Abstract:Abstract: Hybrid Intelligent Systems are systems that combine more than one artificial intelligence (AI) technique or computational approach to leverage their respective strengths and overcome their individual weaknesses.…
. HIS are usually designed to handle complex tasks that are difficult to solve with a single approach. These systems combine techniques such as fuzzy logic, artificial neural networks, evolutionary algorithms, and rule-based methods, resulting in more flexible, adaptive, and intelligent solutions. The method used in the classification is the Principal Component Analysis (PCA) Algorithm, which is a statistical analysis method that aims to reduce data dimensions while maintaining significant information. PCA works by transforming the initial variables into a set of uncorrelated principal components. This technique is widely used in various fields such as image processing, pattern recognition, data compression, and exploratory data analysis. The PCA process involves decomposing the covariance or correlation matrix of the data to find the eigenvectors and eigenvalues that represent the principal components. By reducing dimensions, PCA helps overcome data redundancy problems, improves computational efficiency, and enables data visualization in lower dimensions. This study reviews the basic concept of PCA, its mathematical implementation, and its practical application in multidimensional data analysis. The K-Nearest Neighbor (KNN) algorithm is a machine learning method used for classification and regression with a simple principle, namely determining the class or value of a data based on its k nearest neighbors in the feature space. KNN works by calculating the distance between the test data and the training data using metrics such as Euclidean Distance, Manhattan Distance, or Minkowski Distance, then determining the prediction results based on the majority of classes or the average value of the nearest neighbors.
Â
Keywords: Hybrid Intelligent Systems, Principal Component Analysis (PCA), K-Nearest Neighbor (KNN).
Abstrak: Hybrid Intelligent Systems merupakan sistem yang menggabungkan lebih dari satu teknik kecerdasan buatan (AI) atau pendekatan komputasi untuk memanfaatkan kekuatan masing-masing dan mengatasi kelemahan individu. HIS biasanya dirancang untuk menangani tugas-tugas yang kompleks, yang sulit diselesaikan dengan pendekatan tunggal. Sistem ini memadukan teknik-teknik seperti logika fuzzy, jaringan saraf tiruan, algoritma evolusioner, dan metode berbasis aturan, sehingga menghasilkan solusi yang lebih fleksibel, adaptif, dan cerdas. Adapun metode yang digunakan dalam klasifikasi yaitu Algoritma Principal Component Analysis (PCA) merupakan salah satu metode analisis statistik yang bertujuan untuk mereduksi dimensi data sambil mempertahankan informasi yang signifikan. PCA bekerja dengan mentransformasikan variabel awal menjadi sekumpulan komponen utama (principal components) yang tidak saling berkorelasi. Teknik ini banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti pengolahan citra, pengenalan pola, kompresi data, dan analisis data eksploratif. Proses PCA melibatkan dekomposisi matriks kovarians atau korelasi data untuk menemukan vektor eigen dan nilai eigen yang merepresentasikan komponen utama. Dengan mereduksi dimensi, PCA membantu mengatasi masalah redundansi data, meningkatkan efisiensi komputasi, dan memungkinkan visualisasi data dalam dimensi yang lebih rendah. Studi ini mengulas konsep dasar PCA, implementasi matematisnya, serta aplikasi praktisnya dalam analisis data multidimensi. Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) adalah metode pembelajaran mesin yang digunakan untuk klasifikasi dan regresi dengan prinsip sederhana, yaitu menentukan kelas atau nilai suatu data berdasarkan k tetangga terdekatnya dalam ruang fitur. KNN bekerja dengan menghitung jarak antara data uji dengan data pelatihan menggunakan metrik seperti Euclidean Distance, Manhattan Distance, atau Minkowski Distance, kemudian menentukan hasil prediksi berdasarkan mayoritas kelas atau rata-rata nilai tetangga terdekat.
Â
Kata kunci: Hybrid Intelligent Systems, Principal Component Analysis (PCA), K-Nearest Neighbor (KNN).
