Abstract:This research aims to determine how the effect of using the look and say method on learning acheivemnt reading comprehension for class VIII D students of SMPN 1 Konawe. The researcher problems were “Is there any significanct…
icanct effect on students’ English reading comprehension before and after taught by using look and say strategy? And Is there any significant difference on students’ English reading comprehension taught by using look and say strategy and those are not?”. This research uses a type of pre-experimental design research with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were students of class VIII D SMPN 1 Konawe totally was 22 students. Data collection techniques were carried out using tests those are pretest, treatment, and posttest. The data collected were analyzed quantitatively using descriptive statistics and inferential statistics. The researcher used theory of Edhitin (2000) to analyzed the data. The results of quantitative analysis show that the results of descriptive statistical data shows that there are differences in the learning acheivement of students' reading comprehension which are marked by the mean score of students who are in the implementation the pretest was 56,59 while in the posttest the students' average score was 70,91. The results of inferential statistical data show that t test > t table or 6,539 > t table = 2,086 if viewed from the results of the pretest and posttest hypothesis tests it is known that t test > t table or 7,936 > 2.086, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted. This means that there is an influence of look and say methode on the reading comprehension learning achievement of class VIII D students of SMPN 1 Konawe.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perencanaan sistem manajemen strategi Pendidikan untuk meningkatkan mutu di sekolah SMPN 35 Medan. Metode yang digunakan peneliti adalah analisis data deskriptif kualitatif…
itatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, dokumentasi, observasi dengan salah satu guru di SMPN 35 Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan sistem manajemen strategi di SMPN 35 Medan guna meningkatkan mutu Pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian ini akan fokus pada defenisi manajemen, implementasi manajemen strategik, defenisi mutu Pendidikan, model dan proses penyusunan perencanaan strategi dan yang terakhir implementasi perencanaan strategi dalam meningkatkan mutu Pendidikan madrasah. Hasil penelitian mengenai perencanaan sistem manajemen strategi di sekolah SMPN 35 Medan menunjukkan bahwa perencanaan yang baik dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Dengan perencanaan yang baik, kepala sekolah dan tim manajemen dapat merencanakan dan mengimplementasikan kebijakan dan program yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, maka dengan ini dapat meningkatkan mutu dalam sebuah Lembaga Pendidikan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi efektif dalam mengidentifikasi potensi negatif siswa di SMPN 24 Malang, dengan fokus membangun sistem pendukung yang efisien. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka,…
staka, studi ini menggali literatur yang ada mengenai perilaku siswa, perkembangan psikologis, dan psikologi pendidikan. Dengan mensintesis berbagai karya ilmiah, penelitian ini mengidentifikasi indikator kunci dan metodologi untuk mendeteksi perilaku negatif potensial di kalangan siswa. Selain itu, penelitian ini juga meneliti peran kepemimpinan dalam menerapkan langkah-langkah proaktif untuk mengatasi masalah ini dan membangun lingkungan belajar yang kondusif. Temuan ini menekankan pentingnya sistem pendukung yang komprehensif yang menggabungkan deteksi dini, strategi intervensi, dan upaya kolaboratif antara guru, administrator, dan staf pendukung. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan efektivitas lembaga pendidikan dalam mengurangi perilaku negatif siswa dan mempromosikan hasil akademik dan sosio-emosional yang positif
Abstract:Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman serta sikap remaja putri mengenai menstruasi dan penanganannya di SMPN 1 Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh…
h terbatasnya akses informasi kesehatan reproduksi yang benar serta masih kuatnya kepercayaan terhadap mitos menstruasi di kalangan siswi. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning dengan model tutorial seven jump yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah dan sikap yang kurang tepat, sedangkan setelah kegiatan terjadi peningkatan yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat sebagian kecil peserta yang belum mengalami perubahan optimal akibat faktor individu dan lingkungan.
