Search Articles & Publications

Showing 334 articles found for "Bank"

Unsur Placement Dalam Pola Pencucian Uang Yang Melibatkan Anggota Keluarga

Marini Fransiska Silalahi
Abstract: Kejahatan pencucian uang menghasilkan harta benda dengan jumlah besar yang asal usulnya disembunyikan ataupun disamarkan dengan banyak cara. Terjadinya modernisasi perbankan menyebabkan sistem perbankan dana hasil kejahatan… tan narkotika bergerak melewati batas yurisdiksi hukum suatu negara, yang memanfaatkan faktor rahasia bank yang sangat dijunjung tinggi oleh penyedia jasa perbankan. Para pelaku biasanya menyembunyikan hasil kejahatannya ke dalam sistem keuangan atau bentuk upaya. Tindakan menyembunyikan dana yang diperoleh dari tindak pidana narkotika bertujuan untuk mengaburkan asal usul harta kekayaan. Unsur penempatan (placement), adalah unsur  menempatkan uang hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan. Salah satunya pelaku kejahatan banyak menempatkan aliran transaksi keuangan yang berasal dari hasil bisnis narkotika ke dalam rekening milik salah satu anggota keluarganya, tindakan ini membuat suatu keadaan hukum yang mau tidak mau menjadikan anggota keluarga tersebut menjadi pelaku pasif dalam kejahatan pencucian uang, sehingga peran aktif seluruh anggota keluarga sangat penting dalam mengedukasi agar dapat mencegah terjadinya pola penempatan (placement) dimaksud.

Analisis Kebijakan Piutang Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Di Bank Perkreditan Rakyat Sarantau Sasurambi Tahun 2022

Jeki Kurnia, Zulsantoni, Vera Septaria
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan piutang terhadap kinerja keuangan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sarantau Sasurambi pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data… sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan BPR Sarantau Sasurambi tahun 2022. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebijakan piutang. Variabel dependen adalah kinerja keuangan perusahaan, yang diukur melalui rasio-rasio keuangan yaitu Return on Assets (ROA). Pengolahan  data dilakukan dengan metode regresi linear sederhana untuk melihat pengaruh kebijakan piutang terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen piutang sangat diperlukan, mengingat KAP yang tinggi tetapi ROA tetap negatif. Hasil ini menunjukan bahwa kebijakan piutang saat ini memengaruhi profitabilitas. ROA yang negatif menunjukkan bahwa aset perusahaan belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan laba. Perusahaan menunjukkan kinerja efektif dengan peningkatan KAP (9,67%), stabilitas PPAP (100%), perbaikan BOPO (107,91%), dan peningkatan cash ratio (18,83%) yang semuanya masuk kategori efektif. Meskipun ROA negatif (-0,77%) dan tidak efektif, LDR turun signifikan (72,15%) dalam kategori efektif, mencerminkan pengelolaan likuiditas yang efektif dan biaya operasional yang efektif.

Eksplorasi Studi Bagaimana Krisis Keuangan Global 2008/2009 Membawa Implikasi Pada Mandat, Kebijakan Terhadap Kelembagaan Bank Sentral

Is'adil Mustafid, Achmad Ramdhan Dzil Qarnain, Rini Puji Astutik
Abstract: Krisis keuangan global 2008/2009 telah memberikan dampak signifikan terhadap mandat dan kebijakan bank sentral di seluruh dunia. Sebelum krisis, bank sentral cenderung memfokuskan tujuannya pada stabilitas harga guna mendukung… dukung pertumbuhan ekonomi. Namun, setelah terjadinya krisis, terjadi evaluasi mendalam terhadap mandat bank sentral dengan mempertimbangkan stabilitas keuangan sebagai pendukung dari stabilitas moneter. Alat kebijakan makroprudensial menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.Evaluasi ini terutama dipicu oleh fakta bahwa krisis keuangan global mengungkapkan risiko keterkaitan antara sistem keuangan dan makroekonomi, yang dikenal sebagai keterkaitan makrofinansial. Bank sentral yang tidak dilengkapi dengan tugas pengawasan bank dan lembaga keuangan mikroprudensial menjadi tidak mampu memitigasi risiko makrofinansial yang muncul. Sehingga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bank sentral tidak hanya dapat mengandalkan kebijakan moneter untuk mencapai stabilitas harga dan nilai tukar. Mereka juga perlu mengedepankan stabilitas dalam sistem keuangan melalui pengaturan dan pengawasan makroprudensial yang mempertimbangkan risiko sistemik, dengan tujuan mendukung kestabilan ekonomi yang terorganisir dengan baik

