Abstract:Kepala sekolah selaku pemimpin harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan global. Dalam merancang kurikulum berbasis kompetensi, kepala sekolah perlu mengidentifikasi kompetensi-kompetensi untuk mempertimbangkan…
angkan aspek global agar peserta didik mempunyai daya saing internasional. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu mengikat kerjasama bersama pihak terkait, tergolong guru, orang tua, industri serta komunitas setempat. Kolaborasi ini sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam masyarakat. Pendidikan di era digital menuntut adanya transformasi kurikulum agar bisa menjawab keperluan serta rintangan masyarakat yang kian kompleks. Kurikulum Berbasis Kompetensi menjadi landasan yang relevan untuk mempersiapkan peserta didik bersama kapabilitas yang diperlukan dalam dunia kerja serta kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah mempunyai peran strategis bersama menginisiasi dan memimpin proses transformasi ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran zakat dalam perekonomian, dengan fokus pada dampak sosial dan ekonomi dari penerapannya dalam masyarakat. Zakat, yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam, tidak…
hanya berfungsi sebagai ibadah tetapi juga sebagai alat redistribusi kekayaan yang efektif dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat. Penelitian ini mendalami berbagai aspek zakat, termasuk definisi dan konsep zakat, sejarah penerapannya, peran sosial, dan dampak ekonominya. Selain itu, penelitian ini juga membahas mekanisme distribusi zakat, studi kasus penerapan zakat di berbagai negara, serta peran kebijakan pemerintah dalam mendukung pengelolaan zakat. Dalam konteks modern, tantangan dan peluang pengelolaan zakat dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan zakat. Program zakat yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi umat menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kemandirian dan produktivitas masyarakat miskin. Peran lembaga amil zakat dalam mengelola dan mendistribusikan zakat sangat penting untuk memastikan bahwa zakat benar-benar mencapai mereka yang membutuhkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa zakat memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial, terutama dalam situasi krisis. Penggunaan teknologi dalam pengelolaan zakat dapat lebih meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi pembayaran zakat secara online.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen pendidikan dan pelatihan, dampak, faktor pendukung, dan hambatan dari Sekolah Pra Nikah di Masjid Nurul 'Ashri Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan…
kan metodologi kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan seleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa:(1) Manajemen pelatihan sekolah pra nikah berbasis digital dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan tujuan pelatihan serta menetapkan kurikulum. Perencanaan dilakukan melalui koordinasi awal tim pengelola dengan pembagian tugas untuk setiap divisi, menentukan materi dan narasumber, menjadwalkan pelaksanaan, serta menyiapkan promosi di media sosial. Pelaksanaan dimulai dengan promosi di media sosial dan pendaftaran peserta, diikuti oleh proses pembelajaran dengan metode ceramah dan media digital seperti Zoom dan YouTube. Evaluasi dilakukan dengan meminta peserta mengisi survei kepuasan dan menyelesaikan tugas berupa rangkuman materi dan kuis di Instagram.(2) Dampak dari manajemen pelatihan ini terlihat dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta di berbagai aspek seperti agama, kesehatan fisik dan mental, pengelolaan keuangan, dan teknik komunikasi yang efektif.(3) Faktor pendukung pelatihan sekolah pra nikah meliputi akses yang luas dan mudah, dukungan dari pengurus masjid, penggunaan teknologi modern, beragam materi, dan narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan akses internet, gangguan listrik, kurangnya waktu untuk interaksi tanya jawab, ketiadaan tes awal dan tes akhir dalam pelatihan, serta belum adanya evaluasi peserta setelah menikah.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pendidikan, termasuk di tingkat SMA, dengan penggunaan yang semakin meluas dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana teknologi…
gi digital mempengaruhi proses pembelajaran di SMA, dengan fokus pada implementasi dan dampaknya terhadap pencapaian akademis serta interaksi siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa SMA yang menerapkan teknologi digital secara intensif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi kelas, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital secara positif mempengaruhi proses pembelajaran di SMA. Guru dan siswa melaporkan peningkatan dalam keterlibatan siswa, pemahaman konsep yang lebih baik, dan pengembangan keterampilan digital. Namun demikian, tantangan terkait infrastruktur teknologi, kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru, dan potensi gangguan dalam pembelajaran juga teridentifikasi. Implikasi dari hasil ini adalah perlunya pendekatan yang terintegrasi dalam mengadopsi teknologi digital di sekolah, dengan fokus pada pengembangan kurikulum yang memadai, pelatihan untuk guru, dan peningkatan infrastruktur. Diskusi juga menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan interaksi sosial dan pembelajaran konvensional. Secara keseluruhan, teknologi digital memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA jika dikelola dengan baik. Diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait untuk memastikan integrasi yang efektif dan berkelanjutan dari teknologi digital dalam konteks pendidikan yang berubah dengan cepat ini.
