Abstract:Abstract: Acrylic Village in North Padang District is one of the thematic villages in Padang City which is located in KB RW Village. 12 Berok Gunung Pangilun, Gunung Pangilun Village, Padang City. This Acrylic Village is…
a knitted thematic village that produces handicrafts, such as knitted bags, flower vases, tissue boxes and others. Acrylic Village is still in the development stage. Currently, the Acrylic Village does not yet have a profile in the form of books and videos, so to find out about this Acrylic Village, the resource persons must repeat the history, handicrafts, and others. The writing team will create a profile for Acrylic Village to help introduce it to the wider community. The author uses the method of interview, observation and library research. In order to introduce this Acrylic Village, the author made a book and profile video to be used as a more effective information medium so as to provide information about Acrylic Village and make it a center for promoting creative economy products.
Keywords: arcylic; thematic villages; profile
Abstrak: Kampung Akrilik di Kecamatan Padang Utara merupakan salah satu kampung tematik yang ada di Kota Padang yang berada di Kampung KB RW. 12 Berok Gunung Pangilun, Kelurahan Gunung Pangilun Kota Padang. Kampung Akrilik ini merupakan kampung tematik rajutan penghasil kerajinan tangan, seperti tas rajutan, vas bunga, kotak tisu dan lainnya. Kampung Akrilik masih dalam tahap pengembangan. Saat ini Kampung Akrilik belum mempunyai profil dalam bentuk buku dan video, sehingga untuk mengetahui tentang Kampung Akrilik ini narasumber harus mengulang menyampaikan sejarah, hasil kerajinan, dan lainnya. Tim penulis akan membuat profil untuk Kampung Akrilik supaya membantu memperkenalkan ke masyarakan luas. Penulis menggunakan metode wawancara, obervasi dan penelitian kepustakaan. Dalam rangka memperkenalkan Kampung Akrilik ini penulis membuat buku dan video profil untuk dijadikan media informasi yang lebih efektif sehingga memberikan informasi tentang Kampung Akrilik dan menjadikan sentra promosi produk ekonomi kreatif.
Kata Kunci: akrilik; kampung tematik; profil
Abstract:The high incidence of stunting is of concern to the government. Some of the causes of stunting are the lack of intake that is absorbed by the body from still in the womb until after birth, lack of access to health services,…
es, and lack of access to clean water and sanitation. Therefore, it is necessary to prevent stunting by improving diet, parenting, and sanitation. With the problem of stunting cases being still high in the Magelang Regency area and it was noted that in the Sukorejo Village area, Tegalrejo District, there were still around 17.95% of stunting cases, the Integrated Community Service team, Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Magelang, will conduct training for Posyandu cadres in the village. Sukorejo. The team will implement Cadre Empowerment and Education in managing Posyandu as an effort to revitalize Posyandu for specific nutrition interventions for children. The purpose of this activity is to reduce the number of stunting cases in the Sukorejo Village, Tegalrejo District, Magelang Regency.
Keywords: cadre; catfish nuggets; child nutrition; stunting; posyandu.
Abstrak: Pemerintah prihatin dengan banyaknya kasus stunting. Beberapa penyebab stunting sendiri adalah kurangnya nutrisi yang diserap tubuh setelah lahir di dalam kandungan, kurangnya pelayanan kesehatan, kurangnya air bersih dan sanitasi. Oleh karena itu perlu untuk mencoba mencegah penurunan dengan meningkatkan gizi, pelatihan dan kebersihan. Dikarenakan permasalahan kasus Stunting yang masih tinggi di Kabupaten Magelang, ditemukan bahwa wilayah Desa Sukorejo di Tegalrejo masih memiliki kasus Stunting sekitar 17,95 persen. maka tim Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, akan melaksanakan pelatihan bagi para kader Posyandu di Desa Sukorejo. Tim PPMT FIKES UNIMMA ini akan menerapkan Pemberdayaan dan Edukasi Kader di dalam mengelola Posyandu sebagai upaya merevitalisasi Posyandu untuk intervensi gizi spesifik pada anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengurangi angka kasus stunting di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang.
