Abstract:Abstract: Nowadays, almost all of them use a dispenser, because of its practicality. But behind that there are several things that make the dispenser less efficient when taking drinking water from the glass, because the…
user has to press or turn the water tap in the dispenser. The working system of this tool is where the machine will run according to the commands obtained from the laser diode and the LDR sensor, the laser diode will reflect light that leads to the LDR. when the light reflected by the laser diode to the LDR is cut, it can be interpreted that the LDR and the laser diode detect or read the presence of an object in the form of a glass, automatically the two sensors instruct the controller to activate the water pump and the water pump will work to remove the water which will be filled in the glass that is placed in the dispenser with the volume of the glass used, the filling process and the end of filling will be displayed by the LCD and when filling the water the glass is full there will be a warning from the buzzer in the form of a sound. Users no longer need to press or turn the water tap when taking water from the dispenser using a glass.
Keywords: Dispensers;LDR Sensor;Diode Laser and Tools
Abstrak: Pada saat ini masyarakat sekarang sudah hampir semuanya menggunakan dispenser, karena kepraktisan. Namun dibalik itu semua ada beberapa hal yang membuat dispenser kurang efisien saat mengambil air minum pada gelas, karena pengguna harus menekan atau memutar keran air yang ada pada dispenser. Sistem kerja dari alat ini ialah dimana mesin akan berjalan sesuai dengan perintah yang didapat dari Dioda laser dan sensor LDR, Dioda laser akan memantulkan cahaya yang mengarah pada LDR, pada saat cahaya yang dipantulkan Dioda laser ke LDR terpotong maka dapat diartikan LDR dan Dioda laser mendeteksi atau membaca adanya benda berupa gelas, secara otomatis kedua sensor tersebut memerintahkan controller mengaktifkan pompa air dan pompa air akan bekerja mengeluarkan air yang akan diisikan pada gelas yang diletakkan pada dispenser dengan volume gelas yang digunakan, proses pengisian dan akhir pengisian akan ditampilkan oleh LCD dan saat pengisian air pada gelas penuh akan ada peringatan dari buzzer berupa bunyi. Pengguna tidak perlu lagi menekan atau memutar keran air saat mengambil air pada dispenser menggunakan gelas.
Kata Kunci : Dispenser;Sensor LDR;Dioda Laser dan Alat
Abstract:Abstract: The types of small and medium business sectors that are spread in the Kota Kisaran Timur District vary widely, including fashion, handicrafts, furniture, cafes, restaurants. One of the obstacles that are often…
faced by SMEs is the limited promotional media and the absence of mapping the location of these SMEs. The Department of Cooperatives and Trade of Asahan Regency has provided information on SMEs but it is still static in archive form and has not been computerized. The community, business actors, and parties who need information about these SMEs must visit the Cooperatives and Trade Office of Asahan Regency directly, which takes a long time and is less effective. The geographic information system used is web-based and uses the Google Maps API for mapping locations by determining coordinates. The use of WebGIS can make it easier for people to find information and the location of SMEs that are displayed in the form of regional mapping accurately and quickly. In addition, it also makes it easier for the Asahan Regency Cooperative and Trade Office to view information on the spread and growth of SMEs.
Keywords: Mapping; WebGIS; Small and Medium Enterprises (SMEs); Eastern Kisaran
Abstrak: Jenis sektor usaha kecil menengah yang tersebar di Kecamatan Kota Kisaran Timur sangat bervariasi meliputi usaha fashion, kerajinan tangan, furniture, cafe, restoran, Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh UKM yaitu media promosi yang terbatas dan belum adanya pemetaan lokasi UKM tersebut. Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan telah menyediakan informasi mengenai UKM tetapi masih bersifat statis dalam bentuk arsip dan belum terkomputerisasi. Masyarakat, pelaku usaha, dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai UKM tersebut harus mengunjungi Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan secara langsung, dimana hal tersebut membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif. Sistem informasi geografis yang digunakan berbasis web dan menggunakan Google Maps API untuk pemetaan lokasi dengan menentukan titik koordinat. Pemanfaatan WebGIS dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi dan lokasi UKM yang ditampilkan dalam bentuk pemetaan wilayah secara tepat dan cepat. Selain itu juga mempermudah Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan dalam melihat informasi penyebaran dan pertumbuhan UKM.
