Abstract:Salah satu terapi terhadap penderita gagal ginjal kronik yaitu hemodialisis. Hemodialisis bertujuan untuk mengeliminasi sisa-sisa produk metabolisme atau protein didalam tubuh. Tindakan ini juga dapat menyebabkan komplikasi,…
asi, diantaranya yaitu mempengaruhi status gizi pasien. Beberapa pasien mengalami kesulitan dalam pengelolaan asupan nutrisi, namun mereka tidak mendapatkan pemahaman tentang bagaimana strategi yang dapat membantu dalam pengelolaan diet nutrisi sehingga strategi yang perlu dilakukan adalah pemberian edukasi nutrisi pada pasien hemodialisa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi nutrisi terhadap tingkat pengetahuan pengelolaan diet nutrisi pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Pre-experimen yang menggunakan rancangan One Grop Pre Test and Post Test Design. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di analisis dengan uji non-parametric wilcoxon diperoleh nilai p=0,000 (p ≤ 0,05). Menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi nutrisi terhadap tingkat pengetahuan pengelolaan diet nutrisi pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi sumber informasi dalam meningkatkan upaya pelayanan kesehatan dengan melakukan pemberian edukasi nutrisi, khususnya pada pasien hemodialisa.
Abstract:Perilaku caring merupakan sikap perawat yang masih dikeluhkan pasien terhadap pelayanan perawat yang kurang memperhatikan pasien, contohnya untuk penanganan infus macet, perawat kurang tanggap dalam menangani keluhan penyakit…
yakit yang pasien rasakan, perawat yang kurang ramah dalam melayani pasien, perawat kurang perhatian dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan pasien, sehigga pasien masih belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien rawat inap seroja dan flamboyan di RSUD Undata, total sampel sebanyak 55 orang dengan teknik Porposive sampling. Hasil Penelitian Perilaku caring sebagian besar baik berjumlah 38 responden (69,1%) dan perilaku caring kurang berjumlah 17 responden (30,9%). Kepuasan pasien sebagian besar puas berjumlah 36 responden (65,5%) dan kepuasan pasien tidak puas berjumlah 19 responden (34,5%). Hasil uji chi- square adanya korelasi positif antara perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata dengan nilai p: 0,000 (<0,05). Kesimpulan Ada Hubungan perilaku caring perawat tehadap kepuasan pasien dalam pelayanan perawatan rawat inap RSUD Undata. Studi ini menunjukan bahwa perawat terlatih harus menjaga perilaku peduli mereka, terutama dalam komunikasi dan perawat yang harus lebih tanggap dalam menangani keluhan pasien, perawat yang harus lebih ramah di depan pasien, perawat yang harus tersenyum setiap menyapa pasien, perawat yang harus siap mendengarkan tiap keluhan pasien, agar pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat.
Abstract:Salah satu bentuk mutu pelayanan yang sering dikeluhkan masyarakat adalah waktu tunggu (waiting time). Waiting time yaitu waktu tunggu yang dirasakan oleh pasien mulai dari masuk di IGD sampai di lakukan pemeriksaan oleh…
dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Kabelota. Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien triage kuning dengan metode purposive sampling sebanyak 60 responden. Data waiting time diperoleh dengan cara observasi menggunakan lembar observasi dan metode check list dengan alat bantu stopwach, sedangkan untuk mengetahui kepuasan pasien didapatkan dengan cara memberikan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 responden memiliki waiting time efektif berjumlah 43 responden (71,7%), dan waiting time tidak efektif sebanyak 17 responden dengan (28,3%). Sebagian besar responden puas yaitu sebanyak 48 responsden (80,0%) dan sebagian kecil responden tidak puas yaitu 12 responden (20,0%). Hasil analisis bivariat dengan Uji Fisher Exact diperoleh terdapat Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Kabelota yaitu nilai p 0,027 > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabelota. Saran kepada peneliti selanjutnya di harapkan depat melakukan penelitian lebih lanjut terkait waiting time dengan kepuasan pasien dengan menambahkan variabel, jumlah responden, dan menggunakan metode penelitian yang berbeda.