Kata Kunci: gizi anak; nugget lele; posyandu; stunting
Abstract:Abstract: The Implementation of the campus teaching independent learning program from the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia Batch II provides opportunities for students to add insight and gain…
n experience in helping the teaching and learning process in elementary schools. Among the target partners is SDN Kedungluk 2, Candi District, Regency. Based on initial observations and direct interaction with students in classroom learning, it is known that students are less enthusiastic and less motivated in learning, making it difficult for teachers to deliver material. This resulted in the condition of the class being not conducive. That's why the PBL (Project Based Learning) model is applied because this model has proven to be successful in making students enthusiastic and competitive in their learning because it involves more exploration, interpretation, synthesis and information to produce various forms of learning outcomes which apparently get a positive response from students. PBL activities carried out included, among others, compiling a cooperation tree, learning the properties of light, collage of heroes, education about covid-19, providing life skill materials, teaching students to use laptops & Microsoft word. Learning that involves a lot of student activities is proven to make students more enthusiastic in learning. Learning by doing is in line with this PBL learning.
Keywords: Merdeka Belajar; Learning Model; Project Based Learning
Abstrak: Pelaksanaan kampus mengajar program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Angkatan II memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman membantu proses belajar mengajar di sekolah dasar. Di antara mitra sasarannya adalah SDN Kedungpeluk 2 Kecamatan Candi Kabupaten. Berdasarkan observasi awal dan interaksi langsung dengan siswa dalam pembelajaran di kelas, diketahui bahwa peserta didik kurang bersemangat dan kurang termotivasi dalam belajar sehingga menyulitkan guru dalam menyampaikan materi. Hal itu mengakibatkan kondisi kelas menjadi tidak kondusif. Karena itulah model pembelajaran PBL (Project Based Learning) diterapkan karena model ini terbukti berhasil membuta siswa bersemangat dan kompetitif dalam belajarnya karena lebih melibatkan eksplorasi, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar yang terrnyata mendapat respon positif dari peserta didik. Kegiatan PBL yang dilakukan anatara lain, menyusun pohon kerjasama, pembelajaran sifat-sifat cahaya, kolase pahlawan, edukasi tentang covid-19, memberikan materi life skill, mengajarkan siswa menggunakan laptop & microsoft word. Pembelajaran dengan banyak melibatkan aktivitas siswa ini terbukti membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar. Learning by doing menjadi sejalan dengan pembelajaran PBL ini.
Kata kunci: Merdeka Belajar; Model Pembelajaran; Project Based Learning
Abstract:Abstract: Tanggulangin Subdistrict in Sidoarjo Regency, East Java, is a well-known area as the center of the biggest bag and convection industry in East Java. One of them is Sartika Ratu, which has 10 employees and dozens…
s of partners with the Tanggulangin SMEs. Sartika Ratu has a long experience in supplying traveling equipment for Umrah and Hajj travel agencies. Due to the COVID-19 pandemic, this business has shifted its production to cloth masks to ensure its business continuity. However, the cloth mask business is now very competitive. Meanwhile, the Tanggulangin SMEs develop mask design in a sporadic way without a strong design concept. This community service program using counseling method to assist the Tanggulangin SMEs in order to produce mask designs that have fashion value so that they have differentiation that increases the selling value. The team provides various alternative mask designs for the Tanggulangin SMEs in the form of a design bank book. Next, selected designs were produced and tested for users. After user testing, the team identifies some critical points that determine the quality of fashion masks. The results of this evaluation become a guide for SMEs to produce better masks and have a high selling value.
Keywords: cloth mask; fashion; quality control
Abstrak: Kecamatan Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan daerah yang terkenal sebagai sentra industri pengrajin tas dan konveksi terbesar di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah Sartika Ratu, yang selama ini menjadi pemasok perlengkapan perjalanan umroh dan haji. Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19, UKM yang memiliki 10 karyawan dan belasan mitra di Tanggulangin ini mengalihkan produksinya pada masker kain agar kelangsungan bisnis tetap terjamin. Namun persaingan produk masker saat ini sangat kompetitif, sementara itu pengembangan produk masker yang dilakukan oleh UKM ini bersifat masih bersifat sporadis dan belum berkonsep. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan UKM Tanggulangin agar dapat menghasilkan desain masker yang bernilai fashion sehingga memiliki diferensiasi yang meningkatkan nilai jual. Tim pengabdi memberikan berbagai alternatif desain masker kepada UKM dalam bentuk buku bank desain, yang dilanjutkan dengan pengujian terhadap beberapa desain terpilih. Setelah dilakukan pengujian produksi, diperoleh hasil evaluasi berupa identifikasi titik kritis yang menjadi penentu kualitas masker fashion. Hasil evaluasi ini menjadi pegangan bagi UKM untuk memproduksi masker yang lebih baik dan bernilai jual tinggi.