Kebijakan Operasional Moneter Dan Analisis Makro Ekonomi

Rendy Andika Putra, Gading Ababil, Alisah Marselia Saputri, Rini Puji Astuti
Abstract: Kebijakan moneter merupakan instrumen penting yang digunakan oleh bank sentral untuk mencapai tujuan stabilitas makroekonomi, terutama stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas kebijakan… bijakan moneter dalam mencapai tujuannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi makro saat ini, ekspektasi pasar, dan efektivitas transmisi kebijakan. Analisis makroekonomi berperan penting dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan moneter. Berbagai indikator makroekonomi, seperti pertumbuhan PDB, tingkat inflasi, pengangguran, dan neraca perdagangan, dianalisis untuk memahami kondisi ekonomi saat ini dan memprediksi tren di masa depan. Analisis ini membantu bank sentral dalam menentukan jenis dan intensitas kebijakan moneter yang tepat untuk mencapai tujuannya.

Efektivitas Kebijakan Moneter Bank Indonesia Dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi

Septi Diah Ayu Ningtiyas, Sofiatul Maghfiroh, Hindi Mohammad Hasan, Rini Puji Astuti
Abstract: Stabilitas ekonomi merupakan landasan yang penting bagi suatu negara dalam mengelola kebijakan moneter untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bank Indonesia yang memiliki peran sangat krusial untuk menjaga… a stabilitas ekonomi terutama di negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis dokumen terkait implementasi kebijakan moneter di Indonesia. Terdapat analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kebijakan moneter, tantangan yang dihadapi, serta praktik terbaik dalam merancang dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai stabilitas ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Indonesia telah menerapkan berbagai instrumen kebijakan moneter dengan efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Manajemen Bank Sentral Dan Applikasinya Di Indonesia

Silvi Salavi Sauqina, Siti Ainun Zahriya, Yulia Nur Afifah
Abstract: Manajemen bank sentral merupakan proses pengelolaan dan pengaturan kebijakan moneter oleh bank sentral suatu negara. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai stabilitas harga, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta mendukung… kung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bank sentral memiliki tujuan dan tanggung jawab untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai dari mata uang yang di edarkan dan untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut , maka bank sentral perlu memiliki tata kelola yang baik seperti independensi, akuntabilitas, dan transparansi bank sentral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi perpustakaan dan literatur. Studi Literatur ini diperoleh dari 10 artikel yang dilakukan proses indifikasi dan terdapat 5 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Peranan Bank Sentral dalam Negara Bank Indonesia sangat penting bagi Negara Indonesia yang merupakanpusat perekonomian negara salah satunya yakni tatakelola bank sentral yang baik dan mempunyaikredibilitas tinggi terdiri dari indenpendensi yang mengacu pada kemampuan bank sentral dalampengendalian moneter, Transparansi yang mengacu padaKinerja bank sentral guna mendapat kepercayaan publikdan akuntanbilitas yang mengacu pada pengawasan yang ketat dari Bank Indonesia sebagai bank sentral Indonesia.

Restrukturisasi Perbankan Dan Sistem Serta Kebijakan Perbankan Di Indonesia

Adinda Iklilatul Aura Salsabila, Ansori Makruf, As’adur Rofiq Alfaritsi, Rini Puji Astuti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis restrukturisasi perbankan, serta sistem dan kebijakan perbankan di Indonesia, dan dampaknya terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Restrukturisasi perbankan merupakan proses… ses penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas aset, dan permodalan bank. Di Indonesia, sistem perbankan terdiri dari berbagai jenis bank yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Kebijakan perbankan mencakup kebijakan moneter dan regulasi perbankan yang dirancang untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendorong inklusi keuangan. Hasilnya menunjukkan bahwa restrukturisasi perbankan yang efektif, didukung oleh kebijakan yang tepat, dapat meningkatkan stabilitas sistem keuangan dan memacu pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan studi pustaka yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan judul.

