Search Articles & Publications

Showing 1198 articles found for "Usia"

Peran Penyerapan Tenaga Kerja dalam Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur Indonesia: Interpretasi atas Temuan Empiris

Risamasu, Putri Inggrid Maria
Abstract: Pertumbuhan ekonomi yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh peningkatan output ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan kesempatan kerja yang produktif. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), pertumbuhan ekonomi cenderung… erung meningkat, namun belum diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyerapan tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia melalui pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari temuan empiris, didukung oleh teori ekonomi pembangunan, teori tenaga kerja, Human Capital Theory, teori pertumbuhan ekonomi, serta berbagai penelitian terdahulu. Analisis dilakukan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja belum menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dominasi sektor ekstraktif yang bersifat padat modal, tingginya tenaga kerja pada sektor informal, rendahnya produktivitas tenaga kerja, serta belum optimalnya transformasi struktural menuju sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Oleh karena itu, peningkatan pertumbuhan ekonomi memerlukan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, pengembangan industri padat karya, dan hilirisasi sumber daya alam agar pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sd YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke

Oktavianus, Siamsa, Simon
Abstract: Disiplin kerja guru merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Namun, fenomena keterlambatan, ketidakhadiran, serta lemahnya penerapan… n sanksi masih menjadi persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan, termasuk di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi disiplin kerja guru serta dampaknya terhadap kinerja guru di lingkungan sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan staf SD YPPK St. Fransiskus Xaverius II Merauke. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum disiplin kerja guru berada dalam kategori cukup baik, meskipun masih ditemukan permasalahan seperti keterlambatan hadir, pemanfaatan sarana pembelajaran yang belum maksimal, serta kurang tegasnya penerapan sanksi terhadap pelanggaran disiplin. Faktor-faktor utama yang memengaruhi kedisiplinan kerja guru meliputi ketepatan waktu, keteladanan pimpinan, dan konsistensi penerapan sanksi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin kerja tidak hanya bergantung pada peraturan tertulis, tetapi juga pada komitmen pimpinan, keadilan dalam manajemen sumber daya manusia, dan penyediaan sarana yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajerial sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang disiplin, produktif, dan profesional.

Eksplorasi Peran Aplikasi Srikandi dalam Meningkatkan Efisien dan Efektivitas Kerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke

Yusup, Junaryo, Dumatubun, Nelly FM. Lucyani, Betaubun, Restu M.N.
Abstract: Penelitian Eksplorasi peran aplikasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di Sekretariat Daerak Kabupaten Merauke berujuan untuk Mendeskripsikan kontribusi SRIKANDI dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas… tas kerja serta hambatan yang di hadapi di Sekretariat Daerah Merauke. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan peneliian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan melakukan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah aplikasi SRIKANDI memberikan kontribusi dalam meningkatakan efisiensi dan efektivitas kerja pegawa di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauka. Dengan penerapan aplikasi SRIKANDI mempercepat proses pencatatan, pencarian, dan distribusi dokumen antar unit kerja. Dan prosedur birokrasi menjadi lebih sederhana dan transparan, selain itu penelusuran arsip menjadi lebih akurat serta keamanan dari arsip juga terjaga. Namun yang menjadi kendala dalam penerapan aplikasi SRIKANDI adalah Infrastruktur dan sumber daya manusia, yakni iinternet tidak stabil (sering mengalami gangguan) dan sebagian pegawai yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hasil dari Eksplorasi Peran Aplikasi Srikandi dalam Meningkatkan Efisien dan Efektivitas Kerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke diharapkan dapat menjadi referensi serta gambaran nyata kepada instansi pemerintahan mengenai efektivitas penggunaan aplikasi Srikandi dalam meningkatkan kinerja administrasi.

Evaluasi Sistem Absensi Online Sebagai Alat Monitoring Kehadiran dan Produktivitas Kerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke

Estrada, Erick, Dumatubun, Nelly FM. Lucyani, Betaubun, Restu M.N.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem absensi online E-NTAGO dalam memonitor kehadiran dan meningkatkan produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah… h pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif, dengan pengumpulan data melalui observai, wawancara dan studi leteratur. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem absensi online (E-NTAGO) memberikan dampak positif dalam meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke. 87% pegawai menyatakan E-NTAGO memudahkan proses absensi, data kehadiran lebih akurat dan real-time dan Sistem GPS dan QR Code dan 65% pegawai merasa lebih disiplin karena absensi dicatat secara otomatis dan terpantau, Produktivitas meningkat karena adanya transparansi dan akuntabilitas. Namun, beberapa kendala teknis seperti sinyal internet yang tidak stabil serta keterbatasan perangkat masih menjadi tantangan. Sumber daya manusia juga merupakan tantangan dalam penerapan sistem E-NTAGO karena beberapa pegawai kurang familiar dengan teknologi mengalami kesulitan dalam menerapkan sistem E-NTAGO. Hasil temuan ini diharapkan dapat dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan yang berkaitan dengan penerapan sistem E-NTAGO.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Informasi Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah

Chambuk , Makaria
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian intern, dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah.… aerah. Responden dalam penelitian ini adalah para pegawai yang menjabat sebagai kasubag, keuangan, program, dan evaluasi,bendahara dan staf keuangan di kantor (BPKAD) Badan Pengelolaan Keuangan Dan Asset Daerah Kabupaten Merauke. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden. Metode pengelolaan data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian intern, pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif signifikan terhadap nilai informasi laporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan kualitas sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan nilai informasi laporan keuangan. Sedangkan untuk pengujian simultan menunjukan bahwa sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian intern, pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif signifikan nilai informasi  laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Merauke.

Hubungan Pemahaman Konsep dengan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Karoaipi

Sonya Liske Rumbewas, Nancy Susianna, Nerru Pranuta Murnaka
Abstract: Twenty-first-century science education requires students not only to master scientific concepts but also to possess critical thinking skills to analyze, evaluate, and solve problems logically. The reality in schools indicates… cates that science learning is still frequently teacher-centered, resulting in students’ conceptual understanding and critical thinking skills not being optimally developed. This study aimed to determine the relationship between conceptual understanding and critical thinking skills among eighth-grade students of SMP Negeri Karoaipi on the topic of the human respiratory system. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 25 students selected through a convenience sampling technique. Data were collected using descriptive tests of conceptual understanding and critical thinking skills, while data analysis was conducted through descriptive statistics, normality testing, and simple linear regression analysis using SPSS. The findings revealed that students’ conceptual understanding was categorized as good, with a mean score of 77.36, while critical thinking skills were also categorized as good, with a mean score of 78.76. Regression analysis demonstrated a correlation coefficient of 0.045 and an R Square value of 0.002, indicating that the relationship between conceptual understanding and critical thinking skills was classified as very low. These findings suggest that critical thinking skills are influenced not only by conceptual mastery but also by learning strategies, problem-solving experiences, analytical activities, and student engagement during science learning. The novelty of this study lies in the empirical finding that strong conceptual mastery does not necessarily correspond to high critical thinking skills among junior high school students in rural schools, particularly on the topic of the human respiratory system.

Hubungan Keterampilan Proses Sains dengan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa SMPN Tindaret

Bansalina Salomina Rumbarak, Nancy Susianna, Nerru Pranuta Murnaka
Abstract: Twenty-first-century education requires students to possess critical thinking abilities and science process skills in order to respond to the advancement of science and technology and to solve problems scientifically and… systematically. Empirical conditions in schools indicate that junior high school students’ critical thinking skills remain relatively low because science learning is still predominantly teacher-centered and insufficiently engages students in scientific investigation activities. This study aimed to determine the relationship between science process skills and the critical thinking skills of eighth-grade students at SMP Negeri Tindaret on the topic of the human excretory system. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 25 students selected through purposive sampling techniques. Data were collected using a critical thinking skills test and an observation sheet assessing science process skills. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment correlation test. The findings revealed that students’ critical thinking skills obtained a mean score of 75.80, while science process skills achieved a mean score of 73.00, both categorized as fairly good to high. The correlation analysis produced a coefficient value of 0.732 with a significance level of 0.000, indicating a strong and significant positive relationship between science process skills and students’ critical thinking skills. The findings further demonstrated that students who actively engaged in observation, experimentation, data processing, and scientific communication exhibited better analytical abilities and conclusion-drawing skills. The novelty of this study lies in revealing the empirical relationship between science process skills and critical thinking skills specifically in the topic of the human excretory system at SMP Negeri Tindaret, as well as in providing recommendations for science learning based on scientific investigation to strengthen students’ higher-order thinking skills in the twenty-first century.

