Abstract:Penelitian ini mengkaji konflik antaragama di Indonesia dengan fokus pada faktor penyebab, bentuk penyelesaian, serta upaya rekonsiliasi yang ditempuh. Konflik keagamaan tidak semata-mata muncul karena perbedaan keyakinan,…
n, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak kasus, agama justru dijadikan simbol atau alat legitimasi dari pertentangan yang sebenarnya berakar pada persoalan struktural lain. Penyelesaian konflik di masyarakat yang majemuk menuntut pendekatan yang adil, terbuka melalui dialog, serta berlandaskan nilai kemanusiaan. Lebih jauh, rekonsiliasi dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan antar kelompok sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa konflik, resolusi, dan rekonsiliasi merupakan tiga aspek yang saling berkaitan erat dan perlu dipahami secara menyeluruh agar tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat plural.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pelayanan Pendidikan Agama Kristen terhadap kesiapan dewasa muda dalam memasuki pernikahan Kristen. Subjek penelitian adalah dewasa muda yang terlibat dalam kegiatan pembinaan…
embinaan gerejawi seperti kelas pembinaan pranikah, kelompok pemuridan, dan pendampingan pastoral. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur dan analisis data yang berkaitan dengan proses pembinaan kerohanian dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan agama di gereja berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan spiritual, emosional, dan sosial dewasa muda. Pelayanan tersebut membantu mereka memahami tujuan pernikahan Kristen, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan sikap bertanggung jawab sebagai calon pasangan hidup. Kegiatan pembinaan juga memperkuat keyakinan dewasa muda terhadap nilai-nilai kekristenan sebagai dasar dalam membangun rumah tangga. Rekomendasi penelitian ini adalah agar gereja memperluas program pembinaan pranikah, menyediakan pendampingan berkelanjutan, serta menciptakan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan dewasa muda agar mereka semakin siap memasuki pernikahan yang matang dan berlandaskan iman.
Abstract:Artikel ini merupakan jabaran QS. al-Baqarah ayat 267, yang menandung makna pemanfaatan ekonomi untuk membangun empati, serta membangkitkan produktifitas diti. Hal ini dimaksudkan sebagai jawaban atas semakin melemahnya…
empati dalam masyarakat modern. Selama ini, kajian ayat tersebut lebih banyak didekati dari sisi hukum fikih, sementara integrasi antara empati, produktivitas, dan ekonomi jarang disentuh. Artikel ini menggunakan kerangka teori hermeneutika Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep lingkaran hermeneutika dan fusi horizon, guna menghadirkan pemaknaan yang relevan dengan realitas kekinian. Secara operasional, penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan menelaah tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur tentang empati, produktivitas, dan ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini menekankan pentingnya infak dari harta yang baik dan halal yang termaktub dalam teks kasabtum sebagai wujud empati sosial sekaligus cermin produktivitas ekonomi. Empati diposisikan sebagai fondasi sosial dalam berinfak, sementara produktivitas menjadi sumber utama yang memastikan nilai kebermanfaatan. Kesimpulannya, QS. al-Baqarah ayat 267 memberikan landasan normatif untuk membangun etika filantropi Islam yang transformatif: tidak hanya karitatif, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji implementasi empati dan produktivitas dalam praktik infak produktif berbasis komunitas.
Abstract:Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an memiliki posisi sentral dalam membentuk landasan hukum, akidah, dan akhlak umat Islam. Perkembangan hadis pada masa awal Islam, khususnya di era sahabat dan Khulafā’…
lafā’ al-Rāsyidīn, menunjukkan dinamika yang kompleks. Pada masa sahabat, hadis disampaikan melalui hafalan dan periwayatan lisan dengan intensitas yang berbeda, dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa Sallam, lamanya kebersamaan, waktu masuk Islam, serta kemampuan untuk bertanya dan mengakses majelis ilmu. Sementara itu, pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn, muncul perhatian lebih besar terhadap seleksi riwayat, verifikasi sanad, serta pengawasan terhadap periwayatan sebagai langkah menjaga kemurnian hadis dari distorsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis historis terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menegaskan bahwa periode sahabat dan Khulafā’ al-Rāsyidīn merupakan fase fundamental dalam menjaga otentisitas hadis serta meletakkan fondasi bagi proses kodifikasi pada generasi berikutnya.
Abstract:Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial…
osial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.
