Abstract:Transformasi industri digital telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi sehingga mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan karier (career readiness) yang sesuai…
dengan dinamika dunia kerja. Namun, berbagai program pendampingan karier di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian informasi yang bersifat umum dan belum terintegrasi dengan pengembangan pengalaman berbasis proyek. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) sebagai model pendampingan untuk meningkatkan kesiapan karier mahasiswa dalam menghadapi industri digital. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional dan diikuti oleh 156 mahasiswa peserta Yudisium Tahun Akademik 2025/2026. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui lima tahapan PCRF, yaitu Industry Insight, Self and Skill Mapping, Career Planning, Project and Portfolio Development, serta Career Readiness Evaluation. Evaluasi kegiatan mengacu pada model Kirkpatrick pada aspek Reaction dan Learning melalui observasi partisipatif, diskusi interaktif, refleksi peserta, dokumentasi, dan umpan balik lisan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi PCRF mampu memfasilitasi mahasiswa dalam memahami perkembangan industri digital, mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki, menyusun perencanaan karier, serta membangun portofolio profesional berbasis pengalaman proyek. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan mengindikasikan bahwa pendekatan pendampingan berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dibandingkan seminar karier konvensional. Dengan demikian, Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) berpotensi menjadi model pendampingan kesiapan karier yang dapat direplikasi pada berbagai program pengembangan mahasiswa di perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan daya saing lulusan menghadapi industri digital.
Abstract:Fenomena kenakalan remaja (juvenile delinquency) di era kontemporer telah berkembang menjadi implikasi sosial yang mengkhawatirkan, baik dalam konsetualisasi urban maupun rural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis…
s dampak kenakalan remaja terhadap eskalasi konflik sosial komunitas antara Desa Luhu dan Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, serta merumuskan resolusi holistik berbasis perspektif Pendidikan Islam. Metodologi yang diaplikasikan dalam studi ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 10 informan multi-sektoral (tokoh agama, adat, masyarakat, aparat TNI/Polri, dan pemuda), serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manifestasi kenakalan remaja yang dominan menjadi pemicu friksi dan integrasi destruktif antar-desa meliputi konsumsi minuman keras (sopi dan sageru), perkelahian kelompok, perjudian, dan disfungsi interaksi dalam pacaran inter-desa yang memicu polarisasi komunal serta kerugian material dan imaterial. Dalam tinjauan Pendidikan Islam, fenomena kemerosotan moralitas ini diakibatkan oleh minimalnya internalisasi nilai spritual dan kedangkalan rekonstruksi akhlak anak. Pendidikan Agama Islam memainkan peranan krusial tidak hanya sebatas fungsi kognitif (ta'lim), melainkan harus dioptimalkan dalam dimensi pembentukan karakter (ta'dib) dan pengasuhan spiritual secara holistik (tarbiyah) lintas lingkungan keluarga, lembaga formal, dan instrumen kemasyarakatan guna meminimalisir deviasi sosial remaja.
Abstract:This study aims to determine the the influence of product quality, packaging design, and customer experience on consumer repurchase intention on Ayam Penyet Bang Amin products in Rantauprapat, both partially and simultaneously.…
eously. This type of research is quantitative research with an associative approach. The population in this study were all consumers of Ayam Penyet Bang Amin Rantauprapat. The research sample was determined using the Lemeshow formula so that 96 respondents were obtained with a sampling technique using purposive sampling technique. Primary data were collected through online questionnaires and processed using SPSS version 23. The test results showed that partially, product quality had a positive and significant effect on repurchase intention (t count 3.069 > t table 1.986; Sig. 0.003 < 0.05). Packaging design had a positive and significant effect on repurchase intention (t count 2.446 > t table 1.986; Sig. 0.016 < 0.05). Customer experience also has a positive and significant effect on repurchase intention (t count 3.528 > t table 1.986; Sig. 0.001 < 0.05). Simultaneously, product quality, packaging design, and customer experience have a significant effect on consumer repurchase intention (F count 143.923 > F table 2.70; Sig. 0.000 < 0.05). The coefficient of determination of 0.819 indicates that the variables of product quality, packaging design, and customer experience are able to explain the variation in repurchase intention by 81.9%, while the remaining 18.1% is influenced by other variables outside this research model.
