Abstract:This study explores the dynamics of corporate crisis communication in the digital age, with a particular focus on the role of social media platforms in shaping organizational strategies. Using a qualitative approach and…
library research method, the research systematically reviews academic literature, industry reports, and documented case studies to understand how corporations respond to crises in a hyper-connected environment. The study highlights how traditional theories such as Situational Crisis Communication Theory (SCCT) and Image Repair Theory (IRT) must be adapted to meet the demands of real-time, interactive, and ethically sensitive digital spaces. Through comparative analysis of successful and failed crisis responses—including global cases such as United Airlines and local cases such as Tokopedia—the research reveals that timely, transparent, and empathetic communication on social media significantly influences public perception and corporate reputation recovery. The findings emphasize that a well-designed digital crisis strategy must integrate technical responsiveness with human-centric values to restore trust and sustain long-term relationships with stakeholders.
Keywords : crisis communication, corporate strategy, social media, digital reputation
Abstract:Penelitian ini mengkaji penerapan teknologi berbasis AI dalam penilaian keterampilan praktis siswa melalui pendekatan eksperimen di MI NU Manbaul Huda. Latar belakang penelitian ini berawal dari tantangan metode penilaian…
n tradisional yang seringkali subjektif, memakan waktu, dan tidak konsisten. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas sistem penilaian berbasis AI dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi penilaian keterampilan praktis. Metodologi yang digunakan adalah desain eksperimen semu, membandingkan kelompok eksperimen yang menggunakan sistem AI dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem AI mencapai akurasi sebesar 89%, lebih tinggi secara signifikan dibandingkan metode tradisional sebesar 75%. Selain itu, 85% guru dan 90% siswa menyatakan persepsi positif terhadap sistem AI. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi berbasis AI berpotensi mentransformasi penilaian keterampilan praktis dengan memberikan umpan balik yang objektif dan real-time. Penelitian ini berkontribusi pada bidang teknologi pendidikan dengan menunjukkan kelayakan dan manfaat AI di tingkat pendidikan dasar, khususnya di sekolah berbasis Islam. Rekomendasi mencakup pelatihan guru dan peningkatan infrastruktur untuk mendukung implementasi yang lebih luas.
Abstract:This study explores the application of AI-based technology in assessing students' practical skills through an experimental approach at MI NU Manbaul Huda. The background of this research stems from the challenges of traditional…
itional assessment methods, which are often subjective, time-consuming, and inconsistent. The study aims to evaluate the effectiveness of an AI-based assessment system in improving the accuracy and efficiency of practical skill evaluation. The methodology involves a quasi-experimental design, comparing an experimental group using the AI system with a control group using traditional methods. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews with teachers and students. The results show that the AI system achieved an accuracy rate of 89%, significantly higher than the traditional method's 75%. Additionally, 85% of teachers and 90% of students expressed positive perceptions of the AI system. The study concludes that AI-based technology has the potential to transform practical skill assessment by providing objective, real-time feedback. This research contributes to the field of educational technology by demonstrating the feasibility and benefits of AI in primary education, particularly in Islamic-based schools. Recommendations include teacher training and infrastructure improvements to support broader implementation.
Keywords: AI-based assessment, practical skills, primary education, Islamic schools, educational technology.
Abstract:The focus of research on the statement is the strategy of developing human resources (HR) of the Army through a human capital approach in increasing the professionalism, capability, and effectiveness of military personnel…
l to support the operational success of the Army in facing various security challenges. The purpose of this research is to analyze the Human Resource Development Strategy of the Indonesian Army through the Human Capital Approach. The method used in this research is descriptive qualitative with SWOT analysis tools and tree analysis. The theory used in this research is human capital. The results showed that the strategies used for HR development with a human capital approach are (1) Improving the quality of education and training of soldiers through evaluation and inclusive curriculum development. (2) Utilizing good education and training to improve soldiers' capabilities through an integrated and sustainable human capital approach. (3) Improving the professionalism of soldiers through merit-based personnel management system reform. (4) Improving soldiers' welfare by providing access to specialized higher education through the Defense University. (5) Improving transparency and efficiency through information and communication technology, keeping soldiers' focus on the main task of defense. By adopting a human capital approach, the Army is expected to improve the quality and capability of soldiers, so that they are ready to face future challenges and support the achievement of the organization's strategic goals.
