Abstract:Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis video tutorial mengenai ragam hias geometris dengan teknik sungging di Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret. Kesulitan mahasiswa…
dalam memahami dan mempraktikkan teknik sungging untuk motif geometris, terutama akibat metode konvensional yang kurang interaktif, mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih efektif. Media video tutorial diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas dan mempermudah pemahaman teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model prosedural, mencakup analisis potensi dan masalah, analisis kebutuhan, pembuatan media, validasi ahli, serta uji coba produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tutorial yang dikembangkan mendapat penilaian sangat layak dari ahli media dengan skor 93,3% dan dari ahli materi dengan skor 80%. Uji coba pada mahasiswa menunjukkan rata-rata skor 92,7%, mengindikasikan bahwa video ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa. Saran dari uji coba termasuk penyesuaian volume backsound dan durasi tampilan video. Video tutorial ini, yang berdurasi 8 menit dan diunggah di YouTube, berhasil memvisualisasikan teknik sungging dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, berpotensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang bermanfaat dalam pendidikan seni rupa.
Abstract:Jurnal ini mengulas tentang Implemetasi ajaran Tattwa Guna Mencapai Kehidupan Harmonis, Tatwa (Filsafat Ketuhanan) atau ajaran kebenaran tentang ketuhanan yang mejadikan landasan keyakinan setiap umat Hindu. Pemahaman seseorang…
seorang tentang ajarang kebenaran akan lebih mudah dalam menjalankan ajaran agama yang sejalan dengan pustaka suci Weda. Tidak mudah bagi seseorang yang belum memahami ajaran kebenaran dalam menjalan kehidupannya, oleh karenanya umat hindu harus mampu memahami ajaran agama hindu dan menjalankannya sesuai dengan ajaran Weda karena sumber ajaran agama Hindu adalah Weda.
Pemahaman ajaran kebenaran (Tattwa) merupakan pedoman umat hindu untuk mejalankan kehidupan beragama, untuk mewujudkan atau mengimplementasikan kebenaran perlu suatu tindakan maka, tindakan untuk implementasikan ajaran Tattwa salah satunya adalah Tat. Ajaran agama sejatinya mengajarkan kepada kebaikan, sikap saling menghormati dan menghargai, dan tidak memusuhi orang lain yang berbeda agama dengan kita merupakan semangat Tat Twam Asi.
Tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah untuk menggali ajaran Tatwa (filsafat) kebenaran yang dilakoni oleh setiap manusia, khususnya siswa/siwi sekolah dasar (SD) Negeri Karang Manik yang beragama Hindu dapat diimplementasikan melalui ajaran Tat Twam Asi untuk menciptakan keharmonisan antar umat manusia dan mencapai kehidupan yang harmonis. serta kajian teori yang di bahas adalah tentang ajaran Tattwa (Filsafat). Metode yang digunakan ialah Metode Penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode observasi di lokasi lapangan SD Negeri Karang Manik. Mengimplementasikan ajaran Tattwa (filsafat) kebenaran melalui Tat Twam Asi sebagai sebuah tindakan nyata oleh masyarakat Hindu untuk menunjukan rasa kemanusiaan (persaudaraan), toleransi, dan pluralisme. Keunikan yang ada di SD Negeri Karang Manik adalah meskipun berasal dari beragam agama namun praktik dan implementasi ajaran Tat Twam Asi mereka lakoni sebagai dasar dan pedoman dalam menjaga keharmonisan antara sesama.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui poligami dalam perspektif teori hudud Muhammad Syahrur. Data dalam penelitian ini diperoleh dan diolah dengan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang…
ng bersifat deskriptif-analitik sebagai prosedur pemisahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan subjek dan objek penelitian. Sementara metode yang digunakan adalah metode filsafat (fhilosopycal method), yaitu berupaya mencari dan menemukan struktur dasar suatu pemikiran, teori serta konsep pemikiran tersebut. Selain itu, pada penelitian ini juga menggunakan metode analisis komparatif karena dalam mengkaji ayat poligami dengan pendekatan teori hudud Muhammad Syahrur sangat dibutuhkan perbandingan pemikiran dan mufasir yang lainnya.
Pada kajian terhadap ayat-ayat ahkam, dalam hal ini ayat poligami, Muhammad Syahrur berbeda dengan mufasir kontemporer yang lain. Epistemologi penafsiran Muhammad Syahrur terhadap ayat-ayat ahkam model penafsiran Muhammad Syahrur yaitu penafsiran bi al-ra’yi.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Kepuasan Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Pegawai Negeri Sipil Guru Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sintang. Penelitian ini adalah penelitian…
asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 31 responden. Alat analisis digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (????2), dan uji pengaruh simultan (uji F), uji pengaruh parsial (uji t).
