Search Articles & Publications

Showing 901 articles found for "Bangun"

Membangun Platform Digital Desa Margamulya Tanjung Kait Untuk Menuju Masyarakat Society 5.0

Hayat, Cynthia, marcel, marcel, Putro, Endi, Windarto, Yudhi, Perangin Angin, Prasasti, Mudita, Damida Shu, Setiawan, Theodorous Stevanus, Christian, Juan, Putratama, Andhika, Christian, Neil
Abstract: The village of Margamulya Tj. Kait is one of the foster villages of LPPM Ukrida. From the results of interviews and direct observations, there are several main issues faced by partners, including: limited access and dissemination… emination of financial information and village profiles to external parties as well as to the villagers themselves. Community service is conducted by utilizing technology to develop a digital village community ecosystem where social media-based platforms serve as everyday communication, socialization, and collaboration tools. The implementation method is carried out through: (1) development of social media platforms; (2) training on platform usage. With the developed social media platform program, the target output is achieved through the evaluation of activities, where the benefit of interaction between village officials and villagers, as well as the dissemination and access to important information, becomes easier.   Keywords: digital platform; village digitalization; digital village; margamulya village

Pengembangan Branding dan Identitas Bisnis Untuk UMKM Desa Petanang

Hendarmin, RUM, Sari, Rafika
Abstract: Artikel ini membahas pengembangan branding dan identitas bisnis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Petanang. Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya kesadaran merek dan pengenalan produk UMKM… M Desa Petanang di pasar yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan analisis serta pelatihan berupa penyuluhan untuk merancang strategi branding yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggali potensi lokal, mengidentifikasi kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh UMKM Desa Petanang, serta merumuskan pesan branding yang kuat, UMKM dapat meningkatkan daya tarik mereka. Dengan menerapkan elemen branding seperti logo, slogan, dan desain kemasan yang mencerminkan budaya dan kualitas produk mereka, UMKM dapat membangun identitas bisnis yang lebih kuat. Dengan menerapkan strategi branding yang sesuai, UMKM Desa Petanang dapat meningkatkan daya saing mereka, menarik lebih banyak pelanggan, dan memperluas pangsa pasar mereka. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan branding dan identitas bisnis dalam mendukung pertumbuhan UMKM di wilayah pedesaan terutama di desa Petanang.  

Penyuluhan Sumur Resapan Sebagai Upaya Konservasi Cadangan Air Tanah Dan Pengendalian Genangan Air Di Kota Baubau

Nurhayati, Nurhayati, Agus, Irzal, Surianti, Surianti
Abstract: The population increase in urban areas will be directly proportional to the increase in the number of settlements and housing, so a lot of lands will change its function resulting in damage to water catchment areas. Technological… nological developments and development are increasing, disrupting rainwater catchment areas and reducing the ability of rainwater to infiltration. When the rainy season, the problem in RT 18 is a lot of  runoff that cannot quickly absorb into the reservoir, resulting in stagnant water which is quite disturbing to residents' activities. Meanwhile, during the dry season, the borehole water discharge is greatly reduced and seawater intrusion occurs into the well. To overcome this there must be a solution offered to overcome these problems. Therefore one method to build public awareness is through counseling about the importance of infiltration wells. The results of the implementation showed that before counseling the participants' understanding test results were only 14.17% and after counseling the participants' understanding was 77.5%. There was an increase in participants' understanding of 63.33%.             Keywords: infiltration wells; runoff; water conservation, water absorption   Abstrak: Peningkatan jumlah penduduk di perkotaan akan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pemukiman dan perumahan, sehingga banyak lahan akan beralih fungsi yang berakibat pada rusaknya daerah resapan air. Perkembangan teknologi dan pembangunan yang makin meningkat, membuat lahan resapan air hujan terganggangu dan mengurangi kemampuan air hujan meresap kedalam tanah. Pada saat musim penghujan tiba permasalahan yang terjadi di RT 18 yaitu banyak limpasan air yang tidak bisa cepat menyerap ke dalam tahan sehingga terjadi genangan air yang cukup mengganggu aktivitas warga. Sedangkan ketika musim kemarau debit air sumur bor sangat berkurang serta terjadi instrusi air laut ke dalam sumur. Untuk mengatasi hal tersebut harus ada solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu salah satu metode untuk membangun kesadaran masyarakat yaitu melalui penyuluhan tentang arti penting sumur resapan. Hasil pelaksanaan menunjukkkan sebelum dilakukan penyuluhan hasil test pemahaman peserta hanya 14,17% dan setelah penyuluhan pemahaman peserta 77,5%. Terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 63,33%.   Kata kunci: limpasan; pelestarian air, resapan air, sumur resapan,

