Abstract:Masalah dan tujuan penelitian ini adalah membongkar periodesasi pendidikan Islam di Indonesia serta mengkaji bagaimana narasi sejarah keislaman dibentuk melalui kebijakan kurikulum, PSPB, Sejarah Nasional Indonesia, dan…
praktik historiografi. Metode yang digunakan menggabungkan kajian historiografi kritis berbasis studi pustaka-kritis dan analisis wacana terhadap dokumen kebijakan, buku teks sejarah, serta literatur keislaman nasional, dengan fokus pada era Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Hasil menunjukkan adanya kontinuitas motif literasi keislaman yang direkonstruksi melalui kebijakan negara dan kurikulum, meskipun isi materi serta tokoh yang disorot berubah sesuai dinamika politik nasional. Narasi sejarah tidak netral; konstruksi akademi dipengaruhi oleh posisi penulis, institusi penerbitan, dan konteks ideologis masa tertentu, sehingga narasi masa lampau sering dipengaruhi tujuan politik dan budaya akademik yang dominan pada tiap periode. Analisis narasi kurikulum mengungkap bagaimana identitas nasional dibentuk melalui literasi keagamaan dan nilai patriotik; dekonstruksi narasi masa Orde Baru menyoroti potensi bias ideologis dan fragmentasi naratif yang memengaruhi pemahaman masa lampau. Secara global, kerangka wacana kritis menyediakan alat untuk menilai bahasa, metafora, dan framing teks serta membuka peluang narasi alternatif yang lebih inklusif. Celah metodologis utama meliputi keterbatasan integrasi antara analisis periodesasi dengan historiografi kritis serta keterbatasan basis data sumber primer; rekomendasi untuk masa depan adalah desain studi pustaka-kritis dengan analisis wacana terstruktur dan triangulasi sumber. Kontribusi teoretis utama adalah kerangka integratif yang memadukan revisionisme historis, dekonstruksi naratif, dan analisis wacana terhadap teks sejarah dan kurikulum nasional; secara empiris basis data sumber primer (arsip kebijakan, dokumen kurikulum, teks sejarah) memungkinkan rekontruksi periodesasi secara holistik. Implikasi kebijakan menekankan penyajian narasi sejarah Islam yang seimbang dengan konteks budaya lokal dan dinamika historiografi yang beragam, untuk meningkatkan literasi sejarah yang akurat; saran praktis meliputi penguatan arsip digital, akses terbuka terhadap dokumen kebijakan/kurikulum, serta penyelenggaraan forum ilmiah lintas disiplin untuk validasi temuan sebelum publikasi akhir.
Abstract:Alih-alih menggunakan kekerasan untuk menaklukkan kepulauan Indonesia, bukti sejarah menunjukkan bahwa Islam tiba di sana secara damai dan melalui proses akulturasi. Dengan menggunakan metode sejarah sosio-religius, penelitian…
litian ini berupaya menelaah kembali proses Islamisasi di kepulauan Indonesia dengan penekanan pada jalur-jalur yang berkelanjutan, adaptif, dan damai. Analisis literatur kualitatif terhadap karya sastra, publikasi ilmiah, dan penelitian terkini mengenai Islam di Nusantara merupakan metodologi yang digunakan. Kesimpulan utama membuktikan bahwa Islamisasi Nusantara terjadi melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, seni, dan lembaga keagamaan yang berfokus pada akulturasi budaya; penyebarannya berlangsung secara bertahap, damai, adaptif, dan terhubung melalui pusat-pusat peradaban seperti pelabuhan, kerajaan pesisir, pesantren, dan jaringan ulama. Dengan implikasi bagi studi peradaban Islam yang lebih inklusif dan kontekstual, kontribusi tematik artikel ini adalah mengemukakan kembali kerangka konseptual “Islam Tanpa Penaklukan” sebagai narasi global alternatif mengenai penyebaran agama. Kesimpulannya, mengingat dinamika pluralitas sosial-keagamaan, pendekatan damai dan akulturatif tidak hanya memudahkan penerimaan awal tetapi juga mengubah wajah Islam Nusantara, menjadikannya moderat, toleran, dan berkelanjutan.