Kata Kunci: Pemetaan; WebGIS; Usaha Kecil Menengah (UKM); Kecamatan Kota; Kisaran Timur.
Abstract:Abstract: A The inventory system at Ibnu Sina University in the facilities and infrastructure section of the old system still has several shortcomings, therefore the authors are interested in developing from the old system…
em so as to produce an updated and user friendly system which has more advantages including barcode features, control features goods, then the chairman has direct access that previously did not have the old system. The development of this inventory system, the author uses a prototype method with a development model using the Unified Model Language (UML). The purpose of this research will be to facilitate facility staff in finding information on goods by means of barcode scanners on QR labels that have been affixed to goods, making it easier to find out the condition of goods that are carried out regularly with the goods control feature, having three actors in using the inventory system which the main actor has full access and the other two actors have limited access in using the system. With the hope that the facilities section will make it easier to control all assets or inventory of goods at Ibn Sina University. So that it can be a solution to existing problems.
Keywords: Goods Inventory, Prototype, QR Code.
Abstrak: Sistem inventarisasi pada Universitas Ibnu Sina pada bagian sarana dan prasarana pada sistem yang lama masih memiliki beberapa kekurangan oleh karena itu penulis tertarik mengembangkan dari sistem yang lama sehingga menghasilkan sistem yang ter-update dan user friendly yang mana lebih memiliki kelebihan diantaranya fitur barcode, fitur kontrol barang, kemudian ketua memiliki akses secara langsung yang sebelumnya tidak dimiliki sistem lama. Pengembangan pada sistem inventaris barang ini penulis menggunakan metode prototype dengan model pengembangan menggunakan Unified Model Language (UML). Adapun tujuan dari penelitian ini nantinya dapat mempermudah staff sarana dalam pencarian informasi barang dengan cara scanner barcode pada label QR yang sudah ditempel pada barang, mempermudah mengetahui kondisi barang yang dilakukan secara berkala dengan adanya fitur kontrol barang, mempunyai tiga aktor dalam penggunaan sistem inventaris yang mana aktor utama memiliki akses secara penuh dan dua aktor lainnya memiliki akses terbatas dalam penggunaan sistem. Dengan harapan agar bagian sarana lebih mudah dalam pengkontrolan semua asset ataupun inventaris barang yang ada pada Universitas Ibnu Sina. Sehingga dapat menjadi solusi dalam permasalahan yang ada.
Kata kunci: Inventaris Barang, Prototype, QR Code.
Abstract:Abstract: The problem faced by Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan is the limited knowledge and skills of the students in efficient and environmentally friendly avocado cultivation. Many students are not familiar with sustainable…
tainable farming methods, so they still rely on traditional ways that are less efficient and potentially harmful to the environment. In addition, the lack of understanding of agricultural business management and digital marketing is also another problem in optimizing agricultural yields. This activity aims to increase the entrepreneurial capacity of the students through avocado cultivation as an environmentally friendly and sustainable economic potential. This program is implemented at Ponpes Irsyaduth Tholabah, Padangan, Bojonegoro Regency, with a participatory and educational approach. The main focus of the mentoring includes the transfer of knowledge about avocado cultivation techniques, agribusiness management, and the strengthening of entrepreneurial spirit based on Islamic values. Through a series of training and field practice, the students not only gain technical skills in planting avocados, but are also able to design business models that support the go green principle. The steps of activity implementation are as follows: a) Activity location survey, b) Pre-Test, c) Avocado Cultivation and Digital Marketing Training, d) Post-Test. The results of the activities show an increase in students' understanding of sustainable farming concepts and the emergence of small business initiatives based on agricultural products. This program is expected to become the embryo for producing a generation of students who are economically independent and concerned about environmental sustainability.
Keywords: avocado farming; go green; santripreneur; sustainable economy
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya alpukat yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak santri yang belum terbiasa dengan metode pertanian yang berkelanjutan, sehingga masih mengandalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha pertanian dan pemasaran digital juga menjadi permasalahan lain dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri melalui budidaya alpukat sebagai potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah, Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Fokus utama pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang teknik budidaya alpukat, pengelolaan agribisnis, serta penguatan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui serangkaian pelatihan dan praktek lapangan, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menanam alpukat, tetapi juga mampu merancang model usaha yang mendukung prinsip go green. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Survey lokasi Kegiatan, b) Pre-Test, c) Pelatihan Budidaya Alpukat dan Pemasaran Digital, d) Post-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan munculnya inisiatif usaha kecil berbasis hasil pertanian. Program ini diharapkan menjadi embrio lahirnya generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kata kunci: budidaya alpukat; ekonomi berkelanjutan; go green; santripreneur
Abstract:Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin production and/or function. The prevalence of DM in Indonesia continues to rise, posing a significant…
nt public health concern, particularly due to its complications such as peripheral neuropathy, which may lead to diabetic foot ulcers. This community service activity aimed to improve patients’ knowledge and preventive practices through an educational and participatory approach focusing on diabetic foot care and screening. A total of 21 participants enrolled in the Prolanis program at St. Carolus Paseban Primary Clinic were involved in this activity. Data analysis showed that most participants were male (52.4%), aged 65–74 years (57.1%), and had a duration of DM of less than 4 years (57.1%). The majority had no history of foot ulcers (81%) and did not perform regular physical exercise (57.1%). The results of diabetic foot screening indicated that most participants were categorized as very low risk (57.1%). Based on these findings, recommendations and follow-up actions were provided according to the screening protocol. It is expected that participants will be able to regularly monitor their blood glucose levels and implement appropriate foot care practices to prevent the occurrence of diabetic foot ulcers
Keywords: Diabetes Mellitus; health education; foot screening
Abstrak : Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini semakin meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama karena dapat menimbulkan salah satu komplikasi serius yaitu neuropati perifer yang menyebabkan timbulnya ulkus diabetes pada kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan pasien DM dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Adapun tindakan yang dilakukan adalah pemberian edukasi kesehatan terkait perawatan kaki dan pemeriksaan atau skrining kaki DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien yang tergabung dalam Prolanis di Klinik Pratama St. Carolus Paseban sejumlah 21 peserta. Hasil analisis data pada kegiatan tersebut adalah mayoritas peserta laki laki (52,4 %), berusia 65 s.d 74 thn (57,1)dengan lama sakit DM adalah kurang dari 4 tahun (57,1 %). Selain itu mayoritas peserta tidak memiliki riwayat luka pada kaki (81%) dan tidak melakukan olahraga (57,1 %). Dari hasil skrining kaki DM yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki risiko sangat rendah yaitu sejumlah 57,1 %. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman peserta Prolanis yang meningkat tentang cara perawatan kaki dan pencegahan ulkus kaki diabetic. Selain itu juga terjadinya perubahan perilaku peserta Prolanis untuk melakukan pemantauan gula darah dan skrining ulang ke klinik pratama sebagai upaya pemeliharaan kesehatan.
Kata Kunci: diabetes Mellitus; edukasi kesehatan; skrining kaki
Abstract:Abstract: The purpose of this service program (PKM) that we have held in Taman Sari Hijau Housing aims to study the extent of the ability or competence of elementary school children in English in the housing. With a quota…
a of 30 students, we came to the conclusion that most of the students, apart from the lack of access to English content, we also found a lack of interest in English, so the PKM that we conducted was not only about studying partner problems, but also introducing them to English and teaching with more effective methods, and the results showed that children do need a more "fun" approach than memorizing standard vocabulary, so they can use the vocabulary they have learned with more confidence.
Keywords: community service; english language proficiency; interest in learning; fun learning methods
Abstrak: Program pengadian kepada masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Perumahan Taman Sari Hijau berdasarkan pada kebutuhan dan peningkatan kemauan belajar dan juga minat dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di lingkungan tersebut. Terdapat 30 anak-anak pada jenjang Sekolah Dasar yang menjadi peserta kegiatan ini. Berdasarkan hasil obeservasi awal ditemukan bahwa masih kurangnya akses terhadap konten pembelajaran berbahasa Inggris dan juga masih kurangnya minat anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan mempelajari permasalahan mitra dan kemudian memperkenalkan dan mengimplemnetasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah Total Physical Response (TPR) yang diterapkan melalui tahapan kegiatan yang terstruktur, dimulai dari pengenalan kosakata sederhana, demonstrasi gerakan oleh pengajar, hingga praktik langsung oleh siswa melalui permainan edukatif (games). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak memang membutuhkan pendekatan yang lebih “menyenangkan” dari pada penghafalan kosakata yang baku, sehingga mereka dapat menggunakan kosakata yang telah mereka pelajari dengan lebih percaya diri.
