Search Articles & Publications

Showing 509 articles found for "Stit"

PENGARUH KOMBINASI PAKAN PELET DAN Wolffia arrhiza TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) PENDEDERAN II

Sony Wicaksono, Sutaman, Ninik Umi Hartanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pakan pelet komersial dan Wolffia arrhiza terhadap performa pertumbuhan benih ikan nila salin (Oreochromis niloticus) pendederan II. Metode penelitian menggunakan&#8230; rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan rasio pelet dan wolffia: Kontrol (100:0), A (85:15), B (75:25), dan C (65:35). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pakan kombinasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak, namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR). Penurunan performa pertumbuhan pada pakan kombinasi dibandingkan kontrol diduga akibat hambatan serat kasar (selulosa) dinding sel wolffia serta pengalihan energi pakan untuk proses osmoregulasi di media payau (6 ‰) dan adaptasi terhadap fluktuasi amonia (0,4-0,8 mg/l). Rasio konversi pakan (FCR) cenderung meningkat seiring bertambahnya proporsi wolffia, dengan nilai terbaik pada Kontrol (1,5) diikuti Perlakuan A (2,4). Meskipun terjadi penurunan efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup tetap stabil dan tidak berbeda nyata pada kisaran 79-88%. Penelitian menyimpulkan bahwa Perlakuan A (substitusi 15% wolffia) merupakan dosis paling efektif yang mampu menyokong pertumbuhan dengan performa panjang mutlak yang secara statistik setara dengan kontrol, sehingga berpotensi sebagai alternatif pakan pendorong efisiensi biaya.

Peran Kyai dan Kultur Pesantren dalam Pembentukan Karakter Santri

Amri, Muhammad Khairul, Yoga Erlangga, Daru Julian
Abstract: Pendidikan karakter merupakan isu strategis dalam pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam merespons krisis moral dan sosial generasi muda. Pondok pesantren dipandang sebagai institusi pendidikan yang memiliki kekhasan&#8230; san dalam pembentukan karakter santri melalui peran kyai dan kultur pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran kyai dan kultur pesantren dalam pembentukan karakter santri berdasarkan temuan literatur ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada beberapa basis data nasional dan internasional dengan rentang publikasi 2014–2024. Dari hasil seleksi, diperoleh 89 artikel jurnal yang dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai berperan sebagai aktor sentral dalam pembentukan karakter santri melalui keteladanan moral, otoritas spiritual, dan kepemimpinan nilai. Sementara itu, kultur pesantren berfungsi sebagai hidden curriculum yang menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui tradisi keilmuan, kehidupan komunal, dan sistem disiplin. Nilai karakter yang dominan dibentuk meliputi religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter santri di pesantren merupakan proses kultural yang holistik dan berkelanjutan, serta relevan sebagai model alternatif pendidikan karakter di Indonesia.

LEGAL REVIEW OF MARRIAGE AGREEMENTS MADE POST-MARRIAGE AFTER THE APPROVAL OF MK DECISION NO. 69/PUU XIII / 2020

Annisa Purba
Abstract: The legal provisions governing the marriage contract according to the Republic of Indonesia Law No. 1 of 1974 and the Constitutional Court Decision No. 69/PUU-XIII/2015 can be carried out after marriage, because the meaning&#8230; ing of Article 29 paragraph (1) of the Marriage Law is interpreted as long as the parties are bound. The agreement of both parties can submit a written agreement that is accepted by the contract drafter or notary. The Judge's opinion that the relevant application is stated in the Applicant's Marriage Agreement and the legal issues are also acceptable. The legal analysis of the permissibility of the marriage contract arises from the perspective of the law of the contract that the legal provisions of the marriage contract also bind third parties, so that the marriage contract must be registered with the Civil Service Secretariat or the Ministry of Religion. Because the MK decision as it is does not mean anything about registration, whether registration must be carried out immediately or wait for further registration/registration laws. Therefore, the legal consequences of a marriage contract can create legal guarantees for others.

Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP IT Azizah Darussalam Palembang

Kholifah, Kholifah, Ade Akhmad Saputra
Abstract: Pendidikan adalah elemen krusial dalam meningkatkan kualitas manusia. Dalam institusi pendidikan, manajemen sumber daya manusia sangat penting untuk mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas. Para guru dan staf pendidikan&#8230; endidikan adalah komponen utama dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga memerlukan pengelolaan yang direncanakan, sistematis, dan berkelanjutan. Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dapat membantu sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran, disiplin, serta pengembangan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengelolaan sumber daya manusia dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMP IT Azizah Darussalam Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta pengumpulan dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di SMP IT Azizah Darussalam Palembang dikendalikan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Sekolah menganalisis kebutuhan pengajaran, melaksanakan bimbingan dan pelatihan bagi guru, melakukan supervisi pada proses pembelajaran, dan mengevaluasi kinerja guru secara teratur. Lebih lanjut, sekolah menerapkan sistem penghargaan untuk meningkatkan motivasi di kalangan para pendidik. Pengelolaan sumber daya manusia yang baik berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, kedisiplinan guru, dan pengembangan karakter siswa. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam realisasinya yang mengharuskan adanya pembinaan serta pengawasan yang berkelanjutan.  

REKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KERAJAAN KLASIK DI SUMATERA

Mifta Nurjanna, Musdalipa, Idrus L
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi historis kebijakan, institusi, dan praktik pendidikan Islam pada masa kerajaan-kerajaan klasik di Sumatera, khususnya Perlak, Samudra Pasai, Aceh, Minangkabau, dan Siak. Kajian&#8230; ian ini menempatkan perkembangan pendidikan Islam dalam konteks penyebaran dan pendalaman ilmu keislaman di Nusantara. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-komparatif dengan memanfaatkan sumber-sumber seperti naskah klasik, inskripsi, serta literatur sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami institusionalisasi melalui lembaga tradisional seperti dayah, surau, dan madrasah, serta jalur pendidikan informal seperti majelis taklim dan halaqah. Terdapat tiga dimensi utama dalam perkembangan tersebut, yaitu: (1) pembentukan institusi pendidikan Islam, (2) pengembangan materi ajaran, kurikulum, dan metode, serta (3) peran jaringan ulama dalam transformasi sosial-keagamaan.Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesinambungan antara sistem pendidikan Islam pada masa kerajaan klasik dengan perkembangan pendidikan Islam modern, yang tercermin dari integrasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam.

Membongkar Periodesasi Pendidikan Islam di Indonesia: Antara Fakta Sejarah dan Konstruksi Akademik