Dari hasil regresi linier berganda menunjukan persamaan Y = 3,676 + 0,279????1 + 0,326????2, nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh adalah sebesar 0,644, nilai koefisien determinasi (????2) yang diperoleh sebesar 0,414 atau 41,4%. Hasil tersebut menunjukan bahwa kepuasan kerja dan Semangat Kerja memberikan pengaruh terhadap Komitmen Organisasional sebesar 41,4%, sedangkan sisanya 58,6% merupakan peranan yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, dari hasil uji simultan (uji F) diperoleh nilai F hitung > F tabel, yaitu 9,904 > 3,340, dengan nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05. Dari hasil uji kelayakan regresi (Uji F) dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, Artinya terdapat pengaruh simultan bersama-sama antara Kepuasan kerja dan Semangat Kerja Terhadap Komitmen.Hasil (uji t) antara variabel Kepuasan kerja (X1) dan Variabel Komitmen Organisasi (Y) menunjukan nilai thitung 3,567 lebih kecil dari ttabel yaitu 2,045, dan memiliki signifikansi 0,001 > 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya Kepuasan Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Komitmen Organisasional. Sedangkan Hasil Uji parsial ( uji t ) antara Variabel Semangat Kerja (X2) terhadap Variabel Komitmen Organisasional (Y) menunjukan Nilai thitung 3,289 lebih besar dari ttabel 2,045, dan memiliki signifikansi 0,003 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya Semangat kerja secara parsial berpengaruh terhadap komitmen organisasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan inovatif yang diterapkan pada UMKM di Kelurahan Benteng, dengan fokus pada peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas adaptasi teknologi. Metodologi…
logi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi untuk mengumpulkan data dari para pelaku UMKM di wilayah tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini telah berhasil meningkatkan efisiensi operasional, penerapan strategi pemasaran digital, dan manajemen keuangan di antara UMKM. Peserta pelatihan melaporkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan yang diterima, yang berkontribusi pada peningkatan daya saing usaha mereka. Dampak ekonomi juga terlihat pada pertumbuhan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja di komunitas lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan yang lebih terfokus dan berkelanjutan, dukungan kebijakan yang lebih kuat dari pemerintah, dan adopsi teknologi yang lebih luas oleh UMKM untuk memastikan keberhasilan jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Abstract:Berdasarkan observasi, aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas SD Negeri 1 Tegalbadeng Barat , dapat dikategorikan masih sangat rendah. Dilihat dari fenomena tersebut diatas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan…
n aktivitas dan prestasi belajar siswa SD Negeri 1 Tegalbadeng Barat dengan mencoba menerapkan metode diskusi dikombinasikan dengan metode project bassed learning. Tentu! Berdasarkan deskripsi yang Anda berikan, sepertinya Anda sedang merancang penelitian untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa SD Negeri 1 Tegalbadeng Barat. Berikut adalah struktur yang dapat Anda gunakan untuk merumuskan penelitian Anda dengan fokus pada penerapan metode diskusi dan project-based learning (PBL): Subjek penelitian tersebut adalah SD Negeri 1 Tegalbadeng Barat. Dalam penelitian ini tersebut menggunakan metode Diskusi dikombinasikan dengan Metode Project Bassed Learning dalam mata pelajaran Agama Hindu dan Budi Pekerti. Dalam penelitian ini peneliti memasang target dalam rata-rata kelas (M) 80, Daya Serap (DS) 80%, Ketuntasan Belajar Klasikal 80% dan aktivitas 80%. Dilihat dari hasil penelitian ini, bahwa penerapan metode Diskusi dikombinasikan dengan metode Project bassed learning dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar dalam mata pelajaran agama hindu dan budi pekerti. Hasil ini ditunjukan dengan adanya peningkatan hasil aktivitas belajar pada siklus I 31 % dan siklus II menjadi 85%. Prestasi belajar siswa juga meningkat yaitu pada siklus I rata-rata kelas (M) 70, daya serap (DS) 70%,ketuntasan belajar 22% dan siklus II menjadi rata-rata kelas (M) 89, daya serap (DS) 89%, serta ketuntasan belajar klasikal 100% dari KKM 75. Dari hasil penelitian yang telah dicapai ini dapat diimplementasikan dengan merekomendasikan kepada Guru Agama Hindu Tentu! Jika penelitian Anda telah mencapai hasil yang signifikan dan relevan, berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengimplementasikan hasil penelitian dengan merekomendasikannya kepada Guru Agama Hindu.
