Abstract:Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan karakter bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan zaman. Ini membahas urgensi moral Pancasila dalam…
membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Dengan menelusuri nilai-nilai dasar Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, penelitian ini menggali bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat moralitas generasi muda Indonesia. Di samping itu, pembahasan ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menginternalisasi moral Pancasila serta pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing. Dengan demikian, penguatan moral Pancasila menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berkemajuan.
Abstract:Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah mencerminkan dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sebagai dasar negara,…
Pancasila diharapkan dapat menjadi pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan menilai keselarasan antara prinsip-prinsip Pancasila dan kebijakan serta praktik pemerintahan yang ada, melalui analisis konstitusi, undang-undang, dan dinamika politik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem pemerintahan Indonesia secara teoretis mengadopsi nilai-nilai Pancasila, dalam praktiknya masih terdapat sejumlah ketidaksesuaian, terutama dalam hal implementasi
demokrasi, keadilan sosial, dan pengelolaan kekuasaan. Oleh karena itu, meskipun dasar negara telah jelas, penguatan pengamalan Pancasila dalam sistem pemerintahan masih perlu dilakukan agar tujuan nasional dapat tercapai secara maksimal.
Abstract:Penelitian ini membahas hubungan agama dan negara di Indonesia yang mengadopsi model "religious nation-state," di mana Pancasila menjadi dasar negara sekaligus pedoman kehidupan berbangsa. Sebagai negara dengan populasi…
Muslim terbesar, Indonesia berhasil menjaga keseimbangan antara nilai-nilai religius dan prinsip konstitusi yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memanfaatkan data primer seperti dokumen resmi dan data sekunder dari literatur akademik untuk menggali dinamika hubungan agama-negara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model relasi agama-negara di Indonesia memungkinkan implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan publik, tanpa mengarah pada dominasi satu agama tertentu. Tantangan yang dihadapi termasuk menguatnya politik identitas berbasis agama, radikalisme, dan pengaruh globalisasi. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan regulasi, pendidikan toleransi, pemberdayaan lembaga keagamaan, penegakan hukum yang adil, dan optimalisasi peran media.Model ini terbukti efektif menjaga harmoni sosial-politik dalam masyarakat yang plural, meskipun memerlukan adaptasi berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi penguatan hubungan agama-negara yang moderat, inklusif, dan menghormati pluralitas, sehingga dapat menjadi contoh bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa.
Abstract:Pancasila, sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merupakan landasan filosofis, ideologis, dan etis yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Kelima sila Pancasila mencerminkan keberagaman budaya, agama,…
, dan adat di Indonesia, yang disatukan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran strategis Pancasila dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, serta solusi untuk menjaga relevansinya di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berperan sebagai dasar hukum, panduan etika, dan identitas bangsa, serta memberikan arahan dalam bidang politik, pendidikan, dan sosial-budaya. Namun, tantangan seperti krisis moral, pengaruh globalisasi, dan pragmatisme politik menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan Pancasila, penegakan hukum, dan pengembangan budaya politik yang inklusif untuk memastikan penerapannya yang konsisten. Pancasila tetap relevan dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas nasional, serta berperan sebagai solusi dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.
Abstract:Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia memiliki peran strategis dalam sistem ketatanegaraan, khususnya dalam perundingan politik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai pedoman normatif dan etis, nilai-nilai…
ai-nilai Pancasila—termasuk musyawarah untuk mufakat, keadilan sosial, dan persatuan—mengarahkan proses pengambilan keputusan yang demokratis dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik politik di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam pembentukan kebijakan, penyelesaian konflik politik, serta pelaksanaan diplomasi internasional yang mengedepankan dialog dan kerja sama. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan, seperti politik transaksional, kepentingan pragmatis, dan kurangnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan pendidikan politik berbasis Pancasila, penegakan hukum yang tegas, dan penguatan mekanisme musyawarah inklusif.Penelitian ini menegaskan relevansi Pancasila di era modern sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik dan menghadapi tantangan globalisasi, sekaligus mempromosikan prinsip moral dan etika untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Abstract:Kajian ini bertujuan untuk membahas implikasi ibadah bagi penguatan spiritualitas iman Kristen dalam perspektif tradisi Perjanjian Lama serta implikasinya bagi pengembangan iman Kristen yang holistik dan transformatif. Pembahasan…
embahasan mencakup perkembangan tempat dan bentuk ibadah, transformasi pemahaman tentang ibadah, serta prinsip-prinsip ibadah dan spiritualitas dalam Perjanjian Lama. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pengumpulan data dari berbagai literatur ilmiah. Analisis data dilakukan secara reduktif dengan pemaparan hasil bahwa ibadah mengalami perkembangan dari tempat-tempat terbuka menjadi lebih terorganisir. Pemahaman tentang ibadah juga bergeser dari yang berorientasi pada berkat duniawi menjadi lebih berfokus pada pembangunan relasi spiritual dengan Allah. Prinsip-prinsip seperti ibadah sesuai kehendak Allah, ibadah sebagai simbol/lambang dan ekspresi spiritualitas, tindakan-tindakan kudus, serta kesalehan dan doa menegaskan bahwa ibadah dan spiritualitas tidak hanya ritual, namun mencakup ketaatan, kesucian, dan praktik kehidupan sehari-hari. Ibadah yang diterapkan melalui berbagai tradisi perayaan, hari raya serta tindakan-tindakan kudus Perjanjian Lama bagi pengembangan spiritualitas dan iman Kristen memiliki dampak yang positif bagi penguatan spiritualitas orang beriman, teologi ibadah dan spiritualitas Perjanjian Lama dapat menjadi fondasi bagi pengembangan iman Kristen yang holistik dan transformatif.
Abstract:Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda global yang disepakati oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015. SDGs memiliki 17 tujuan utama yang…
bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan global, termasuk kemiskinan, kesenjangan, perubahan iklim, serta pembangunan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendukung pencapaian SDGs. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis data sekunder dari jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan publikasi organisasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengintegrasikan SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan meluncurkan berbagai program di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Kebijakan ini telah menunjukkan dampak positif, seperti peningkatan akses pendidikan, penurunan angka kemiskinan, dan upaya mitigasi perubahan iklim. Namun, implementasi SDGs di Indonesia masih menghadapi tantangan, termasuk kurangnya koordinasi antarlembaga, disparitas regional, keterbatasan pendanaan, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Tantangan lain yang dihadapi adalah lemahnya penegakan hukum lingkungan, kurangnya partisipasi masyarakat, dan resistensi terhadap kebijakan seperti pajak karbon. Pandemi COVID-19 juga memperburuk pencapaian SDGs, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih adaptif. Diperlukan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, peningkatan kapasitas lembaga pelaksana, serta optimalisasi peran sektor swasta dan masyarakat
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap kinerja karyawan di sektor teknologi informasi (TI) dengan mempertimbangkan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi.…
diasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data yang dikumpulkan dengan cara menyebar kuesioner terhadap sejumlah karyawan TI di berbagai perusahaan.
Hasil analisis yang diperoleh bahwasannya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Dalam hal ini kepemimpinan transaksional juga berpengaruh positif, namun dengan tingkat pengaruh yang lebih rendah dibandingkan dengan kepemimpinan transformasional. Selain itu, kepuasan kerja terbukti menjadi mediator yang signifikan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan.
Peneliti menggaris bawahi bahwasannya pentingnya penerapan kepemimpinan transformasional untuk meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan TI. Perusahaan disarankan untuk mengembangkan program pelatihan kepemimpinan yang berfokus pada penguatan aspek transformasional guna menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan produktif.
Sustian Alfina, Tegar Sasario Pamungkas, Abd Raid Sopalatu, Arif Rachman Putra, Didit Darmawan, Rommy Hardyansah, Muchamad Catur Rizky, Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, Wakid Evendi, Amir Bandar Abdul Majid
Abstract:Budidaya lele telah menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan dalam upaya peningkatan kualitas ekonomi, baik pada tingkat individu maupun komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas budidaya lele…
ele dalam meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pembangunan ekonomi lokal. Metode yang digunakan yaitu Recirculating Aquaculture System (RAS), menunjukkan hasil produksi yang optimal dengan pendapatan yang tinggi dan keuntungan yang substansial. Dampak sosial dari budidaya lele mencakup peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan lokal. Penerapan praktik berkelanjutan dalam budidaya lele, seperti pengelolaan limbah dan efisiensi penggunaan air, menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat dilakukan secara ramah lingkungan. Budidaya lele menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) menawarkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas ekonomi. RAS mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi limbah, dan menghasilkan pertumbuhan ikan yang lebih cepat. RAS dapat menjadi alternatif yang menjanjikan bagi pembudidaya lele untuk meningkatkan pendapatan dan daya saing produk.
Abstract:Penelitian ini berangkat dari pentingnya fatwa sebagai panduan keagamaan bagi umat islam di indonesia, termasuk dalam isu hukum mandi jum'at yang memiliki dimensi ritual dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi…
luasi keputusan fatwa majelis ulama indonesia (mui) mengenai hukum mandi jum'at, dengan fokus pada keabsahan dalil-dalil yang digunakan, relevansi sosialnya, serta dampaknya terhadap pemahaman dan praktik keagamaan umat. Metode yang digunakan adalah kajian literatur kritis terhadap teks fatwa, hadis-hadis terkait, serta pendapat ulama dalam berbagai mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fatwa tersebut memiliki dasar syar’i yang memadai, terdapat ruang untuk memperbaiki penyampaian argumen dan penyesuaian terhadap konteks keberagaman masyarakat indonesia. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan landasan teologis dan konteks sosial dalam penyusunan fatwa agar lebih aplikatif dan inklusif bagi umat.