Abstract:Pendidikan di sekolah dasar merupakan tahap kritis dalam membentuk pondasi akademik dan perkembangan sosial anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan…
katkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis studi kasus di beberapa sekolah dasar yang menerapkan strategi inovatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis strategi inovatif seperti flipped classroom, pembelajaran berbasis proyek, dan cooperative learning berhasil meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa, serta hasil belajar akademik mereka. Respons positif dari guru dan siswa terhadap metode-metode inovatif ini juga tercatat dalam penelitian ini. Diskusi mengenai temuan ini menunjukkan konsistensi dengan teori-teori pembelajaran seperti konstruktivisme dan teori pembelajaran aktif. Kesimpulannya, implementasi strategi pembelajaran inovatif memiliki implikasi yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar, dengan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik melalui pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan.
Abstract:Pematang Johar, sebuah desa yang berkembang pesat di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menghadapi tekanan lingkungan yang meningkat akibat alih fungsi lahan, berkurangnya ruang terbuka hijau,…
, dan genangan air yang berulang pada musim hujan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan revitalisasi infrastruktur hijau sebagai solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat lingkungan permukiman. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, koordinasi dengan aparat desa, sosialisasi partisipatif, demonstrasi praktis pembuatan lubang resapan biopori, sumur resapan, dan taman hujan, serta evaluasi melalui instrumen pretest-posttest. Kegiatan diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota karang taruna, dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata peserta secara signifikan, dari 40% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan, serta peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan teknik tersebut secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi infrastruktur hijau yang murah dan partisipatif dapat ditransfer secara efektif kepada masyarakat serta berkontribusi menurunkan risiko banjir sekaligus memulihkan fungsi ekologis di skala lingkungan permukiman.
Pematang Johar, a rapidly developing village in Labuhan Deli Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra, faces increasing environmental pressure from land-use conversion, reduced green open space, and recurrent waterlogging during the rainy season. This community service activity aimed to introduce green infrastructure revitalization as an innovative approach to strengthen local environmental resilience. The method consisted of preparation, coordination with village authorities, participatory outreach (sosialisasi), practical demonstration of biopore infiltration holes, recharge wells, and rain gardens, and evaluation through pretest-posttest instruments. The activity involved 42 participants consisting of village officials, youth organization members, and housewives. Results showed a substantial increase in participants' average understanding score, from 40% before the activity to 84% afterward, and participants expressed strong interest in applying the techniques independently. The activity concludes that low-cost, participatory green infrastructure interventions can be effectively transferred to communities and contribute to reducing flood risk while restoring ecological function at the neighborhood scale.
Abstract:Akselerasi teknologi informasi memicu adanya kesenjangan digital (digital divide) di tingkat pedesaan akibat rendahnya literasi teknologi pada masyarakat non-produktif dan aparatur desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat…
kat (PKM) ini bertujuan mengatasi kendala operasional perangkat digital, kerentanan siber, serta mengoptimalkan administrasi publik di Desa Perapat Janji, Sumatera Utara. Melalui pendekatan Community-Based Education, program diwujudkan lewat dua klaster utama: Digital Literacy Academy untuk warga umum serta E-Government Literacy Workshop bagi aparatur desa. Hasil evaluasi menunjukkan dampak kuantitatif yang signifikan. Skor rata-rata literasi digital masyarakat umum melonjak sebesar 85,4%, naik dari nilai pre-test 42,5 menjadi 78,8 pada post-test. Sementara itu, kompetensi psikomotorik aparatur desa meningkat dari 48,0 menjadi 87,5, dengan tingkat keberhasilan 100% dalam pengarsipan berbasis cloud. Program ini berhasil mempercepat transformasi desa menjadi lebih cakap digital serta meningkatkan efisiensi layanan sosial kedesaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
The acceleration of information technology has triggered a significant digital divide in rural areas due to low digital literacy among non-productive communities and village officials. This Community Service (PKM) program aimed to overcome operational digital device limitations, cyber vulnerabilities, and sub-optimal public administration services in Perapat Janji Village, North Sumatra. Utilizing a Community-Based Education approach, the project implemented two main initiatives: the Digital Literacy Academy for the general public and the E-Government Literacy Workshop for village officials. The evaluation showed significant quantitative impacts. The general public's average digital literacy score jumped by 85.4%, increasing from a pre-test score of 42.5 to 78.8 in the post-test. Meanwhile, the psychomotor competence of village officials rose from 48.0 to 87.5, achieving a 100% success rate in cloud-based digital archiving. This program successfully accelerated rural transformation toward digital proficiency and enhanced the efficiency of adaptive village social services.