Kata kunci: fashion; kontrol kualitas; masker kain
Abstract:Abstract: This Community Service activity was carried out at SD Negeri 096 Manyabar, Panyabungan District, Mandailing Natal Regency, North Sumatra. This activity is carried out with the aim of helping adapt technology that…
at is in line with the MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) program, one of which is the use of the google classroom platform in the process of e-learning teaching and learning activities in schools to create creative, interactive, effective and efficient learning between teachers and students, especially during this Covid-19 pandemic. Google classroom is a free, web-based platform built to make it easier for educators and students to learn online, which is easy to use to help teachers manage, measure, and experiential learning. The current use of Google Classroom is very efficient which is not limited by effective space and time. Teachers can provide online material, either in the form of text, images, audio, or video to students, besides that teachers can also make quizzes, assignments, and student lists on a regular basis by using a link from the google form sent to google classroom. Online learning in this Covid-19 era makes learning activities can be carried out interactively, effectively, and efficiently between teachers and students by utilizing technology, one of which is the use of the google classroom platform.
Keywords: google classroom; online learning; e-learning
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 096 Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan dalam hal membantu adaptasi teknologi yang selaras dengan program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) yang salah satunya adalah dengan pemanfaatan plafform google classroom dalam proses kegiatan belajar mengajar e-learning di sekolah untuk menciptakan pembelajaran kreatif, interaktif, efektif dan efisien antara guru dengan siswa apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini. Google classroom adalah platform gratis berbasis web yang dibuat untuk mempermudah kegiatan pembelajaran pendidik dan siswa secara online yang mudah digunakan untuk membantu pengajar mengelola, mengukur, dan memperkaya pengalaman belajar. Pemanfaatan Google classroom saat ini sangat efektif dan efisien yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Guru dapat memberikan materi secara online, baik berupa teks, gambar, audio, maupun video kepada peserta didik, selain itu guru juga dapat membuat kuis, tugas maupun daftar kehadiran siswa secara berkala dengan menggunakan link dari google form yang dikirimkan ke google classroom. Pembelajaran secara daring dimasa Covid-19 ini membuat kegiatan belajar dapat dilakukan secara interaktif, efektif dan efisien antara guru dengan siswa dengan pemanfaatan teknologi salah satu dengan pemanfaatan plafform google classroom.
Kata kunci: google classroom; pembelajaran daring; e-learning
Abstract:Abstract: Nutritional intake for early childhood is very important, therefore parents must understand more about the fulfillment of nutritional intake for children and be wiser in creating various nutritious foods such as…
s vegetables and fruits. The method used in this research is descriptive analytical qualitative method. This research was conducted in Sukamantri Village, Paseh District, Bandung Regency, which was carried out for 10 days. Respondents in this study were parents who lived in Sukamantri village, especially Mrs. Siti Jenab's family, which amounted to 5 people with the provision that having an early age child was very difficult to eat a balanced nutritional intake such as vegetables and fruits. Based on the results of interviews that have been conducted, it can be concluded that the method of creating food such as fruit and vegetables into nuggets, puddings and others can be very effective in making children like vegetables and fruit more. The purpose of this service is expected to be very helpful for the community in Sukamantri Village, Paseh District, Bandung Regency in choosing balanced nutritional intakes, one of which is by creating food.
Keyword: early childhood; nutrition improvement; vegetable and fruit processing
Abstrak: Asupan gizi untuk anak usia dini sangat penting, oleh karena itu orang tua harus lebih paham akan pemenuhan asupan gizi untuk anak dan lebih bijaksana dalam mengkreasikan aneka makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah buahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitataif deskriptif analitis Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamantri Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, yang dilakukan selama 10 hari. Responden dalam penelitian ini yaitu orang tua yang berada di desa Sukamantri terkhusus keluarga Ibu Siti Jenab yang berjumlah 5 orang dengan ketentuan memiliki anak usia dini yang sangat sulit memakan makanan asupan gizi yang seimbang seperti sayuran dan buah buahan. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode mengkreasikan makanan seperti buah dan sayur menjadi nugget, puding dan lainnya dapat sangat efektif untuk membuat anak lebih menyukai sayur dan buah. Tujuan pengabdian ini diharapkan akan sangat membantu masyarakat di desa Sukamantri Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung dalam memilih asupan-asupan gizi yang seimbang salah satunya dengan cara mengkreasikan makanan.
Kata kunci: anak usia dini; perbaikan gizi; pengolahan sayuran dan buah-buahan.
Abstract:Abstract: Eggplant is one of the most widely cultivated food commodities in Indonesia. One of them was carried out by "Dawuhan Jaya", the eggplant farmer group in Dawuhan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency,…
in which the majority of its members cultivated purple eggplant varieties. All the time, eggplant peel is usually thrown away when the vegetable is consumed. It only becomes unutilized waste. However, it is known that purple eggplant peel has many health benefits, including antibacterial and antioxidant. Therefore, in this service activity, product diversification of eggplant peel was carried out to process it into dish soap, a product that is widely used in households. The method used in the implementation of the activity was the participatory rural appraisal. The service activity aimed to empower the community, especially eggplant farmer group partners. The stages of activities carried out included counseling and training to increase the partner’s knowledge and skills regarding processing purple eggplant peel into high-value products. The next stage was mentoring carried out to determine and ensure the partner’s ability in production and marketing activities independently. This program was expected to be able to utilize purple eggplant by-products and increase people's income.
Keywords: dish soap; product diversification; purple eggplant peel
Abstrak: Terong merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh kelompok petani terong “Dawuhan Jaya†di desa Dawuhan, kecamatan Tenggarang, kabupaten Bondowoso yang mayoritas anggotanya membudidayakan varietas terong ungu. Selama ini biasanya kulit terong selalu dibuang bila akan dikonsumsi, sehingga hanya menjadi sampah yang tak termanfaatkan. Namun, diketahui bahwa kulit terong ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai antibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan upaya diversifikasi produk kulit terong menjadi produk yang banyak digunakan dalam rumah tangga, seperti sabun cuci piring. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah participatory rural appraisal. Tahapan kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pengolahan kulit terong ungu menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Tahapan selanjutnya adalah pendampingan yang dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan kemampuan mitra dalam kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya mitra kelompok petani terong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan produk sampingan terong ungu sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kata kunci: diversifikasi produk; kulit terong ungu; sabun cuci piring
Abstract:Abstract: Mranggen Hamlet is a hamlet located in Wangunsari Village, Sawangan District, Magelang Regency. The majority of the population in this village are elderly and elderly who have health problems in the form of degenerative…
enerative diseases, some of which have experienced complications. In this hamlet, posbindu has only been established and has only been routinely active for the last 1 month. It is hoped that with community service activities, public awareness related to a healthy lifestyle and prevention of worsening of degenerative diseases will improve. The program carried out in this service activity is the strengthening of posbindu and increasing understanding of the community regarding degenerative diseases, their prevention, maintenance and complications that can be experienced by these diseases and efforts to minimize complications with a healthy lifestyle. This activity was carried out by means of counseling to small groups of people consisting of housewives and posbindu administrators. The counseling target takes a target that plays a very important role in the community, namely housewives and posbindu officers. It is hoped that the increased knowledge and understanding of degenerative diseases on both sides will make it easier to realize behavioral changes in the future. The results of the counseling that we carried out received very good enthusiasm from the residents and increased understanding from the community.
Keywords: degenerative disease; elderly; posbindu
Abstrak: Dusun Mranggen merupakan dusun yang berada Desa Wangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Mayoritas penduduk di desa ini adalah lansia dan pralansia yang memiliki permasalahan kesehatan berupa penyakit degeneratif yang beberapa telah mengalami komplikasi. Di Dusun ini baru dibentuk posbindu dan baru aktif secara rutin 1 bulan terakhir. Diharapkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kesadaran masyarakat terkait pola hidup yang sehat dan pencegahan terjadinya perburukan dari penyakit degeneratif membaik. Program yang dijalankan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penguatan posbindu serta peningkatan pemahaman kepada masyarakat terkait penyakit degeneratif, pencegahannya, pemeliharaan serta komplikasi yang bisa dialami oleh penyakit tersebut dan upaya memini-malkan komplikasi dengan pola hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada kelompok-kelompok kecil masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pengurus posbindu. Target penyuluhan mengambil sasaran yang berperan sangat penting dalam masyarakat yaitu ibu rumah tanggga dan petugas posbindu. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit degeneratif di kedua pihak akan mempermudah dalam mewujudkan perubahan perilaku kedepannya. Hasil dari penyuluhan yang kami laksanakan mendapatkan antusiasme warga yang sangat baik dan peningkatan pemahaman dari masyarakat.
