Search Articles & Publications

Showing 2599 articles found for "Sebagai"

Hubungan Motivasi Kesembuhan Dan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kesembuhan Pasien Tuberkulosis RSUP DR Sitanala

Muhamad Nurpaqih, Destiawan Eko Utomo, Imas Sartika
Abstract: Latar Belakang : Tuberkulosis paru, dikenal sebagai TBC, masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. hal ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menyebar secara kronis. paru-paru, otak, tulang, ginjal,… al, mata, dan organ lainnya dapat dirusak oleh bakteri tuberkulosis. selain itu, orang lain dapat menerima droplet yang dihirup oleh orang yang telah terinfeksi tuberkulosis. Proses pengobatan dapat memakan waktu enam bulan atau bahkan lebih lama (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan Tingkat kesembuhan pasien tuberculosis di rumah sakit rsup dr sitanala. Metodologi Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional  analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien tuberculosis Tb Paru ruang poli di RSUP Dr Sitanala berjumlah 86 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode Total Sampling. Instrument penelitian terdiri dari Kuesioner dan melihat rekam medis untuk mengobservasi pasien. Hasil Penelitian : Motivasi kesembuhan pada pasien Tuberculosis ruang poli TB Paru di RSUP Dr Sitanala adalah motivasi kesembuhan sedang, dukungan keluarga baik dengan tingkat kesembuhan negatif Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan             antara hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan tingkat kesembuhan pasien             dengan hasil (p–value =0,000).

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Sindang Jaya

Siti Medika Sastika Pertiwi, Garry Vebrian, Adi Dwi Susanto
Abstract: Pendahuluan: Tekanan darah yang melebihi 90 mmHg pada tahap diastolik dan lebih dari 140 mmHg pada tahap sistolik disebut sebagai hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengkonsumsi… si obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Sindang Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif cross-sectional dan strategi analisis korelasi. Metode Sampel: Purposive sampling adalah metode yang digunakan. Total sampel: 95 responden dalam sampel. Analisis Data: Uji korelasi Spearman Rank digunakan untuk analisis data. Hasil: Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sindang Jaya menunjukkan adanya hubungan dengan nilai p-value (0,000) dan kekuatan hubungan r = 0,603 antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepatuhan responden dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat pengetahuan responden mengenai hipertensi sebagian besar responden memiliki kepatuhan yang rendah dan pengetahuan yang cukup.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Stroke Non Hemoragik Dengan Pemberian Terapi Rom Pasif Terhadap Gangguan Mobilitas Fisik Di Ruang RPU 2 RS An-Nisa Tangerang Pada Tahun 2024

Alvina Damayanti, Cicirosnita J. Idu, Samrotul Fuadah
Abstract: Latar Belakang :Stroke non hemoragik sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik akibat penurunan kekuatan otot dan ketidakseimbangan tubuh. Penelitian ini berfokus pada penggunaan terapi ROM sebagai metode untuk meningkatkan… atkan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi pada pasien stroke non hemoragik. Tujuan : Memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui pemberian terapi ROM terhadap gangguan mobilitas fisik. Metode : Metode yang digunakan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, tindakan, evaluasi, dan analisis asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik  Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi tingkat ketergantungan pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : Pelaksanaan terapi ROM pasif dalam tindakan keperawatan pada pasien menunjukkan peningkatan pergerakan ekstremitas, peningkatan kekuatan otot, serta penurunan kelemahan fisik.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Nyeri Di Ruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang

Era Delvi Agnes Savitri, Dewi Nur Puspita Sari, Irda Julianida
Abstract: Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit yang tidak dapat menular akan tetapi mengalami dari penyebab prematur diseluruh dunia. Hipertensi dapat mengalami kerugian pada masalah kesehatan masyarakat… t dengan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Metode : Menggunakan metode pengumpulan data selama 3 hari melalui wawancara observasi dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan analisa data yang di inginkan. Hasil : dari data yang di dapatkan setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri selama 3 hari dilakukan secara rutin. Hasil sebelum penerapan terapi relaksasi genggam jari dengan skala nyeri 6 Tn. J mengatakan nyeri berkurang dibagian kepala belakang menjalar sampai ke leher, Tn J tidak tahu cara mengurangi rasa nyeri, terapi ini dilakukan 2 kali sebelum mandi dipagi hari dan sore sebelum mandi. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pasien dapat menurunkan nyeri dari skala 6 menurun menjadi skala 2 dari sebelumnya. Kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penerapan teknik relaksasi genggam jari sebagai penatalaksanaan intervensi hipertensi berpengaruh pada pasien. Peran  Tn. J sangat efektif hal ini ditunjukan dengan Tn.J mau dan mampu melakukan teknik relaksasi genggam jari.

