Search Articles & Publications

Showing 1731 articles found for "Antar"

Cinematherapy sebagai Metode Pengungkapan Emosi bagi Warga Binaan di Rutan Kelas I Makassar

Muh Rajan Piara, Andi Ayyul Fajrin, Luna Pare Allo, Trisya Putri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan cinematherapy sebagai metode pengungkapan emosi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk intervensi… i psikososial melalui pemutaran film Miracle in Cell No. 7 yang sarat dengan nilai moral, sosial, dan emosional. Metode yang digunakan meliputi wawancara pendahuluan, pengisian kuesioner sebelum pelaksanaan intervensi, pemutaran film, serta diskusi reflektif bersama peserta. Subjek kegiatan terdiri atas 20 orang WBP laki-laki. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika emosi peserta, terutama pada aspek emosi sedih, marah, takut, dan harapan. Emosi sedih dan harapan muncul sebagai respons yang paling dominan, khususnya yang berkaitan dengan hubungan keluarga dan masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran diri, kemampuan untuk mengenali emosi, serta memperkuat komunikasi interpersonal antar peserta. Dengan demikian, cinematherapy terbukti efektif sebagai media alternatif dalam pembinaan psikologis yang mampu memfasilitasi pengungkapan emosi secara positif serta mendukung kesejahteraan mental warga binaan.

Psikoedukasi "Empowered Emotion, Better Performance!" Pada Karyawan Hotel Gammara Makassar

Novita Maulidya Jalal, Anindya Fatihah Ghaisani, Risha Diva Sari, Fitri Adeliana
Abstract: Program psikoedukasi “Empowered Emotion, Better Performance!” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman karyawan Hotel Gammara Makassar mengenai regulasi emosi sebagai keterampilan penting dalam menghadapi tuntutan kerja&#8230; erja yang tinggi, khususnya pada departemen Human Resource (HR) dan Security. Karyawan hotel memiliki risiko besar mengalami stres dan kelelahan emosional akibat tingginya tuntutan pelayanan dan interaksi dengan tamu. Kegiatan diawali dengan need assessment melalui observasi, wawancara, dan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan utama karyawan terkait pengelolaan emosi. Psikoedukasi dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif dengan desain one group pre–post test untuk mengukur efektivitas program. Sebanyak 8 partisipan mengikuti kegiatan ini. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan antara skor pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,026 (<0,05), tanpa adanya penurunan skor pada seluruh partisipan. Selain itu, mayoritas peserta memberikan penilaian sangat positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi, termasuk peningkatan kemampuan mengenali dan mengelola emosi dalam situasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi regulasi emosi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan emosional karyawan hotel. Program ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan intervensi lanjutan untuk mendukung kesejahteraan psikologis dan kualitas layanan di sektor perhotelan.

Penerapan Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Sikap Profesionalisme Dalam Service Excellence

Psikoedukasi, Halima Sukri, Rahmawati Syam, Andi Nasrawati Hamid
Abstract: PT Mallomo, sebagai unit bisnis dari Bosowa Transportation di Maros, Sulawesi Selatan, berfokus pada jasa trucking dan sangat mengandalkan ketepatan serta kecepatan pelayanan dalam aktivitas pengiriman muatan. Kualitas pelayanan,&#8230; elayanan, baik internal maupun eksternal, menjadi faktor kunci dalam industri jasa logistik ini. Namun, hasil wawancara dengan bagian HR Bosowa Transportation mengidentifikasi adanya tantangan terkait kualitas pelayanan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar divisi, kerja sama, dan sikap profesionalisme karyawan. Untuk merespons kebutuhan ini, diselenggarakan program psikoedukasi mengenai Service Excellence. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di PT Mallomo Trucking pada 27 November 2025 , melibatkan 15 orang karyawan. Materi psikoedukasi dirancang untuk memperkuat komunikasi internal dan eksternal, membangun kepercayaan tim, serta menanamkan pemahaman mendalam tentang Service Excellence. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Peserta menilai dan menyatakan Sangat Puas 38% dan sisanya merasa Puas 62% terhadap penyelenggaraan kegiatan. 54% peserta menilai materi yang dibahas Sesuai dan 46% Sangat Sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Peserta menunjukkan tingkat Paham 54% hingga Sangat Paham 46% terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, peserta juga menilai penjelasan pemateri Jelas 46% dan 54% Sangat Jelas. Oleh karena itu, psikoedukasi ini dinilai efektif dalam membangun fondasi pengetahuan yang kuat, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan sikap profesionalisme dan kualitas Service Excellence PT Mallomo secara menyeluruh.

Plang Edukasi Penguraian Sampah Sebagai Upaya Menanamkan Kepedulian Lingkungan Di desa Mojopuro, Jawa Tengah

Khoirunnisa, Qonitah, Nur Syarifa Amalia, Kayla Andini, Abdul Rahman
Abstract: Pengelolaan sampah di pedesaan masih menjadi permasalahan lingkungan yang memerlukan perhatian serius. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta kurangnya media edukasi yang menarik membuat perilaku membuang&#8230; ang sampah sembarangan masih sering terjadi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembuatan rencana edukasi penguraian sampah di Desa Mojopuro, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari perancangan, pembuatan, hingga pemasangan rencana edukasi. Rencana tersebut berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah dan waktu penguraiannya, sehingga dapat menjadi sarana pembelajaran visual yang mudah dipahami dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga mempererat kerja sama antara mahasiswa dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Psikoedukasi PLN UP3 Makassar Selatan: Dari Teknisi Menjadi Komunikator Andal: Membangun Koneksi, Bukan Sekedar Transaksi

Widya Putri. H, Yelandari Liling, Azzahra Rahmatan Anwar, Lukman, Rahmawati Syam
Abstract: Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas interaksi antara pegawai dan pelanggan di bidang Niaga dan Pemasaran UP3 Makassar Selatan dengan fokus pada strategi komunikasi interpersonal adaptif dan&#8230; manajemen stres. Permasalahan utama yang dihadapi pegawai adalah kesulitan dalam menyampaikan maksud secara jelas kepada pelanggan, terutama yang tidak memahami istilah kelistrikan, yang berujung pada kesalahpahaman dan stres kerja yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner, intervensi edukatif diperlukan untuk mengembangkan komunikasi interpersonal adaptif dalam konteks pelayanan pelanggan. Psikoedukasi berjudul "Dari Teknisi Menjadi Komunikator Andal: Membangun Koneksi, Bukan Sekedar Transaksi" dilaksanakan pada 04 November 2025 dengan 22 pegawai hadir. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi roleplay kasus. Hasil evaluasi peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip komunikasi efektif REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humility). Meskipun mayoritas peserta (70%) dapat menjelaskan dengan baik, masih terdapat 6 peserta yang dinilai belum maksimal dalam menyampaikan penjelasan kepada pelanggan awam. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat keterampilan komunikasi pegawai, membantu mengelola stres, dan berkontribusi pada peningkatan citra pelayanan UP3 Makassar Selatan.  

Sosialisasi Konten Kreator Berbasis Smartphone untuk Meningkatkan Kreativitas Masyarakat di Ngepoh Kidul Desa Banyusidi

Noviansyah Rizki Aditya, Abednego Rubianto, Khanza Aoera Dievana, Wahyu Tri Apriliyan, Ilyas Nur Hanafi, Raytanza Iswadinata, Andhika Dhimas Saputra, Nerisya Salsabilla, Anida Ayu Aminati, Diesta Alifia Putri
Abstract: Kemajuan teknologi digital telah membuka peluang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas melalui media sosial. Namun, masih banyak masyarakat pedesaan yang belum memahami potensi smartphone sebagai alat produktif dalam&#8230; alam menciptakan content creator. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran dan cara menjadi content creator berbasis smartphone kepada masyarakat Dusun Ngepoh Kidul, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis agar mereka dapat mengembangkan kreativitas digital serta menambah pengetahuan baru dalam pemanfaatan teknologi secara produktif. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan secara langsung ke warga dengan tahapan-tahapan diantaranya identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pihak terkait, pelaksanaan program dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini, sebagian besar masyarakat Dusun Ngepoh Kidul sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang berkaintan dengan creator content meskupun baru Sebagian kecil yang berminat untuk menjadi content creator.