Kata kunci: pengabdian kepada Masyarakat (PKM); kemampuan bahasa inggris; minat belajar; metode pembelajaran menyenangkan
Abstract:Abstract: The training on database design and implementation for vocational high school students at LKP Pelita Media aims to enhance students’ understanding of fundamental database concepts as well as their ability to design…
design and implement databases through a library application case study. The main problem addressed is the limited competence of students in structured database design, including data requirement analysis, Entity Relationship Diagram (ERD) development, normalization, and the lack of practical experience in using MySQL and applying it to real-world cases. The method employed consists of integrated theory- and practice-based training through interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. The activities were conducted in four stages: introduction to database concepts, ERD design and normalization, SQL implementation (CRUD and JOIN), and integration with a simple web application. The results indicate that participants gained improved understanding and skills in designing and implementing databases, aligned with current developments in information technology, particularly in the context of a library application case study.
Keywords: database; ERD; MySQL; normalization; training
Abstrak: Pelatihan perancangan dan implementasi database bagi siswa SMK di LKP Pelita Media bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dasar basis data serta kemampuan merancang dan mengimplementasikan database pada studi kasus aplikasi perpustakaan. Permasalahan utama adalah terbatasnya kompetensi siswa dalam perancangan database secara terstruktur, meliputi analisis kebutuhan data, pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD), normalisasi, serta kurangnya pengalaman praktik menggunakan MySQL hingga implementasi pada kasus nyata. Metode yang digunakan berupa pelatihan berbasis teori dan praktik terintegrasi melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu pengenalan konsep basis data, perancangan ERD dan normalisasi, implementasi SQL (CRUD dan JOIN), serta integrasi dengan aplikasi web sederhana. Hasil menunjukkan peserta memiliki pemahaman dan keterampilan perancangan serta implementasi database yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi khususnya pada studi kasus aplikasi perpustakaan.
Kata kunci: database; ERD; MySQL; normalisasi; pelatihan
Abstract:Abstract: This community service program at UMKM Adinda Food was conducted to address several managerial issues, including unstructured financial recording, unclear division of labor, and limited marketing practices. Using…
ng field observation, in-depth interviews, SWOT analysis, and implementation-based coaching, the program produced practical solution models consisting of simplified financial recording, standardized workflow arrangements, and the introduction of digital marketing practices. The results indicate that hands-on and context-based approaches effectively improve the SME owner's understanding of efficient and adaptive business management. This program contributes to current knowledge on contextual SME assistance strategies and provides a basis for applying similar models to other small enterprises with comparable characteristics.
Keywords: digital marketing; simple accounting; sme management; workflow.
Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat pada UMKM Adinda Food dilaksanakan untuk menjawab permasalahan manajemen usaha, terutama pencatatan keuangan yang tidak terstruktur, pembagian kerja yang kurang jelas, serta pemasaran yang masih terbatas pada penjualan langsung. Melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis SWOT, dan pendampingan implementatif, kegiatan ini menghasilkan model solusi yang dapat digunakan UMKM secara praktis, meliputi pencatatan keuangan sederhana, pola kerja terstandarisasi, dan pengenalan pemasaran digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap tata kelola usaha yang efisien dan adaptif. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan mengenai strategi pendampingan UMKM yang kontekstual, serta membuka peluang penerapan model serupa pada usaha kecil lainnya dengan karakteristik sejenis.
Kata kunci: akuntansi sederhana; manajemen sdm; pemasaran digital; UMKM.