Hubungan Berpikir Kritis dengan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Serui

Handry Alfred Fonataba, Nancy Susianna, Nerru Pranuta Murnaka
Abstract: The paradigm shift in science education necessitates the development of critical thinking skills as a foundation for improving students’ problem-solving abilities; however, empirical conditions indicate that both competencies… tencies remain low and have not been optimally developed. This study aims to examine the relationship between critical thinking skills and problem-solving abilities among eighth-grade students of SMP Negeri 2 Serui and to determine the degree of their empirical association. The study employed a quantitative approach with a correlational design, utilizing essay-based test instruments analyzed through simple linear regression. The findings reveal that students’ critical thinking and problem-solving abilities are in the low to moderate categories, with mean scores of 14.56 and 28.72, respectively. The linearity test indicates a significant relationship, while regression analysis produces the equation Y = 21.682 + 0.484X with a significance value of 0.009. The correlation coefficient of 0.487 indicates a moderate positive relationship, and the coefficient of determination of 23.7% shows that critical thinking contributes to problem-solving ability. The results confirm that improvements in critical thinking skills directly influence the enhancement of students’ problem-solving abilities, although other factors also contribute. The novelty of this study lies in the presentation of a quantitative relationship model that remains significant despite non-normally distributed data, as well as in establishing critical thinking as a significant yet partial predictor of problem-solving, thereby providing a foundation for developing more structured, contextual, and higher-order thinking-based instructional strategies.

Pembentukan Goal Belajar Anak Usia Dini dalam Perspektif Teori Perkembangan Kognitif

Nerru Pranuta Murnaka, Devina Indah Christianti, Ratih Kusumo Wardani, Elizabeth W. M. Indira
Abstract: Early childhood is frequently understood as a golden period of development; therefore, the formulation of learning goals becomes a crucial component that influences the direction of children’s behavior, motivation, and engagement… engagement in the learning process. Problems arise when learning goals are predominantly formulated from an adult perspective, while the characteristics of children’s cognitive development are not fully taken into account, causing learning objectives to be difficult for children to understand and internalize. This study aims to examine the formation of learning goals for early childhood through the perspective of Jean Piaget’s cognitive development theory in order to obtain a conceptual understanding that is more aligned with children’s developmental stages. The research method employs a qualitative approach through a literature review of textbooks and national and international journal articles relevant to learning goals, cognitive development, and early childhood education, which are then analyzed descriptively through processes of identification, classification, and synthesis of theoretical concepts. The findings indicate that learning goals for early childhood tend to be concrete, short-term, contextual, and activity-oriented, and are not yet supported by mature self-regulation abilities. Based on Piaget’s framework, early childhood falls within the preoperational stage; therefore, understanding learning goals is highly dependent on direct experiences, play-based activities, simple symbols, and teacher guidance. The conclusion emphasizes that the design of learning goals must be consciously adjusted to children’s cognitive developmental stages so that learning objectives can be understood, meaningful, and optimally achieved. The novelty of this study lies in the conceptual integration of Piaget’s cognitive development theory with the practical formulation of learning goals in early childhood education as a theoretical–practical foundation for teachers.

Peran Mindfulness dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Gen-Z

Rohman, Desty Endrawati Subroto, Khairunnisa Azra Amalina, Ovi Nabila, M. Ahyudin, Dewi Yanah
Abstract: Learning motivation is the drive that encourages individuals to remain enthusiastic about learning. Previous research has explained various forms of motivation, such as internal and external motivation. One aspect of internal… ernal motivation is self-awareness or Mindfulness. However, research on Mindfulness as a factor influencing learning motivation, particularly in Generation Z, is still quite limited. Therefore, this study aims to examine the role of Mindfulness in enhancing learning motivation in Generation Z. This research uses purposive sampling to select samples that meet the research criteria. The participants involved are Generation Z individuals aged between 12 and 27 years, residing in Banten, and currently enrolled as active students. To measure the level of learning motivation, the Academic Motivation Scale (AMS) is used, while the Five Facet Mindfulness Scale (FMMQ-10) is used to measure the level of Mindfulness. The results of the study show a significant positive relationship between Mindfulness and learning motivation, with a regression coefficient of 0.152. This means that the higher an individual's level of Mindfulness, the higher their learning motivation will be. These findings suggest that Mindfulness can play an important role in improving learning motivation, especially when applied alongside other supporting factors such as social support, emotional regulation, and a conducive learning environment. This study provides evidence that a Mindfulness-based approach has the potential to be applied in strategies to enhance learning motivation. Therefore, the development of programs integrating Mindfulness practices into students' daily lives, particularly among Generation Z, could be an effective step in improving the quality of their learning experience.