Abstract:Perkembangan TI menghasilkan pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan, terutama pada pengelolaan data akademik serta sistem penilaian siswa. SMPI Hidayatul Athfal hingga saat ini masih menerapkan sistem penilaian manual…
al dan semi-komputerisasi melalui pencatatan nilai pada buku serta pengolahan data memakai Microsoft Excel. Keadaan tersebut memunculkan sejumlah kendala, seperti lambatnya proses pengolahan nilai, kesalahan perhitungan, duplikasi data, serta kesulitan saat pencarian dan penyimpanan data akademik. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem informasi akademik berbasis web guna mendukung pengelolaan nilai siswa secara lebih efektif, efisien, serta terintegrasi. Metode yang dipakai dalam kajian ini ialah prototype melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pembuatan prototype, evaluasi, penyempurnaan, serta implementasi sistem. Pengembangan sistem dilakukan memakai Visual Studio Code sebagai text editor, XAMPP menjadi web server lokal, serta localhost guna pengujian aplikasi berbasis web. Sistem dibangun menggunakan PHP, HTML, CSS, JavaScript, serta basis data MySQL. Hasil kajian memperlihatkan bahwasannya sistem informasi akademik berbasis web mampu melakukan peningkatan efisiensi pengolahan data, menekan human error, mempercepat penyusunan laporan nilai, serta memperkuat keamanan dan transparansi data akademik siswa di SMPI Hidayatul Athfal.
The development of information technology has had a significant impact on the field of education, particularly in the management of academic data and student assessment systems. SMPI Hidayatul Athfal still uses a manual and semi-computerized grading system, where scores are recorded in books and processed using Microsoft Excel. This system creates several challenges, such as delays in grade processing, calculation errors, data duplication, and difficulties in searching and storing academic data. Therefore, a web-based academic information system is needed to support the management of student grades in a more effective, efficient, and integrated manner. The research method used in this study is the prototype method, which includes the stages of requirements gathering, prototype development, evaluation, refinement, and system implementation. The system was developed using Visual Studio Code as the text editor, XAMPP as the local web server, and localhost as the web-based testing environment. The programming languages used include PHP, HTML, CSS, JavaScript, and MySQL as the database management system. The results of the study show that the web-based academic information system improves data processing efficiency, reduces human error, accelerates the generation of grade reports, and enhances the security and transparency of students’ academic data at SMPI Hidayatul Athfal.
Abstract:Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam…
lam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif.
The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.
Abstract:Perkembangan digitalisasi perpajakan di Indonesia mendorong hadirnya sistem administrasi Coretax sebagai upaya pembaharuan layanan perpajakan yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ketaatan wajib pajak…
k dalam implementasi Coretax dengan menekankan pada peran persepsi kemudahan penggunaan sistem dan pengaruh sanksi perpajakan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada wajib pajak orang pribadi karyawan yang memanfaatkan sistem Coretax dalam melaporkan SPT Tahunan. Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas wajib pajak masih menghadapi kendala pada tahap awal penggunaan sistem, khususnya dalam memahami fitur-fitur yang tersedia serta alur pelaporan pajak. Namun, setelah memperoleh pendampingan dan pengalaman penggunaan, wajib pajak mulai merasakan kemudahan dari layanan yang terintegrasi dalam satu platform. Selain itu, sanksi perpajakan dan tuntutan administratif dari lingkungan kerja juga menjadi faktor yang mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak dalam implementasi Coretax dipengaruhi oleh interaksi antara penerimaan teknologi dan faktor perilaku.
The development of tax digitalization in Indonesia has encouraged the implementation of the Coretax administrative system as an effort to modernize and integrate tax services. This study aims to examine taxpayer compliance in the implementation of Coretax by emphasizing the role of perceived ease of use of the system and the influence of tax sanctions. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with individual employee taxpayers who utilized the Coretax system to file their Annual Tax Returns. The findings reveal that the majority of taxpayers still encountered difficulties during the initial stage of system usage, particularly in understanding the available features and the tax reporting procedures. However, after receiving assistance and gaining experience in using the system, taxpayers began to perceive the convenience offered by the integrated services within a single platform. In addition, tax sanctions and administrative demands from the workplace environment were also identified as factors encouraging taxpayer compliance in tax reporting. This study indicates that taxpayer compliance in the implementation of Coretax is influenced by the interaction between technology acceptance and behavioral factors..
Abstract:Persaingan yang semakin kompetitif dalam industri distribusi bahan bangunan menuntut perusahaan tidak hanya menjaga kelancaran distribusi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang guna meningkatkan loyalitas pelanggan.…
an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sales dalam meningkatkan loyalitas pelanggan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peran tersebut pada PT Mitra Maju Mapan Cabang Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan secara purposive yang melibatkan Branch Sales Manager, tenaga sales, dan pelanggan tetap. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sales berperan strategis dalam membangun loyalitas pelanggan melalui komunikasi adaptif, pelayanan responsif, komitmen, serta keterlibatan dalam membantu kebutuhan pelanggan. Loyalitas tercermin pada pembelian ulang, rekomendasi, dan keberlanjutan kerja sama. Faktor utama yang mempengaruhi efektivitas peran sales meliputi kualitas pelayanan, citra perusahaan, kepercayaan, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kompetensi interpersonal sales dan konsistensi pelayanan sebagai strategi mempertahankan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.
Increasingly competitive competition in the building materials distribution industry requires companies not only to maintain smooth distribution, but also to build long-term relationships to increase customer loyalty. This research aims to analyze the role of sales in increasing customer loyalty and identify factors that influence this role at PT Mitra Maju Mapan Bondowoso Branch. The research uses a qualitative approach with descriptive research type. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation using purposive informant selection techniques involving Branch Sales Managers, sales personnel and regular customers. Data analysis is carried out through data condensation, data presentation, as well as drawing conclusions and verification, with data validity maintained through triangulation of sources and techniques. The research results show that sales plays a strategic role in building customer loyalty through adaptive communication, responsive service, commitment, and involvement in helping customer needs. Loyalty is reflected in repeat purchases, recommendations and continued cooperation. The main factors that influence the effectiveness of the sales role include service quality, company image, trust and customer satisfaction. This research implies the importance of strengthening interpersonal sales competence and service consistency as a strategy to maintain customer loyalty on an ongoing basis.
Abstract:Latar Belakang: Tumor abdomen merupakan pembengkakan atau benjolan yang disebabkan oleh neoplasma dan peradangan yang terletak di daerah abdomen sebagai massa abnormal. Nyeri pasca operasi abdomen dapat diatasi dengan strategi…
rategi manajemen nyeri. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada pasien dengan tumor intraabdomen. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, dimana peneliti melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor intraabdomen, meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua pasien laki-laki dewasa yang terdiagnosis tumor intraabdomen. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa data pengkajian nyeri akut menjadi prioritas yang ditangani pada pasien dengan tumor intraabdomen pasca operasi. Pemberian aromaterapi dan relaksasi Benson efektif membantu mengatasi nyeri pasien. Kesimpulan: Evaluasi kondisi pasien pasca intervensi menunjukkan bahwa masalah nyeri teratasi.
Abstract:Obesitas merupakan sebuah epidemi global karena ekskalasi kasus obesitas di seluruh dunia yang sangat luar biasa. Kelompok usia dengan prevalensi obesitas tertinggi adalah populasi dewasa dan wanita adalah populasi yang…
lebih rentan daripada pria berdasarkan jenis kelamin. Aktivitas fisik merupakan langkah yang direkomendasikan untuk menanggulangi obesitas, namun populasi dewasa di era modern ini terpapar kehidupan yang nyaman tetapi mengorbankan kebugaran fisik melalui pengurangan aktivitas fisik. Salah satu contoh populasi yang berisiko adalah mahasiswa karena pengaruh kehidupan kampusnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik pada subjek dewasa perempuan yang memiliki latar belakang sebagai mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKes Bhakti Husada Cikarang dengan jumlah sampel yang teranalisa sebanyak 79 orang yang didapat melalui total purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) sebagai alat ukur tingkat aktivitas fisik. Analisa data yang digunakan dalam analisa bivariat adalah uji Chi-Square dan pada analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan aktifitas fisik mahasiswa di mahasiswa dengan usia ≥20 tahun dengan kemungkinan 2,97 kali lebih besar beraktifitas fisik dibandingkan dengan usia <20tahun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat asosiasi antara usia dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswi
Satrio Nur Fadhilah, Rina Puspita Sari, Neni Alfidah, Tarkawi, Nisah Khairani, Putri Andini, Putri Anggraeni, Eva Yulia, Selfi Meilani Putri, Sri Diana, Ismi Nur Faizah
Abstract:Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut…
sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.
