Search Articles & Publications

Showing 102 articles found for "Sampah"

Implementasi Ayat Ekologis Melalui Penyuluhan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang

Farida Putri Ramadhani, Wafiq Daniyatun Najwa
Abstract: Islam adalah agama yang sangat menaruh perhatian terhadap lingkungan, hal ini sangat gamblang dijelaskan dalam surat Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah perbuatan tangan-tangan manusia yang memiliki… iliki krisis iman kepada Allah, berdasarkan data SPSN menunjukan pada tahun 2023 Indonesia menghasilkan 12,87 ton sampah plastik yang belum dimanfaatkan. Terlebih sampah plastik adalah sampah yang sulit terurai dan sampah plastik akan menyebabkan bencana jika tidak diolah dengan baik. Maka penulis mencoba untuk menawarkan sebuah inovasi kepada masyarakat dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat yakni ecobrick. Metode yang digunakan penulis dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan sosialisasi pembuatan ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang. Jenis peneitian ini adalah deskripsi kualitatif melalui participatory action research. Tujuan penelitian ini adalah untuk  meminimalisir sampah plastik di Semarang. Santri diperkenalkan dengan ayat ekologi sekaligus implementasi ayat tersebut, termasuk konsep 3R yang melibatkan (Reduce, Reuse, Recycle) utamanya daur ulang. Adapun hasil penelitian ini santri memahami dengan baik ayat ekologi serta pemanfaatan sampah plastik. Peran aktualisasi ayat ekologi ini tidak sekadar memberikan pemahaman kepada santri, tapi juga memberikan aksi nyata untuk menjaga lingkungan.

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pemilahan Sampah Dan Pembentukan Bank Sampah Dalam Mendukung Program NTB Zero Waste Di Kota Mataram (Studi Kasus Di Kelurahan Pagesangan)

Eta Kusmiati, Pipin Rahmad Hidayah, Muhammad Fajar Haryadi, Salmin, Rahmat Hidayat, Muhammad Aprian Jailani
Abstract: Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Mataram masih menjadi isu krusial, khususnya terkait pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Program NTB Zero Waste merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi… ovinsi Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam hal ini, ibu rumah tangga memiliki posisi yang sangat strategis karena mereka merupakan pelaku utama dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah domestik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga melalui pelatihan pemilahan sampah serta pembentukan unit bank sampah di wilayah Kelurahan Pagesangan. Pelaksanaan kegiatan mencakup tahap sosialisasi, pelatihan teknis, pembentukan struktur organisasi bank sampah, serta pendampingan operasional di tahap awal. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memilah sampah, serta berhasil dibentuknya satu bank sampah aktif yang dikelola secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain guna mendukung keberhasilan Program NTB Zero Waste.

“Aksi Bersih Desa”: Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kerja Bakti di Kolaka Timur

Listy Handayani, Rastika Dwiyanti Liaran, Paridah, Irma, Agnes Mersatika Hartoyo
Abstract: Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Talata, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur masih menjadi tantangan, ditandai dengan rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya sehingga kebersihan lingkungan… ngan tidak terjaga dengan baik. Sebagai bentuk respon terhadap masalah tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan “Aksi Bersih Desa” yang berfokus pada kegiatan kerja bakti rutin. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu pada hari Jumat pada tanggal 16, 23, dan 30 Agustus serta 6 September 2024 dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo. Tahapan kegiatan pengabdian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan aksi bersih desa ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa dan partisipasi aktif dari masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lingkungan desa, tempat ibadah, dan fasilitas umum tampak lebih bersih. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga membangun kembali semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap kebersihan. Dengan demikian, aksi bersih desa dengan kegiatan kerja bakti merupakan pendekatan yang efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih sehat dan diharapkan kegiatan ini menjadi agenda rutin warga Desa Talata sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Dan Menjaga Lingkungan Melalui Pengelolaan Bank Sampah “Macan Glowing”

Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, Mochammad Idris, Ismail Abduh, Moh. Djaelani, Rahayu Mardikaningsih, Reny Nuraini, Mirza Elmy Safira, Wakid Evendi
Abstract: Sampah adalah masalah yang sangat kompleks bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Volume, jenis, dan sifat sampah yang dihasilkan meningkat sebagai akibat dari pertumbuhan… n populasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan, yang melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan sampah secara langsung. Tujuan dari program pengabdian masyarakat di Desa Grogol, yang dikelola oleh Bank Sampah Macan Glowing, adalah untuk mengubah sampah menjadi cara yang menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan. Memilah, menimbang, dan mendaur ulang adalah semua bagian dari sistem pengelolaan sampah yang digunakan oleh program ini. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, Bank Sampah Macan Glowing berhasil menurunkan jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa metode pengelolaan sampah yang inovatif dan partisipatif membantu mengatasi masalah lingkungan dan menghasilkan nilai sosial dan ekonomi yang besar. Ini menunjukkan bahwa model ini dapat diterapkan di tempat lain.