Abstract:Abstract: The aim of this research is to determine the partial and simultaneous influence of the use of live streaming and flash sales on the impulsive buying behavior of e-commerce users in the East Siantar sub-district.…
. This research uses quantitative research with a Likert scale as a measuring tool. The population in this study cannot be known with certainty so sampling was carried out using the Hair formula. The Hair formula is calculated by multiplying the number of indicators for each variable by 10. The results of the first hypothesis show that live streaming partially has a positive and significant effect on impulsive buying behavior in the East Siantar sub-district. The second hypothesis shows that flash sales partially have a positive and significant effect on impulsive buying behavior in East Siantar sub-district. The third hypothesis shows that live streaming and flash sales simultaneously have a positive and significant effect on impulsive buying behavior in the East Siantar sub-district. The results of the coefficient of determination show that the contribution of live streaming and flash sales has a value of 30% while the remaining 70% is influenced by other factors not included in this research
Â
Keywords: Live Streaming; Flash Sale; Impulsive Buying.
Abstrak: Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan penggunaan live streaming dan flash sale terhadap perilaku impulsive buying pengguna e-commerce di kelurahan Siantar Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan skala likert sebagai alat ukurnya. Populasi dalam penelitian ini tidak dapat diketahui secara pasti sehingga pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan rumus Hair. Rumus Hair dihitung dengan cara jumlah indikator setiap variabel dikali dengan 10. Adapun hasil hipotesis pertama menunjukkan bahwa live Streaming secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying di kelurahan Siantar Timur. hipotesis kedua menunjukkan bahwa flash sale secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying di kelurahan Siantar Timur. hipotesis ketiga menunjukkan bahwa live Streaming dan flash sale secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying di kelurahan Siantar Timur. Hasil koefisien determinasi menunjukkan hasil bahwa kontribusi live streaming dan flash sale memiliki nilai sebesar 30% sedangkan 70% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini
Â
Kata kunci: Live Streaming; Flash Sale; Impulsive Buying.
Abstract:Abstract: This study focuses on Michel Foucault's analysis of power relations concerning the Qanun Jinayat in Aceh Province, which governs societal life through Islamic sharia law. One of the sharia laws implemented through…
ugh the Qanun is the Qanun Jinayat. Although the Qanun Jinayat aims to enforce Islamic sharia, discrepancies exist between the regulations of the Qanun Jinayat and national laws, particularly regarding the definition of sexual harassment, which is broad and potentially allows perpetrators to evade punishment. This research employs a qualitative approach by utilizing data sources such as the Qanun Jinayat, court records, and Foucault's literature. The findings indicate that articles related to sexual violence need further examination, as the Qanun Jinayat's power is not in favor of victims of sexual violence. The gaps in definitions, penalties, and legal procedures may hinder victim protection efforts and create power relations that influence how society understands and responds to sexual violence.
Keywords: Qanun Jinayat, Sexual Violence, Power Relations, Foucault
Abstrak: Artikel ini berfokus pada telaah relasi kuasa pada Qanun Jinayat dengan menggunakan persfektif Michel Foucault. Selama ini, hukum syari'at islam yang ketat telah mengatur kehidupan masyarakat di Aceh. Meskipun Qanun Jinayat bertujauan menerapkan syari’at islam, terdapat ketidaksesuaian antara regulasi antara Qanun Jinayat dengan undang-undang nasional, khususnya terkait definisi pelecehan seksual yang bersifat umum dan berpotensi memberikan peluang bagi pelaku untuk menghindari hukuman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan sumber data seperti Qanun Jinayat, catatan peradilan, dan literatur Foucault. Hasil penelitian menunjukkan pasal terkait kekerasan seksual perlu dikaji lebih lanjut, hal ini disebabkan oleh kekuasaan Qanun Jinayat yang tidak berpihak kepada korban kekerasan seksual. Kesenjangan definisi, hukuman, dan prosedur hukum dapat menghambat upaya perlindungan korban dan menciptakan relasi kuasa yang memengaruhi cara masyarakat memahami dan menanggapi kekerasan seksual.