Abstract:This study aims to analyze the influence of promotion, service quality, and product innovation on consumer purchasing interest at Dimsum Chakmakan in Rantauprapat City. The study uses a quantitative approach with an associative…
ciative research type. The research sample consisted of 100 respondents selected using a purposive sampling technique with the criteria of consumers who have visited at least twice in the last six months. Data collection was carried out through questionnaires and data analysis using SPSS version 29 through validity tests, reliability, classical assumptions, multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results showed that promotion had a positive and significant effect on purchasing interest with a t-value of 2.255 and a significance of 0.026. Service quality also had a positive and significant effect with a t-value of 3.021 and a significance of 0.003 and was the most dominant variable with a beta value of 0.348. Product innovation had a positive and significant effect with a t-value of 2.179 and a significance of 0.032. Simultaneously, the three variables significantly influence purchase intention with an F value of 34.165 and a significance level of <0.001. The Adjusted R Square value of 0.501 indicates that 50.1% of the variation in purchase intention can be explained by the research model.
Abstract:The discussion about the need for Muslim communities in Muslim countries or those with Muslim majority populations to have an integrated instrument in the fiscal policy has recently been increasingly prominent. At least…
driven by two factors, internal and external. The internal factor is the fiscal policy in the form of taxes that have been implemented by the state by adopting a conventional economic system that has not created what is called social welfare in many Muslim countries. Second, along with de-globalization that has hit the world recently, especially as a result of the Covid-19 pandemic, which has reduced dependence between countries, countries have to rethink to get away from dependence on the global economic system, including how to think about policies. fiscal and monetary in accordance with each country and can survive and be useful for dealing with a similar pandemic. One of the Islamic economic instruments that has surfaced in the discussion of the fiscal system is Zakat. Zakat in many studies indicates that it can be an alternative substitute for the tax position in the state fiscal system. The purpose of this paper is to find answers to whether Zakat is able to replace the tax position in the state fiscal policy system. What is its position in economic theory and Islamic law, and how to formulate zakat as a fiscal policy instrument? This paper also includes a discussion of potential conflicts that arise when zakat is applied to replace taxes.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membangun toleransi antarumat beragama, menganalisis tren penelitian, mengidentifikasi efektivitas, serta tantangan implementasinya.…
mplementasinya. Menggunakan metode tinjauan sistematis literatur atas publikasi dalam lima tahun terakhir, studi ini menemukan peningkatan signifikan dalam perhatian akademis, mencapai puncak publikasi sembilan artikel pada 2023 dan delapan artikel pada 2025. PKn terbukti efektif menumbuhkan pemahaman kognitif tentang keberagaman, keterampilan berpikir kritis, dan sikap empatik, terutama pada mahasiswa yang umumnya menunjukkan tingkat toleransi sangat tinggi serta internalisasi nilai kerukunan. Lembaga pendidikan formal, didukung guru sebagai teladan dan fasilitator, mengintegrasikan nilai multikultural dan moderasi beragama dalam kurikulum, membentuk sikap inklusif. Namun, studi mengidentifikasi tantangan seperti kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan perilaku praktis, munculnya sikap eksklusif pada mahasiswa, penurunan standar perilaku antaragama di beberapa periode, serta pengaruh lingkungan luar sekolah dan perbedaan latar belakang siswa. Faktor kearifan lokal dan kebijakan publik adaptif juga berperan penting. Studi ini berkontribusi dengan mensintesis literatur yang terfragmentasi, menyajikan gambaran holistik tentang dinamika PKn dalam konteks toleransi, dan menyoroti celah kunci untuk penelitian mendatang. PKn merupakan instrumen krusial, namun efektivitasnya sangat bergantung pada implementasi holistik, menuntut penelitian longitudinal dan kontekstual untuk menjembatani kesenjangan teori-praktik.