Kata kunci: lansia; penyakit degeneratif; posbindu
Abstract:Abstract: The existence of the Covid-19 pandemic makes the learning process in early childhood ineffective, including in the delivery of national insight material. The use of online platforms apparently cannot be done in…
n the learning process in Purwantoro District, Wonogiri Regency because many parents do not understand about the operation of online learning, parents who work full time, and geographical conditions that do not support it so that signaling is difficult. This community service activity is carried out in collaboration by the University of Muhammadiyah Ponorogo and the Institute of Kebangsaanic Studies Muhammadiyah Pacitan in collaboration with HIMPAUD, Purwantoro District, Wonogiri Regency. This activity aims to assist teachers in increasing students' understanding of national insight through the insertion method in learning materials. Activities are carried out online with the implementation stages being pre-activity, activity implementation, activity evaluation, and follow-up activities. From the results that have been carried out, it can be concluded that 94% of participants have understood the use of the insertion method in the implementation of learning so that students can understand the national insight in every material presented by the teacher
Keywords: insertion; PAUD; national insights
Abstrak: Adanya pandemi Covid-19 menjadikan proses pembelajaran pada anak usia dini tidak efektif, termasuk dalam penyampaian materi wawasan kebangsaan. Penggunaan platform online ternyata tidak bisa dilakukan pada proses pembelajaran di kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri karena banyak orang tua yang belum paham tentang pengoperasionalan pembelajaran online, orang tua yang bekerja secara fulltime, serta kondisi geografis yang tidak mendukung sehingga sulitnya sinyal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara kolaborasi oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Institut Kebangsaan Studies Muhammadiyah Pacitan bekerjasama dengan HIMPAUD kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang wawasan kebangsaan melalui metode insersi dalam materi pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui dalam jaringan (online) dengan tahap pelaksanaan adalah pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan tindak lanjut kegiatan. Dari hasil yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa 94% peserta telah paham tentang penggunaan metode insersi dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa dapat memahami tentang wawasan kebangsaan dalam setiap materi yang disampaikan oleh guru.
Kata kunci: insersi; PAUD; wawasan kebangsaan
Abstract:Abstract: Community service activities aimed at the government of Cipta Karya Village, Sungai Betung District, Bengkayang Regency aim to increase the interest and use of Information Technology in the Website field. Through…
gh a village institution managed by the community and village government, namely BUMdes, this greatly helps the community in improving the village economy which has the potential for information that can be used to convey information. Utilization of Information Technology in the creation of the assisted village web to display information related to the activities of the creation village. The service was carried out by studying the literature, implementing, and evaluating. Where the implementation is carried out in stages such as socialization, data management, creation of websites and domains as well as admin training, to the management of village websites. Through this website, the village government can provide information related to village activities such as potential tourism objects.
Keywords: BUMDES; management; website development; village
Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan sasaran pemerintah Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemanfaatan Teknologi Informasi pada bidang Website. Desa Cipta Karya belum memiliki wadah atau tempat untuk mempromosi potensi wisata desa. Pengelolaan Bumdes belum dimanfaatkan dengan baik dan benar dan belum ada tempat untuk menginformasi kegiatan atau informasi yang ada di Desa. Begitu pula peta lokasi wisata belum banyak diketahui oleh masyarakat luar. Melalui sebuah lembaga Desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa yaitu BUMdes, ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian desa yang memiliki potensi informasi yang bisa digunakan untuk menyampaikan suatu informasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pembuatan web desa binaan untuk menampilkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan desa cipta karya. Pengabdian ini dilakukan dengan metode studi literatur, pelaksanaan dan evaluasi. Dimana pada pelaksanaannya dilakukan tahap seperti sosialisasi, pengumpulan data, pembuatan website dan domain dan juga pelatihan admin, hingga pengelolaan website desa. Melalui website ini, pihak pemerintah desa dapat memberikan informasi terkait dengan kegiatan desa seperti potensi objek wisata.
Kata kunci: BUMdes; desa; pengelolaan; pengembangan website