Search Articles & Publications

Showing 337 articles found for "Spirit"

Terapi Tasawuf: Penerapan Konsep Sabar, Syukur, dan Tawakal dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Pasien Penyakit Kronis

Misbachul Munir, Bayu Fermadi, Aina Noor Habibah, Moch. Bashori Alwi, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Yuni Pangestutiani
Abstract: Pasien penyakit kronis sering mengalami tekanan psikologis berat, terutama kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi fisik dan menurunkan kualitas hidup. Pendekatan medis konvensional terkadang kurang menyentuh aspek spiritual-emosional&#8230; ritual-emosional yang mendalam. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi tasawuf berbasis konsep sabar, syukur, dan tawakal sebagai intervensi psiko-spiritual untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien penyakit kronis. Kegiatan dilaksanakan di Komunitas Pasien Ginjal Kronis “Sehati” dan Poli Penyakit Dalam RSUD Kota Y, melibatkan 25 pasien (gagal ginjal kronis, diabetes, hipertensi). Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan pendekatan eksperimen kuasi (one group pre-test post-test). Intervensi berupa delapan sesi terstruktur yang mengintegrasikan psikoedukasi, praktik dzikir, muhasabah terpandu, dan diskusi kelompok untuk menginternalisasi nilai sabar (dalam menghadapi ujian), syukur (atas nikmat yang tersisa), dan tawakal (berserah diri kepada Allah). Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan *DASS-42* subskala anxiety. Hasil analisis statistik paired sample t-test menunjukkan penurunan skor kecemasan yang signifikan (p < 0,05). Peserta juga melaporkan peningkatan penerimaan terhadap penyakit, ketenangan batin, dan optimisme. Diskusi menyimpulkan bahwa konsep tasawuf yang diterapkan secara terstruktur berfungsi sebagai mekanisme koping religius yang efektif, meningkatkan resiliensi spiritual, dan mengurangi distres psikologis. Model terapi tasawuf ini direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kronis.

Implementasi Konsep Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) dalam Bimbingan dan Konseling Islami di Perguruan Tinggi

Bayu Fermadi, Yuni Pangestutiani, Misbachul Munir, Aina Noor Habibah, Moh. Hasan Fauzi, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Nur Rahma Shanty
Abstract: Permasalahan kesehatan mental dan spiritual di kalangan mahasiswa meningkat, sementara layanan bimbingan dan konseling konvensional di perguruan tinggi seringkali belum terintegrasi secara maksimal dengan nilai-nilai spiritual&#8230; ritual yang menjadi kebutuhan mendasar sebagian besar mahasiswa Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) sebagai pendekatan integratif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) di perguruan tinggi. Program dilaksanakan di Universitas X melalui serangkaian kegiatan: (1) Pelatihan dan workshop bagi konselor dan peer counselor tentang teknik konseling berbasis Tazkiyatun Nafs, (2) Pengembangan modul panduan singkat, dan (3) Penyediaan layanan konseling kelompok tematik yang mengintegrasikan konsep Muhasabah (introspeksi), Mujahadah an-Nafs (perjuangan melawan hawa nafsu), dan Riyadhah (latihan spiritual). Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 15 konselor/calon konselor dan 30 mahasiswa sebagai klien sukarela. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi konselor dalam melakukan asesmen spiritual dan pendekatan yang lebih holistik. Mahasiswa peserta konseling melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan, serta peningkatan self-awareness dan ketenangan batin. Diskusi menggarisbawahi bahwa integrasi Tazkiyatun Nafs memberikan kerangka konseptual yang kaya dan praktis untuk memperkuat dimensi psiko-spiritual dalam konseling kampus, sesuai dengan konteks budaya-religius Indonesia. Disimpulkan bahwa implementasi konsep ini dapat mengoptimalkan peran BKI dalam membangun ketahanan mental-spiritual mahasiswa.