Sosialisasi Pembuatan Bahan Ajar Digital Berbasis Pendidikan Karakter Bagi Guru Di Daerah 3T

Syahfitri, Jayanti, Muntahanah, Muntahanah, Darmi, Titi
Abstract: Character education is one of the mental revolution efforts made to instill character in students. Teachers play an important role in producing generations of noble character and morality, including elementary school teachers.… chers. Instilling character from an early age is expected to be able to strengthen the foundation in building the nation. The process of cultivating character must be adapted to the stages of student development and the times, so that integrating it into interactive teaching materials will be preferred by students, students can more easily understand the material and have skills that are balanced between science and technology and IMTAQ. To realize this, teachers are required to be able to integrate it into PBM such as teaching materials. However, the facts on the ground show that teachers in partner schools do not really understand the context of character building and apply it to teaching materials. The purpose of this activity is to increase teacher knowledge and skills in designing and integrating character education in digital teaching materials. This service activity is carried out through lecture methods, outreach, training, and discussions involving approximately 17 elementary school teachers. The results of the activity show that in general the teacher already knows the concept of character education, examples of assistive applications in making teaching materials and teachers have been able to design and integrate character education into teaching materials in accordance with the subjects being taught which are then ready to be made into digital teaching materials            Keywords: socialization; digital teaching materials; character education  Abstrak: Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya revolusi mental yang dilakukan   untuk menanamkan karakter pada siswa. Guru memegang peranan penting dalam menghasilkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia, tidak terkecuali guru SD. Penanaman karakter sejak usia dini diharapkan mampu memperkuat pondasi dalam membangun bangsa. Proses   penanaman karakter harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dan perkembangan zaman, sehingga mengintegrasikannya ke dalam bahan ajar interaktif akan lebih disukai siswa, siswa lebih mudah memahami materi dan memiliki keterampilan yang seimbang antara IPTEK dan IMTAQ. Untuk mewujudkan hal ini guru dituntut mampu mengintergasikannya ke dalam PBM seperti bahan ajar. Namun, fakta dilapangan menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah mitra belum terlalu memahami konteks pendidikan karakter serta menerapkannya ke dalam bahan ajar. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter dalam bahan ajar digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode ceramah, sosialisasi, pelatihan, dan diskusi dengan melibatkan lebih kurang 17 orang guru SD. Adapun hasil kegiatan menunjukkan secara garis besar guru sudah mengetahui konsep pendidikan karakter, contoh aplikasi bantu dalam membuat bahan ajar dan guru telah mampu mendesain serta mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yang kemudian siap untuk dibuat ke dalam bahan ajar digital. Kata kunci: sosialisasi; bahan ajar digital; pendidikan karakter

Social Customer Relationship Management Bagi UMKM Kube Kuliner Asahan

Rahayu, Elly, Kifti, Wan Mariatul, santoso, santoso, Lubis, Syafaat Sufi
Abstract: The Asahan Culinary Joint Business Group (KUBE) is an MSME actor engaged in the culinary business in Kisaran City, Asahan Regency, and its surroundings who are members of a joint business group. Asahan Culinary KUBE is running… unning its business from promotions to sales transactions through social media WhatsApp and Facebook. KUBE Asahan Culinary which has 4,093 members are sellers and buyers who transact and communicate through Facebook social media. The problem faced by KUBE Kuliner Asahan is Customer Relationship Management or customer management. Business actors have not been able to utilize customer data from social media to build better relationships with their customers, especially for retargeting and remarketing. This activity aims to provide understanding and knowledge about managing customers through social media and utilizing CRM data to identify potential customers, and prospective customers, identify customer journeys, and create promotional content according to customer characteristics. The activity participants are business actors who are members of the Asahan Culinary KUBE, totaling 25 people and the activities are carried out in the STMIK Royal meeting hall. The method used is community education through counseling and exposure to material with the help of power points. The results of its activities are the implementation of PkM activities and increased understanding and knowledge of business actors.            Keywords: CRM, KUBE; Culinary; MSMEs Abstrak: Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kuliner Asahan merupakan pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang usaha kuliner di Kota Kisaran Kabupaten Asahan  dan sekitarnya yang tergabung dalam kelompok usaha bersama. KUBE Kuliner Asahan dalam menjalankan usahanya dari promosi sampai transaksi penjualan melalui sosial media whatsaap dan Facebook. KUBE Kuliner  Asahan yang memiliki anggota 4.093 anggota merupakan penjual dan pembeli yang bertransaksi serta berkomunikasi melalui  social media faceebook. Permasalahan yang dihadapi KUBE Kuliner Asahan adalah  Customer Relationhip Management atau pengelolaan pelanggan. Pelaku usaha belum mampu    memanfaatkan data-data pelanggan dari sosial media untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggannya terutama untuk retargeting dan remarketing atau pemasaran ulang. Kegiatan  ini bertujuan memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang pengelolaan pelanggan melalui  media sosial serta  pemanfaatan data CRM untuk melakukan identifikasi pelanggan potensial, calon pelanggan,  melakukan identifikasi perjalanan pelanggan serta membuat konten promosi sesuai dengan karakteristik pelanggan. Peserta kegiatan adalah pelaku usaha yang tergabung dalam KUBE Kuliner Asahan yang berjumlah 25 orang dan kegiatan dilakukan di Aula pertemuan STMIK Royal. Metode yang digunakan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan paparan materi dengan bantuan power point.  Hasil kegiatannya adalah terlaksananya kegiatan PkM serta peningkatan pemahaman dan pengetahuan pelaku usaha. Kata kunci: CRM, KUBE; Kuliner; UMKM

Penerapan Aplikasi Laboratorium Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Di Puskesmas Gandus

Gustriansyah, Rendra, Puspasari, Shinta, Sanmorino, Ahmad, Suhandi, Nazori, Antony, Fery
Abstract: Abstract: The Public Health Center (Puskesmas) is a driving center for health-oriented development, empowering societies and families, and first-level health service is responsible for improving the quality of its services… es by delivering relevant, fast, and targeted information to achieve its vision and mission. Especially during the Covid-19 pandemic some time ago, the role of the Puskesmas laboratory as the frontline of the first-level health service center in examining Covid-19 symptoms and carrying out vaccinations is essential. Therefore, this community service activity aims to implement a web-based laboratory application at the Gandus health center to assist laboratory staff in completing, collecting, processing, and presenting data in a more structured, easy-to-read, timely, and accurate manner. The stages of the activity include interviews, discussions, patient data collection and laboratory examinations, application installation, and socialization of its use. This activity can improve the quality of laboratory services and add value to the accreditation of the Puskesmas. Keywords: application; laboratory; Public Health Center; service    Abstrak: Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, keluarga dan tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama bertanggung jawab meningkatkan mutu layanannya melalui penyampaian informasi yang relevan, cepat dan tepat sasaran kepada pasien, dalam upaya mencapai visi dan misinya. Terutama di saat pandemi Covid-19 beberapa waktu yang lalu, maka peran laboratorium di puskesmas sebagai garda terdepan pusat layanan kesehatan tingkat pertama dalam pemeriksaan gejala Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi menjadi penting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan aplikasi laboratorium berbasis web di puskesmas Gandus dalam upaya untuk membantu staf laboratorium dalam melengkapi, mengumpulkan, memproses, dan mempresentasikan data secara lebih terstruktur, mudah dipahami, akurat, dan tepat waktu. Tahapan kegiatan meliputi wawancara, diskusi, pengambilan data pasien dan pemeriksaan laboratorium, instalasi aplikasi, serta sosialisasi penggunaannya. Kegiatan ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas layanan laboratorium dan menambah nilai akreditasi puskesmas. Kata kunci: aplikasi; laboratorium; layanan; puskesmas

Workshop Manajemen Domain Dan Hosting Website BKPRMI Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

saputra, herman, Nata, Andri, Lubis, Adi Prijuna
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang ditujukan untuk membantu masyarakat tertentu dalam berbagai kegiatan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Secara umum beberapa perguruan tinggi atau institut di Indonesia… a telah mengembangkan program ini untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi pembangunan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat Indonesia. PKM ini dilaksanakan di BKRMI (Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang bergerak dibidang keislaman, kemasjidan, keummatan dan keindonesiaan sebagai wadah komunikasi dari organisasi pemuda remaja masjid untuk pengembangan program pembinaan generasi muda dari segala aspek secara komunikatif, informatif dan konsultatif. Kegiatan ini membahas tentang Workshop Manajemen Domain Dan Hosting Website  Bkprmi Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Workshop manajemen domain dan hosting website merupakan kegiatan yang membahas tentang bagaimana mengelola domain dan hosting website. Kegiatan ini diarahkan kepada remaja agar mereka dapat memahami cara kerja dan pentingnya manajemen domain dan hosting dalam pembuatan website. Pada workshop ini peserta akan belajar tentang  (1) Apa itu domain dan hosting; (2) Cara membeli dan mengelola domain; (3) Cara mengelola hosting website;(4) Bagaimana cara mengatur konfigurasi domain dan hosting agar website dapat diakses oleh publik. Workshop ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada remaja dalam mengelola domain dan hosting website, sehingga mereka dapat membuat dan mengelola website dengan lebih efektif dan efisien.

Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Bagi Masyarakat Kelurahan Bukit Duri Jakarta Selatan

Mataburu, Ilham Badaruddin, Handawati, Rayuna, Nugratama, Sony
Abstract: Abstract: Earthquakes are a disaster that is difficult to predict. This is why every time an earthquake occurs it always causes huge losses, not only loss of property but up to the loss of life. Strengthening preparedness… s in dealing with earthquake disasters is absolutely necessary in order to build community resilience in responding to earthquakes to minimize the potential for a larger impact. Improving earthquake disaster preparedness for the people of Bukit Duri Village aims to increase the community's ability to deal with earthquake disasters. The method used is through direct socialization related to preparedness actions before the disaster, during the disaster, and after the earthquake. The results of the implementation show that participants can understand well the characteristics of earthquake disasters, risk factors in the living environment, and actions needed before, during, and after an earthquake. This is evidenced by the evaluation results in the form of pre-test and post-test which showed an increase in participants' knowledge related to earthquake disaster preparedness which increased by 36.4%. During the pre-test, the total score was 58.8% and during the post-test, the total score was 93.2%   Keywords: disaster; earthquake; preparedness   Abstrak: Gempa bumi merupakan bencana yang sulit untuk diprediksi kejadiannya, hal ini yang menyebabkan setiap kali kejadian gempa bumi senantiasa menimbulkan kerugian yang besar bukan hanya kerugian harta benda namun sampai dengan korban jiwa. Penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi mutlak diperlukan dalam rangka mengbangunan ketahanan masyarakat dalam merespon gempa bumi untuk meminimumkan potensi dampak yang lebih besar. Peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi bagi masyarakat Kelurahan Bukit Duri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi secara langsung terkait tindakan kesiapsiagaan saat sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana gempa bumi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dengan baik karakteristik bencana gempa bumi, factor-faktor yang berisiko pada lingkungan tempat tinggal, tindakan yang diperlukan sebelum, saat terjadi dan setelah gempa bumi. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluai berupa pre test dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang mengalami peningkatan sebesar 36,4 %. Saat pre test total nilai keseluruhan sebesar 58,8 % dan saat post test total nilai menjadi 93,2 % Kata kunci: bencana; gempa bumi; kesiapsiagaan