Mengembangkan Pengetahuan Dan Motorik Individu Berkebutuhan Khusus: Experiental Learning Dalam Edukasi Pembuatan Ecoenzym

Reskiani Mas Bakar, Kurniati Zainuddin, Aliyah Hidayah Madjid, Nabila Ramdahani Imran, Ni Made Kausalya Devi Utami
Abstract: Permasalahan lingkungan yang paling banyak terjadi setiap wilayah di Indonesia adalah jumlah sampah yang menumpuk. Sehingga perlu ditanamkan ilmu pengenai pengolahan sampah bagi setiap orang, terlebih bagi orang tua yang… memiliki anak istimewa seperti individu dengan kebutuhan khusus yang umumnya masih kurang dalam pengetahuan mengolah limbah. Tujuan dari edukasi yaitu dapat meningkatkan pengetahuan melestarikan lingkungan dan melatih kemampuan motorik IBK dengan edukasi pembuatan ecoenzym dari limbah buah. Ecoenzym adalah cairan yang bersifat ramah lingkungan, pembuatan ecoenzym melalui proses fermentasi dari limbah kulit buah. Metode yang digunakan dalam edukasi ini yaitu Experiential learning. Metode ini merupakan model pembelajaran dimana, proses pembentukan pengetahuan terjadi melalui pengalaman. Selain itu, digunakan flashcard sebagai alat peraga untuk memudahkan IBK dalam proses pembentukan pengetahuan melalui pengalaman. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui keefektifan program kerja dari proyek kemanusiaan komunitas Pelipur dalam memberikan pelatihan keterampilan untuk pemberdayaan individu berkebutuhan khusus. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Sentra Wirajaya, Makassar bekerjasama dengan mitra Koads serta FORKESI (Forum Keluarga Spesial Indonesia). Pelatihan ini mendapatkan antusiasme dan partisipasi aktif partisipan dalam pembuatan ecoenzym, keefektifan pelatihan dilihat dari hasil yang menunjukkan jika IBK mampu berkontribusi besar untuk menambah pengetahuan pengolahan limbah dan perkembangan motorik yang baik. Edukasi ini diharapkan menjadi usaha pelestarian lingkungan bagi IBK apabila mampu diberdayakan dengan baik.

Psikoedukasi Perilaku Pro-Lingkungan Dan Motivasi Belajar Pada Siswa SMP Negeri 03 Seunuddon

Andi Megawati Mappiati Mardhatillah, Gita Putri Prayinto, Shafa Sabrina Ghinaya, Niswah Nailan Nafisah, Elina Dwiyana, Tsania Sabilahaq, Syafrizal, Devika Yuanita
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pro lingkungan dan motivasi belajar pada siswa SMPN 03 Seunuddon. Metode yang digunakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post test.… . Subjek penelitian dengan jumlah 35 responden. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner yang berbentuk skala likert. Kuesioner tersebut bertujuan untuk melihat perilaku pro-lingkungan serta motivasi belajar siswa. Hasil dari pengujian ini Terdapat beberapa hasil dari pengabdian ini, hasil pertama adalah perbedaan yang signifikan pada hasil pre-test dan post-test responden. Hasil tersebut memperlihatkan terdapat perbedaan perspektif responden sebelum dan setelah psikoedukasi. Hasil kedua adalah kebersihan pantai, keberadaan tanaman mangrove, penambahan fasilitias tong sampah, serta pengadaan infografis guna menambah pengetahuan masyarakat sekitar. Dapat di simpulkan psikoedukasi untuk meningkatkan prilaku pro-lingkungan pada pngabdian ini membawa perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, yang berarti terdapat pengaruh antara psikoedukasi dan prilaku pro-lingkungan.

Ecobrick: Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Plastik Anorganik Dan Membangun Kebiasaan Hidup Siswa Zero Waste Di Jakarta

Arum Sanjayanti, Ferry Fauzi
Abstract: Sampah plastik anorganik menjadi permasalahan serius di Indonesia yang sedang terus menerus diupayakan akan kebermanfaatannya, secara signifikan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Metode… de yang digunakan dalam pengabdian masyarakat (PKM) berupa penyuluhan dalam bentuk sosialisasi ecobrick di wilayah sekolah Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian untuk memanfaatkan sampah plastik dengan cara mendaur ulang botol plastik melalui ecobrick melalui program sosialisasi disekolah, siswa diperkenalkan pada konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan lebih spesifik pada recycle yaitu mendaur ulang. Proses ini melibatkan pemadatan plastik bekas dan bungkus makanan/minuman ringan ke dalam botol plastik kosong, sehingga menghasilkan "brik" atau bata plastik yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini siswa dilatih membuat ecobrick, yang tidak hanya mengurangi sampah plastik tetapi juga membentuk kebiasaan hidup siswa menjadi zero waste. Penerapan kebiasaan hidup zero waste berarti melakukan dan membuat keputusan sehari-hari dengan meminimalkan sampah dan dampak lingkungan yang signifikan. Hasil yang diperoleh adalah siswa dapat memahami pemanfaatan limbah sampah plastik dengan baik, meningkatkan kesadaran hidup zero waste serta mampu membuat produk bermanfaat dari ecobrick seperti hasil kreativitas siswa dengan membuat pot tanaman dan kursi. Peran ecobrick tidak hanya untuk menghancurkan sampah plastik melainkan memberi kesempatan sampah untuk tetap ada namun dikelola menjadi suatu barang berguna yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang dibuang ke lingkungan