Abstract:Abstract: Women's political participation is an important aspect in sustainable village development. However, the involvement of women including the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, Banyumas faces obstacles…
cles ranging from a lack of understanding of political participation, village development, low education levels, time constraints, and traditional mindsets. This community service activity aims to increase the understanding, capacity, and political participation of women in the PKK group in Ledug village, Kembaran sub-district, especially in the village development process. The methods used include FGD, direct observation, counseling, and village forum simulations. The results of the activity show that the PKK Ledug group has a high motivation to be involved in village development but still faces obstacles such as limited information regarding village political mechanisms and lack of self-confidence. After the community service was implemented, the PKK Ledug group was able to convey aspirations in a more structured manner. The village forum simulation showed an increase in the activeness of the PKK Ledug group in discussions and submitting program proposals. This community service proves that political awareness can be an effective strategy to increase the contribution of the PKK Ledug group in village development.
Keywords: women's political participation, village development
Abstrak: Partisipasi politik perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Namun, keterlibatan Perempuan termasuk kelompok PKK di desa Ledug kecamatan Kembaran, Banyumas menghadapi hambatan mulai kurangnya pemahaman tentang partisipasi politik, pembangunan desa, tingkat Pendidikan rendah, kendala waktu, pola pikir yang masih tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, partisipasi politik perempuan kelompok PKK di desa Ledug, kecamatan Kembaran terutama proses Pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi FGD,observasi langsung,penyuluhan, simulasi forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok PKK Ledug memiliki motivasi tinggi untuk terlibat dalam pembangunan desa tapi masih menghadapi kendala seperti keterbatasan informasi terkait mekanisme politik desa, minimnya kepercayaan diri.Setelah pengabdian dilaksanakan, kelompok PKK Ledug dapat menyampaikan aspirasi secara lebuh terstruktur.Simulasi forum desa memperlihatkan peningkatan keaktifan kelompok PKK Ledug dalam berdiskusi, mengajukan usulan program. Pengabdian ini membuktikan bahwa penyadaran politik dapat menjadi strategi efektif dapat meningkatkan konstribusi kelompok PKK Ledug dalam Pembangunan desa.
Kata kunci: partisipasi politik perempuan, pembangunan desa
Abstract:Abstract: Forests serve as vital supports ecosystems and hold significant economic value. Complete reliance on forests as livelihoods threatens their ecological functions. Karang Jengkol Village hosts the Special Purpose…
Forest Area (KHDTK) managed by Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Field observations revealed several challenges faced by farmer groups living around the forest. A key issue is limited knowledge of food crop cultivation, causing ongoing forest land conversion. To address this problem, the transfer of knowledge regarding cultivation practices of food crops in forest areas is required, particularly through regulatory outreach activities. Activities used extension, active learning, and mentoring, targeting PKK members and KTH Cemara Soedirman farmers. Following the outreach activities, the community demonstrated improved understanding of the three–four strata planting system. Based on evaluation results, prior to the program most respondents (88.24% or 15 individuals) exhibited low levels of knowledge, while 11.27% (2 individuals) had moderate understanding. After the program, the number of respondents with moderate understanding increased to 5 individuals (29.41%), and those with high levels of understanding rose significantly from 0% to 12 individuals (70.59%).
Keywords: forest farmers group; KHDTK Unsoed; planting pattern; special purpose forest area
Abstrak: Hutan tidak hanya berperan sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Jika masyarakat sepenuhnya bergantung pada hutan sebagai sumber mata pencaharian utama, fungsi hutan sebangai penyangga ekosistem dapat terancam. Desa Karang Jengkol merupakan lokasi di mana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed berada. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani di sekitar hutan. Salah satu di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pangan di kawasan hutan, yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan transfer pengetahuan tentang pola budidaya tanaman pangan di area hutan melalui kegiatan transfer pengetahuan pola tanam tiga atau empat strata. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pembelajaran aktif dan pendampingan dengan Masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK dan petani KTH Cemara Soedirman. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pola tanam 3–4 strata. Berdasarkan hasil evaluasi, sebelum kegiatan mayoritas responden (88,24% atau 15 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sementara 11,27% (2 orang) berada pada tingkat pemahaman sedang. Setelah kegiatan berlangsung, jumlah responden dengan pemahaman sedang meningkat menjadi 5 orang (29,41%), dan yang memiliki pemahaman tinggi bertambah signifikan dari 0% menjadi 12 orang (70,59%).
Kata kunci: bukit soedirman; kelompok tani hutan; KHDTK; pola tanam