Abstract:Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal yang dikembangkan BKKBN untuk memberdayakan lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk lansia…
sia di Indonesia. Selama ini, keberhasilan program tersebut lebih banyak diukur dari tingkat kehadiran peserta, sementara aspek bagaimana lansia benar-benar memahami dan menerima materi yang diajarkan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman dan sikap penerimaan lansia terhadap materi pembelajaran yang diberikan pada Program Sekolah Lansia “Gema Lantang” di Kelurahan Sindang Sari Kota Samarinda. Desain penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan enam informan (empat informan utama, satu informan kunci, satu informan pendukung) yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dan sikap lansia baik terhadap materi yang diberikan selama program berlangsung, tercermin dari rasa senang, antusiasme, dan kebanggaan mengikuti program, kendati sebagian informan sempat terkendala pendengaran yang kemudian diatasi secara mandiri melalui interaksi dengan sesama peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya metode penyampaian yang adaptif agar materi Sekolah Lansia dapat diterima secara optimal oleh peserta lanjut usia.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, termasuk pada sektor olahan pangan seperti kulit lumpia. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, terdapat…
dapat pelaku UMKM yang mengelola produksi kulit lumpia secara tradisional namun tetap mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi pemasaran yang digunakan, menilai efektivitasnya terhadap peningkatan penjualan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, anggota keluarga yang terlibat, pegawai, pelanggan, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan mencakup pemeliharaan kualitas produk, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi usaha yang strategis, pemanfaatan media sosial, pengembangan jaringan reseller, keterbukaan proses produksi kepada konsumen, dan penyediaan variasi ukuran produk. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan volume penjualan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, serta membangun loyalitas pelanggan. Faktor keberhasilan meliputi kualitas produk yang terjaga, hubungan sosial yang harmonis, harga yang bersaing, dukungan keluarga, promosi dari mulut ke mulut, dan penggunaan media sosial. Sementara itu, kendala yang muncul antara lain keterbatasan tenaga kerja, cuaca yang menghambat proses pengeringan, kemasan yang belum optimal, dan promosi digital yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang sederhana namun konsisten dapat menjaga keberlangsungan UMKM di daerah pedesaan. Selain itu, ditemukan kontribusi signifikan dari peran perempuan dalam usaha keluarga, yang berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial di lingkungan masyarakat.
Abstract:Sustainable Development Goals (SDGs) is the government's effort to reduce poverty and improve community welfare. One way to achieve this goal is through the development of Village-Owned Enterprises (BUMDes). BUMDes is a…
tool to improve the economy and welfare of village communities. The aim of this research is to determine the role of Village-Owned Enterprises in supporting the achievement of the objectives of the Sustainable Development Goals program in Sindangsari Village, Cikoneng District, Ciamis Regency. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data was obtained in this research through observation, documentation and interviews with 11 informants, namely the village head, village secretary, BPD chairman, BUMDes director, BUMDes secretary, BUMDes supervisor, and 5 community leaders. The results of the research show that two of the five role indicators according to Siagian have not worked optimally, including the role as a pioneer and as an implementer himself. So it can be concluded that the role of BUMDes Bhinekasari Mandiri in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) has not gone well.
Keywords: Sustainable Development Goals; BUMDes; Role
Abstract:This research is motivated by the role of the Village Government in developing the Pasir Span Tourism Object in Sukamanah Village, Sindangkasih District, which is not yet optimal. The aim of this research is to determine…
the role of the village government in developing the Pasir Bentang tourist attraction in Sukamanah Village. The method used in this research is descriptive analysis. There were 7 informants. Data collection techniques are literature study, field study (observation and interviews) and documentation. The author uses qualitative data analysis techniques by processing data from interviews and observations to draw conclusions so that they can answer the problems in the research. Based on the research results, it is known that: The village government has not optimally carried out its role in developing the Pasir Bentang tourist attraction considering that there are several indicators of the dimensions of the role that have not been optimal, causing the development of the Pasir Bentang tourist attraction to be less than expected. This includes, among other things, a lack of response from the community in activities. deliberations on planning the development of tourist attractions and the lack of an active role in managing tourist attractions. Budget limitations mean that it has not been optimal in structuring the Pasir Bentang tourist attraction. Apart from that, the collaboration between Pokdarwis and LMDH has not been able to increase the development of the tourist attraction due to the lack of clear authority in managing the tourist attraction. As well as the lack of encouraging community participation in realizing sustainability and cleanliness at the Pasir Bentang tourist attraction and not being supported by the availability of human resources who have an understanding of the concept of tourism management so that tourism promotion activities have not been carried out routinely.
Abstract:This research is motivated by the low moral education of students. The moral formation of students depends on the people who shape them and their environmental situations. Madrasah is one of the Islamic educational institutions…
tutions that can determine and shape students' personalities. In general, the aim of this research is to determine the reality of moral formation, the influence of parents' motivation for choosing Madrasah Ibtidaiyah on the moral formation of Class I MI MQ An-Nuur Sindangsari Kasomalang students, as well as the relationship between parents' motivation for choosing Madrasah Ibtidaiyah and the moral formation of Class I MI MQ An students. -Nuur Sindangsari Kasomalang. The method used in this research is a survey research method. Based on the results of data processing, it was found that the reality value reached 4.11 in the effective category. From the t test calculation, the sig value is obtained. 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is an influence between parental motivation and the moral formation of Class I MI MQ An-Nuur Sindangsari Kasomalang students. From the results of correlation calculations, the value of sig.0.043 <0.05 is obtained, so it is concluded that there is a relationship between parental motivation and moral formation.
Abstract:Pendahuluan: Penyakit typhoid adalah penyakit infeksi yang disebebkan oleh bakteri salmonella typhi, penyakit ini berhubungan erat dengan perilaku hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan. Demam typhoid merupakan penyakit…
kit yang terbesar hampir di seluruh dunia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit typhoid. Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik Sampel: Teknik yang digunakan adalah Total Random Sampling. Jumlah sampel: Sampel berjumlah 115 responden. Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid dengan p-value sebesar 0,013 < 0,05 artinya terdapat hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada penyakit typhoid Kesimpulan: Personal hygiene yang baik dapat mempengaruhi angka kejadian penyakit typhoid Saran: Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah siswa/siswi/masyarakat diharapkan meningkatkan praktek cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan unruk mrncegah penyakit typhoid.
Abstract:Pendahuluan: Tekanan darah yang melebihi 90 mmHg pada tahap diastolik dan lebih dari 140 mmHg pada tahap sistolik disebut sebagai hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi…
si obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Sindang Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif cross-sectional dan strategi analisis korelasi. Metode Sampel: Purposive sampling adalah metode yang digunakan. Total sampel: 95 responden dalam sampel. Analisis Data: Uji korelasi Spearman Rank digunakan untuk analisis data. Hasil: Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sindang Jaya menunjukkan adanya hubungan dengan nilai p-value (0,000) dan kekuatan hubungan r = 0,603 antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepatuhan responden dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan responden mengenai hipertensi sebagian besar responden memiliki kepatuhan yang rendah dan pengetahuan yang cukup.