Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan yang disusun melalui Sistem Informasi Penataan Kelembagaan dan Analisis Jabatan (SI-PKJ) pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah…
ah Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SI-PKJ telah dimanfaatkan dalam proses penyusunan peta jabatan dan pemetaan beban kerja, namun implementasinya belum berjalan secara optimal. Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi antara lain adalah: (1) keterbatasan pemahaman operator dalam menyusun uraian tugas yang belum sepenuhnya selaras dengan tugas dan fungsi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur mengenai Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja masing-masing perangkat daerah; (2) metode penentuan volume kerja yang seharusnya didasarkan pada rata-rata beban kerja tiga tahun terakhir, namun dalam praktiknya masih mengacu pada jumlah pegawai yang tersedia, sehingga terjadi penyesuaian volume kerja secara artifisial untuk mencapai jumlah yang diharapkan tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil; serta (3) integrasi SI-PKJ dengan sistem informasi kepegawaian lainnya yang masih belum optimal.
Meskipun demikian, SI-PKJ memiliki potensi sebagai instrumen strategis dalam mendukung perencanaan formasi dan pemenuhan kebutuhan pegawai yang berbasis data. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan integrasi sistem lintas sektor, serta penyempurnaan proses perencanaan sumber daya aparatur secara menyeluruh.
Abstract:Pengawasan internal memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas dan efektivitas tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah tertinggal seperti Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi…
ngidentifikasi tantangan utama dalam pelaksanaan pengawasan internal serta merumuskan strategi penguatan yang sesuai dengan konteks lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap Inspektorat Daerah dan OPD terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah auditor bersertifikasi, sulitnya akses geografis, minimnya alokasi anggaran, dan lemahnya tindak lanjut hasil audit menjadi kendala utama dalam efektivitas pengawasan. Strategi penguatan yang direkomendasikan mencakup peningkatan kapasitas auditor, digitalisasi audit berbasis risiko, penguatan regulasi lokal, serta kolaborasi lintas lembaga. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pengawasan yang adaptif dan responsif terhadap karakteristik wilayah 3T guna mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Abstract:Bullying merupakan perilaku menyimpang yang bersifat agresif, dilakukan secara sadar dan berulang oleh individu atau kelompok terhadap seseorang yang dianggap lebih lemah. Fenomena ini banyak terjadi di lingkungan sekolah…
h dasar dan berdampak negatif pada perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan akademik anak, baik bagi korban maupun pelaku. Bentuk bullying yang umum ditemukan di SD antara lain bullying fisik, verbal, dan sosial, yang masing-masing memiliki karakteristik dan risiko tersendiri. Beragam faktor turut mendorong munculnya perilaku bullying, seperti pola asuh keluarga, pengaruh teman sebaya, lingkungan sekolah, serta paparan media. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan preventif yang komprehensif, salah satunya melalui penanaman nilai-nilai toleransi di lingkungan pendidikan dasar. Sikap toleransi, seperti menghargai perbedaan, empati, dan kerja sama, terbukti mampu membentuk karakter siswa yang lebih inklusif dan menurunkan kecenderungan perilaku agresif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa peningkatan toleransi di sekolah berkontribusi signifikan dalam menekan angka kejadian bullying. Kajian ini merekomendasikan peran aktif guru, kepala sekolah, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam membangun lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari bullying melalui penguatan pendidikan karakter berbasis toleransi.
Abstract:Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia yang menghadapi tantangan serius dalam pembangunan ekonomi akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau…
au serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain studi kasus, serta penerapan model Community-Based Participatory Research (CBPR), penelitian ini menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek aktif dalam proses pemberdayaan.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program-program yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah mufakat, dan pengelolaan sumber daya alam secara komunal berhasil diintegrasikan dalam pelatihan, produksi, dan pemasaran produk UMKM, seperti tas noken, minyak kemiri, serta kerajinan dari biji hutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kapasitas teknis pelaku usaha, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan solidaritas sosial komunitas.