Abstract:Rendahnya keterlibatan dan motivasi siswa akibat metode pembelajaran konvensional menjadi tantangan utama pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Game-Based…
Learning (GBL) sebagai inovasi pembelajaran di SD melalui studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari Google Scholar dan Google Books dengan kata kunci "efektivitas", "game based learning", dan "inovasi pembelajaran" dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis terhadap berbagai literatur menunjukkan bahwa integrasi media game seperti wordwall, powtoon, dan flashcard secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif dan motivasi intrinsik siswa. Temuan empiris mencatat peningkatan hasil belajar matematika dan sains yang tajam serta perbaikan interaksi kelas secara sistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GBL merupakan inovasi pembelajaran yang aplikatif dan mampu memodifikasi teori konstruktivisme tradisional menjadi konstruktivisme digital yang relevan bagi generasi alfa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kompetensi digital guru dan dukungan infrastruktur teknologi dalam keberhasilan transformasi pendidikan di SD.
Abstract:Perubahan organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari, terutama dalam organisasi pendidikan yang berurusan dengan kemajuan teknologi, standar kualitas, dan lingkungan yang terus berubah. Oleh karena itu, organisasi…
si memerlukan proses untuk mendiagnosis perubahan guna mengidentifikasi masalah dan menentukan langkah yang tepat. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji konsep mendiagnosis perubahan organisasi serta beberapa alat yang dapat digunakan untuk menganalisis kondisi organisasi sebelum melakukan perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan memanfaatkan berbagai ringkasan buku dan artikel jurnal yang relevan. Temuan studi menunjukkan bahwa diagnosis perubahan organisasi membantu pemimpin memahami kondisi organisasi secara keseluruhan, termasuk strukturnya, proses kerja, hubungan antar karyawan, dan sistem manajemen. Berbagai alat diagnosis seperti Six-Box Model, McKinsey 7-S Framework, Star Model, Congruence Model, Burke-Litwin Model, dan Four-Frame Model. Melalui penggunaan alat diagnosis yang tepat, organisasi dapat menerapkan strategi manajemen perubahan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas organisasi, terutama di lembaga pendidikan.
Abstract:Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan suatu organisasi, seperti lembaga pendidikan. Penting untuk memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mendorong kerja sama tim dan beradaptasi dengan cepat terhadap…
hadap perubahan. Penulisan ini bertujuan untuk membahas konsep kepemimpinan secara umum dan menjelaskan kepemimpinan kolaborasi (collaborative leadership) dan kepemimpinan agile (agile leadership) dalam konteks implementasinya beserta faktor pendukung dan penghambat di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan agile mendorong fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, kepemimpinan kolaboratif mendorong partisipasi dan kerja sama di antara anggota organisasi. Kedua strategi ini dapat mendorong strategi pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan terfokus.
Abstract:Pesatnya kemajuan teknologi digital menempatkan pesantren di Indonesia pada persimpangan kritis: beradaptasi dan memanfaatkan potensi era digital, atau tetap berada di pinggiran transformasi pendidikan nasional yang tengah…
ah berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review) untuk mengkaji peran pesantren dalam mengembangkan literasi digital santri sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam di Indonesia yang lebih luas. Masalah penelitian yang diangkat adalah kesenjangan konseptual dan praktis antara kerangka literasi digital yang dikembangkan dalam konteks pendidikan sekuler dengan karakteristik pedagogis, teologis, dan kultural pesantren yang unik. Dengan mengandalkan 25 sumber primer dari jurnal nasional dan internasional terakreditasi, buku, serta dokumen kebijakan yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025, penelitian ini menemukan: (1) pesantren memiliki karakteristik institusional yang khas integrasi tafaqquh ft al-din dengan kehidupan komunal yang dapat dimanfaatkan sebagai aset, bukan hambatan, dalam pengembangan literasi digital; (2) kerangka etika Islam, khususnya prinsip tabayyun, amanah, dan mas’uliyyah, memberikan landasan normatif yang kuat bagi kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab; dan (3) pesantren yang berhasil mengintegrasikan program literasi digital secara konsisten menunjukkan model yang tidak semata-mata tradisionalis maupun modernis tanpa kritik, melainkan bersifat integratif dan kontekstual. Penelitian ini ditutup dengan mengusulkan kerangka konseptual Literasi Digital Berbasis Pesantren (LDBP) yang dapat menginformasikan penelitian akademis maupun pengembangan kebijakan pendidikan Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan pendidikan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh…
peroleh dari berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui platform Google Scholar serta didukung oleh artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG merupakan program strategis yang berperan dalam meningkatkan status gizi, konsentrasi belajar, kehadiran, serta prestasi akademik siswa. Dari aspek sosial, program ini berkontribusi dalam mengurangi beban ekonomi keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial. Namun demikian, implementasi MBG masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi yang belum optimal, serta lemahnya pengawasan. Secara keseluruhan, MBG memiliki relevansi tinggi dan potensi keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan sumber literatur yang masih terbatas pada satu platform sehingga perlu perluasan kajian. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian secara multidisipliner, termasuk dalam bidang hukum, ekonomi, kesehatan, kebijakan publik, dan moral.