Indenpendensi Ruang Lingkup Kebijakan Kebanksentralan

Cahya Irani, Rini Puji Astutik, Ervina Dwi Zahrotul A.
Abstract: Kebijakan kebanksentralan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan suatu negara. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pengelolaan moneter, pengaturan sistem pembayaran, dan… an pengawasan sistem keuangan, bank sentral memiliki berbagai alat dan kebijakan yang digunakan untuk mencapai tujuannya. Independensi bank sentral merupakan salah satu elemen kunci dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan keuangan. Bank sentral yang independen dapat menjalankan kebijakan moneter dan kebijakan lainnya tanpa campur tangan dari pihak eksternal, termasuk pemerintah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keputusan-keputusan yang diambil didasarkan pada analisis ekonomi yang objektif dan bukan atas dasar kepentingan politik jangka pendek. dalam konteks Indonesia, Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran strategis dalam mengatur dan mengawasi sistem keuangan. Kemandirian Bank Indonesia diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia, yang menekankan pentingnya independensi institusional, independensi sasaran akhir, dan independensi instrumen. Independensi ini memungkinkan Bank Indonesia untuk merespons berbagai tantangan ekonomi dengan fleksibilitas dan ketegasan yang diperlukan. Metode penelitian menggunakan library researchyaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajariteori-teori dari berbagai literature atau referensi. bahwa independensi bank sentral tidak berarti terlepas sepenuhnya dari akuntabilitas. Bank sentral tetap bertanggung jawab untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan keputusan-keputusan mereka kepada masyarakat dan otoritas yang relevan. Transparansi dalam proses pengambilan keputusan dan pelaporan kinerja merupakan elemen penting dalam mempertahankan independensi bank sentral

Strategi Bank Sentral Dalam Pengelolaan Neraca Pembayaran Internasional Modern

Helmi Rozin
Abstract: Bank sentral memegang peran sentral dalam mengelola neraca pembayaran internasional suatu negara. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang, mengatur likuiditas pasar valuta asing, dan mengembangkan… mbangkan kebijakan moneter yang sesuai. Artikel ini menjelaskan strategi bank sentral dalam mengelola neraca pembayaran internasional modern melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dari sumber internet dengan teknik pengumpulan data melalui simak dan catat. Hasilnya menunjukkan bahwa bank sentral menggunakan intervensi mata uang, kebijakan moneter, dan fiskal untuk mengendalikan nilai tukar, arus modal, dan inflasi. Cadangan devisa dikelola untuk menjaga stabilitas ekonomi, sementara pemantauan arus modal dan kemitraan internasional membantu mengantisipasi risiko global. Tantangan utama termasuk volatilitas eksternal dan defisit neraca pembayaran yang memerlukan strategi mitigasi risiko yang efektif. Implikasi temuan ini adalah perlunya strategi koordinasi antar bank sentral dan kebijakan fleksibel untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan nasional dalam era globalisasi.

Peran Bank Sentral Dalam Kebijakan Moneter Islam

Badrut Tamam, Mohammad Arif Hidayatullah, Rini Puji Astutik
Abstract: Dalam prinsip ekomi islam itu juga terdapat bahwa kestabilan alat pembayaran untuk mencegah terjadinya inefisiensi akibat fluktuasi harga produk dan institusi keuangan yang bertugas mengatur dan menentukan kebijakan moneter,… ter, yang biasanya disebut sebagai Bank Sentral. Tujuan dari kebijakan Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter antara lain adalah untuk mengeluarkan uang, mengontrol peredaran uang agar sesuai dengan kondisi perekonomian sektor riil guna mencapai keseimbangan. Setiap pemerintahan memiliki kebijakan moneter yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan ekonomi masing-masing. Salah satu kebijakan moneter yang diterapkan pada zaman Nabi adalah penggunaan standar emas dan perak karena stabilitas nilai tukarnya. Namun, hal ini tidak relevan dalam kebijakan moneter negara mayoritas Muslim pada era modern, termasuk Indonesia, karena keterbatasan bahan baku emas dan perak. Sebagai gantinya, diterbitkan uang fidusia yang bahan bakunya bukan dari emas atau perak, dan stabilitas nilainya dijaga dengan penerapan suku bunga, yang sebaliknya dilarang dalam Islam. Salah satu alasan larangan sistem bunga ini adalah karena suku bunga yang tinggi dapat memengaruhi permintaan uang, yang seringkali tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi atau kegiatan produktif, tetapi lebih untuk kegiatan spekulatif.