Abstract:Model Praktek Keperawatan Profesional merupakan suatu sistem dengan struktur, proses, dan nilai-nilai profesional yang sangat menekankan pada mutu kinerja tenaga keperawatan, permasalahan terkait dengan pelaksanaan model…
praktek keperawatan profesional adalah terbatasnya jumlah perawat dan fasilitas sarana pendukung, kompetensi perawat yang belum terstandar, belum optimalnya fungsi manajemen pelayanan keperawatan, Rumah sakit menggunakan model praktik keperawatan profesional untuk melaksanakan proses sistem asuhan keperawatan di bangsal guna untuk meningkatkan dan mewujudkan mutu pelayanan keperawatan, mutu pelayanan keperawatan yang optimal untuk mencapai derajat kesehatan dan kesejahteraan, mencerminkan perasaan seorang perawat terhadap kepuasan akan pekerjaanya,Pasien dan perawat sama-sama puas sebagai akibat dari perawatan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Penerapan Model Praktek Keperawatan Profesional Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Tora Belo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua perawat yang bekerja di ruang Cemara 1 dan Cemara 2 Rumah Sakit Tora Belo yang berjumlah 33 perawat. Dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner model praktik keperawatan profesional dan kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian dari 33 responden menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,001 (p<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan penerapan model praktik keperawatan profesional terhadap kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Tora Belo. Saran bagi Rumah Sakit Tora Belo agar dapat lebih meningkatkan penerapan model praktik keperawatan profesional dalam melakukan asuhan keperawatan dan agar dapat memberikan pelayanan keperawatan yang baik dan optimal kepada pasien.
Abstract:Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang banyak diderita lansia dan merupakan penyakit tertinggi sampai saat ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan self-efficacy dengan self-care lansia…
hipertensi di Puskesmas Talise? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan self-care pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini bermanfaat bagi institusi pelayanan, sebagai acuan meningkatkan kualitas pelayanan, bagi peneliti menambah pengetahuan dalam perawatan hipertensi pada lansia dan bagi mahasiswa menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian berikutnya penelitian menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan Pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 169 dengan didapatkan sampel 62 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square dengan variabel independent Self-efficacy dan variabel dependen Self-care. Hasil analisis bivariat adalah adanya hubungan yang signifikan antara Self-efficacy dengan Self-care lansia dengan Hipertensi didapatkan Nilai p-value = 0,00 < 0,05. Sehingga Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara Self-efficacy dengan Self-care lansia Hipertensi di Puskesmas Talise saran dalam penelitian ini yaitu bagi institusi pelayanan Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mahasiswa keperawatan, Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk penelitian berikutnya. Bagi peneliti, Penelitian ini bisa dijadikan tambahan pengetahuan dalam memberikan pelayanan merawat hipertensi.
Abstract:Isolasi sosial adalah ketika individu tidak memiliki kemampuan dalam membentuk sebuah hubungan yang terbuka, dekat serta hangat dengan orang lain. Salah satu penatalaksanaan isolasi sosial adalah Terapi Aktivitas Kelompok…
k Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi dan sosialisasi pada pasien jiwa yang mengalami isolasi sosial di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental Design yang menggunakan rancangan One Group Pre Test and Post Test. Sampel penelitian ini berjumlah 15 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan pemilihan sampel menggunakan Sampel Jenuh. Pengambilan data menggunakan lembar observasi yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon pada variabel kemampuan interaksi diperoleh nilai p = 0,001 < p-0,05 pada variabel kemampuan sosialisasi diperoleh nila p = 0,000 < p-0,05 yang berarti ada pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi dan sosialisasi pada pasien jiwa yang mengalami isolasi sosial di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dan referensi dalam menerapkan intervensi keperawatan untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan sosialisasi pada pasien jiwa yang mengalami isolasi sosial.
Abstract:Dismenore merupakan masalah nyeri haid pada kalangan remaja putri yang masih memiliki prevelensi cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara pada 3 siswi di SMPN 3 palu barat tahun 2023 ada siswi yang mengalami…
i kram menstruasi dan hampir setiap hari datang ke uks unntuk istirahat karena menderita nyeri haid. Adapun dampak jika nyeri haid terjadi dan tidak di tangani, berupa gangguan aktivitas sehari-hari. Penyebab nyeri haid bermacam-macam, bisa karena stress atau keceasan yang berlebihan. Oleh karena itu masalah menstruasi (dismenore) pada remaja harus ditangani sedemikian rupa agar tidak terjadi masalah seperti di atas. Tujuan penelitian ini terananalisisnya pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMPN 3 palu barat. Jenis penelitian ini yaitu pre eksperimental design dengan one group-pre-post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 321 orang dan sampel oada penelitian ini berjumlah 18 orang dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil uji analisis univarat Nyeri haid sebelum diberikan senam dismenore sebagian besar remaja putri dengan haid nyeri berat berjumlah 6 orang (33,3%). Nyeri haid setelah diberikan senam dismenore sebagian besar putri haid dengan nyeri ringan berjumlah 10 orang (55,6%). Hasil Uji wilcoxon ditemukan P-value 0,001<0,05. Simpulan terdapat ada Pengaruh Senam Dismenore terhadap Penurunan Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMP Negeri 3 Palu Barat. Saran diharapkan remaja putri dapat melakukan dan mengatasi nyeri dengan melakukan senam dismenore pada saat nyeri haid.