Abstract:Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat permasalahan dengan penampilan fisik, potensi diri, dan penerimaan diri hal ini berkaitan dengan citra diri. Citra diri negatif dapat berdampak…
pak buruk pada kesejahteraan psikologis remaja. 34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental berdasarkan data I-NAMHS (2022). 12% remaja di Sumatera Barat menunjukan gejala kecemasan dan depresi berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMPN 12 Padang. Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi penelitian sebanyak 280 peserta didik. Pengumpulan data telah dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 21-24 April 2025 menggunakan metode proporsional random sampling sebanyak 74 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kurang dari separuh (43,2%) responden termasuk dalam kategori kesehatan mental sedang dan lebih dari separuh (52,7%) responden termasuk dalam kategori citra diri negatif. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p-value=0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan citra diri terhadap kesehatan mental pada remaja kelas VIII SMP Negeri 12 Padang. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung pengembangan citra diri positif, seperti konseling, kegiatan ekstrakurikuler berupa pengembangan bakat dan minat siswa dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan remaja.
Abstract:Pendidikan seksualitas penting diberikan kepada remaja karena pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya edukasi membuat remaja rentan terhadap informasi keliru, perilaku seksual…
sual berisiko, dan kekerasan seksual. Data KPAI menunjukkan 53% kasus kekerasan seksual dialami remaja, sedangkan DP3AP2KB tahun 2024 mencatat 35,6% kasus serupa. Data awal di SMPN 18 Padang juga menemukan 70% siswa belum memahami pendidikan seksualitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja di SMPN 18 Kota Padang tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest Design pada 35 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 14–21 April 2025 menggunakan kuesioner dan media audiovisual, kemudian dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,23 sebelum edukasi menjadi 12,23 setelah edukasi, dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksualitas, sehingga sekolah disarankan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Telagasari. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk layanan yang diterapkan,…
, peran guru BK, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMP Negeri 1 Telagasari terlaksana dengan baik dan terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Layanan yang diberikan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, serta advokasi terhadap siswa. Faktor pendukung pelaksanaan layanan BK meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitas ruang BK yang memadai, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah karakter siswa yang masih labil, keterbatasan waktu guru BK, dan pengaruh penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, layanan BK berperan signifikan dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Abstract:This research aimed to find the effect of Simon Says activities in enhancing students’ listening skill at SMPN 14 Kota Serang. Quantitative research method by implementing quasi-experimental study using Simon Says activities…
vities to enhancing students’ listening skill at SMPN 14 Kota Serang. The population was seventh-grade students with 2 classes as a sample. In this study, 37 students in the experiment class and 37 students in the control class made up the sample. The data were collected using listening pre-test and listening post-test as instruments. SPSS 22.0 were used to analysed the data. The result of the research was there was significant difference between experimental class and control class where experimental class score increased to 84.41, while the control class only increased to 74.05. The analysis showed that the mean score of post-test in the experimental class was higher than control class. The result of Independent Sample Test table in this study was 0.000 < 0.05. This value means that the alternative was accepted and the null hypothesis was rejected. It can conclude that there is significant effect of Simon Says activities in enhancing students’ listening skill at SMPN 14 Kota Serang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program layanan sekolah inklusif di SMPN 11 Kota Serang dalam meningkatkan minat belajar siswa dengan hambatan belajar. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini…
i menganalisis data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusif telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa. Namun, masih terdapat beberapa tantangan seperti perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan kolaborasi antara guru, dan kurangnya dukungan dari orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program inklusif memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi semua siswa, namun perlu adanya upaya berkelanjutan untuk mengatasi kendala yang ada. Saran penelitian selanjutnya adalah perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap program ini dan melibatkan lebih banyak pihak terkait, seperti psikolog, untuk memberikan dukungan yang lebih komprehensif bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
Abstract:Kurikulum Merdeka memberikan pendekatan yang inovatif dan fleksibel dalam pendidikan di Indonesia, memungkinkan pendidik untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Dalam konteks mata pelajaran…
ajaran bahasa Inggris dan seni budaya, pendekatan pembelajaran yang diterapkan bertujuan untuk mengintegrasikan keterampilan komunikasi dan apresiasi budaya. Artikel ini membahas penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran bahasa Inggris yang mendorong interaksi aktif dan penggunaan bahasa dalam konteks nyata, serta pendekatan kreatif dalam seni budaya yang mengajak siswa untuk mengeksplorasi dan menciptakan. Dengan menggabungkan kedua disiplin ilmu ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berbahasa mereka sekaligus mengembangkan pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya di sekitar mereka. Melalui contoh penerapan di kelas, artikel ini menunjukkan bagaimana Kurikulum Merdeka dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan interaktif, meningkatkan motivasi, dan hasil belajar siswa.