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang

Devia Nurdiyanti, Dewi Nur Puspita Sari, Irda Julianida
Abstract: Latar Belakang : Masalah yang sering dialami pada pasien di RSUD Kabupaten Tangerang Mayoritas mengalami Diabetes mellitus. Hasil rekam medis dari ruangan seruni RSUD Kabupaten Tangerang pada bulan maret-juli kunjungan pasien… asien diabetes mellitus tipe 2 di RSU Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 selama 5 bulan terakhir pada pasien diabetes mellitus sebanyak 87 jiwa. Terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian obat-obat anti diabet (glimeperide, acarbose atau metformin) dan pemberian insulin injeksi (apidra, dan lantus). Terapi non farmakologi salah satunya terapi senam kaki DM pada penderita diabetes melitus dapat diberikan senam kaki diabetik dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Pemberian Intervensi Senam Kaki DM Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Diruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian : Mengimplementasikan terapi senam kaki DM pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil Penelitian : Hasil implementasi dan evaluasi selama 3 hari dengan intervensi senam kaki DM terdapat perubahan penurunan kadar gula darah sewaktu sebelum diberikan tindakan GDS 239 mg/dl dan sesudah diberikan insulin apidra GDS 202 mg/dl. Kesimpulan : Terdapat penurunan gula darah sebelum dan sesudah pemberian insulin apidra dengan penerapan senam kaki DM yang telah dilakukan pada pasien Tn. T terdapat penurunan kadar gula darah 37 mg/dl, penurunan kadar gula darah 35 mg/dl, dan penurunan kadar gula darah 49 mg/dl, karena pasien diberikan terapi insulin apidra dan terapi senam kaki DM selama 30-60 menit dengan pemberian 3x8 jam. Saran : Diharapkan dapat digunakan sebagai alternative tindakan non farmakologi Senam Kaki DM untuk menurunkan kadar glukosa darah.

Model Hybrid Fuzzy-Weighted Product Evaluasi Kinerja Honorer

Lia Umbari Putri, Rolly Yesputra, Jeperson Hutahaean
Abstract: Evaluasi kinerja pegawai honorer di instansi publik seringkali bergantung pada penilaian linguistik yang subjektif, sehingga memicu bias penilai dan keterbatasan akuntabilitas. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian… n ini mengusulkan model hibrida Fuzzy-Weighted Product. Logika Fuzzy diterapkan untuk mentransformasikan istilah linguistik menjadi Triangular Fuzzy Numbers (TFN) dan skor tegas (crisp), sementara metode Weighted Product digunakan untuk mengagregasikan skor tersebut berdasarkan bobot multi-kriteria. Model ini dievaluasi melalui studi kasus yang melibatkan sepuluh pegawai honorer berdasarkan lima kriteria: disiplin, tanggung jawab, kualitas kerja, kerja sama, dan inisiatif. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model hibrida ini berhasil meminimalkan subjektivitas penilai dan menghasilkan perengkingan yang dapat direproduksi secara matematis. Analisis sensitivitas mengonfirmasi stabilitas hasil peringkat akhir, sehingga model Hibrida Fuzzy Weighted Product yang diusulkan ini sangat sesuai untuk digunakan sebagai kerangka kerja utama dalam sistem pendukung keputusan untuk penilaian kinerja di sektor publik.   Performance evaluation of honorary employees in public institutions often relies on subjective linguistic assessments, leading to evaluator bias and limited accountability. To address this, this paper proposes a Hybrid Fuzzy-Weighted Product (Fuzzy-Weighted Product) model. Fuzzy Logic is adopted to transform linguistic terms into Triangular Fuzzy Numbers (TFN) and crisp scores, while the Weighted Product method aggregates these scores based on multi-criteria weights. The model was evaluated using a case study of ten honorary employees across five criteria: discipline, responsibility, work quality, cooperation, and initiative. The experimental results demonstrate that the hybrid model successfully minimizes evaluator subjectivity and delivers mathematically reproducible rankings. A sensitivity analysis confirms the stability of the final rankings, making the proposed Hybrid Fuzzy–Weighted Product model highly suitable as a core framework for decision-support systems in public sector performance appraisal.

Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam Di Era Digital

Muhammad Hafizh Afqah, Nayla Salsabila, Ririn Cahyani, Ronif Al Ikhsan, Abdul Aziz
Abstract: Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Media sosial yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan kini berkembang… g menjadi sumber belajar yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam di era digital serta mendeskripsikan manfaat dan tantangan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui pengkajian berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah akses materi keagamaan, serta mendukung pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan komunikatif. Namun, penggunaannya juga menghadapi beberapa tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak valid, rendahnya literasi digital, dan potensi distraksi dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pengawasan agar penggunaan media sosial dapat mendukung pembelajaran PAI secara efektif dan bertanggung jawab di era digital.   The development of digital technology has a significant impact on the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). Social media, which was initially used as a means of communication and entertainment, has now developed into an interactive, flexible, and easily accessible learning resource for students. This study aims to analyze the optimization of social media use as a learning resource for Islamic Religious Education in the digital era and to describe the benefits and challenges of its use in the learning process. The research method used is a qualitative approach with a literature study type through the review of various journals, scientific articles, and relevant reference sources. The results of the study indicate that platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are able to increase learning interest, facilitate access to religious materials, and support more innovative and communicative PAI learning. However, its use also faces several challenges, such as the spread of invalid information, low digital literacy, and potential distractions in learning. Therefore, guidance and supervision are needed so that the use of social media can effectively and responsibly support Islamic Education learning in the digital era. 

Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC

Amelia, Jasiah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam era Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru tidak… hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan dimensi afektif dan humanistik dalam pendidikan, yang diperkenalkan dalam berbagai sosialisasi kebijakan pendidikan keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik berbasis nilai, kompetensi sosial yang empatik, serta kompetensi kepribadian yang berlandaskan akhlak. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai KBC guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.     This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers’ competencies in the era of the Merdeka Curriculum toward the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). The shift in the educational paradigm requires teachers not only to possess pedagogical and professional competencies, but also to be capable of integrating character values, empathy, and compassion into the learning process. The Love-Based Curriculum (KBC) emerges as an approach that emphasizes the affective and humanistic dimensions of education, which has been introduced through various socialization programs of religious education policies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The data were obtained from books, scientific journals, and relevant policy documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that the transformation of PAI teachers’ competencies includes the strengthening of value-based pedagogical competence, empathetic social competence, and personality competence grounded in moral values (akhlak). In addition, teachers are required to integrate the Merdeka Curriculum approach with the values of KBC in order to create meaningful learning experiences oriented toward the holistic character development of students. Therefore, the implementation of the Love-Based Curriculum becomes a strategic step in strengthening the role of PAI teachers as educators who not only transfer knowledge, but also shape the character and personality of students holistically.

Bimtek Pengenalan Teknologi Cloud Computing Berbasis Docker untuk Guru di SMK Negeri 1 Tanjung Raya

Rahayu Trisetyowati Untari, Faiza Rini, Thomson Mary
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Raya dalam memahami dan mengimplementasikan teknologi Cloud Computing berbasis Docker.… r. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep cloud, rendahnya keterampilan praktis dalam penggunaan teknologi containerization, serta belum tersedianya modul pembelajaran yang aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung penggunaan Docker Desktop dan Docker CLI. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep Cloud Computing, prinsip containerization, instalasi Docker, serta pembuatan container aplikasi web sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan penilaian ketercapaian kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mampu memahami konsep dasar Cloud Computing dan menjalankan container aplikasi sederhana menggunakan Docker. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pembelajaran berbasis Docker yang dapat digunakan sebagai panduan pengajaran di sekolah. Dengan demikian, kegiatan bimtek ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas guru SMK dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi dan tuntutan dunia industri.

Workshop Pemanfaatan Tools Artificial Intelligence Dalam Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru SMK Di Era Digital

William Ramdhan, Nurwati, Andrew Ramadhani
Abstract: Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), menuntut guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Namun, hasil identifikasi awal di SMK Al-Ma’asum Kisaran… saran menunjukkan bahwa sebagian guru masih memiliki keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan tools AI untuk mendukung pembelajaran mendalam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan tools AI sebagai pendukung perancangan pembelajaran, pengembangan media, dan asesmen adaptif. Solusi yang ditawarkan berupa kegiatan workshop berbasis praktik langsung yang dilaksanakan secara tatap muka pada Jumat, 21 November 2025, dengan melibatkan 28 guru SMK Al-Ma’asum Kisaran. Workshop memfokuskan pada pemanfaatan ChatGPT untuk penyusunan skenario pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), Canva untuk perancangan media visual, Quizizz dan Kahoot untuk asesmen adaptif, serta PhET Interactive Simulations untuk visualisasi pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman pembelajaran mendalam dari 56% menjadi 82%, pemanfaatan AI dari 61% menjadi 87%, serta kemampuan menyusun modul ajar dari 58% menjadi 81%. Tingkat kepuasan peserta mencapai 94%, menunjukkan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung inovasi pembelajaran berbasis AI.