Community Empowerment in the Landscaping of Gardens around Karo Traditional Houses to Support Cultural Ecotourism in Lingga Village

Mei Brilian Harefa, Dasrizal, Nurul Adha Sitorus, Egy Bremana Ginting, Junianty Dahnita Br Purba
Abstract: Lingga Village in Karo Regency, North Sumatra, is a cultural village that preserves the traditional architecture of the Karo people, particularly the Siwaluh Jabu traditional house, which reflects the community’s life philosophy,&#8230; philosophy, social order, and spirituality. The surrounding environment of these traditional houses remains poorly organized, with vacant land left unmanaged and declining awareness of cultural preservation, resulting in suboptimal utilization of the area’s aesthetic value, cultural function, and tourism potential. This community service program aims to arrange a cultural garden around the traditional houses while empowering the local community to manage the cultural landscape in a sustainable manner, with a focus on preserving cultural identity, improving environmental quality, and strengthening the local economy through the development of cultural tourism and agrotourism. The implementation method adopts a community-based participatory approach, carried out through several stages: site observation and mapping, focus group discussions, planning and designing the cultural garden, training and knowledge transfer, collective implementation of garden arrangement, as well as evaluation and documentation. The garden design integrates the orientation of the Siwaluh Jabu house, the cosmological meaning of space, ecological landscape principles, and the selection of local vegetation with symbolic, aesthetic, and economic value, organized into aesthetic, educational, and productive zones. The results of the program indicate the establishment of a well-arranged cultural garden rich in Karo cultural symbols, increased community capacity and participation, and the creation of a sustainable cultural landscape management model that functions as a “living laboratory” combining aesthetic, educational, economic, and spiritual roles. This model positions the community as the main actor and holds potential to be replicated in other cultural villages with similar characteristics.

Gambaran Peran Perawat Dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024

Butet Silalahi, Vina Yolanda Sari Sigalingging, Imelda Derang
Abstract: Kebutuhan spiritual pasien merupakan suatu kebutuhan yang penting akan proses penyembuhan, oleh karena itu perlu adanya peran  perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sebagai pendengar yang baik, memberikan dukungan&#8230; emosional, dan menciptakan lingkungan spiritual, agar orang yang dilayani mampu memahami tentang pengalaman hidup terhadap penyakit dan akan kedekatannya dengan Tuhan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan jumlah populasi 117 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan peran perawat dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan mayoritas dengan kategori baik sebanyak 116 responden (99,1%). Diharapkan perawat tetap meningkatkan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien dalam pelayanan yang tulus, mendengarkan dengan baik, penuh empati serta kasih sayang yang dapat meningkatakan kebutuhan spiritual pasien.

Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien di Ruang ICU RSUP Surakarta

Rizchawati, Yudhia, Indriyati, Sutrisno
Abstract: Ruang ICU sering kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang serius dan perawatan intensif, yang dapat menimbulkan rasa ketidakpastian dan takut pada pasien. Kecemasan juga dapat memperburuk kondisi fisik, bahkan menyebabkan&#8230; abkan gangguan sistem saraf, pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pendekatan spiritual yang bertujuan dapat meringankan masalah psikologis dan meningkatkan kemampuan pasien untuk mengatasinya secara emosional dan mengurangi kecemasan. Untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di Ruang ICU RSUP Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasitif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu 45 pasien. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kebutuhan spiritual dan kuesioner STAI, analisa bivariat yang digunakan dalam penelitian ini Uji Kendall Tau. Berdasarkan hasil uji kendall Tau Terdapat Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di ruang ICU RSUP Surakarta dengan nilai p value 0.001 <0.05. Hasil Penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi bernilai negatif yaitu -0,914 berarti salah satu variabel tinggi sedangkan variabel satunya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin cukup kebutuhan spiritual maka tingkat kecemasan semakin rendah. Terdapat Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada pasien di ruang ICU RSUP Surakarta dengan nilai p value 0.001 <0.05.