Abstract:Artikel ini mengkaji konsep wali Allah dalam QS. Yūnus [10]: 62 melalui studi komparatif antara penafsiran Fakhr al-Dīn al-Rāzī (w. 606 H/1210 M) dalam Mafātīḥ al-Ghayb dan Ibn Kaṡīr (w. 774 H/1373 M) dalam Tafsīr al-Qurʾān…
fsīr al-Qurʾān al-ʿAẓīm. Kedua mufasir mewakili dua tradisi epistemologis yang berbeda dalam khazanah tafsir Islam: al-Rāzī dengan pendekatan pemikiran filosofis dan ijtihad (bi al-raʾy) dan Ibn Kaṡīr dengan pendekatan riwayat (bi al-maʾṡūr). Melalui metode tafsir muqāran (komparatif), penelitian ini menganalisis persamaan dan perbedaan kedua penafsiran serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Kaṡīr mendefinisikan wali Allah sebagai orang-orang yang beriman dan bertakwa (al-lażīna āmanū wa kānū yattaqūn) dengan bertumpu pada dalil Al-Qur'an dan hadis, sementara al-Rāzī mengembangkan pembahasan yang lebih luas mencakup dimensi filosofis, teologis, dan sufistik tentang maqām kewalian, klasifikasi wali, serta relasi antara kewalian dan kenabian. Perbedaan ini berakar pada latar intelektual, metode penafsiran, dan konteks sosio-historis masing-masing mufasir yang berbeda.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Yanbu’a dalam pengembangan sumber daya guru Al-Qur’an di MTs Yanbu’ul Qur’an Pangkalanbun, menganalisis perannya dalam meningkatkan kompetensi guru, mengkaji…
ru, mengkaji dampaknya terhadap profesionalitas guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Yanbu’a dilakukan secara terstruktur melalui pelatihan, tashih, mudarasah, supervisi, dan evaluasi berkala. Metode ini berperan penting dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru, terutama dalam aspek makhraj, tajwid, tartil, ghunnah, serta kemampuan menyusun pembelajaran yang sistematis dan terarah. Selain itu, implementasi Yanbu’a berdampak positif terhadap profesionalitas guru, seperti meningkatnya kedisiplinan, semangat muroja’ah, keteladanan, dan budaya kerja Qur’ani. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala pondok dan kepala madrasah, pembimbing yang kompeten, komitmen guru, kerja sama antarguru, serta sarana prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dasar guru dan santri, keterbatasan waktu pembinaan, dan kurangnya dukungan orang tua di rumah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter siswa di SMPN 2 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menganalisis nilai-nilai karakter yang ditanamkan,…
serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam pembentukan karakter dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui perencanaan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, penerapan aturan kelas, konsekuensi logis, kegiatan keagamaan, serta kerja sama dengan kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, hormat, peduli sosial, empati, kerja sama, dan gotong royong. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi budaya sekolah yang positif, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi siswa, pengaruh pergaulan, penggunaan media sosial, serta kurangnya keterlibatan orang tua.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di MTs Muhammadiyah Kotamobagu, menganalisis proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program…
m peningkatan kompetensi guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Strategi yang diterapkan meliputi peningkatan kesejahteraan guru, sertifikasi guru profesional, supervisi akademik, MGMP, pelatihan daring dan luring, mentoring, serta penegakan tata tertib secara tegas. Kompetensi yang menjadi prioritas utama adalah kompetensi kepribadian karena dianggap sebagai dasar dalam membangun komunikasi, keteladanan, dan motivasi kerja guru. Proses perencanaan program dilakukan pada akhir tahun ajaran berdasarkan analisis kebutuhan melalui supervisi administrasi pembelajaran dan praktik mengajar. Evaluasi program dilakukan pada akhir tahun ajaran dengan melihat hasil belajar siswa dan antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Faktor pendukung meliputi perencanaan, fasilitator, administrasi, fasilitas, dan evaluasi, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan kesiapan pemateri dalam pelaksanaan program.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak mulia peserta didik melalui pendekatan studi kepustakaan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada…
da fenomena degradasi moral di kalangan peserta didik yang menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi literatur (library research), yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dan multidimensional, yaitu sebagai pendidik (educator), pembimbing (counselor), teladan (role model), motivator, serta evaluator dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi pembentukan akhlak mulia dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran, pemberian keteladanan, pembiasaan perilaku positif, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif. Selain itu, keberhasilan pembentukan akhlak juga dipengaruhi oleh sinergi antara guru, keluarga, dan lingkungan sosial. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran guru PAI tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru PAI secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.
Abstract:Evaluasi pembelajaran merupakan komponen krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan Bahasa Arab di tengah dinamika perubahan kurikulum dan tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan…
berbagai paradigma evaluasi pembelajaran Bahasa Arab, meninjau landasan teorinya, serta mengkaji urgensinya dalam meningkatkan kualitas instruksional. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, artikel ini membedah berbagai model evaluasi, mulai dari model tradisional yang cenderung berfokus pada hasil akhir (tes tulis) hingga model komprehensif seperti CIPP (Context, Input, Process, Product) yang mengevaluasi keseluruhan sistem pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paradigma evaluasi yang efektif harus mengintegrasikan elemen kognitif seperti metakognisi dan umpan balik formatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih responsif dan bermakna. Urgensi evaluasi tidak hanya terletak pada pengukuran tingkat penguasaan materi oleh siswa, tetapi juga sebagai alat bagi pendidik untuk melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap strategi pengajaran agar tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman. Penelitian ini merekomendasikan transisi dari paradigma evaluasi yang bersifat statis menuju model evaluasi adaptif yang menyeimbangkan indikator kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh.