Abstract:Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Aktif dan Kereatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai-nilai Pancasila Pada Siswa Sekilah Dasar. kelas I semester genap MI NT Tibu…
u Lampit tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas I pada semester gnap tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 20 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data mengenai hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar. Data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa 20 orang, yang lulus 8 orang dan yang tidak lulus 12 orang, Persentase kelulusan pada siklus I sejumlah 40% dan ketidaklulusan sejumlah 60%, karena belum memenuhi standar yang kami targetkan maka dilakukan penelitian kedua pada siklus II. Data yang diperoleh pada siklus II dengan jumlah siswa 20 orang, yang lulus 13 orang dan yang tidak lulus 7 orang, dengan persentase kelulusan 65% serta ketidaklulusan 35%. Karena belum merasa tuntas, peneliti melakukan penelitian kembali pada siklus III yang jumlah siswanya 20 orang, siswa yang lulus 18 orang, dengan persentase ketuntasan 90%.
Abstract:Pendidikan sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik sehingga pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara relevan dan adaptif terhadap karakteristik…
peserta didik serta dinamika kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai model serta tahapan pengembangan kurikulum yang relevan bagi sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku jurnal ilmiah nasional dan dokumen kebijakan pendidikan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi mengelompokkan serta membandingkan karakteristik dan tahapan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh sekolah dasar. Model grass roots relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis sekolah karena menekankan partisipasi guru dan penyesuaian terhadap kebutuhan lokal sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka pengembangan kurikulum yang fleksibel dengan penekanan pada kompetensi esensial dan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu pemilihan model pengembangan kurikulum perlu disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran sehingga pendekatan integratif menjadi strategi yang paling relevan dalam mengembangkan kurikulum sekolah dasar yang adaptif kontekstual dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi pilar pendidikan UNESCO dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka sebagai strategi menciptakan pembelajaran yang bermakna di sekolah. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif…
tif kualitatif dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, serta telaah terhadap dokumen modul ajar dan pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pilar pendidikan mulai terintegrasi ke dalam perencanaan pembelajaran melalui perumusan tujuan yang bukan hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga sikap, keterampilan, serta pembentukan karakter. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kegiatan proyek P5 menjadi bentuk nyata pengintegrasian tersebut, karena memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar sesuai kebutuhan, bekerja sama, serta menghasilkan karya. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, dan penguatan karakter siswa. Namun, optimalisasi pelaksanaan masih bergantung pada kompetensi pendidik serta dukungan sarana belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pilar pendidikan dengan Kurikulum Merdeka mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan bermakna.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran Shielded Metal Arc Welding (SMAW) melalui penerapan Case-Based Method (CBM) di kelas XI Teknik Pengelasan SMKN 2 Bengkulu Utara. Metode…
ode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 73,10 (pra-siklus) menjadi 86,97 (siklus I) dan 92,04 (siklus II) dengan ketuntasan belajar meningkat dari 52% menjadi 96%. Respons positif siswa terhadap pembelajaran juga naik dari 48% menjadi 85%. Penerapan CBM terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi siswa melalui pembelajaran berbasis kasus nyata yang relevan dengan praktik industri
Abstract:Penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dialami para siswa sekolah dasar yang terbatas memiliki media penunjang pembelajaran dan belum menguasai keterampilan berhitung menggunakan sempoa dalam pelajaran matematika.…
atematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development serta modifikasi dari tahapan penelitian pengembangan dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation.Hasil penelitian menunjukkan semua siswa menyetujui pengembangan media sempoa meningkatkan semangat dan motivasi belajar. Uji kevalidan ahli media dan ahli materi mendapatkan rentang nilai dengan kategori sangat layak.
Abstract:Adapun tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan…
kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui…
pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Abstract:Artikel ini membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan melalui telaah pustaka terhadap literatur akademik yang terbit pada periode 2018–2025. Kajian ini dilakukan untuk menjawab kesenjangan antara tujuan…
uan ideal pendidikan berlandaskan Pancasila dan praktik implementasinya di berbagai lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan analisis isi dan sintesis tematik terhadap buku, artikel jurnal, serta dokumen kebijakan nasional terkait pendidikan nilai dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan multidimensional yang meliputi integrasi dalam kurikulum, peran transformasional guru, budaya sekolah yang mendukung pembiasaan nilai, serta dukungan kebijakan struktural. Di samping itu, ditemukan berbagai hambatan seperti rendahnya pemahaman guru terhadap pendidikan nilai, lemahnya instrumen evaluasi karakter, pengaruh budaya digital, serta ketidakkonsistenan kebijakan. Kajian ini menegaskan perlunya strategi penguatan berupa peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan model pembelajaran berbasis nilai, evaluasi karakter yang komprehensif, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan dari kajian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan nilai berlandaskan Pancasila yang relevan dengan tantangan era globalisasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Self-Directed Learning (SDL) pada materi fluida dinamis terhadap hasil belajar siswa kelas XI. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya…
a kemandirian dan hasil belajar siswa ketika mempelajari konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak, khususnya fluida dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas XI SMA yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran SDL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antar kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran SDL dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Siswa pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Self-Directed Learning (SDL) berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi fluida dinamis di kelas XI.
Abstract:Budaya literasi digital telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z, yang tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan teknik Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk meneliti…
liti bagaimana budaya literasi digital Generasi Z telah berubah di era media sosial. Tinjauan Literatur Sistematis digunakan, mengumpulkan publikasi ilmiah dari SINTA dan Google Scholar antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya digunakan dalam proses pemilihan artikel. Setelah prosedur penyaringan, 20 artikel yang relevan ditemukan untuk dipelajari dari 35 artikel yang dihasilkan oleh pencarian. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar pada bagaimana budaya literasi digital Generasi Z berkembang, mulai dari pergeseran kemampuan penilaian informasi dan kebiasaan akses hingga pembuatan konten digital. Namun, masih ada masalah, seperti kurangnya kemampuan berpikir kritis, paparan informasi palsu yang tinggi, dan ketergantungan pada media sosial. Untuk memberdayakan Generasi Z agar dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan etis, sangat penting untuk memperkuat literasi digital mereka.