Search Articles & Publications

Showing 3148 articles found for "Inter"

Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Game-Based Learning pada Siswa SDN 001 Rimba Sekampung

Aina Leticia Anasasic, Ryazzah Iskia, Nurul Dwi Sartika, Mutiah, M. Hiqbal Eka Perdana, Lilis Ariani Br Munthe, Fatiya Najwa, Fadya Syahrani, Duwi Winara, Benny Heltonika, Alberd Agatur Situmeang, Wulan Cahyana
Abstract: Literasi keuangan merupakan kecakapan penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini agar siswa mampu mengelola uang saku secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung. Kegiatan pengabdian… engabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa melalui penerapan Game-Based Learning (GBL) pada siswa kelas VI SDN 001 Rimba Sekampung. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 76 siswa melalui tiga tahapan, yaitu pemaparan materi, pembelajaran berbasis permainan menggunakan estafet botol finansial, serta refleksi dan penulisan harapan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan uang, sumber uang, pengelolaan uang saku, perbedaan kebutuhan dan keinginan, konsep pembagian uang 50/30/20, serta pentingnya menabung sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar literasi keuangan dan pengelolaan uang saku secara bijak. Siswa juga menunjukkan keberanian dalam menjawab pertanyaan, kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala dalam pemahaman konsep pembagian 50/30/20, perbedaan kecepatan pemahaman siswa, dan keterbatasan durasi permainan, pemberian contoh langsung dan bantuan berupa clue dapat membantu siswa memahami materi. Penerapan Game-Based Learning melalui estafet botol finansial dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan serta menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini.

Pendampingan Pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Sebagai Upaya Digitalisasi Sistem Pembayaran Pada Pelaku Umkm Di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan Oleh Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau

M. Rasuli, Excelenta Perangin-angin, Nataliya, Vina Puja Aqustin, Marshanda Lasmora Ida Sianturi, Defanny Febianti, Siti Azqia Zahra, Zahratul Keysa Benaya, Yulis, Muhammad Ikram Syawly Al-afif Annur, Hanif Ananda Tovani
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, namun sebagian besar pelaku UMKM di wilayah pedesaan, termasuk… di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, masih menggantungkan transaksi usahanya pada sistem pembayaran tunai. Kondisi ini menjadikan UMKM tertinggal dalam arus digitalisasi ekonomi nasional yang terus berkembang pesat, khususnya melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM di Desa Mak Teduh sebagai upaya mendorong digitalisasi sistem pembayaran, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing usaha di era ekonomi digital. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 dengan tahapan observasi, identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi, pendampingan pendaftaran, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap manfaat QRIS, meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berhasil mendaftarkan QRIS, serta respons positif terhadap kemudahan bertransaksi non-tunai. Meskipun demikian, kegiatan ini juga menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet, minimnya literasi digital pada pelaku usaha lanjut usia, dan ketiadaan dokumen legalitas usaha. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan digitalisasi UMKM yang berkelanjutan bagi desa-desa dengan karakteristik serupa di wilayah Provinsi Riau.

Edukasi Patologi Sosial di MTs Al-Falah Kota Dumai

Fidy Maesabilla Chandra, Nelva Trimafia, Jihan Humaira, Adinda Putri Zahra, Nabila Cantika Wadani, Muhammad Fariq Maulana, Sayyidah Nida Alifah, Tri Yanti Aulia, Sandi Wishlin Guo, Christian Elbert
Abstract: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk patologi sosial, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kecanduan gawai, perundungan, dan pergaulan bebas akibat pengaruh lingkungan sosial serta… kemajuan teknologi. Kondisi ini mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi mengenai patologi sosial bagi siswa kelas IX di MTs Al-Falah, Kota Dumai, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan partisipatif yang memadukan penyampaian materi, permainan pemecah kebekuan (ice-breaking), diskusi interaktif, dan permainan untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diikuti oleh 45 siswa, disertai dengan observasi terhadap partisipasi dan respons siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari kisaran 60–80 pada pre-test menjadi 85–100 pada post-test. Selain itu, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, lebih aktif dalam diskusi, serta mampu mengaitkan materi dengan kondisi di lingkungan sekitar mereka. Sebagai luaran kegiatan, poster edukasi diserahkan kepada pihak sekolah sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan mengenai pencegahan patologi sosial. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai patologi sosial serta menyediakan materi edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Olahraga, Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pinang Menjadi Biobriket Di Desa Seberang Tembilahan

Nazwa Azura Yasmin, Irsan Taufik Ali, Nawa Afifah, Adelia Putri, Dea Ananda, Izhar Ibnu Fahmi, Oktavia Rahmadhani, Muhammad Genadi, Triana Suci Amanda, Tasya Nofa, Arie Styawan
Abstract: Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada… epada masyarakat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, teridentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu rendahnya aktivitas sosial antarwarga, minimnya kesadaran kesehatan pada kelompok lanjut usia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit pinang hasil perkebunan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research dengan tiga program utama, yaitu turnamen bola voli antarkampung, pemeriksaan kesehatan lansia melalui posyandu, dan pelatihan pengolahan limbah kulit pinang menjadi biobriket. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa turnamen bola voli berhasil meningkatkan interaksi dan kebersamaan antarwarga, kegiatan posyandu lansia meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat lanjut usia terhadap layanan kesehatan, serta pelatihan biobriket memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi. Ketiga program tersebut saling melengkapi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dari aspek sosial, kesehatan, dan lingkungan, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sosialisasi Manajemen Stres Kerja Dan Work-Life Balance Bagi Tenaga Kerja Perempuan Di Sektor Industri Rumahan Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli

Wasesa, Supar
Abstract: Tenaga kerja perempuan di sektor industri rumahan memiliki beban ganda yang unik, yaitu menjalankan peran produktif sebagai pekerja sekaligus peran domestik sebagai pengelola rumah tangga secara bersamaan dan dalam ruang… yang sama. Kondisi ini berpotensi memicu stres kerja yang tidak terkelola dengan baik serta ketimpangan work-life balance, namun seringkali tidak disadari oleh pelaku usaha itu sendiri karena dianggap sebagai bagian yang wajar dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kerja perempuan pelaku industri rumahan di Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, dalam mengenali gejala stres kerja, menerapkan teknik manajemen stres sederhana, serta menyusun strategi keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi teknik relaksasi, serta pendampingan penyusunan rencana aksi pribadi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap peserta untuk mengukur perubahan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai gejala dan penyebab stres kerja, teknik pengelolaan stres, serta pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model intervensi berkelanjutan bagi kelompok tenaga kerja perempuan sektor informal di wilayah perkotaan lain yang memiliki karakteristik serupa.

Sosialisasi Dan Praktik “Digital Parenting”: Membangun Komunikasi Efektif Orang Tua Dan Anak Dalam Menggunakan Internet Di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan

Marwan Al Fajri, Bayu Arif Prabudi
Abstract: Perkembangan penetrasi internet di wilayah semi-perdesaan tidak selalu diimbangi dengan kesiapan literasi digital orang tua. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak psikologis negatif bagi anak, seperti kecemasan, perilaku… adiktif terhadap gawai, dan gangguan pola komunikasi keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi digital orang tua di Desa Percut melalui sosialisasi dan praktik digital parenting. Metode yang digunakan adalah community-based participatory research (CBPR) yang meliputi survei awal, sosialisasi tatap muka, pendampingan lapangan selama empat minggu, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri 35 orang tua dan berjalan lancar berkat koordinasi dengan aparat desa. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai risiko dunia digital, strategi mediasi aktif, dan penggunaan fitur parental control. Komunitas WhatsApp juga dibentuk untuk pendampingan berkelanjutan.

Pendekatan Belajar Sempoa Interaktif Bersama Orang Tua Di Rumah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak

Enike Serafia Br Tarigan, Anastasya Febiola Br Ginting, Yohana Vagresia Sihotang, Kezia Lestari Br Ginting, Patricia Angelika, Felicia Rotua Simarmata, Patri Janson Silaban
Abstract: Kegiatan pendekatan belajar sempoa interaktif bersama orang tua di rumah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui kegiatan belajar yang menyenangkan dan melibatkan keluarga. Permasalahan yang… ang ditemukan adalah masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar serta kurangnya pendampingan belajar yang kreatif dari orang tua di rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai penggunaan sempoa sebagai media pembelajaran sederhana dalam melatih kemampuan numerasi anak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan sempoa, praktik bersama orang tua dan anak, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara singkat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa orang tua lebih memahami manfaat penggunaan sempoa dalam membantu perkembangan kemampuan berhitung anak. Anak juga menunjukkan peningkatan minat belajar karena kegiatan dilakukan melalui interaksi, permainan, dan pendampingan langsung bersama orang tua. Dengan demikian, pendekatan belajar sempoa interaktif di rumah dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk menciptakan suasana belajar matematika yang menarik, aktif, dan bermakna.

Tinjauan Literatur dan Evaluasi Kritis Terhadap Perkembangan International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics di Indonesia

Dewi Lestari, M.Si.
Abstract: Artikel ini meninjau perkembangan riset terkini di Indonesia terkait topik penelitian jurnal ini, mengevaluasi metodologi yang digunakan, dan merumuskan rekomendasi praktis.

Analisis dan Implementasi Optimal pada International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics untuk Pengembangan Riset Berkelanjutan

Dr. Budi Santoso, Prof. Siti Aminah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.

REVITALIZATION OF BUGIS-MAKASSAR LOCAL WISDOM IN FAMILY MEDIATION AS AN EFFORT TO PREVENT DIVORCE

Muhammadong
Abstract: Divorce is a societal problem that affects children, extended families, married couples, and the general social resilience of communities. Local wisdom values, such as siri' na pacce, sipakatau, sipakalebbi, sipakainge,… and tudang sipulung, stand for respect, empathy, accountability, and thoughtful dispute resolution in Bugis-Makassar society. The goal of this study is to determine how applicable Bugis-Makassar traditional knowledge is to family mediation as a divorce prevention tactic and how it may be updated and revived. This study employed a descriptive design and a qualitative methodology. In-depth interviews, observations, and documentation involving couples who had experienced marital discord, as well as traditional leaders, religious leaders, mediators, and family members involved in mediation procedures, were used to collect data. Techniques for data reduction, data display, and conclusion drawing were used to analyze the data. The findings indicate that while sipakatau and sipakalebbi improve respect between married couples, siri' na pacce strengthens accountability and empathy. While tudang sipulung provides a deliberative setting for discovering common answers, sipakainge encourages constructive reminders. The findings suggest that the parties' desire to voluntarily embrace the mediation process can be increased by involving traditional authorities, religious leaders, and dependable family members. Reviving these ideals in an adaptive, equitable, and impartial manner might support family mediation. The results of this study show that incorporating local knowledge into family mediation could be beneficial in reducing divorce.