Abstract:Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen risiko likuiditas pada perbankan syariah. Risiko likuiditas merupakan risiko akibat ketidakmampuan bank syariah untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan…
an arus kas dan asset likuid berkualitas tinggi yang dapat digunakan, tanpa menganggu aktifitas, dan kondisi keuangan bank. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memperhatikan bahan-bahan yang berasal dari penelitian studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi manajemen Risiko termasuk risiko likuiditas pada bank syariah dan unit usaha syariah minimal mencakup 4 hal, yakni a) pengawasan aktif dari dewan komisaris, direksi dan dewan pengawas syariah, b) kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit manajemen risiko, c) kecukupan proses identifikasi, pemgukuran, pemantauan dan pengendalian risiko serta system imformasi manajemen risiko, d) system pengendalian intern yang menyeluruh. Studi ini menyimpulkan bahwa likuiditas penting untuk bank syariah dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, seperti mengatasi kebutuhan mendesak,memuaskan permintaan nasabah terhadap pinjaman, dan memberikan fleksibilitas dalam meraih kesempatan investasi menarik dan memungkinkan.
Abstract:Penduduk pesisir Desa Tengah-Tengah sangat bergantung pada laut. Meskipun sebagian masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, sebagian besarnya adalah nelayan. Nelayan di Desa Tengah-Tengah, Kabupaten Maluku Tengah,…
, kerap mengalami kecelakaan saat bekerja di laut. Ada banyak kemungkinan akibat yang mungkin terjadi, antara lain kapal bocor, ada yang terluka saat menarik jaring, kelebihan muatan, dan tenggelam. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para nelayan dan menumbuhkan pemahaman di Desa Tengah-Tengah wilayah pesisir Kabupaten Maluku Tengah. Nelayan yang berasal dari Desa Tengah-Tengah Wilayah Pesisir menjadi mitra dalam operasi ini sebanyak 38 orang. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pelaksanaan kegiatan adalah: Pra-tes, pengajaran, pelatihan, dan evaluasi. Setelah penyebaran kuesioner, hasil akhir kegiatan dipastikan. Pengetahuan nelayan meningkat berkat pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja; sebelum diberikan penyuluhan, rata-rata skor pemahaman responden sebesar 45,2, namun setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 68,4. Nilailah saat Anda menjalani seluruh proses. Untuk melakukan hal ini, tiga orang dipilih secara acak dan diminta untuk mengulangi pemberian belat dan melakukan bantuan hidup dasar.
Abstract:Rumah sakit adalah fasilitas kesehatan yang dibutuhkan saat situasi bencana. Rumah sakit bertujuan sebagai sumber utama untuk melakukan triase, penyedia layanan medis, evakuasi, dan penanganan terhadap para korban bencana.…
a. Secara tertulis kesiapsiagaan rumah sakit dalam merespons bencana dituangkan dalam garis besar dan pemahaman umum tertuang dalam Hospital Disaster Plan (HDP). Dokumen yang memuat pedoman khusus pengorganisasian sumber daya manusia, logistik, dan strategi yang akan dilaksanakan jika terjadi bencana di lingkungan rumah sakit biasanya disebut dengan Hospital Disaster Plan (HDP). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau kajian literatur. Metode ini melibatkan pengumpulan, evaluasi, dan sintesis dari penelitian-penelitian yang telah dipublikasikan dari lima tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana, termasuk dalam hal pengelolaan data keuangan, perkiraan biaya, dan penghematan biaya terkait dengan manajemen bencana. Rumah sakit tidak siap menangani bencana karena tidak mempunyai pedoman dasar bagaimana menangani permasalahan yang timbul akibat bencana. Seluruh rumah sakit harus memiliki Panduan Rencana Kesiapsiagaan Bencana Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan) sebagai katalis dan dorongan yang kuat bagi rumah sakit untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam kerangka dan pemahaman yang sama. Jenis bencana yang mungkin terjadi di Rumah Sakit adalah kebakaran, gempa, dan tsunami. Dengan tahap perencanaan penanggulangan bencana dan beberapa kemungkinan pengelolaannya adalah tim penanggulangan bencana di rumah sakit, sistem perencanaan penanggulangan bencana rumah sakit, sistem operasional tim penanggulangan bencana rumah sakit, sistem logistik penanggulangan bencana rumah sakit, dan perencanaan dan pembiayaan penanggulangan bencana rumah sakit.
Abstract:Awak kapal harus disiplin dalam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja. Ini akan menguntungkan Anda dan orang lain. Beberapa kejadian teridentifikasi akibat kurang disiplinnya awak Kapal Motor Nelayan Stambharpura dalam…
lam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Oleh karena itu, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman, penerapan, dan penggunaan K3 dengan benar. Sebelas responden dihubungi melalui sosialisasi, wawancara, dan observasi guna meningkatkan kedisiplinan penerapan K3. Luaran kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman setiap responden terhadap K3 mengalami peningkatan sebesar 55,84%. Sebagai upaya untuk mengurangi kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan pekerja, disiplin K3 diterapkan di atas kapal. Perusahaan dapat menurunkan risiko kerugian finansial dengan menerapkan K3. Perusahaan dapat mengurangi biaya pengobatan dan pengeluaran kompensasi pekerja dengan meminimalkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Selain itu, dunia usaha dapat meningkatkan persepsi dan reputasi masyarakat dengan menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Abstract:Artikel ini akan melihat kejadian-kejadian tersebut dari perspektif kesiapsiagaan bencana dan manajemen risiko. Dalam konteks manajemen risiko, situasi darurat dan kesiapsiagaan sebuah kumpulan tindakan terorganisir, efektif,…
ktif, dan efisien yang dirancang untuk mengantisipasi bencana berhubungan erat. Pada laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan, Malang, Indonesia, terjadi kericuhan yang mengakibatkan ratusan korban luka maupun korban jiwa. Dunia disadarkan akan kejadian ini karena banyaknya jumlah kematian dan dugaan kesalahan yang dilakukan selama persiapan pertandingan yang mengabaikan urgensinya. 2019 (Mardiatno) Perpenelitian ini akan mengkaji faktor-faktor kesiapsiagaan darurat yang perlu dipertimbangkan ketika merencanakan turnamen yang menarik banyak penonton, seperti yang terjadi di Kanjuruhan. Salah satu komponen metodologi kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Temuan studi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah faktor kesiapan darurat perlu dipertimbangkan dengan cermat karena meningkatkan risiko tinggi pertandingan tersebut.
Abstract:Penelitian pengembangan ini dilakukan karena adanya permasalahan dalam penyajian materi sains di buku tematik kelas 6 yang kurang sistematis dan mendalam, mengakibatkan rendahnya minat baca siswa dan pemahaman materi yang…
g masih belum memadai. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan pengembangan Four-D, dengan tahapan pendefinisian, perancangan, pengembangan,, dan penyebaran. Validasi media dilakukan untuk e-modul interaktif menggunakan aplikasi Canva, yang kemudian direvisi berdasarkan hasil validasi tersebut. Implementasi dilakukan terhadap 37 siswa kelas 6B di SD Negeri wilayah Kecamatan Sambikerep, menunjukkan kevalidan dan kepraktisan yang sangat baik. Hasil belajar siswa setelah menggunakan e-modul interaktif menunjukkan peningkatan yang signifikan, melebihi kriteria ketuntasan minimal. Analisis tes menunjukkan peningkatan literasi sains dengan skor N-gain antara preteset dan posttest menunjukkan gain yang sedang. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa e-modul interaktif dengan aplikas Canva yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi sains pada siswa kelas 6. Sebagai saran, penelitian lebih lanjut dapat memperluas cakupan implementasi dan mempertimbangkan integrasi dengan metode pembelajaran lainya untuk meningkatkan efektivitasnya.
Abstract:Tujuan penelitian untuk menganalisis virtual cryptocurrency sebagai mata uang e-commerce, terutama Bitcoin, yang digunakan transaksi di Indonesia. Metode penelitian yuridis normatif guna mengkaji ketentuan yang berhubungan…
an dengan penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, mata uang virtual cryptocurrency, terutama Bitcoin, sebagai alat transaksi di Indonesia masih menghadapi tantangan yang signifikan. Meskipun minat masyarakat terhadap cryptocurrency cukup tinggi, regulasi yang jelas dan tegas mengenai penggunaan mata uang virtual kriptografi ini sebagai alat pembayaran masih belum ada yang menjamin kepastian hukum. Kedua, peran Bank Indonesia sebagai regulator keuangan belum cukup kuat mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Dampak transaksi menggunakan bitcoin mengakibatkan ketidakpastian hukum terkait penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia, temuan penelitian bahwa penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia tidak memiliki kepastian hukum yang kuat dan lemah secara perlindungan hukum di Indonesia. Oleh karena itu, virtual cryptocurrency sebagai alat transaksi di Indonesia memerlukan regulasi yang tepat dan tegas. Regulasi yang tepat akan memberikan kepastian hukum, melindungi pihak yang terlibat, serta memastikan penerimaan negara yang adil dan berkelanjutan terkait penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di Indonesia. Implikasi regulasi yang tidak cukup jelas dan kurang tegas dalam bisnis transaksi virtual cryptocurrency di Indonesia membuktikan tidak ada kepastian hukum penggunaa virtual cryptocurrency di Indonesia dan belum sah. Resktrukturisasi bagi peraturan Bank Indonesia dan pihak berwenang lainnya perlu mendukung para pengguna virtual cryptocurrency juga bekerja sama untuk mengembangkan kerangka regulasi yang efektif. Dengan adanya regulasi yang tepat, cryptocurrency dapat diintegrasikan secara aman, terpercaya, dan dapat diterima secara luas sebagai alat transaksi di Indonesia.