Kata Kunci : Senam Dismenore, Nyeri Haid, Remaja.
Abstract:Mahasiswa semester akhir merupakan mahasiswa yang berada di tahap pembuatan skripsi atau tugas akhir dan harus mengerjakan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana, saat poses pembuatan skripsi…
ripsi terdapat banyak kendala yang dilalui mahasiwa yakni masalah internal maupun masalah eksternal yang muncul salah satunya adalah kecemasan dan stres yang menyebabkan pola makan tidak teratur. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dan stress terhadap pola makan mahasiswa keperawatan tingkat akhir di universitas widya Nusantara palu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Rating Scale For Anxiety), PSS-10 (Preceived Stress Scale) dan kuesioner Emotional Eating. Hasil penelitian yaitu tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0.009, sedangkan tingkat stres diperoleh nilai p=0.002 nilai p kurang dari nilai a=0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian yaitu adanya Hubungan Tingat Kecemasan Dan Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas Widya Nusantara. Saran bagi Universitas Widya Nusantara agar dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa akhir dalam mengatasi kecemasan dan stres.
Abstract:Gangguan kognitif merupakan salah satu dampak buruk bagi lansia. Fisioterapi berperan penting dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia yaitu dengan cara promotive, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Tujuan : Untuk…
ntuk mengetahui efektifitas senam otak (brain gym) terhadap peningkatan daya ingat lansia di Desa Sukanagara Cikupa. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design, yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok dengan diberi perlakuan dan posttest setelah dilakukan perlakuan. Sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 40 responden Hasil Penelitian : Nilai mean sebelum dilakukan intervensi senam otak adalah 12,77 dimana lebih kecil dari pada nilai mean sesudah intervensi senam otak yaitu 22,05 dan standar deviasi sebelum dilakukan intervensi senam otak adalah 3,548 dan sesudah dilakukan intervensi senam otak yaitu 2,561. Hasil uji statistik menunjukan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test bahwa dapat diketahui nilai Z -5,525, dengan nilai signifikansi P-Value dari data tersebut adalah 0,000 (P<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Kesimpulan : berdasarkan hasil analisis terdapat efektifitas antara tingkat daya ingat sebelum dan sesudah dilakukan intervensi senam otak.
Abstract:Indonesia memiliki berbagai macam ragam tradisi. Hal ini ditandai dengan setiap daerah mempunyai perbedaan dan keunikannya tersendiri. Misalnya pada Hari Raya Lebaran, setiap daerah berbeda dalam memeriahkannya. Salah satunya…
tunya di kota Pontianak, yang terdapat suatu tradisi yang saat masih ini dilakukan yakni tradisi berbalas kunjong/kunjung. Adapun perbedaan lebaran khususnya di Pontianak berbeda dengan daerah lainnya yakni lebarannya lebih lama waktunya dan bisa sampai sebulan lamanya. Penelitian ini lebih memfokuskan kepada berbalas kunjung pada keluarga. Sebelum Kota Pontianak menerapkan sistem PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di masa pandemi Covid, maka sebagian dari masyarakat masih melaksanakan kegiatan berbalas kunjung sebagaimana mestinya. Adapun hasil penelitian ini yaitu tradisi berbalas kunjung merupakan suatu tradisi (kebiasaan) dengan kunjung dan mengunjungi. Prosesi pada tradisi ini yaitu berkunjung kerumah, sungkeman, mendengarkan tausiah, menikmati hidangan, dan salam tempel. Terdapat nilai budaya dalam prosesi yaitu nilai kebersamaan dan keberagaman. Sedangkan Nilai Islam dalam prosesi yaitu Silaturahmi dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Kemudian, Nilai Pendidikan dalam prosesi yakni menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda. Pada Eksitensi budaya tradisi berbalas kunjung tetap dilaksanakan sampai kapan pun karena sudah menjadi rutinitas lebaran oleh Masyarakat Kota Pontianak.