Perilaku Konsumsi Semu akibat Tren Media Sosial Ditinjau dari Ekonomi Islam

Afriyani Harahap, Amanda, Nafisha Zuhra, Nafisha, Ria Armayani Hasibuan, Reni
Abstract:   Fenomena maraknya budaya pencitraan digital memicu pergeseran motif belanja generasi muda Muslim dari pemenuhan kebutuhan fungsional menjadi sekadar pemenuhan identitas artifisial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#8230; nalisis karakteristik perilaku konsumsi semu akibat tren media sosial serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip etika konsumsi dalam ekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap informan Muslim perkotaan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, dikombinasikan dengan observasi digital serta dokumentasi teks sosial. Hasil penelitian mengonstruksi temuan kebaruan bahwa konsumsi semu digerakkan oleh sindrom ketakutan tertinggal dari tren viral (fear of missing out), ulasan kelompok, gaya hidup hedonistik, dan tawaran kilat lokapasar, di mana barang dikonsumsi demi validasi sosial berupa apresiasi digital ketimbang asas manfaat nyata. Ditinjau dari ekonomi Islam, perilaku ini terbukti beririsan negatif dan bertentangan dengan prinsip kesederhanaan (qana'ah), keseimbangan, dan prioritas maslahat, serta dikategorikan sebagai tindakan berlebih-lebihan (israf) dan pemborosan (tabdzir) yang mengabaikan perlindungan harta (hifz al-maal). Kesimpulannya, konsumsi semu merusak stabilitas finansial dan spiritual individu, sehingga memerlukan penguatan etika tauhid dan optimalisasi media sosial sebagai sarana dakwah gaya hidup minimalis serta literasi keuangan syariah.

THE RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUAL INTELLEGENCE AND LEARNING INTEREST OF GRADE VIII STUDENTS OF SMP NEGERI 2 MERANTI IN THE 2022/2023 ACADEMIC YEAR

Juita Sembiring
Abstract: This study aims to determine the RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUAL INTELLEGENCE AND LEARNING INTEREST OF GRADE VIII STUDENTS OF SMP NEGERI 2 MERANTI 2022/2023 ACADEMIC YEAR. This type of research is descriptive correlational&#8230; l research. The population in this study were all grade VII students of SMP NEGERI 2 MERANTI as many as 30 people, because the population was small, which was only 30 people, the entire population became the research sample, namely 30 people with a sampling technique. The data collection instrument for variable X was a questionnaire totaling 15 with 4 options which were first tested to determine its validity and reliability. While the variable Y instrument was the documentation of the student grade list (DKN) at the school. The results of the analysis requirements for the normality test of Spiritual Intelligence data were normally distributed with the calculation results obtained (22.33 <43.77) and student learning interest was normally distributed with the calculation results (18.85 <43.77). The results of the linearity test of the data on the Relationship between Spiritual Intelligence and Students' Interest in Learning are linear with the equation Y = 22.77 + 1.22x being linear. The results of the correlation test obtained were 0.453 consulted with r with a significance level of 5% with the number of respondents being 30 people obtained because (0.453 > 0.361) this indicates that there is a Relationship between Spiritual Intelligence and Students' Interest in Learning in Class VIII of SMP NEGERI 2 MERANTI Academic Year 2022/2023. Furthermore, to test the significance of the correlation, it was carried out using the statistical test formula (test "t") obtained at 3.41. This price is then consulted at a significance level of 95% ( µ= 0.05) with dk = n-2 (30 – 2 = 28) obtained at 1.69, because (3.41> 1.69) this shows a Relationship Between Spiritual Intelligence and Learning Interest of Class VIII Students of SMP NEGERI 2 MERANTI Academic Year 2022/2023. Thus, the research hypothesis is accepted as true.