Â
Kata Kunci: Qanun Jinayat, Kekerasan Seksual, Relasi Kekuasaan, Foucault
Abstract:Abstract: This article discusses the role of customary law in resolving cases of domestic violence. Domestic violence is still an inevitable phenomenon because it still occurs very often to this day, most victims of domestic…
stic violence are women. The patterns and causes of domestic violence also vary greatly. Some regions still use adat as a solution to various problems that occur in society, one of which is the Gayo Lues area which is still very thick and respects the role of adat. This article uses a feminist perspective approach. The type of research is qualitative by looking for references related to the research and conducting interview methods via whatsapp phone. The results of this study show that there are positive and negative impacts on the role of customary law in resolving cases of domestic violence and knowing how much influence and satisfaction of victims of domestic violence through the role of adat in resolving cases of domestic violence.
Â
Keyword: Customary Law, Domestic Violence, Women, and Gayo Lues.
Â
Abstrak: Artikel ini membahas tentang bagaimana peran Hukum adat dalam penyelesaian kasus Kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi fenomena yang tak terelakkan karena masih kerap terjadi sampai saat ini, sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga adalah perempuan. Pola dan penyebab kekerasan dalam rumah tangga juga sangat bervariasi. Beberapa daerah masih menggunakan adat sebagai penyelesain dalam berbagai permasalah yang terjadi di dalam masyarakat salah satunya adalah daerah Gayo Lues yang masih sangat kental terhadap menghormati peran adat. Artikel ini menggunakan pendekatan presfektif feminisme. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan mencari referensi yang terkait dengan penelitian dan melakukan metode wawancara melalui telepon whatsapp. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat dampak positif dan negatif terhadap peran hukum adat dalam menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga serta mengetahui seberapa besar pengaruh dan kepuasan korban kekerasan dalam rumah tangga melalui peran adat dalam menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga tersebut.
Â
Kata kunci: Hukum Adat, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Perempuan, Dan Gayo Lues.
Abstract:Abstract: Steganography is a field of science that studies the technique of hiding information in digital media to protect data from third-party detection ketiga (Atawneh et al., 2013; Michaylov & Sarmah, 2024; Sitompul…
et al., 2018). This article reviews steganography through three philosophical perspectives: ontology, epistemology, and axiology. Ontologically, steganography explains the existence of hidden information in host media and its interactions. Epistemology plays a role in the process of developing and validating knowledge related to hiding and detection techniques. Meanwhile, axiology highlights the ethical benefits and risks, including the use to protect privacy and the potential for misuse in cybercrime. Steganography, with this comprehensive understanding, plays an important role in data security and information technology.
Keywords: Steganography, Ontology, Epistemology, and Axiology
Abstrak: Steganografi adalah bidang ilmu yang mempelajari teknik penyembunyian informasi di dalam media digital untuk melindungi data dari deteksi pihak ketiga (Atawneh et al., 2013; Michaylov & Sarmah, 2024; Sitompul et al., 2018). Artikel ini meninjau steganografi melalui tiga perspektif filosofis: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Secara ontologis, steganografi menjelaskan keberadaan informasi tersembunyi dalam media host dan interaksinya. Epistemologi berperan dalam proses pengembangan dan validasi pengetahuan terkait teknik penyembunyian dan deteksi. Sementara itu, aksiologi menyoroti manfaat dan risiko etis, termasuk penggunaan untuk melindungi privasi dan potensi penyalahgunaan dalam kejahatan siber. Steganografi, dengan pemahaman komprehensif ini, berperan penting dalam keamanan data dan teknologi informasi.
Kata kunci: Steganografi, Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
Abstract:Abstract: The performance assessment of educators is an evaluation conducted through observation and monitoring of each main task of educators in the context of career development, rank, and position. The performance assessment…
essment of educators includes their ability to master knowledge, skills, and professional attitudes as educators. To determine the quality of the human resources of educators, one of the efforts that can be made is by conducting performance evaluations. As an educational institution, the quality of human resources it possesses greatly impacts the quality of its students. The purpose of this research is to analyze a decision support system using the profile matching method in the performance assessment of educators. The data input into the system includes the alignment of lesson implementation with the lesson schedule, punctuality, mastery of the material, and other aspects related to teaching. From the results of the system testing conducted, the scores obtained were as follows: Supriyati, S.Pd (4.25) with a very suitable predicate, Siti Malihatun Nikmah, S.PD (3.70) with a suitable predicate, Kusmini, S.Pd (3.60) with a suitable predicate, Singgih Peranowo, S.Pd (3.20) with a suitable predicate, Nursamsyiah, S.Pd (3.10) with a suitable predicate, Sunarso, S.Sn (2.90) with an unsuitable predicate. Based on these results, an evaluation can be conducted on Sunarso, S.Sn (2.90) regarding his teaching performance.
Â
Keywords: Profile Matching, Decision Support System, Educator PerformanceÂ
              Assessment, Web.
Abstrak: Penilaian kinerja tenaga pendidik merupakan penilaian yang dilakukan melalui pengamatan dan pemantauan pada setiap butir tugas utama tenaga pendidik dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Penilaian kinerja tenaga pendidik meliputi kemampuan tenaga pendidik dalam menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sebagai pendidik. Untuk mengetahui kualitas SDM tenaga pendidik, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penilaian kinerja. Sebagai sebuah institusi pendidikan, kualitas SDM yang dimiliki sangat berdampak pada kualitas peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa sebuah sistem pendukung keputusan dengan metode profile matching pada penilaian kinerja tenaga pendidik. Data yang di input ke dalam sistem ialah data kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan jadwal pembelajaran, ketepatan waktu, penguasaan materi, dan lain-lain yang terkait pembelajaran. Dari hasil pengujian sistem yang dilakukan terdapat nilai perolehan Supriyati, S.Pd (4,25) predikat sangat sesuai, Siti Malihatun Nikmah, S.PD (3,70) predikat sesuai, Kusmini, S.Pd (3,60) predikat sesuai, Singgih Peranowo, S.Pd (3,20) predikat sesuai, Nursamsyiah, S.Pd (3,10) predikat sesuai, Sunarso, S.Sn (2,90) predikat tidak sesuai, dari hasil tersebut dapat dilakukan evaluasi terhadap Sunarso, S.Sn (2,90) atas kinerja pengajaran.
Â
Kata kunci: Profile Matching, Sistem Pendukung Keputusan, Penilaian Kinerja Tenaga Pendidik, Web.
Abstract:Abstract: Facing competition in the global era, organizations are required to work more efficiently and effectively. Increasingly tight competition means that organizations must be able to increase their competitiveness…
in order to maintain the survival of the organization. Every organization is required to display excellent performance in various fields, especially those related to its stakeholders. The current increasingly complex environmental situation requires an organization to be able to satisfy the interests of various stakeholders. Evaluate sub-district performance. The aim of the research is to analyze a sub-district performance evaluation assessment system using the MAIRCA and TOPSIS methods. The data used in this research is secondary data on sub-district performance in a certain period which is related to improving coordination, accountability and professionalism of government administration in the sub-district. The output results from a sub-district performance evaluation assessment system using the MAIRCA and TOPSIS methods have different results in conducting assessments, the MAIRCA method produces a ranking with a value for Silau Laut District of (0.00733333), Pulau Rakyat District (0.011), Pulo Bandring District (0.0118333) , Tanjung Balai District (0.0125), Air Joman District (0.0125) and so on. Meanwhile, in the TOPSIS method, in first place are Pulau Rakyat District (0.775665), Silau Laut District (0.767506), Air Joman District (0.741373), Tanjung Balai District (0.718545), Aek Kuasan District (0.6731).
Â
Keywords: Comparison, MAIRCA, TOPSIS, Performance Evaluation Assessment,
    District.
Abstrak: Menghadapi persaingan di era global, organisasi dituntut untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Persaingan yang semakin ketat menyebabkan organisasi harus mampu meningkatkan daya saing dalam rangka menjaga kelangsungan hidup organisasi. Setiap organisasi dituntut untuk menampilkan kinerja yang prima dalam berbagai bidang, terutama yang terkait dengan para stakeholdernya. Situasi lingkungan saat ini yang semakin kompleks menuntut sebuah organisasi untuk bisa memuaskan kepentingan stakeholder yang beraneka ragam. Melakukan evaluasi terhadap kinerja kecamatan. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisa sebuah sistem penilaian evaluasi kinerja kecamatan Menggunakan Metode MAIRCA dan TOPSIS. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder kinerja kecamatan di periode tertentu yang berhubungan dengan meningkatkan koordinasi, akuntabilitas, dan profesionalitas penyelenggaraan pemerintah di Kecamatan. Hasil output dari sebuah sistem penilaian evaluasi kinerja kecamatan menggunakan Metode MAIRCA dan TOPSIS memiliki hasil yang berbeda dalam melakukan penilaian, pada metode MAIRCA menghasilkan perangkingan dengan nilai Kecamatan Silau Laut sebesar (0.00733333), Kecamatan Pulau Rakyat (0.011), Kecamatan Pulo Bandring (0.0118333), Kecamatan Tanjung Balai (0.0125), Kecamatan Air Joman (0.0125) dan seterusnya. Sedangkan pada metode TOPSIS di urutan pertama adalah Kecamatan Pulau Rakyat (0.775665), Kecamatan Silau Laut (0.767506), Kecamatan Air Joman (0.741373), Kecamatan Tanjung Balai (0.718545), Kecamatan Aek Kuasan(0.6731).
Â
Kata kunci: Perbandingan, MAIRCA, TOPSIS, Penilaian Evaluasi Kinerja, Kecamatan
Abstract:Abstract: Consumer perception through digital marketing is one of the important banking factors in the city of Medan for marketers to know. Digital marketing at Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) makes it possible to…
o explore banner preferences for digital marketing, social media banking for digital marketing and prioritize banking websites for consumer perception through digital marketing from all banks in Medan City in part or in full as well as to enter the global market, Btpn Jenius as a business actor must develop its strategy to be able to compete with markets in the world. The strategy that must be developed is related to the creativity and innovation of each market in the world to take advantage of the opportunities that exist in developing the market. There are many challenges and opportunities faced by business people in global marketing. The sample collection method is a qualitative approach (qualitative Research) with a survey design. Data was collected through a survey of 200 active Bank Btpn Jenius customers in Medan City. This research reveals that the role of banking social media has a significant influence on digital marketing with an acceptance index of 70% which refers to the quite satisfactory category.
Â
Keywords: Digital Marketing, International Marketing, Perception, Social Media
               Banking, Social Media
Abstrak: Persepsi konsumen melalui digital marketing menjadi salah satu faktor penting perbankan di Kota Medan untuk diketahui oleh para pemasar. Digital marketing pada Bank Tabungan Pensiunan Nasioanal (BTPN) memungkinkan untuk mengeksplorasi preferensi banner untuk pemasaran digital, media sosial banking untuk pemasaran digital dan mengutamakan website banking untuk persepsi konsumen melalui pemasaran digital dari seluruh bank di Kota Medan secara sebagian atau menyeluruh serta untuk memasuki pasar global, BTPN Jenius selaku pelaku usaha harus mengembangkan strateginya untuk dapat bersaing dengan pasar-pasar di dunia. Strategi yang harus dikembangkan itu terkait kreatif dan inovasi dari masing-masing pasar di dunia untuk memanfaatkan peluang yang ada dalam mengembangkan pasar. Banyak tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku bisnis dalam pemasaran global. Metode pengumpulan sampel adalah pendekatan kualitatif (penelitian kualitatif) dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 200 nasabah Bank BTPN Jenius aktif di Kota Medan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peran media sosial perbankan berpengaruh signifikan terhadap pemasaran digital dengan indeks penerimaan sebesar 70% yang mengacu pada kategori cukup memuaskan.
Â
Kata kunci: Digital Marketing, Pemasaran Internasional, Persepsi, Perbankan Media Sosial, Media Sosial
Â
Abstract:Abstract: The emergence of ideas regarding alternatives to effective punishment other than imprisonment for perpetrators of narcotics crimes is needed to prevent overcrowding. The formulation of the problems discussed are…
e how the regulation of non-prison criminal law in various provisions of Indonesian criminal law; how the enforcement of narcotics laws for perpetrators of narcotics crimes affects the occurrence of overcrowding; how the application of non-prison criminal law for perpetrators of narcotics crimes is related to the occurrence of overcrowding (Study at Class 1 Labuhan Deli Prison). This study uses a normative legal research method that is descriptive analytical. Using a legislative and conceptual approach which is then systematized with primary data and secondary data obtained through field studies and literature studies. The data is then analyzed qualitatively. The regulation of non-prison criminal law has been regulated in the provisions of legislation in Indonesia, including in the form of fines, conditional sentences, rehabilitation, job training, supervision, probation, house arrest and community service.
Â
Keywords: Alternative, Prison, Criminal Act, Narcotics
Abstrak: Munculnya pemikiran mengenai alternatif pengefektifan pemidanaan selain pidana penjara bagi pelaku tindak pidana narkotika diperlukan untuk mencegah terjadinya overcrowding. Rumusan masalah yang dibahas yaitu bagaimana pengaturan hukum pidana non penjara dalam berbagai ketentuan hukum pidana Indonesia; bagaimana penegakan undang-undang narkotika bagi para pelaku tindak pidana narkotika dalam mempengaruhi terjadinya overcrowding; bagaimana penerapan pidana non penjara bagi para pelaku tindak pidana narkotika kaitannya dengan terjadinya overcrowding (Studi di Rutan Kelas 1 Labuhan Deli). Menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang kemudian mensistematiskannya dengan data primer dan data sekunder yang didapat melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Data kemudian dianalisis secara kualitatif. pengaturan hukum pidana non penjara telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan di Indonesia, diantaranya berbentuk pidana denda, pidana bersyarat, rehabilitasi, pidana pelatihan kerja, pidana pengawasan, pidana percobaan, tahanan rumah dan pelayanan masyarakat.
Â
Kata kunci: Alternatif, Penjara, Tindak Pidana, Narkotika
Abstract:Abstract: Cryptography (Cryptography) is the science and art of keeping messages safe. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) "Crypto" means "secret" and "graphy" means "writing". The perpetrators…
rs or practitioners of cryptography are called cryptographers. A cryptographic algorithm, called a cipher, is a mathematical equation used for the encryption and decryption processes. Usually the two mathematical equations (for encryption and description) have a fairly close mathematical relationship. In cryptography, text messages can be disguised with various methods so that the message can only be understood by certain people. These methods have their own techniques and solutions. Several methods of securing text messages are by using the Reverse Cipher and Vigenere Cipher algorithms. In today's modern era, the development of technology is increasing rapidly, especially in terms of communication. Due to the rapid development of technology, there are currently many cases related to the misuse of technology in criminal acts. One of the most frequent cases is the theft of personal information, up to confidential documents. Computers as a means of storing and sending important and confidential data, information and documents can often be easily accessed by irresponsible people. Several cases involving computer security are currently a job that requires such a large amount of handling and security costs.
Â
Keywords: Cryptography, Reverse Cipher, Vigenere Cipher, Description, Encryption
Abstrak: Kriptografi (Cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) “Crypto†berarti “secret†(rahasia) dan “graphy†berarti “writing†(tulisan). Para pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan deskripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan deskripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat. Pada kriptografi, pesan teks dapat disamarkan dengan berbagai macam metode agar pesan tersebut hanya bisa dimengerti oleh orang-orang tertentu. Metode-metode tersebut memiliki teknik dan cara penyelesaiannya tersendiri. Beberapa metode pengamanan pesan teks tersebut adalah dengan menggunakan algoritma Reverse Cipher dan Vigenere Cipher. Di era modern saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat terutama dalam hal berkomunikasi. Karena pesatnya perkembangan teknologi, saat ini telah banyak kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi dalam tindakan kriminal. Salah satu yang paling sering terjadi adalah pencurian informasi pribadi, hingga dokumen-dokumen rahasia. Komputer sebagai sarana penyimpanan dan pengiriman data, informasi, dan dokumen yang penting dan rahasia sering dapat dengan mudah diakses oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Beberapa kasus menyangkut keamanan komputer saat ini menjadi suatu pekerjaan yang membutuhkan biaya penanganan dan pengamanan yang sedemikian besar.
Â
Kata kunci: Kriptografi, Reverse Cipher, Vigenere Cipher, Deskripsi, Enkripsi
Â