Abstract:Latar Belakang : Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang diberikan secara holistik (bio, psiko, sosio dan spiritual) serta difokuskan pada kelompok risiko tinggi yang bertujuan meningkatkan…
ngkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan komunitas sebagai mitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Tekanan darah yang terus meningkat maka dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi suatu penyakit bawaan dari penyakit hipertensi (Moonti, 2022). Tujuan penelitian: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas dengan hipertensi di Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Warga RT 01 – 06 RW 03 Kelurahan Keroncong Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang. Hasil penelitian: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi setelah dilakukan edukasi kesehatan. Hal ini ditunjukkan melalui hasil post-test yang memperlihatkan bahwa mayoritas peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan seputar tekanan darah normal, faktor risiko hipertensi, gejala umum, serta cara pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Abstract:3 sampel di Puskesmas Tambu mengatakan cenderung menyukai olahan makanan yang asin, jika sajian makanan yang diberikan keluarga kurang terasa asin maka dirasa kurang sedap dan tidak terasa nikmat, 3 sampel lainnya mengatakan…
akan bahwa makan asin sudah menjadi kebiasaan dalam rumah dan sudah menjadi menu harian sehingga penderita hipertensi yang ada didalam rumah cukup kesulitan untuk menerapkan diet rendah garam. Tujuan penelitian diketahuinya Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu. Metode penelitian Cross sectional populasi dalam penelitian berjumlah 155 orang, dengan jumlah sampel 57 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil Penelitian ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu dengan nilai p : 0,005 (<0,05). Kesimpulan Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu. Saran diharapkan Pelayanan Kesehatan tempat penelitian hasil Penelitian Dapat Digunakan Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Tambu dalam upaya peningkatan pelayanan pada pasien. Penyuluhan dapat laksanakan dengan menyebarkan leaflet, pada saat pemeriksaan serta memberi penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami mengenai dampak dan bahaya apabila tidak meningkatkan derajat kesehatan dan mengurangi angka pendrita.
Abstract:Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku, salah satunya ditandai dengan gangguan proses pikir berupa waham. Waham menyebabkan pasien memiliki keyakinan…
kinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan, yang berdampak pada interaksi sosial dan kualitas hidup pasien. Terapi orientasi realita adalah pendekatan non-farmakologis yang bertujuan untuk membantu pasien meningkatkan kesadaran terhadap waktu, tempat, orang, dan situasi nyata, serta mengurangi gangguan proses pikir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi orientasi realita dalam mengatasi waham dan meningkatkan orientasi realita pada pasien dengan skizofrenia. Metode: Menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga evaluasi. Kasus: Ny. S, wanita usia 43 tahun, dengan diagnosis medis skizofrenia dan gejala utama berupa waham. Pasien memenuhi kriteria inklusi yaitu berusia 18–60 tahun, memiliki diagnosis skizofrenia dengan gejala waham, bersedia mengikuti terapi, dan kooperatif. Instrumen pengkajian meliputi wawancara terstruktur, kuesioner, observasi langsung, media gambar, dan data rekam medis. Hasil: Terapi orientasi realita dilakukan selama 7 sesi dalam 7 hari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan orientasi realita dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Meskipun waham belum sepenuhnya hilang, terdapat peningkatan motivasi pasien untuk sembuh dan mencegah kekambuhan. Kesimpulan: Terapi orientasi realita terbukti efektif dalam meningkatkan orientasi realita dan mengurangi intensitas gejala waham pada pasien skizofrenia. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan terapi orientasi realita secara terstruktur sebagai intervensi pada pasien skizofrenia dengan gangguan proses pikir waham. Kolaborasi antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi dan mencegah kekambuhan.