Muhammad Asriansyah, Ina, Idrus L
Abstract: Masalah dan tujuan penelitian ini adalah membongkar periodesasi pendidikan Islam di Indonesia serta mengkaji bagaimana narasi sejarah keislaman dibentuk melalui kebijakan kurikulum, PSPB, Sejarah Nasional Indonesia, dan&#8230; praktik historiografi. Metode yang digunakan menggabungkan kajian historiografi kritis berbasis studi pustaka-kritis dan analisis wacana terhadap dokumen kebijakan, buku teks sejarah, serta literatur keislaman nasional, dengan fokus pada era Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Hasil menunjukkan adanya kontinuitas motif literasi keislaman yang direkonstruksi melalui kebijakan negara dan kurikulum, meskipun isi materi serta tokoh yang disorot berubah sesuai dinamika politik nasional. Narasi sejarah tidak netral; konstruksi akademi dipengaruhi oleh posisi penulis, institusi penerbitan, dan konteks ideologis masa tertentu, sehingga narasi masa lampau sering dipengaruhi tujuan politik dan budaya akademik yang dominan pada tiap periode. Analisis narasi kurikulum mengungkap bagaimana identitas nasional dibentuk melalui literasi keagamaan dan nilai patriotik; dekonstruksi narasi masa Orde Baru menyoroti potensi bias ideologis dan fragmentasi naratif yang memengaruhi pemahaman masa lampau. Secara global, kerangka wacana kritis menyediakan alat untuk menilai bahasa, metafora, dan framing teks serta membuka peluang narasi alternatif yang lebih inklusif. Celah metodologis utama meliputi keterbatasan integrasi antara analisis periodesasi dengan historiografi kritis serta keterbatasan basis data sumber primer; rekomendasi untuk masa depan adalah desain studi pustaka-kritis dengan analisis wacana terstruktur dan triangulasi sumber. Kontribusi teoretis utama adalah kerangka integratif yang memadukan revisionisme historis, dekonstruksi naratif, dan analisis wacana terhadap teks sejarah dan kurikulum nasional; secara empiris basis data sumber primer (arsip kebijakan, dokumen kurikulum, teks sejarah) memungkinkan rekontruksi periodesasi secara holistik. Implikasi kebijakan menekankan penyajian narasi sejarah Islam yang seimbang dengan konteks budaya lokal dan dinamika historiografi yang beragam, untuk meningkatkan literasi sejarah yang akurat; saran praktis meliputi penguatan arsip digital, akses terbuka terhadap dokumen kebijakan/kurikulum, serta penyelenggaraan forum ilmiah lintas disiplin untuk validasi temuan sebelum publikasi akhir.

PERAN PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI DIGITAL SANTRI SEBAGAI UPAYA TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Majdah Ahmad, Muh. Yusuf Mansur, Idrus L
Abstract: Pesatnya kemajuan teknologi digital menempatkan pesantren di Indonesia pada persimpangan kritis: beradaptasi dan memanfaatkan potensi era digital, atau tetap berada di pinggiran transformasi pendidikan nasional yang tengah&#8230; ah berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review) untuk mengkaji peran pesantren dalam mengembangkan literasi digital santri sebagai bagian dari transformasi pendidikan Islam di Indonesia yang lebih luas. Masalah penelitian yang diangkat adalah kesenjangan konseptual dan praktis antara kerangka literasi digital yang dikembangkan dalam konteks pendidikan sekuler dengan karakteristik pedagogis, teologis, dan kultural pesantren yang unik. Dengan mengandalkan 25 sumber primer dari jurnal nasional dan internasional terakreditasi, buku, serta dokumen kebijakan yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025, penelitian ini menemukan: (1) pesantren memiliki karakteristik institusional yang khas integrasi tafaqquh ft al-din dengan kehidupan komunal yang dapat dimanfaatkan sebagai aset, bukan hambatan, dalam pengembangan literasi digital; (2) kerangka etika Islam, khususnya prinsip tabayyun, amanah, dan mas’uliyyah, memberikan landasan normatif yang kuat bagi kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab; dan (3) pesantren yang berhasil mengintegrasikan program literasi digital secara konsisten menunjukkan model yang tidak semata-mata tradisionalis maupun modernis tanpa kritik, melainkan bersifat integratif dan kontekstual. Penelitian ini ditutup dengan mengusulkan kerangka konseptual Literasi Digital Berbasis Pesantren (LDBP) yang dapat menginformasikan penelitian akademis maupun pengembangan kebijakan pendidikan Islam.

Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin Melalui Moderasi Beragama di Mas Hidayatul Muslimin

Agung Wibosono
Abstract: Implementasi moderasi beragama dalam membentuk profil pelajar rahmatan lil alamin di MAS Hidayatul Muslimin 2 menghadapi tantangan serius akibat belum adanya regulasi institusional yang ajek. Penelitian ini bertujuan untuk&#8230; uk mengeksplorasi strategi penguatan karakter tersebut, mengidentifikasi kendala sistemik, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai praktik pembelajaran di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan kebijakan resmi menyebabkan internalisasi nilai moderasi berjalan sporadis dan sangat bergantung pada inisiatif personal guru, sehingga aspek afektif siswa seringkali terabaikan oleh dominasi orientasi kognitif. Secara kontribusi teoritis, penelitian ini memperluas penerapan teori moral kolektif Emile Durkheim dengan memosisikan moderasi beragama sebagai fakta sosial yang harus dilembagakan untuk menciptakan integrasi sosial di lingkungan pendidikan. Sementara itu, secara kontribusi kebijakan, penelitian ini merekomendasikan perlunya formalisasi moderasi beragama ke dalam standar operasional prosedur madrasah serta restrukturisasi sistem penilaian karakter yang lebih autentik guna memastikan keberlanjutan program. Dengan demikian, sinergi antara otoritas kebijakan dan peningkatan kompetensi pedagogis guru menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi muslim yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman plural.

Peran DPD RI dalam Penguatan Tata Kelola Pendidikan Tinggi di Era Desentralisasi: Studi Kepemimpinan Pendidikan Dedy Iskandar Batubara

Firnanda, Rizky, M. Rizki Alfareza, Djorgie Prasandy
Abstract: Desentralisasi pendidikan menuntut tata kelola pendidikan tinggi yang mampu merespons kebutuhan dan karakteristik daerah secara berkeadilan. Namun, praktik kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia masih menunjukkan kesenjangan&#8230; jangan antara perumusan kebijakan nasional dan implementasi di tingkat daerah, terutama dalam aspek pemerataan pendanaan, konsistensi regulasi, dan posisi perguruan tinggi swasta. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam penguatan tata kelola pendidikan tinggi di era desentralisasi melalui studi kepemimpinan pendidikan Dedy Iskandar Batubara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi tokoh, melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi kebijakan pendidikan tinggi. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengaitkan temuan empiris pada teori kebijakan publik, desentralisasi, dan tata kelola pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPD RI berperan strategis sebagai aktor agenda setting, advokasi kepentingan daerah, dan pengawas implementasi kebijakan pendidikan tinggi, meskipun perannya dibatasi oleh kewenangan konstitusional. Kepemimpinan pendidikan Dedy Iskandar Batubara memperlihatkan upaya menjembatani kepentingan kebijakan nasional dan kebutuhan daerah, khususnya dalam memperjuangkan keadilan bagi perguruan tinggi swasta dan pendidikan tinggi di daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola pendidikan tinggi memerlukan desain kebijakan yang lebih konsisten, desentralistik, dan berkeadilan dengan pelibatan substantif DPD RI dan pemerintah daerah dalam sistem kebijakan nasional.

Jalan Menuju Kemandirian Finansial Lembaga Pendidikan Islam Dengan Pendekatan Zero Capital

Novita Sari, Desi, Panca Putera, Rachmat
Abstract: Financial independence remains a critical challenge for Islamic educational institutions, primarily due to their persistent reliance on external funding sources. Such dependency not only undermines financial stability but&#8230; t also constrains institutional autonomy and long-term sustainability. This article aims to conceptually examine pathways toward financial independence in Islamic educational institutions through a zero capital approach. Employing a qualitative library research design, this study critically analyzes scholarly books and peer-reviewed journal articles related to Islamic education management, social entrepreneurship, and non-profit organizational governance. The findings reveal that financial independence is not solely determined by the availability of financial capital, but rather by the institution’s capacity to optimize non-financial assets, including social capital, intellectual capital, and symbolic capital. The zero capital approach emerges as a transitional strategy that encourages the effective utilization of internal resources, competency-based productive innovation, and operational efficiency through digitalization. The novelty of this article lies in repositioning financial independence as a structural, asset-based process aligned with Islamic values, rather than as an instant outcome driven by monetary capital. This study contributes to the advancement of Islamic education management discourse and offers strategic insights for institutional leaders seeking sustainable financial independence under resource constraints.