Abstract:Pendahuluan : Senam Ergonomik adalah tehnik senam untuk mengembalikan atau membetulkan sistem syaraf dan aliran darah, memaksimalkan supply oksigen ke otak, membuka sistem kecerdasan, sistem keringat, sistem pemanasan tubuh,…
buh, sistem pembakaran asam urat, kolesterol, gula darah, asam laktat, sistem pembuatan elektrolit atau ozon dalam tubuh. sehingga dapat dijadikan pengobatan non farmakologis pada pasien dengan hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terjadi penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan One Group Pre Test and Post Test design, yaitu mengungkapkan hubungan sebelum dan sesudah dengan cara melibatkan kelompok intervensi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 21 orang. Cara pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling. Analisis data : Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil Penelitian, hasil sistol pre test – post test dengan menggunakan uji wilcoxon nilai signifikansinya adalah 0,023 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Sedangkan hasil diastol pretest-posttest adalah 0,025 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Kesimpulan : Bahwa senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah pada responden di Puskesmas Panunggangan Tahun 2015. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam ergonomik. Saran : Senam ergonomik dapat menjadi salah satu terapi suportif non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah. Dianjurkan bagi penelitian selanjutnya agar melakukan intervensi senam ergonomik dengan intensitas 4 kali dalam seminggu.
Abstract:Darah dan produk darah berperan penting dalam pelayanan kesehatan, sehingga harus dijamin dengan sistem manajemen mutu yang baik. Untuk memastikan bahwa produk darah sesuai dengan standar mutunya dengan melakukan Quality…
Control produk darah salah satunya produk Fresh Frozen Plasma. Produk FFP dinyatakan lulus QC jika memenuhi 5 parameter pemeriksaan yaitu, volume, faktor VIII, residual cells, kebocoran dan perubahan visual. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dengan metode random sampling sebanyak 1% dari total produk FFP di UDD PMI Kota Semarang Tahun 2022. Hasil kelulusan QC FFP tahun 2022 yang diperoleh dari 48 sampel yaitu 48 sampel (100%) untuk volume, 41 sampel (85%) untuk faktor VIII, 48 sampel (100%) untuk residual cells, 48 sampel (100%) untuk kebocoran dan 48 sampel (100%) untuk perubahan visual. Hasil QC FFP secara keseluruhan yang lulus selama satu tahun sebanyak 41 sampel (85%). Produk FFP di UDD PMI Kota Semarang pada tahun 2022 memiliki kualitas yang baik sesuai dengan standar 5 parameter pemeriksaan, yaitu volume, faktor VIII, residual cells, kebocoran kantong dan perubahan visual.
Abstract:Information technology-based learning has become important in the world of modern education. In this digital era, Google has become a service that almost everyone must have. However, in practice, there is a problem with…
the various conveniences that Google offers, which are open source and should be used as a solution in the transformation of conventional learning environments to digital learning. This research aims to develop Google Site-based digital learning media as a solution to the transformation of conventional learning to digital learning. The R&D method involves needs analysis, media development, UI/UX evaluation, and increasing learning
efficiency. The study population consisted of 30 lecturers and students from the Plantation Management Study Program, with 27 people as samples using the random sampling method and Krejcie and Morgan table calculations. The results of the study show the high need for digital media in the post-pandemic era, where online learning is dominant. The development and implementation of open-source Google site-based learning media increases learning efficiency compared to the direct presentation of material through online presentations. The accessibility and features provided by the Google site add value to the UI and UX evaluation for users.