Abstract:Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan bagaimana kualitas pelayanan di tempat pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan…
puasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat jalan di puskesmas marga mulya tahun 2024. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi descriptive. Analisis data yang digunakan ialah uji univariat. Sebagian besar responden rawat jalan di Puskesmas Marga Mulya, pada penelitian ini terkait dimensi Tangibles (bukti fisik), 81 responden (73,6%) menyatakan puas, dan 29 responden (26,4%) menyatakan tidak puas. Pada dimensi Reliability (kehandalan), 46 responden (41,8%) menyatakan puas, dan 64 responden (58,2%) menyatakan tidak puas. pada dimensi Responsiveness (daya tanggap), 63 responden (57,3%) menyatakan puas, dan 47 responden (42,7%) menyatakan tidak puas. pada dimensi Assurance (jaminan), 60 responden (63,6%), dan 40 responden (36,6%) menyatakan tidak puas. pada dimensi Empathy (empati), 70 responden (54,5%), dan 50 responden (45,5%) menyatakan tidak puas. Sebagian besar responden/responden rawat jalan di Puskesmas Marga Mulya merasa puas pada dimensi assurance, dan terdapat beberapa responden/pasien merasa tidak puas pada dimensi realeability. Terkait dengan ketidakpuasan pada dimensi kehandalan, sebaiknya diberikan pelatihan terkait komunikasi efektif, serta training untuk meningkatkan skill karyawan yang fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi pada pelanggan atau pasien.
Abstract:Membangun karakter manusia yang seutuhnya tidak terlepas dari pembentukan sumber daya manusia daya manusia yang dibangun dengan bertolak pada pembangunan sikap iman, ahlak moral, tanggung jawab, demokrasi dan toleransi adalah…
dalah hal mutlak yang harus dilakukan sejak dini. Peran mata pelajaran Agama Hindu yang dibelajarkan di sekolah berlandaskan atas prinsip bahwa Ajaran Hindu adalah sebagai pandangan hidup pribadi pemeluknya dalam hubungannya dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Pada pembelajaran pendidikan Agama Hindu di sekolah SD Negeri 2 Tegalbadeng Barat hasil belajarnya belum mencapai kriteria ketuntasan pada tahun ajaran 2024/2025. Hal ini membuat guru harus melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning. Pada kondisi awal sebelum penerapan siklus diketahui bahwa ketuntasan belajar hanya mencapai 20 %. Setelah penerapan metode pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I didapatkan hasil ketuntasan belajar 30 %. Pencapaian tersebut belum maksimal sehingga dilaksanakanlah siklus II dan mendapatkan ketuntasan belajar 95 % dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Dan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran problem based learning pada siswa kelas V SD Negeri 2 Tegalbadeng Barat tahun pelajaran 2024 – 2025 berhasil dapat menigkatkan hasil belajar siswa.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Khususnya aspek Kognitif siswa SD N 3 Tugumulyo. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD N 3 Tugumulyo.…
ulyo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini SD N 3 Tugumulyo tahun ajaran 2024/2025. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan , hasil observasi terhadap keaktifan belajar siswa menunjukkan hasil Pada siklus I, rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 7.03 yang tergolong aktif; sedangkan pada siklus II rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 7.32 yang juga tergolong aktif. Hal itu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 0.29. Hasil belajar Pendidikan agama Hindu dan Budipekerti siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. Abang diketahui melalui hasil evaluasi pada refleksi awal, siklus I dan siklus II. Hasil evaluasi pada refleksi awal menunjukkan bahwa nilai rata- rata siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. 69.63 Hasil evaluasi pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti adalah 75.13; sedangkan hasil evaluasi pada siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas V SD N 3 Tugumulyo. pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti adalah 83.87. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 8.74 dari nilai rata-rata pada siklus I ke siklus II. Evaluasi dalam siklus II skor rata-rata hasil belajar meningkat dari 75.13 pada siklus I menjadi 80.94. Ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 83.87% pada siklus I menjadi 96.77% pada siklus II.
Berpijak dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match”dapat meningkatan Keaktifan dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Kelas V SD N 3 Tugumulyo. Tahun Ajaran 2024/2025. Diajukan saran kepada pihak-pihak terkait sebagai berikut (1) Bagi guru baik guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti maupun guru kelas diharapkan menerapkan berbagai metode pembelajaran sehingga dapat membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa.(2) Bagi kepala sekolah agar terus memberikan membimbing dan arahan kepada guru-guru untuk lebih memacu diri dalam melakukan kegiatan pembelajaran.(3) Bagi peneliti lain, jika ingin mengadakan penelitian lebih lanjut lagi mengenai Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti diharapkan mengambil materi yang lain atau materi yang lebih luas lagi untuk meyakini hasil penelitian ini, dan juga diharapkan mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam penelitian ini sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam upaya meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Bolano Lambunu. Kecerdasan spiritual merupakan…
upakan kemampuan penting yang membantu siswa memahami makna hidup, mengembangkan rasa kasih sayang, dan membangun hubungan dengan aspek transendental. Namun, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi seringkali mengalihkan perhatian siswa dari pengembangan spiritual.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Hindu serta siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang melibatkan pendekatan kontekstual, pembelajaran berbasis pengalaman, serta integrasi nilai-nilai Hindu dalam kegiatan sehari-hari efektif dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan materi ajar dengan kehidupan nyata siswa menjadi kunci keberhasilan pembelajaran.
Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek spiritual, guna membentuk karakter siswa yang seimbang dan bermoral. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pendidik untuk terus mengeksplorasi dan menerapkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan spiritual siswa di era modern.