Abstract:Paper ini membahas penglihatan Yohanes dalam Wahyu 15:1–8 yang menggambarkan keadilan Allah dan kemenangan orang-orang kudus dalam konteks penghakiman akhir zaman. Melalui analisis ekspositori, dipaparkan bagaimana tujuh…
uh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir sebagai perwujudan final dari murka Allah atas dosa dunia, khususnya terhadap mereka yang mengikuti binatang, patung, dan bilangan namanya. Di sisi lain, orang-orang kudus yang setia digambarkan menang dan memuliakan Allah dengan nyanyian kemenangan di tepi lautan kaca bercampur api—simbol kemuliaan dan murka Allah. Paper ini menekankan bahwa kemenangan orang percaya bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan sebagai buah dari keadilan Allah yang menegakkan kebenaran. Dalam penglihatan Yohanes, kemuliaan Allah dipertegas melalui simbol asap di bait suci yang menunjukkan kesucian dan ketidakterjangkauan rencana ilahi sampai penghakiman itu selesai. Dengan demikian, tulisan ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah akan berujung pada kemenangan kekal, sementara penolakan terhadap Allah membawa pada murka dan kebinasaan. Penelitian ini relevan bagi kehidupan iman Kristen masa kini sebagai panggilan untuk tetap setia di tengah penderitaan dan penindasan.
Abstract:David Livingstone dikenal bukan hanya sebagai penjelajah, tetapi juga sebagai misionaris yang dengan sepenuh hati menyerahkan hidupnya bagi pekabaran Injil di Afrika. Paper ini mengulas perjalanan hidup dan strategi penginjilan…
injilan Livingstone yang menginspirasi, mulai dari latar belakang keluarganya yang sederhana hingga komitmennya memberitakan Injil kepada suku-suku terabaikan. Strateginya yang khas, yakni the Gentle Approach, menunjukkan bahwa penginjilan yang efektif lahir dari keteladanan hidup, cinta kasih, dan pendekatan budaya yang mendalam. Kesetiaannya yang luar biasa hingga akhir hayat, menjadi teladan bagi para pelayan Tuhan masa kini tentang arti sejati dari pelayanan yang berpusat pada Kristus. Livingstone bukan hanya mengabarkan Injil, tetapi menghidupi Injil dalam seluruh aspek kehidupannya.
Abstract:Tulisan ini mengkaji prinsip kepemimpinan rohani yang ideal menurut 1 Petrus 5:1–4, dengan menyoroti karakteristik gembala yang sejati. Petrus, sebagai sesama penatua dan saksi penderitaan Kristus, memberikan nasihat kepada…
epada para pemimpin jemaat agar menggembalakan kawanan Allah dengan sukarela, bukan karena paksaan atau demi keuntungan pribadi, melainkan dengan pengabdian tulus, menjadi teladan, dan tidak memerintah dengan otoritas yang menindas. Penekanan utamanya adalah bahwa pelayanan yang lahir dari kasih dan integritas akan memperoleh mahkota kemuliaan dari Gembala Agung. Tulisan ini relevan untuk konteks gereja masa kini, sebagai cermin untuk menilai dan membentuk kepemimpinan yang berpusat pada Kristus.
Abstract:Keuangan publik dan sosial Islam merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme distribusi kekayaan yang adil. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan zakat…
dan wakaf di beberapa negara, yaitu Arab Saudi, Inggris, Mesir, Turki, Kuwait, dan Australia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan sosial Islam sangat dipengaruhi oleh sistem kelembagaan, regulasi, serta integrasi dengan kebijakan negara. Negara dengan sistem terpusat cenderung lebih efektif dalam distribusi, sementara negara minoritas Muslim menunjukkan inovasi dalam pengelolaan berbasis komunitas. Studi ini menegaskan bahwa optimalisasi zakat dan wakaf dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran gaya kepemimpinan kewirausahaan (entrepreneurial leadership) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) dalam menumbuhkan ekosistem industri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas…
las IIA Karawang. Sebagai salah satu wilayah pusat industri terbesar di Indonesia, Lapas Karawang memiliki tantangan sekaligus peluang besar untuk menyelaraskan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan kebutuhan pasar eksternal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini menganalisis bagaimana orientasi kewirausahaan pemimpin yang mencakup inovasi, keberanian mengambil risiko proaktif, dan kemampuan membangun jejaring kemitraan dapat mengoptimalkan fungsi bengkel kerja (bengker) menjadi unit produksi yang produktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kewirausahaan Kalapas berhasil mentransformasi paradigma pembinaan konvensional menjadi ekosistem industri yang mandiri, yang dibuktikan dengan kontribusi nyata terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta pemberian premi (upah) kerja yang konsisten bagi WBP sebagai modal reintegrasi sosial.