Sosialisasi Penerapan Sistem Informasi Pada UMKM Ayam Bakar Gazebo Pematangsiantar

Siregar, Nur Hamida, Puspita, Rini
Abstract: Rumah makan Ayam Bakar Gazebo berlokasi di Jalan Dahlia No.1 Kota Pematangsiantar merupakan salah satu UMKM yang cukup ramai sehingga sering terjadi penumpukan pengunjung dan membuat antrian panjang hanya untuk memesan makanan.&#8230; akanan. Hal ini juga terjadi karena sistem pemesanan makanan di UMKM masih bersifat manual. Tujuan dilakukan program pengabdian ini adalah mengatasi permasalahan yang terjadi dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis web dan QR code. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui program pengabdian diperoleh hasil dan terbukti bahwa penerapan sistem informasi pada UMKM mampu meningkatkan kualitas layanan UMKM dan customer juga merasa dipermudah dalam melakukan pemesanan makanan

Analisis Efisiensi Palung Pendingin Mono Vertical Crystallizer Produktivitas Pabrik Gula PT. Sinergi Gula Nusantara Di Unit PG. Djombang Baru

Ahmad Dhani Firmansyah
Abstract: Proses kristalisasi gula merupakan tahap krusial dalam industri pengolahan gula, di mana efisiensi alat pendingin berperan penting dalam menentukan kualitas produk akhir. Penelitian ini menganalisis efisiensi palung pendingin&#8230; ingin Mono Vertical Crystallizer yang baru diterapkan di Pabrik Gula PG Djombang Baru. Dengan metode observasi langsung dan wawancara dengan karyawan, penelitian ini mengevaluasi proses transfer massecuite, waktu pendinginan, dan kapasitas sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mono Vertical Crystallizer mampu menampung hingga 24 koil dan memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk transfer massecuite dari palung pendingin Kaeltroog, untuk massecuite berada dalam Mono Vertical Crystallizer selama kurang lebih 4 jam. Proses pendinginan yang dilakukan secara bertahap dengan aliran air dingin yang efisien berkontribusi pada penurunan suhu nira secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa Mono Vertical Crystallizer tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pendinginan, tetapi juga memastikan kualitas nira yang lebih baik sebelum diproses lebih lanjut. Dengan demikian, alat ini menjadi pilihan yang sangat baik dalam pengolahan nira untuk menghasilkan gula berkualitas tinggi.

Analisis Palung Pendingin Kaeltroog Dan Jenis Material Pipa Pendingin Pabrik Gula PT. Sinergi Gula Nusantara Di Unit PG. Djombang Baru

Idhofi Rahmad Aryan
Abstract: Analisis efisiensi palung pendingin (Kaeltroog) dilakukan pada Palung D yang terdiri dari tujuh unit kaeltroog. Setiap kaeltroog memiliki kapasitas maksimum antara 200 hingga 290 hektoliter, yang bervariasi tergantung pada&#8230; da jumlah massecuite yang dihasilkan dari alat pan masakan. Kaeltroog berfungsi sebagai tempat palung pendingin dari messecuite yang baru keluar dari pan masak an, setelah di kaeltroog selanjuttnya di kirimkan ke ke Mono Vertical Cristalizer membutuhkan waktu sekitar 30 menit, di dalam Mono Vertical Crystalizer ini sebagai untuk proses pendinginan lebih lanjut  Dalam kaeltroog, terdapat sistem pengaduk yang berperan penting dalam mencegah pengentalan massa dan mempercepat penurunan suhu, sehingga massa dapat mencapai suhu yang diinginkan dengan lebih efisien. Data rinci menunjukkan bahwa semua kaeltroog di Palung D diisi dengan kurang-kurangnya 180 hektoliter, meskipun perkiraan waktu untuk proses pendinginan adalah 24 jam dan tidak menuntaskan. Desain kaeltroog mencakup beberapa komponen penting, seperti bak pendingin, pengaduk, as pengaduk, roda gigi, motor listrik, dan talang penghubung antar palung. Penggunaan material pada pipa stainless steel tipe 316, karena memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi, terutama di lingkungan yang mengandung klorida, yang sering ditemukan dalam proses pengolahan gula.  Penelitian ini memberikan wawasan mengenai efisiensi operasional palung pendingin dan pentingnya desain yang tepat untuk meningkatkan proses pendinginan dalam industri pengolahan massecuite.

Magang Mahasiswa Dan Optimalisasi Layanan Kesejahteraan Masyarakat

Nur Ayda, Haidi Hajar Widagdo
Abstract: Artikel ini menyoroti peran strategis magang mahasiswa dalam mendukung peningkatan layanan kesejahteraan masyarakat melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa berperan sebagai pelaksana sekaligus agen&#8230; en perubahan sosial yang mendorong efisiensi birokrasi dan memperkuat pelayanan publik. Meski berdampak positif, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan seperti ketidaksesuaian kompetensi, lemahnya koordinasi lintas sektor, dan kurangnya sistem evaluasi. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diperlukan melalui perencanaan program yang terarah, integrasi kurikulum, dan evaluasi berkelanjutan agar magang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.