THE RELATIONSHIP BETWEEN CHRISTIAN RELIGIOUS EDUCATION IN THE DIGITAL ERA AND THE FORMATION OF STUDENTS' SPIRITUALITY AT STATE MIDDLE SCHOOL 1 PULAU-PULAU BATU SOUTH NIAS IN THE 2022/2023 ACADEMY

Khalita
Abstract: This study aims to determine the significant relationship between Christian Religious Education and the Formation of Spirituality of VIII-grade Students at SMP Negeri 1 Pulau-Pulau Batu, South Nias, Academic Year 2022/2023.&#8230; 23. The population in this study were all VIII-grade students at SMP Negeri 1 Pulau-Pulau Batu, totaling 25 people, because the population was small, namely only 25 people, the entire population became the research sample, namely 25 people. This study used a quantitative method with SMART PLS software data processing. The method of collecting data as a result of the study was a questionnaire using a Likert scale with 4 answer options. The results of the study in measuring validity where the outer loading results of all indicators were > 0.7, this indicates that all indicators of variables X and Y can represent the latern variable (construct). Likewise, reliability where CA, RO, CR, > 0.7 and AVE > 0.5, shows that all indicators are reliable, so this result can be continued with hypothesis testing which shows that there is a relationship between Christian Religious Education and the Formation of Student Spirituality with T. statistic > T. table, namely 2.109 > 1.96 and p. value 0.035 > 0.05. The conclusion of this study shows that there is a relationship between Christian Religious Education and the Formation of Student Spirituality. (X) with Spiritual Formation (Y) but not significant.

THE INFLUENCE OF JOB SATISFACTION AND WORK CLIMATEON WORK SPIRIT IN THE OFFICEMEDAN CITY COOPERATIVE AND UMKM SERVICE

Salmon
Abstract: This study aims to determine the effect of Job Satisfaction and Work Climate on Work Enthusiasm at the Medan City Umkm Cooperative Service. The test method used is sampling testing, the number of tests in this review is&#8230; 35 respondents taken from the population. seen from the F test obtained Tcount 14.405 > Ftable 3.285 with sig 0.000 <α 0.05, indicating that H0 is rejected and H1 is recognized, which means job satisfaction and work climate together have a significant effect on the variable morale. Judging from the results of the t test, it is very clear that the tcount of the morale variable is 3.181 greater than the Ftable of 1.692 with a possible t of 0.003 which means it is more significant by 0.05 on the morale variable. the variable of job satisfaction is seen from the variable of work enthusiasm. on the work climate variable, a tcount of 4.363 is greater than a ttable of 1.692 with a probability of sig 0.000 which is imperfect with the furthest level of importance reaching 0.05, so that the work climate variable is more or less visible than the work spirit variable. The Adjusted R Square value obtained means 0.441, this figure indicates that 44.1% of morale (reliable variable) can be explained by job satisfaction and work climate.

Analisis Manajemen Komunikasi Penyiaran Islam dalam Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah di Kalangan Remaja

Mardiyah, Ainul, Viona Br Sebayang, Shandy, Siagian, ⁠Julia, Ananda Hariadi, Dea, Khairani
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang masif telah menggeser lanskap spiritual remaja (digital natives), sehingga model dakwah konvensional satu arah mulai kehilangan relevansinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#8230; s strategi manajemen komunikasi penyiaran Islam dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah di kalangan remaja. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang didukung oleh teknik dokumentasi digital. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan perspektif fungsi manajemen (planning, actuating, controlling, dan evaluating) serta teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah digital di media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube) bertumpu pada perencanaan konten yang visual, estetis, dan berbasis tren (planning), serta gaya penyampaian materi yang persuasif, inklusif, dan adaptif terhadap problem psikologis harian remaja seperti kesehatan mental dan self-love (actuating). Namun, ekosistem digital juga membawa tantangan berat berupa hoaks keagamaan, distorsi informasi, dan disorientasi kredibilitas pendakwah demi viralitas belaka. Oleh karena itu, penguatan fungsi pengawasan (controlling) melalui pencantuman referensi dalil yang sahih serta evaluasi dampak perilaku nyata (evaluating) menjadi pilar krusial untuk mentransformasi media sosial menjadi ruang edukasi Islam yang solutif dan berkelanjutan bagi karakter generasi muda.