Abstract:Pendahuluan: Penyakit typhoid adalah penyakit infeksi yang disebebkan oleh bakteri salmonella typhi, penyakit ini berhubungan erat dengan perilaku hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan. Demam typhoid merupakan penyakit…
kit yang terbesar hampir di seluruh dunia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit typhoid. Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah Total Random Sampling. Jumlah sampel: Sampel berjumlah 115 responden. Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid dengan p-value sebesar 0,013 < 0,05 artinya terdapat hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid Kesimpulan: Personal hygiene yang baik dapat mempengaruhi angka kejadian penyakit typhoid Saran: Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah siswa/siswi/masyarakat diharapkan meningkatkan praktek cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan unruk mrncegah penyakit typhoid.
Abstract:Dalam era yang dipenuhi dengan tekanan sosial, kesejahteraan mental remaja menjadi semakin penting untuk dipahami dan ditangani dengan serius. Dukungan sosial yang diterima oleh remaja dianggap sebagai faktor kunci dalam…
memengaruhi tingkat depresi yang mereka alami. Kurangnya dukungan sosial dapat membuat remaja merasa terisolasi dan rentan terhadap depresi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada remaja di SMP Islamic Centre Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 188 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner Student Social Support Scale (SSSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk mengukur tingkat depresi remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 101 remaja (53,7%) memiliki dukungan sosial berkategori sedang, 76 remaja (40,4%) memiliki dukungan sosial tinggi, dan terdapat 11 remaja (5,9%) yang memiliki dukungan sosial rendah. Sedangkan untuk tingkat depresi, menunjukkan bahwa sebanyak 109 remaja (58%) tidak mengalami depresi, 32 remaja (17,0%) mengalami depresi ringan, 29 remaja (15,4%) mengalami depresi sedang, dan 18 remaja (9,6%) mengalami depresi berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat depresi pada remaja di SMP Islamic Centre Kota Tangerang dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).
Abstract:Latar Belakang : Diare merupakan gejala yang disebabkan oleh gangguan pencernaan, penyerapan, dan sekresi diare terjadi akibat gangguan transportasi air dan elektrolit di usus. Sekitar 500 juta anak di seluruh dunia menderita…
nderita diare setiap tahunnya, dan 20% di antaranya meninggal karena diare dan dehidrasi Tujuan : Untuk Mengatahui Hubungan Perilaku Cuci Tangan Menggunakan Sabun Dengan Terjadinya Diare Pada Anak Kelas 5 Di SDN. Nagrog Kab.Tangerang Tahun 2024. Desain Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif correlation yang menggunakan pendekatan Cross Sectional Teknik Sampel : Menggunakan total sampling. Jumlah Sampel : 120 responden Analisa data : Uji Normalitas, Analisa Univariat , Analisa Bivariat ( Uji chi- square) Hasil : analisis dengan menggunakan uji chi-square terdapat hasil P-Value 0.001 Kesimpulan : Bahwa ada hasil Hubungan antara perilaku cuci tangan menggunakan sabun dengan terjadinya diare pada anak kelas 5 di SD Nagrog Kab. Tangerang tahun 2024 Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Saran : Untuk pihak sekolah perlu digerakan promosi kesehatan melalui pembentukan anggota usaha kesehatan (UKS), yang mana nantinya sebagai agen untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa khususnya mengurangi diare.
Abstract:Latar Belakang: Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar pada (2018) (Riskesdas) yang dilakukan terhadap konsumsi makanan pada 35.000 anak usia sekolah dasar, ditemukan bahwa sebanyak 26% anak Indonesia hanya minum air putih,…
ih, teh, susu saat sarapan, dan sebesar 44,6% anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% angka kebutuhan gizi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar di SD Negeri 04 Tigaraksa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan metode random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 96 orang. Hasil penelitian: hasil penelitian ini menunjukan mayoritas responden memiliki sarapan pagi kurang sebanyak 52 responden (54,2%) sedangkan mayoritas responden yang memiliki sarapan baik sebanyak 44 responden (45,8%). Dari hasil chi-square bahwa p-value 0,000<0,005 maka diperoleh hasil yang signifikan yaitu 0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar di SD Negeri 04 Tigaraksa.
Abstract:Latar Belakang: Stres merupakan suatu kondisi tertekan yang disebabkan adanya ketidak sesuaian antara tuntutan yang diterima oleh individu dengan kemampuan untuk mengatasinya. Dukungan sosial teman sebaya memiliki dampak…
positif bagi remaja, berupa kenyamanan secara fisik dan psikologis sehingga individu merasa dicintai,diperhatikan, dan dihargai sebagai bagian dari kelompok social. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Belajar Pada Remaja di SMK AZ-AZHRA Kabupaten Tangerang. Metode penelitian: penelitian yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan uji chi-square dengan teknik random sampling sebanyak 146 responden dari SMK Az-Zahra. Hasil: Hasil nilai distribusi frekuensi karakteristik usia 17 tahun sebesar 38.4 %. Dan hasil analisa hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA terdapat nilai p-value sebesar 0.00 <0.05. kesimpulan: Hubungan dukungan teman sebaya mempunyai pengaruh terhadap tingkat stress di SMK AZ-AZHRA Kab.Tangerang. Saran: sebagai referensi untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres belajar pada remaja di SMK AZ-AZHRRA Kabupaten Tangerang.
Abstract:Pendahuluan: HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh yang rusak atau lemah akan rentan terserang berbagai penyakit. Kumpulan…
berbagai penyakit yang menyerang tubuh disebut AIDS. Jumlah kasus penyakit HIV/AIDS terus bertambah khususnya pada anak-anak, remaja hingga dewasa adalah permasalahan yang serius. Keingintahuan yang besar dikombinasikan dengan kondisi fisik dan mental yang belum matang sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada fase peralihan remaja terutama faktor risiko infeksi HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 124 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 53 orang (42,7%) dalam kategori pengetahuan cukup dan menunjukkan sikap pencegahan HIV/AIDS sebanyak 76 orang (61,3%) dalam kategori sikap pencegahan positif. Hasil uji Chi-Square hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS didapatkan nilai P Value sebesar <0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang.
Abstract:Latar Belakang: Masa remaja adalah sebuah periode pencarian identitas diri, sehingga remaja sangat mudah berpengaruh oleh lingkungan. Pada remaja putri terjadi perubahan fisik yaitu perubahan organ-organ reproduksi yang…
ditandai dengan datangnya menstruasi. Pada umumnya remaja mengalami menstruasi diusia 12-13 tahun. Hal ini merupakan proses fisiologis yang dialami oleh setiap wanita remaja dengan rentang usia 12-13. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada remaja di sekolah penelitian ini dilakukan di SMPN 17 Kota Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan penelitian cross- sectional Desain Penelitian: menggunakan penelitian jenis kuantitatif dengan metode cross- sectional, serta analisis uji chi-square. Teknik Sampel : Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 159 responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisa bivariate dengan menggunakan uji chi-square bahwa p-value,0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada remaja di SMPN 17 Kota Tangerang.
Abstract:Pendahuluan: Tekanan darah tinggi (Hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah didalam arteri dimana tekanan darah sistol dengan 140 mmHg atau tekanan diastole lebih atau sama 90 mmHg. Hipertensi disebut sebagai the…
he silent killeer karena tidak menunjukan gejala. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada Hubungan perilaku life style Dengan kejadian Hipertensi pada pra lansia. Desain Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunkan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel : Teknik sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik proposive sampling. Jumlah Sampel : Sampel berjumlah 89 responden. Analisis data : Menggunakan uji normalitas,analisis univariat,bivariat dan menggunkan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian yang dilaksanakan di desa tegal kunir kidul bahwa ada hubungan antara perilaku life style dengan kejadian hipertensi memiliki p-value sebesar (0,000). Kesimpulan dan Saran : sebagian responden mengalami perilaku life style dan mengalami hipertensi. Para pra lansia di sarankan untuk bisa menjaga life style dengan baik dengan melakukan aktivitas fisik berolahraga,hindari makan-makanan asin,menjaga pola tidur,dan merokok agar bisa mencegah terjadinya hipertensi dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan menjadikan sumber informasi dasar bagi peneliti selanjutnya.
Abstract:Pendahuluan: Populasi bumi semakin menua. Proporsi populasi umur 65 tahun ke atas melonjak lebih cepat dibandingkan penduduk di bawah usia tersebut. Lansia yang memiliki masalah kesehatan namun memutuskan untuk tidak melakukan…
akukan rawat jalan, mereka merasa tidak perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk. Metode: Penelitian menggunakan kuatitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 104 responden. Teknik Sampel: Menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu data demografi, kuesioner dukungan keluarga dan keaktifan lansia. Hasil penelitian: Didapatkan mayoritas umur responden mayoritas antara 60-69 tahun sebanyak 67 responden (64,4%), jenis kelamin perempuan sebanyak 67 responden (64,4%), responden tidak bekerja sebanyak 46 responden (44,2%), sebanyak 44 (42,3%) mendapatkan dukungan keluara cukup, dan sebanyak 55 (52,9%) responden aktif mengikuti posyandu lansia. Hasil analisis menggunakan spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Karakteristik Responden dan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah RW 08 Kelurahan Periuk.
Abstract:Pendahuluan: Tingginya angka karies saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor perilaku masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan…
huan akan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meningkatkan insidensi penyakit gigi dan mulut. Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif korelasi. Metode pendekatan cross-sectional variabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Hasil: Hasil analisis hubungan kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berdasarkan Spearmen Rank didapatkan hasil sig. (2-tailed) adalah 0,001 <0,05 dan antara kedua variabel adalah 0,298. Kesimpulan: Menunjukkan keeratan hubungan antara kebiasaan menyikat gigi pada anak laki-laki dan perempuan usia 7-9 tahun dengan kejadian karies gigi di SDN Keroncong Mas Permai berkorelasi cukup kuat dan bersifat positif.