Abstract:Penerapan model PBL memberikan pengalaman siswa untuk terlibat secara kontestual dengan permasalahan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga pembelajaran lebih bermakna dan siswa tidak merasa berpikir secara abstrak. Model…
l ini dinilai efektif terhadap self-confidence siswa. Namun, penelitian sebelumnya yang menyelidiki keefektifan model PBL terhadap self-confidence siswa menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, studi meta-analisis ini dilakukan untuk menguji keefektifan model PBL terhadap self-confidence siswa dibandingkan dengan model pengajaran konvensional dengan pendekatan meta analisis. Studi ini menganalisis 20 ukuran efek dari 17 studi primer yang dipublikasikan pada tahun 2016 hingga 2024. Pengumpulan data menggunakan database Google Scholar, Education Resources Information Center (ERIC), Directory of Open Access (DOAJ), Springer publishing, AIP Proceedings, IOP Sciences, dan Elsevier. Hasil analisis dengan menggunakan model estimasi random-effect diperoleh ukuran efek gabungan sebesar (g = 0.52; p < 0.01). Nilai ini berada pada kategori efek sedang. Hasil ini memberikankesimpulan bahwa penggunaan model PBL memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self-confidence siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memberikan kesimpulan yang lebih objektif mengenai keefektifan PBL terhadap self-confidence siswa, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai landasan pengambilan keputusan yang tepat bagi pendidik dan pemangku kepentingan.
Abstract:Metode flipped classroom saat ini menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam pendidikan tinggi yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar. Dalam konteks Pendidikan Bahasa Arab, metode ini menawarkan…
kan cara pembelajaran yang lebih interaktif dan mandiri, di mana siswa mempelajari materi secara daring sebelum menghadiri kelas tatap muka untuk diskusi dan aplikasi praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode flipped classroom terhadap prestasi belajar bahasa arab siswa melalui pendekatan meta-analisis. Sebanyak 14 artikel yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024 dianalisis menggunakan perangkat lunak Comprehensive Meta-Analysis (CMA) versi 3. Hasil analisis menunjukkan ukuran efek gabungan (g) sebesar 0.97 (kategori besar). Nilai ini mengindikasikan bahwa metode flipped classroom memiliki pengaruh positif yang signifikan dan lebih baik dibandingkan metode konvensional terhadap prestasi belajar bahasa arab siswa. ini memberikan wawasan penting bagi pendidik dan pengembang kurikulum dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada siswa. Meskipun demikian, studi meta-analisis ini hanya mengukur efek secara keseluruhan tanpa mempertimbangkan analisis variabel moderator. Penelitian selanjutnya dapat menganalisis variabel moderator untuk mengevaluasi faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi efektivitas flipped classroom dalam pembelajaran bahasa arab.
Abstract:Permasalahan yang terjadi di kelas III MI Cihuni adalah rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Arab. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa dari 27 siswa hanya 4…
orang siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM dengan perolehan hasil nilai rata-rata siswa yaitu sebesar 44,9 dengan persentase siswa yang belum tuntas sebesar 85,19%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh siswa yang kurang bersemangat mengikuti pembelajaran mudah bosan selama proses pembelajaran sehingga sulit bagi mereka untuk paham pada pembelajaran yang diberikan oleh guru, karena metode pembelajaran yang monoton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan metode Al-Qawaid wa Al-Tarjamah menggunakan media gambar pada siswa kelas III MI Cihuni. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana satu siklus terdiri dari dua tindakan, dalam setiap tindakan terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Subjek penelitian ini yaitu 27 orang. Instrument yang digunakan yaitu observasi dan tes. Hasil belajar siswa kelas III sebelum diterapkan metode Al-Qawaid wa Al-Tarjamah menggunakan media gambar memperoleh nilai rata-rata sebesar 44,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 14,81%. Pada siklus I siswa memperoleh nilai rata-rata 60,74 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 40,74% dengan kategori kurang. pada Siklus II meningkat menjadi 70 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 77,77% dengan kategori baik. Hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Al-Qawaid wa Al-Tarjamah menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas III MI Cihuni.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi profesional guru sejarah terhadap prestasi belajar siswa di tingkat sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan sampel…
el guru dan siswa dari beberapa sekolah menengah di Kota X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh koneksi positif yang bermakna antarakompetensi cakap guru sejarah dan kinerja belajar siswa. Kompetensi profesional guru, meliputi penguasaan materi, metode pengajaran, dan kemampuan evaluasi, terbukti memengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan. Lebih jauh lagi, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguasaan materi sebagai salah satu komponen utama kompetensi profesional guru. Guru yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang sejarah mampu menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh siswa, sehingga meningkatkan pemahaman dan retensi mereka terhadap materi pelajaran. Selain itu, kemampuan guru untuk menghubungkan fakta-fakta sejarah dengan konteks kontemporer membantu siswa melihat relevansi pelajaran sejarah dalam kehidupan mereka sehari-hari, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter dan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran inovatif dalam mata pelajaran sejarah. Model pembelajaran inovatif yang digunakan meliputi metode pembelajaran…
lajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan penggunaan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aspek karakter, seperti tanggung jawab, kerjasama, dan rasa ingin tahu, serta motivasi belajar siswa. Metode ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang berdampak positif pada prestasi akademik siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran inovatif dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan rendahnya motivasi belajar dan pembentukan karakter siswa di sekolah.
Abstract:Pembelajaran sejarah yang menarik dan bermakna menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Artikel ini menyajikan strategi perencanaan pembelajaran sejarah yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik…
rik dan bermakna bagi siswa. Penerapan strategi ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, bermakna dan efektif bagi siswa. Dengan cara ini, siswa dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang peristiwa, tokoh dan proses sejarah, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan politik dalam pembelajaran sejarah. Dengan memahami konteks ini, pendidik dapat membantu siswa mengembangkan perspektif yang lebih luas dan kritis terhadap peristiwa sejarah. Lebih lanjut, artikel ini menyoroti peran teknologi digital dalam memperkaya pembelajaran sejarah. Integrasi teknologi, seperti sumber daya digital, simulasi, dan alat visualisasi, dapat membantu siswa memahami kompleksitas sejarah dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan metode pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan keterampilan kerja sama siswa di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif…
dengan desain eksperimen, melibatkan siswa sebagai subjek penelitian yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaboratif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan kerja sama siswa, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan komunikasi, partisipasi aktif, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Dengan demikian, metode pembelajaran kolaboratif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan interaksi sosial dan kerja sama di lingkungan kelas.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dalam mengembangkan kompetensi guru sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data yang diperoleh dari banyak sumber ilmiah, salah satu…
sumber yang diperoleh yaitu dari buku tahun 2014-2020, sedangkan untuk jurnal dari tahun 2019-2024. Perkembangan kompetensi guru sejarah menjadi peran penting dalam meningkatkan suatu kualitas pendidikan dan hasil belajar para siswa. Di era Globaliasi, guru sejarah harus sudah memiliki kemampuan yang lebih luas lagi dan lebih dalam untuk mengajar materi sejarah yang kompleks dan dinamis. Kompetensi guru sejarah ada empat yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan juga kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta juga menggunakan teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi kepribadian meliputi kemampuan guru untuk menjadi contoh teladan bagi siswa, dan juga memiliki integrasi, dan juga memiliki kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Kompetensi sosial yaitu melibatkan kemampuan guru untuk memperlakukan para siswa secara adil dan juta tidak membedakan dalam jenis kelamin atau dalam suku dan ras. Kompetensi profesional yaitu meliabatkan para guru-guru untuk memiliki kemampuan dalam mengajar materi sejarah secara mendalam kepada para siswa dan juga bisa memiliki variasi metode dalam mengajar. Jadi, dalam pengembangan kompetensi guru sejarah, peran guru sebagai otoritas, pembimbing, dan juga menjadi stimulus kreativitas sangatlah penting.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam praktik supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu pendekatan…
n strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas supervisi berbasis teknologi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam supervisi, seperti penggunaan platform digital, aplikasi monitoring, dan komunikasi daring, mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pembinaan guru. Selain itu, supervisi berbasis teknologi mendorong guru untuk lebih kreatif dan adaptif dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital pendidik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan, serta pengembangan sistem yang berkelanjutan agar supervisi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan optimal.
Abstract:Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat…
erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21.
Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa.
Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21.
Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Abstract
This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century.
The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students.
To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century.
However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.