Workshop Merancang Interior Rumah Tinggal Untuk Siswa/I SMKN 1 Mempura

Ravelino, Parlindungan, Arianti, Masda Ulfa, Indah, Isrina
Abstract: Abstract: Interior Design is a branch of art that discusses the inner side of a building. Interior design also intersects with architecture which is the global study of building design. Architecture majors have started to… o enter Vocational High Schools including at SMK Negeri 1 Mempura. Vocational School 1 Mempura has a Department of Building Modeling and Information Design which in its syllabus has building drawing learning. But in the discussion, there is no further knowledge about interior design. SMK Negeri 1 Mempura wants to develop students' knowledge about interior design or interior design properly. From this problem, Interior Design Educators at Lancang Kuning University who are community service partners from SMK Negeri 1 Mempura will add to their students' knowledge about interior design. So that through this program, Mempura 1 State Vocational School can develop interior design knowledge, which not only learns about room size but also about managing the atmosphere of space from designing ceilings, walls, floors, and furniture. The target to be achieved is for partners to understand the basics of Interior Design and its differences from Architecture and other Design Sciences. The outputs to be obtained are learning services for the community, service reports, drafts of teaching materials, and scientific articles in journals.             Keywords: interior design; furniture; workshop   Abstrak: Desain Interior adalah salah satu cabang ilmu seni rupa yang membahas tentang perancangan ruang dalam pada suatu bangunan. Desain interior juga beririsan dengan ilmu arsitektur yang merupakan ilmu perancangan bangunan secara global. Jurusan arsitektur sudah mulai masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan termasuk di SMK Negeri 1 Mempura. SMK Negeri 1 Mempura memiliki jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan yang dalam silabusnya memiliki pembelajaran gambar bangunan. Tetapi dalam pembahasannya,belum ada pengetahuan lebih lanjut mengenai perancangan ruang dalam.SMK Negeri 1 Mempura ingin mengembangkan pengetahuan yang dimiliki peserta didik pada perancangan ruang dalam atau desain interior dengan benar. Dari permasalahan ini, Tenaga Pendidik Desain Interior Universitas Lancang Kuning yang merupakan mitra pengabdian masyarakat dari SMK Negeri 1 Mempura akan menambah pengetahuan siswa/i nya tentang merancang ruang dalam. Sehingga melalui program ini, SMK Negeri 1 Mempura dapat mengembangakan pengetahuan desain ruang dalam, yang tidak hanya mempelajari tentang ukuran ruangan, tapi juga pada pengolahan suasana ruang dari perancangan langit-langit, dinding, lantai dan furnitur. Target yang ingin dicapai adalah mitra paham tentang dasar-dasar Desain Interior serta perbedaannya dengan Arsitektur dan Ilmu Desain lainnya. Luaran yang ingin diperoleh adalah jasa pembelajaran untuk masyarakat, laporan pengabdian, draf bahan ajar dan artikel ilmiah di jurnal. Kata kunci: desain interior; furniture; workshop

Upaya Meningkatkan PNBP Melalui Pemanfaatan Sewa Barang Negara (BMN) Pada Kanwil DJKN Bali Nusra

Mahadewi, Ida Ayu Gd Dian Febby, Ariana, I Komang Agus
Abstract: State revenues do not only come from taxes but also from Non-Tax State Revenues (PNBP). All of these revenues will be used by the government in the context of administering government and implementing equitable development.… nt. The Non-Tax State Income (PNBP) has two different main functions, namely as budgetary and also as regulatory. Since the onset of Covid-19, the whole world has been in an uproar and all aspects have been affected. Likewise, the DJKN Bali Nusra Regional Office also felt the impact where the target of PNBP for State-Owned Goods (BMN) was not achieved in 2020 and causing the target given to decrease every year and many state assets to be unused. This service activity is carried out using a descriptive qualitative method in which this research focuses on the government's efforts to increase non-tax state revenues through the use of rental goods (BMN). The conclusion of this service activity is that the DJKN Bali Nusra Regional Office makes various efforts in order to increase PNBP on state property rentals by providing education through socialization or workshops to work units (stake) to better understand asset management, strengthening the role of the KPKNL, strengthen database and BMN, giving rewards to the stake if it reaches the target, and there needs to be good support and cooperation between the stakes with each other. Keywords: State Property (BMN); Non-Tax State Revenue (PNBP; Strategy to Increase PNBP in BMN Abstrak: Penerimaan negara tidak hanya berasal dari pajak melainkan ada juga dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Yang dimana semua penerimaan tersebut akan digunkan oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan yang merata. Adapun Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) memiliki dua fungsi utama yang berbeda yaitu sebagai budgetary dan juga sebagai regulatory. Semenjak  adanya Covid-19 membuat seluruh dunia gempar dan semua aspek terkena dampaknya. Begitupun, Kanwil DJKN Bali Nusra yang turut merasakan dampaknya dimana tidak tercapainya target PNBP Barang Milik Negara (BMN) pada tahun 2020 dan menyebabkan target yang diberikan menurun setiap tahunya dan banyak aset negara yang tidak terpakai. Aktivitas pengabdian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dimana penelitian ini memfokuskan pada upaya pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara bukan pajak melalui pemanfaatan sewa barang (BMN). Kesimpulan dari aktivitas pengabdian ini adalah Kanwil DJKN Bali Nusra melakukan berbagai upaya agar dapat meningkatkan PNBP pada sewa barang Milik negara dengan cara memberikan edukasi melalui sosialisasi atau workshop kepada satuan kerja (satker) agar lebih memahami tentang pengelolaan aset, memperkuat peran KPKNL, memperkuat database  dan BMN, memberikan reward kepada satker jika mencapai target, dan perlu adanya dukungan dan kerjasama yang baik antara satker satu dengan lainya. Kata kunci: Barang Milik Negara (BMN); Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); Strategi Meningkatkan PNBP Pada BMN