Abstract:Efektivitas pelaksanaan kegiatan perekonomian di setiap negara selalu memerlukan peran alat pembayaran yang menstabilkan nilai tukar agar tidak terjadi inefisiensi akibat fluktuasi harga produk dan lembaga keuangan yang…
mempunyai kewenangan mengatur dan menentukan kebijakan moneter yang disebut dengan kebijakan moneter. Bank pusat. Tujuan kebijakan bank sentral sebagai pemegang otoritas moneter antara lain mengeluarkan uang, mengendalikan peredaran uang hingga menyesuaikan fakta perekonomian di sektor riil sehingga dapat terjadi keseimbangan.
Penelitian menggunakan menggunakan pendekatan kajian kepustakaan sehingga kajian di fokuskan pada bahan kepustakaan dengan menelusuri literatur terkait. dengan menyadur, mengutip dan menggunakan penerapan dan berbagai sumber rujukan dalam artikel ini. Pendekatan kepustakaan ini penulis berusaha menemukan teks, mengklasifikasi, dan menganalisis data tekstual yang bersumber dari data primer maupun sekunder berupa bahan pustaka yang terkait, relevan fokus artikel.
Peranan bank sentral disetiap negara menjadi sangat penting sebab dunia perbankan merupakan urat nadi perekonomian dalam suatu negara. Sektor perbankan memiliki peran yang berpengaruh terhadap maju atau mundurnya perekonomian dalam suatu negara. Bank sentral sangat berperan penting untuk meminimalkan resiko-resiko dalam dunia perbankan serta memberi perlindungan terhadap dana masyarakat yang ada pada lembaga perbankan. Bank sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dengan mengontrol keseimbangan antara jumlah uang dan barang yang beredar pada masyarakat. Bank sentral yang bertujuan untuk mengontrol kebijakan dan kestabilan perekonomian dimiliki hampir disetiap negara. Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai bank sentral dan disebut dengan Bank Indonesia.
Abstract:Berdasarkan penelitian mochammad syaiful hadi dimadrasah yang saat ini masih menggunakan sistem pembuatan kartu pelajar dilakukan secara konvensional adalah MISSPA. Dimana kartu pelajar yang digunakan oleh siswa saat ini…
dibuat oleh percetakan diluar sekolah. Sistem pembuatan kartu pelajar dimana desain, percetakan kartu dibuat diluar sekolah. Hal ini tentunya mengakibatkan proses pembuatan kartu pelajar tidak efektif dan efisien.
Implementasi aplikasi pembuatan kartu pelajar dianggap perlu diterapkan pada sekolah yang belum memiliki aplikasi secara pribadi seperti pada MISSPA. Dengan adanya aplikasi Kartu Pelajar selain menghasilkan kartu identitas siswa maupun siswi serta dapat membantu staff bidang kesiswaan dalam pengelolaan data pelajar MISSPA yang lebih terjamin sehingga data pelajar hanya dapat diakses oleh pihak sekolah.
Adapun tujuan dilaksanakan implementasi pembuatan aplikasi kartu pelajar pada MISSPA adalah untuk menghasilkan aplikasi yang efektif dan efisien yang bermanfaat untuk sekolah khususnya bidang kesiswaan serta menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti untuk menelusuri tingkat kolektibilitas pada pembiayaan akad murabahah, khususnya di BMT NU Cabang Kalisat Jember. Semakin tingginya pembiayaan akad murabahah di…
BMT NU Cabang Kalisat Jember, maka akan mengakibatkan kenaikan piutang murabahah dan berpengaruh terhadap tingkat kolektibilitas piutang murabahah setiap tahunnya. Jika terjadi pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF), maka akan mengganggu tingkat kolektibilitas tersebut. Sementara itu, akad murabahah masih menjadi akad yang paling diminati dalam proses pembiayaan BMT NU Cabang Kalisat Jember Penelitian ini bersifat kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa BMT NU Cabang Kalisat Jember telah memenuhi ketentuan di dalam Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dalam hal pembiayaan akad murabahah. Tingkat kolektibilitas BMT NU Cabang Kalisat Jember selalu berada pada tingkat aman dengan nilai non performing financing (NPF) di bawah 5% yaitu sampai pada saat penelitian ini sebesar 3.51%.