Abstract:Studi ini meneliti tibaq sebagai figur retorika dalam disiplin ilmu badiʼ yang muncul secara konsisten di seluruh Al-Qur'an. Berbeda dengan studi umum tentang balaghah Arab, penelitian ini berfokus pada fungsi komunikatif…
if tibaq—bagaimana penjajaran dua kata yang berlawanan tidak hanya memperindah bahasa tetapi sekaligus memperkuat pesan teologis, etis, dan kosmologis Al-Qur'an. Dengan menggunakan metode kualitatif-tahlili dan tinjauan pustaka dari sumber-sumber balaghah klasik dan karya-karya tafsir, studi ini mengidentifikasi dua bentuk utama tibaq: tibaq ijab (antitesis afirmatif) dan tibaq salab (antitesis afirmatif-negatif). Analisis menunjukkan bahwa tibaq bukanlah sekadar ornamen linguistik tetapi strategi retorika yang bekerja secara sinergis dengan isi semantik setiap ayat. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya studi tentang keunikan linguistik Al-Qur'an (i’jaz lughawi), khususnya dari perspektif stilistik.
Abstract:Pemahaman terhadap Al-Qur'an memerlukan pendekatan yang komprehensif, terutama dalam aspek linguistik yang kompleks. Tiga konsep utama dalam Ushul al-Tafsir, Gharib, Mu’arrab, dan La Taraduf berperan penting …
ran penting dalam mengungkap kedalaman makna Al-Qur'an. Gharib merujuk pada kata-kata asing atau jarang digunakan yang memerlukan penafsiran khusus. Mu’arrab adalah kata-kata non-Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Arab dan digunakan dalam Al-Qur'an, menunjukkan interaksi budaya dan linguistik. Sementara itu, La Taraduf menekankan bahwa tidak ada sinonim sempurna dalam Al-Qur'an, setiap kata memiliki makna dan nuansa tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis ketiga konsep tersebut dengan merujuk pada literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, menganalisis bagaimana para ulama dan akademisi kontemporer memahami dan menerapkan konsep-konsep ini dalam tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Gharib, Mu’arrab, dan La Taraduf sangat penting dalam menafsirkan Al-Qur'an secara akurat dan kontekstual. Studi ini juga menyoroti perlunya integrasi antara pendekatan linguistik klasik dan modern dalam Ushul al-Tafsir.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interkoneksi antara struktur morfologis Ism Fā'il dengan kaidah al-'ibrah bi 'umum al-lafzh la bi khushush as-sabab dalam metodologi ushulut tafsir. Permasalahan utama yang dikaji…
kaji adalah bagaimana karakteristik linguistik Islam Fā'il mendukung universalitas pesan Al-Qur'an sehingga tidak terjebak dalam batasan historis asbab an-nuzul. Dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan studi pustaka (library study), penelitian ini membedah sifat tsubut (tetap) dan istimrar (kontinuitas) pada Ism Fa'il sebagai fondasi bahasa bagi keumuman lafaz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan Ism Fa'il dalam teks Al-Qur'an, seperti pada lafaz as-sariqu dalam Surah Al-Mā'idah ayat 38, secara inheren menciptakan kategori hukum yang inklusif dan dinamis. Dalam konteks keindonesiaan, pemikiran Quraish Shihab menunjukkan bahwa interkoneksi ini memungkinkan hukum Al-Qur'an tetap konsisten secara prinsip namun fleksibel dalam operasionalisasinya, menyesuaikan dengan realitas sosial-yuridis yang majemuk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur gramatikal Arab merupakan instrumen vital yang menjamin aktualitas pesan Ilahi sepanjang ruang dan waktu.