Abstract:Pendidikan nasional saat ini menghadapi tantangan besar terkait degradasi moral akibat arus kebebasan berekspresi yang kerap mengabaikan batasan etis dan religius. Sebagai respons, Kementerian Agama RI menggagas Kurikulum…
m Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan humanis-moderat untuk mereorientasi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam menanamkan nilai-nilai humanisme Islam di Madrasah Aliyah Jam'iyyah Islamiyyah melalui tiga tahapan manajemen: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta melihat proses internalisasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBC di MA Jam'iyyah Islamiyyah mampu menanamkan tiga nilai utama humanisme Islam, kebebasan (liberty), persamaan (equality), dan persaudaraan (fraternity) melalui tahapan internalisasi yang sistematis meliputi transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Keberhasilan kurikulum ini didukung oleh iklim psikologis madrasah yang aman, keteladanan guru, serta integrasi nilai kasih sayang dalam ekosistem pembelajaran yang holistik. Pendekatan afektif ini terbukti mampu mengubah paradigma pembelajaran keagamaan yang kaku menjadi proses dialogis yang emansipatoris dan memanusiakan manusia
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena konversi agama beserta proses dan faktor-faktor yang memengaruhinya dari kacamata psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode…
etode studi kepustakaan (library research) dan menerapkan teknik analisis isi terhadap berbagai literatur akademik mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konversi agama merupakan proses transformasi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendalam dan berlangsung secara bertahap, meliputi fase kegelisahan batin, pencarian spiritual, perjumpaan dengan ajaran baru, pengambilan keputusan, hingga tahap komitmen. Proses ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti krisis identitas dan pencarian makna hidup, serta faktor eksternal yang mencakup keluarga, komunitas, relasi sosial, dan peran media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konversi agama bukan sekadar perpindahan identitas formal, melainkan proses pendidikan jiwa yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Pembinaan bagi pelaku konversi (muallaf) perlu mengintegrasikan konsep dasar psikologi pendidikan Islam secara holistic yakni fitrah, tarbiyah, ta’lim, ta’dib, dan tazkiyatun nafs dengan pendekatan yang humanis dan empatik agar terbentuk identitas keberagamaan yang sehat dan matang.
Abstract:Perkembangan e-commerce yang semakin pesat telah mengubah perilaku belanja konsumen dari pembelian yang terencana menjadi pembelian spontan yang dipengaruhi oleh stimulus promosi digital. Promo flash sale dan notifikasi…
aplikasi banyak digunakan oleh platform belanja online untuk menciptakan rasa urgensi, kelangkaan, dan dorongan emosional yang dapat memicu impulse buying. Artikel literature review ini bertujuan untuk menelaah pengaruh promo flash sale dan notifikasi aplikasi terhadap impulse buying pada konsumen online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sepuluh artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan, terbit pada rentang tahun 2022 sampai 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa flash sale pada umumnya berpengaruh positif terhadap impulse buying karena menawarkan diskon dalam waktu terbatas, stok terbatas, hitung mundur waktu, dan tampilan promosi yang menarik. Notifikasi aplikasi juga berperan sebagai pengingat dan stimulus promosi real-time yang mempercepat keputusan pembelian, meskipun penelitian yang secara eksplisit membahas variabel notifikasi masih relatif terbatas dalam literatur yang dikaji. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengaruh flash sale semakin kuat ketika didukung oleh emosi positif, fear of missing out, pleasure, arousal, hiburan, dan manfaat ekonomis. Namun, terdapat pula temuan yang tidak konsisten, yaitu flash sale tidak selalu berpengaruh signifikan apabila faktor psikologis atau fitur promosi lain lebih dominan. Kajian ini menyimpulkan bahwa flash sale dan notifikasi aplikasi dapat mendorong impulse buying, terutama apabila strategi promosi dirancang dengan unsur urgensi, daya tarik emosional, dan informasi produk yang kredibel.
Abstract:Penelitian ini berangkat dari berbagai isu utama yang menghambat keberlanjutan dan optimalisasi potensinya, seperti keterbatasan infrastruktur dan fasilitas pendukung wisata, seperti akses jalan, sanitasi, dan akomodasi…
yang belum memadai, sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan dan daya tarik destinasi, minimnya upaya promosi dan pemasaran, yang menyebabkan rendahnya kunjungan wisatawan, rendahnya kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata, termasuk kurangnya pelatihan bagi masyarakat lokal Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif agar mencapai tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan objek wisata Kampung Tematik di Kampung Jawi, seacara rinci menggunakan analasis skala likert dan analisis SWOT , pengumpulan data primer yaitu wawancara, observasi kuisoner, dan data sekunder yaitu survey instansional dan literatur web Berdasarkan hasil analisis konsep 4A, dapat diketahui bahwa komponen Ancillary dengan hasil 4,07 menjadi aspek yang paling kuat dalam mendukung pengembangan Kampung Jawi, diikuti oleh Atraksi yaitu 3,99 dan Amenitas yaitu 3,70 yang juga berada dalam kategori baik. Sementara itu, Aksesibilitas yaitu 3,27 menjadi aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut karena memiliki nilai rata-rata terendah. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh nilai IFAS sebesar 6,16 dan EFAS sebesar 5,79. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan internal yang dimiliki Kampung Jawi lebih besar dibandingkan pengaruh faktor eksternal yang dihadapi. Kondisi ini menempatkan Kampung Jawi pada penerapan strategi ST (Strength–Threat) dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk menghadapi tantangan eksternal melalui penguatan identitas budaya, peningkatan kemandirian pengelolaan, dan pengembangan inovasi wisata dalam jangka menengah (3–5 tahun).