Namun, masih terdapat sejumlah tantangan besar, seperti keterbatasan akses pasar karena infrastruktur yang minim, rendahnya literasi keuangan dan digital, serta belum optimalnya implementasi regulasi pendukung. Temuan ini mempertegas pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis lokal yang disesuaikan dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dan penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di wilayah 3T.
Abstract:Pencabulan merupakan hal yang dilarang oleh negara dan termasuk kejahatan sangat serius (the most serious crime). Salah satu kasus pencabulan di Indonesia yakni dilakukan oleh Herry Wirawan alias Heri bi Dede pemilik suatu…
tu pondok yang ada di Bandung. Pada kasus ini, terdakwa melakukan pencabulan terhadap 13 santriwatinya dan beberapa ada yang hingga mengandung bahkan melahirkan. Penelitian ini menganalisis penerapan hukum pidana dalam kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Herry Wirawan alias Heri bin Dede dalam putusan No.86/Pid.Sus/2022/PT.Bdg. Analisis dilakukan terhadap penerapan unsur-unsur tindak pidana, penjatuhan sanksi pidana mati, pelaksanaan restitusi bagi anak korban, serta kebijakan pemidanaan dari perspektif hak asasi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana pencabulan terhadap anak telah terpenuhi dalam perbuatan terdakwa. Penjatuhan pidana mati didasarkan pada pertimbangan bahwa perbuatan terdakwa merupakan kejahatan sangat serius, namun masih menimbulkan kontroversi dari perspektif hak asasi manusia. Pelaksanaan restitusi bagi anak korban telah diatur dalam putusan, namun mekanisme pembayaran oleh pemerintah masih perlu dievaluasi. Penguatan mekanisme restitusi, evaluasi kebijakan pemidanaan, serta penerapan pendekatan terpadu dalam pencegahan dan penanganan kasus menjadi rekomendasi untuk perbaikan ke depan.
Abstract:Percepatan urbanisasi, perubahan iklim, dan tekanan terhadap sumber daya alam menuntut kota-kota di Indonesia untuk bertransformasi menjadi kota yang resilien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana sinergi antara…
a sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan teknologi dapat mendorong pembangunan perkotaan yang tangguh terhadap krisis lingkungan dan sosial, dengan studi kasus di Kota Padang dan wilayah Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dari lima jurnal ilmiah nasional dan terindeks, yang membahas aspek daya dukung lahan, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan ruang publik, pendekatan psikososial, dan integrasi teknologi informasi geospasial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan SDA yang berbasis daya dukung lingkungan, penguatan kapasitas SDM secara sosial dan psikologis, serta pemanfaatan teknologi seperti SIG secara kolaboratif dapat menciptakan sistem kota yang adaptif dan inklusif. Sinergi ketiga pilar ini terbukti menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota masa depan yang resilien. Kajian ini merekomendasikan perumusan kebijakan perkotaan yang integratif dan partisipatif, dengan pelibatan multiaktor sebagai strategi utama dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan di daerah rawan bencana seperti Kota Padang.
Abstract:Artikel ini mengkaji dinamika perdagangan produk perikanan antara Indonesia dan Jepang selama lima tahun terakhir, dengan fokus pada peluang, tantangan, dan kebijakan yang mempengaruhi ekspor perikanan Indonesia. Jepang…
merupakan pasar utama bagi komoditas perikanan Indonesia seperti udang, tuna, dan produk olahan lainnya, didorong oleh permintaan yang tinggi dan adanya perjanjian ekonomi seperti IJEPA yang mempermudah akses pasar. Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukkan Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat, khususnya pada produk udang beku. Namun, ekspor perikanan Indonesia ke Jepang menghadapi tantangan seperti standar kualitas yang ketat, hambatan non-tarif, dan persaingan dengan negara eksportir lainnya. Kebijakan nasional dan bilateral, termasuk revisi IJEPA tahun 2024 yang menghapus bea masuk untuk beberapa produk, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan volume ekspor. Data ekspor menunjukkan tren fluktuatif, dengan penurunan pada tahun 2023 dan semester pertama 2024. Artikel ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan kualitas produk, dan diversifikasi pasar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar Jepang.
Abstract:Pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, namun tantangan dalam meningkatkan pendapatan transaksi masih menjadi permasalahan mendasar. Pendapatan…
dapatan transaksi UMKM, sebagai indikator kinerja keuangan, mencerminkan seberapa besar hasil penjualan barang atau jasa yang diterima pelaku usaha dalam periode tertentu (Budiarsih, 2022). Meningkatnya persaingan usaha serta perubahan perilaku konsumen mendorong UMKM untuk mencari solusi digital yang adaptif agar tetap kompetitif (Mustagfiroh & Supriyadi, 2024). Dalam konteks ini, strategi digitalisasi sistem pembayaran menjadi perhatian utama untuk meningkatkan efektivitas transaksi dan efisiensi operasional. Meskipun terdapat berbagai pendekatan untuk mendorong peningkatan pendapatan, digitalisasi transaksi keuangan dinilai sebagai salah satu cara paling signifikan dalam memperluas akses pasar dan efisiensi layanan (Indriani & Rahman, 2024). Dengan demikian, pemahaman tentang faktor-faktor yang mendorong pendapatan transaksi UMKM menjadi penting sebagai dasar penyusunan strategi penguatan sektor ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Permasalahan utama yang diangkat adalah lemahnya…
hnya penerapan budaya organisasi yang belum terdefinisi dengan baik serta kurangnya pengawasan dari atasan, yang berdampak langsung pada rendahnya tingkat disiplin kerja pegawai. Penelitian ini memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan kondisi budaya organisasi serta pengaruhnya terhadap disiplin kerja pegawai; (2) menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai; (3) menguji pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai; dan (4) menganalisis pengaruh simultan antara budaya organisasi dan pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Kecamatan Sungai Pagu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan kausal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) budaya organisasi berada dalam kategori "Sangat Baik" dengan skor rata-rata 129,9 dan TCR 86,6%; pengawasan dalam kategori "Sangat Baik" dengan skor rata-rata 127,11 dan TCR 84,74%; disiplin kerja dalam kategori "Baik" dengan skor rata-rata 124,6 dan TCR 83,3%; (2) budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan tingkat signifikansi 0,011 < 0,05 dan nilai t hitung 2,736 > t tabel 2,048; (3) pengawasan tidak berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan tingkat signifikansi 0,591 > 0,05 dan nilai t hitung 0,544 < t tabel 2,048; (4) budaya organisasi dan pengawasan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan tingkat signifikansi 0,037 < 0,05 dan nilai F hitung 3,74 > F tabel 3,37. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan budaya organisasi yang baik serta pengawasan yang konsisten dapat meningkatkan disiplin kerja pegawai, yang pada akhirnya mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Abstract:Terdapat tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0, di mana kemajuan teknologi dan informasi membawa dampak kompleks bagi masyarakat Indonesia. Era digital tidak hanya…
mempermudah akses terhadap ajaran agama, tetapi juga menghadirkan budaya baru, seperti individualisme maupun konsumerisme, serta memicu penyebaran informasi yang menyesatkan sehingga dapat mengganggu keharmonisan masyarakat. Munculnya sikap individualisme dan budaya konsumerisme dapat mengikis rasa empati dan kepedulian sosial, yang berdampak pada penurunan moral dan ancaman terhadap persatuan bangsa. Untuk menangani tantangan ini, tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, khususnya pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di era 5.0 dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat. Metode yang digunakan yaitu studi pustaka dengan mengumpulkan data/infprmasi dari literatur yang relevan, termasuk buku, artikel, dan dokumen terkait. Analisa data akan diterapkan pendekatan komparatif terhadap berbagai literatur dan sumber yang relevan. Hasi pembahasan menemukakan bahwa dalam pengamalan Pancasila Sila Pertama perlu adanya semangat mewujudkan strategi komprehensif yang meliputi: pendidikan karakter yang Pancasilais, penguatan nilai-nilai keagamaan yang kondusif, dan peningkatan literasi digital yang kritis. Melalui kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil, dengan menghidupi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari, maka setiap orang akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada sesama karena menganggap semua manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang wajib dihargai, sehingga secara bersama-sama dapat mewujudkan keharmonisan yang utuh di tengah kemajemukan masyarakat.