Visual Interaktif Di Panggung Untuk Edukasi 3R: Implementasi Animasi Berbasis Mapping Menggunakan Resolume Arena

song, Meidianto, Pernando, Yonky
Abstract: Abstract: Environmental education plays a crucial role in raising public awareness of sustainability issues. The 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) has long been a fundamental strategy for waste management and the promotion… tion of sustainable lifestyles; however, its dissemination is often presented in a textual manner that is less engaging for the general public. This study proposes an interactive visual approach utilizing projection mapping technology through Resolume Arena software to create an immersive educational stage performance. The animated visuals are narratively designed to enhance audience understanding of the 3R concept. The simulation results indicate that this approach has strong potential to improve audience engagement and information retention across diverse age groups. Keywords: 3R; interactive animation; environmental education; resolume arena; visual mapping. Abstrak: Pendidikan lingkungan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk kesadaran masyarakat akan isu keberlanjutan. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) telah lama menjadi strategi utama dalam mengelola sampah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Namun, penyampaian informasi mengenai 3R masih sering bersifat tekstual dan kurang menarik bagi masyarakat umum. Dalam studi ini, dikembangkan pendekatan visual interaktif melalui teknologi projection mapping menggunakan perangkat lunak Resolume Arena untuk menciptakan pertunjukan panggung edukatif yang imersif. Visual animasi dirancang secara naratif untuk menstimulasi pemahaman audiens terhadap konsep 3R. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi besar dalam meningkatkan keterlibatan dan retensi informasi pada audiens dari berbagai usia. Kata kunci: 3R; animasi interaktif; edukasi lingkungan; resolume arena; visual mapping.

Rancang Bangun Robot Sampah Dengan System Kendali Android Dan System Buka Wadah Otomatis Berbasis Controller

Chandra, Wahyudi, Azhar, Zulfi, Fauziah, Rizky
Abstract: Abstract: Plastic waste and plastic bottles are also waste that have a very long dissolving period or break down period. Like a cafe or a place to eat on Merbo Bagan Asahan village Tanjung Balai sub-district Asahan district… ict which has about 5 cafes and does not include street vendors. The Asahan area has a population of 118,750 people, assuming the waste product ranges from 356,250 l/day, and the amount of waste is 160m3/day. Based on the above problem conditions, making a garbage robot can increase the interest of cafe visitors to dispose of garbage in its place, by utilizing a type of qualitative research method and the results of research testing on the electronics module in the design of a garbage robot found that the interface system between Android and the robot utilizes a 5VDC voltage, with pins RX-TX and TX-RX, as well as all outputs in the form of SG90 servo using 5VDC supply and IC L298 mini supplied with 7.4 VDC voltage. So that one of the advantages of the garbage robot design is that it is able to operate both remotely and in a stopped condition.   Keywords: Garbage Robot; Android Control System; Controller Based.     Abstrak: Sampah plastik dan botol plastik juga merupakan sampah yang memiliki masa larut atau masa terurai yang sangat lama. Seperti cafe atau tempat makan yang berada di jalan Merbo Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan yang memiliki sekitar 5 cafe dan tidak termasuk pedagang kaki lima. Untuk wilayah Asahan memiliki jumlah penduduk 118.750 jiwa, dengn asumsi produk sampah berkisar 356.250 l/hr, dan jumlah sampah 160m3/hr. Berdasarkan kondisi masalah diatas pembuatan robot sampah bisa menambah minat para pengunjung cafe untk membuang sampah pada tempatnya, dengan memanfaatkan jenis metode penelitian kualitatif dan hasil pengujian penelitian pada modul elektronika pada perancangan robot sampah mendapati bahwa sistem  interface antara android dengan robot  memanfaatkan tegangan 5VDC, dengan pin RX-TX dan TX-RX, serta seluruh output berupa servo SG90 menggunakan supply 5VDC dan  IC l298 mini disupply tegangan 7.4 VDC. Sehingga salah satu kelebihan dari rancangan robot sampah yaitu mampu beroperasi baik dikendalikan jarak jauh ataupun dalam kondisi berhenti.   Kata kunci : Robot Sampah;System Kendali Android;Berbasis Controller.

Optimalisasi Bank Sampah Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Sirkular di Desa Waru

Septiani, Triana, Vidriza, Ullya
Abstract: Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value.… ue. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy. Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management   Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga. Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah