasaran 40 orang kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dalu Sepuluh, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Pelatihan dilaksanakan pada 28 Mei 2025,  terdiri dari penyampaian materi tentang PMT berbasis pangan lokal dan praktik pengolahan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil. Evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Keterampilan dievaluasi dengan observasi pada saat praktik pengolahan. Pelatihan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan kader posyandu dari 95,4 menjadi 99,4, dan peningkatan keterampilan tentang ketepatan penggunaan jumlah bahan pangan dan porsi PMT untuk ibu hamil dan balita. Kata kunci: balita; ibu hamil; kader; PMT

Pengembangan dan Pelatihan LMS Interaktif Berbasis Game Untuk Literasi Numerasi Siswa SD Negeri 067240 Medan

Kiswanto, Dedi, Br Bangun, Melly, Napitupulu, Safrida
Abstract: Abstract: The literacy and numeracy achievements of elementary school students in Indonesia still face various challenges, despite showing an upward trend based on the results of the National Assessment. One cause is the… implementation of conventional and less interactive learning models. This community service activity aims to develop and train the use of the interactive Learning Management System (LMS) kelaspetualang.com integrated with Scratch-based educational games to support literacy and numeracy learning at SD Negeri 067240 Medan. The implementation method used an interactive workshop based on practice-based learning that included needs analysis, material development, training, implementation, mentoring, and evaluation. The activity participants consisted of 20 teachers. The evaluation was conducted using a 1–5 Likert scale questionnaire to measure understanding, interest, and effectiveness of the activity. The results of the activity showed that 18 teachers successfully developed and uploaded game-based teaching materials to the LMS, while two teachers experienced technical difficulties with the device. The evaluation results showed a very good level of understanding and enthusiasm, especially regarding interest in developing game-based learning media, although further mentoring is still needed on technical aspects. This activity has been proven to improve teachers' digital competence and literacy and has the potential to enrich literacy and numeracy learning in an innovative way. Keywords: educational; games; scratch; literacy; numeracy   Abstrak: Capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun menunjukkan tren peningkatan berdasarkan hasil Asesmen Nasional. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan melatih pemanfaatan Learning Management System (LMS) interaktif kelaspetualang.com yang terintegrasi dengan game edukatif berbasis Scratch guna mendukung pembelajaran literasi dan numerasi di SD Negeri 067240 Medan. Metode pelaksanaan menggunakan workshop interaktif berbasis practice-based learning yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan materi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 untuk mengukur pemahaman, minat, dan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 18 guru berhasil mengembangkan dan mengunggah materi ajar berbasis game ke dalam LMS, sementara dua guru mengalami kendala teknis perangkat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman dan antusiasme yang sangat baik, terutama pada minat pengembangan media pembelajaran berbasis game, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan pada aspek teknis. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kompetensi dan literasi digital guru serta berpotensi memperkaya pembelajaran literasi dan numerasi secara inovatif. Kata kunci: pendidikan; permainan; Scratch; literasi; numerasi.

Pengembangan Startup Digital Mahasiswa Melalui Program Inkubasi Bisnis Digital Pada Universitas Sumatera Utara

Harumy, Henny Febriana, Dewi Sartika Br. Ginting, Fuzy Yustika Manik, Nuzuliati
Abstract: Abstract: Digitalization 5.0 has opened wide opportunities for students to build digital-based startups. However, many student startups face challenges in financial management, developing a Minimum Viable Product (MVP),… and ensuring business sustainability. This program aims to implement Digital Business Incubation as a strategy for developing student digital startups. The methods used include observation, tenant selection, interviews, and intensive mentoring for incubation program participants. As a result of the selection process, 14 businesses were chosen to be incubated, consisting of service-based and product-based ventures. The program is designed to provide entrepreneurship training, financial management workshops, business legality assistance, investor networking opportunities, and technological support. The outcomes of the program indicate that through digital incubation, average 77,91% of the participating students were able to enhance their digital entrepreneurship skills, strengthen their business models, and optimize the potential for business sustainability. Therefore, Digital Business Incubation has proven to be an effective mechanism for fostering the growth of student digital startups that are adaptive, innovative, and competitive in the digital economy era. Keywords: bussiness digital, enterprise, student, service   Abstrak: Digitalisasi 5.0 telah membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk membangun usaha rintisan (startup) berbasis digital. Namun, banyak startup mahasiswa menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan keuangan, Minimum Viable Product, dan keberlanjutan usaha. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan program Digital Business Incubation sebagai strategi pengembangan startup digital mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi observasi, seleksi tenant, wawancara, serta pendampingan intensif terhadap peserta program inkubasi. Dari hasil seleksi terpilih 14 usaha yang akan diinkubasi yang terdiri dari usaha yang bergerak dibidang jasa dan produk. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan kewirausahaan, pelatihan keuangan, pendampingan legalitas usaha, akses bersama investor, serta dukungan teknologi. Hasil program ini menunjukkan bahwa melalui inkubasi digital, rata rata 77,91% mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan wirausaha digital, memperkuat model bisnis, serta mengoptimalkan potensi keberlanjutan usaha. Dengan demikian, Inkubasi bisnis digital terbukti menjadi mekanisme efektif dalam mendorong lahirnya startup digital mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era ekonomi digital. Kata kunci: bisnis, mahasiswa, jasa, startup digital  

Transformasi Digital Produk Olahan Ikan Bilih Pada Poklahsar Jaso Danau Nagari Tikalak

ira desmiati, Indira Karina, Boni Ikhlas, Siti Aisyah, Dicky Rustam
Abstract: Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR… HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production. Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak   Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan. Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak

Inovasi Alat Pengering Elektrik Emping Melinjo (Kepingjo) Untuk Membantu Meningkatkan Produksi Skala Rumah Tangga

Suardi, Suardi, Susilo, Hendra, Muchlishiin, Moh., Ndruru, Andreas F., Gulo, Syukur A.
Abstract: Abstract: This community service activity was motivated by the drying problems of emping melinjo in Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency, which still relies on sunlight. This traditional method has many limitations… ns as it depends on weather conditions, requires 2–3 days, and produces products that are less hygienic and inconsistent in quality. The purpose of this activity is to provide a solution through mentoring and training in the use of the electric emping melinjo dryer (KEPINGJO) so that partners are able to operate the equipment and increase production capacity. The implementation method includes several stages: preparation, technology socialization, training, trials, evaluation, and mentoring. The results show that the partners actively participated and were able to operate the equipment independently. The use of the electric dryer resulted in a reduction from 1 kg to 0.64 kg within 1 hour at a temperature of 55 °C, which is much faster than the traditional drying method that takes 2–3 days. In addition, the moisture content of emping melinjo, initially 29% in the wet condition, decreased to 9.5% after the drying process using the electric dryer. The final product is more hygienic, evenly dried, and has a longer shelf life. The application of the KEPINGJO electric dryer has proven to increase productivity, product quality, and household income while strengthening the role of universities in delivering appropriate technological innovations. Keywords: dryer; melinjo; empowerment; training; food self-sufficiency   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengeringan emping melinjo di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tersebut memiliki banyak keterbatasan karena bergantung pada cuaca, membutuhkan waktu 2–3 hari, serta menghasilkan produk yang kurang higienis dan tidak seragam. Tujuan kegiatan adalah memberikan solusi melalui pendampingan dan pelatihan penggunaan alat pengering elektrik emping melinjo (KEPINGJO) agar mitra mampu mengoperasikan dan meningkatkan kapasitas produksi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi teknologi, pelatihan, uji coba, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan mitra aktif berpartisipasi dan mampu menggunakan alat secara mandiri. Penggunaan alat pengering elektrik memperlihatkan penyusutan dari 1 kg menjadi 0,64 kg dalam waktu 1 jam pada suhu 55 °C, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional 2–3 hari. Selain itu, kadar air emping melinjo yang semula sebesar 29% pada kondisi basah menurun menjadi 9,5% setelah proses pengeringan menggunakan alat pengering elektrik. Produk yang dihasilkan lebih higienis, kering merata, dan memiliki daya simpan lebih lama. Penerapan pengering elektrik KEPINGJO terbukti meningkatkan produktivitas, kualitas, serta pendapatan rumah tangga, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi tepat guna. Kata kunci: alat pengering; melinjo; pemberdayaan; pelatihan; kemandirian pangan