Abstract:Membaca kitab kuning merupakan bagian penting dalam pendidikan pesantren untuk memahami ilmu agama secara mendalam. Namun, santri pemula sering mengalami kesulitan karena metode tradisional kurang efektif bagi mereka yang…
g berlatar belakang non-Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik metode Al-Miftah Lil Ulum dalam pembelajaran kitab kuning dan implementasinya dalam meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning santri Pondok Pesantren Al-Fattah Kartasura. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Fattah Kartasura pada periode Agustus 2025-Maret 2026. Subjek penelitian ini Ustadz Muslih selaku pengampu kelas Al-Miftah, sedangkan informan penelitian ini meliputi santri kelas Al-Miftah dan pengurus pondok pesantren periode 2025. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Adapun teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman dengan tahapannya yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik metode Al-Miftah Lil Ulum mencakup penyajian materi bertahap dengan tabel, skema, nadzom berlagu familiar, dan bahasa Indonesia sederhana; implementasi pembelajaran efektif melalui tahapan tujuan adaptasi santri pemula, sumber belajar empat jilid Al-Miftah plus Safinatun Najah, strategi ceramah interaktif, presentasi santri, imlak, dan evaluasi lisan-tulis rutin. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa metode Al-Miftah Lil Ulum berhasil meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning santri secara sistematis dan menyenangkan.
Abstract:Kemampuan pemahaman peminatan materi merupakan kemampuan penguasaan dan pemilihan materi pembelajaran Segitiga dan Lingkaran. Berdasarkan observasi di SD Yayasan Pendidikan Nur Cahaya perlu mendapat perhatian dalam penguatan…
atan materi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peminatan siswa pada materi Segitiga dan Lingkaran. Penelitian ini merupangan penelitian deskriptif kualitatif lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Yayasan Pendidikan Nnur Cahaya. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Kemampuan peminatan siswa pada pembelajaran matematika materi Segitiga dan Lingkaran dapat dikategorikan sudah baik. Siswa mampu menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek berdasarkan sifat-sifatnya, dan dapat menyelesaikan soal. Dari nilai hasil pemahaman siswa pada materi Segitiga dan Lingakarn bahwa presentase keseluruhan telah mencapai 90% siswa yang sudah mencapai nilai diatas standar nilai minimum. Faktor pendukung dalam peminatan ini adalah Fasilitas, Tenaga Pendidik, Motivasi dan Daya Serap siswa yang baik.
Abstract:SPNF SKB Kota Medan sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kesetaraan dan keterampilan. Namun, penelitian ini menemukan permasalahan mendasar terkait tutor…
utor yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sehingga berdampak pada efektivitas pembelajaran dan kualitas lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor belum optimal dalam melaksanakan peran fasilitator, ditandai dengan metode pembelajaran yang monoton, kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan warga belajar, serta keterbatasan sarana prasarana. Faktor utama penyebabnya adalah keterbatasan SDM berkualifikasi, minimnya pelatihan berkelanjutan, dan lemahnya sistem manajemen lembaga. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya strategi rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, penguatan manajemen, serta peningkatan literasi digital agar kualitas pembelajaran di SKB Kota Medan dapat lebih efektif dan relevan.