Abstract:Dalam hal ini, sengketa perdagangan biodiesel antara Indonesia dan Uni Eropa timbul sebagai konsekuensi dari penerapan kebijakan RED II dan EUDR yang menjadikan minyak sawit sebagai produk dengan risiko tinggi terkait deforestasi.…
forestasi. Pihak Indonesia berpendapat bahwa kebijakan tersebut bersifat tidak adil dan melanggar prinsip nondiskriminasi yang tercantum dalam GATT 1994. Studi ini menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan sengketa ini, bagaimana respons kebijakan yang diambil oleh Indonesia, serta dampak ekonomi yang muncul, khususnya pada petani, industri kelapa sawit, dan performa ekspor nasional. Dengan melalui mekanisme sengketa WTO (DS593), pada tahun 2025 panel WTO memutuskan bahwa beberapa ketentuan dari Uni Eropa bertentangan dengan peraturan perdagangan internasional dan memerlukan penyesuaian. Hasil ini menunjukkan pentingnya diplomasi dalam perdagangan, penguatan hilirisasi, serta penerapan standar keberlanjutan guna meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa masalah lingkungan pada kebijakan Uni Eropa sering kali digunakan sebagai alat untuk melindungi pasar, sehingga diperlukan kebijakan yang adaptif dan strategi diplomasi multilateral untuk mempertahankan keberlangsungan ekspor biodiesel dari Indonesia.
Abstract:Rendahnya penerjemahan aturan lokal (petik merah) ke standar layanan publik formal, sehingga IG berisiko menjadi dokumen administratif tanpa kontrol kualitas riil. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model layanan…
publik pluralistik yang mengharmonisasikan hukum negara dan living law komunitas petani untuk menjaga reputasi serta nilai ekonomi kopi. Metodologi menggunakan desain yuridis empiris kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara informan purposif, dan dokumen legal. Analisis memakai triangulasi teori. Teori utama mencakup pluralisme hukum Griffiths, tata kelola komunal Ostrom, dan perspektif budaya kekayaan intelektual Coombe. Lokasi penelitian mencakup empat kecamatan produsen kopi seluas 9.959 Ha. Hasil menunjukkan formalisasi IG oleh DJKI berdampak pada kenaikan harga Green Bean hingga 62% dan harga petik merah menyentuh Rp90.000/kg karena kepatuhan SOP komunal yang dimonitor MPIG. Kesimpulan menegaskan model layanan publik pluralistik yang fasilitatif memperkuat legitimasi aturan lokal dan keberlanjutan kualitas. Rekomendasi mencakup institusionalisasi model LPP di Pemkab, penguatan MPIG, standar verifikasi substantif, dan replikasi kebijakan IG komoditas lokal secara nasional.
Abstract:Kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas, nilai jual, dan daya saing suatu produk pangan. UMKM Ayam Celup Eva Fried Chicken masih menggunakan kemasan sederhana yang belum memenuhi aspek estetika, identitas…
tas merek, keamanan bahan, dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kemasan baru melalui pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan Value Engineering (VE). Metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam karakteristik desain teknis melalui House of Quality (HoQ) yang melibatkan 130 responden. Hasil HoQ menunjukkan bahwa ukuran kemasan yang sesuai isi, kejelasan logo dan label informasi, serta penggunaan material ramah lingkungan merupakan prioritas utama. Selanjutnya, pendekatan VE dilakukan melalui tahapan informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, hingga implementasi guna memilih alternatif kemasan yang memberikan nilai terbaik. Hasil akhir penelitian merekomendasikan penggunaan bahan kertas kraft food grade tahan minyak, desain mekanisme fold & lock, penyesuaian ukuran kemasan, serta penguatan identitas merek melalui visual kemasan. Rancangan ini dinilai mampu meningkatkan nilai produk tanpa menambah biaya signifikan serta memberikan kesan profesional pada UMKM. Penelitian ini menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam merancang kemasan efektif, estetis, fungsional, dan berkelanjutan.
Abstract:Penggunaan pembungkus sekali pakai seperti plastik telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat modern, namun menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. BeeClo, sebagai pembungkus ramah lingkungan, hadir…
r sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk BeeClo dengan menggunakan pendekatan Multiatribut Fishbein, melalui penilaian tingkat kepentingan (eᵢ) dan kepercayaan (bᵢ) pada atribut aroma, daya rekat, ramah lingkungan, estetika, dan harga. Data diperoleh melalui survei terhadap 80 responden yang merupakan konsumen potensial produk BeeClo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut ramah lingkungan memiliki pengaruh terbesar terhadap sikap konsumen dengan skor tertinggi, diikuti oleh estetika, aroma, harga, dan daya rekat. Secara keseluruhan, konsumen menunjukkan sikap positif terhadap BeeClo, terutama karena nilai keberlanjutan dan tampilan visualnya. Oleh karena itu, strategi pengembangan BeeClo perlu difokuskan pada penguatan nilai keberlanjutan, inovasi pada aspek estetika, serta peningkatan edukasi konsumen terhadap fungsi dan manfaat produk BeeClo yang masih belum banyak diketahui masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penurunan fungsi surau sebagai institusi keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer, khususnya dalam konteks perubahan orientasi nilai keberagamaan dan transformasi…
rmasi praktik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berorientasi fenomenologis, penelitian ini memaknai pengalaman, persepsi, dan interpretasi masyarakat terhadap pergeseran fungsi surau melalui observasi lapangan, analisis teks keislaman, dan studi literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari karakter surau sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan moral menuju fungsi yang lebih bersifat seremonial, simbolik, dan ekonomis. Temuan juga mengidentifikasi munculnya komersialisasi aktivitas keagamaan, melemahnya partisipasi ibadah rutin, krisis identitas religius generasi muda, serta hilangnya kesadaran kolektif mengenai fungsi ideal surau sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Faktor penyebab kemunduran fungsi surau meliputi sekularisme, individualisme, rendahnya kepemimpinan moral, kemerosotan legitimasi otoritas keagamaan, serta minimnya dukungan kebijakan struktural. Penelitian ini menekankan urgensi revitalisasi surau melalui model tata kelola berbasis jamaah, integrasi pendidikan akhlak, kolaborasi ulama–adat–pemerintah–pemuda, kurikulum pembinaan yang sistematis, serta transparansi pendanaan sebagai fondasi pemulihan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian transformasi institusi keagamaan dalam masyarakat modern dan menawarkan rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan kembali fungsi surau sebagai pusat spiritual, sosial, dan budaya dalam memperkuat peradaban Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik di era transformasi pendidikan…
dikan modern. Fokus kajian diarahkan pada konsep, tujuan, ruang lingkup, langkah-langkah, prinsip, serta tantangan evaluasi kurikulum PAI melalui pendekatan systematic qualitative review berbasis analisis literatur internasional dan dokumen kurikulum. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan temuan empiris terkait efektivitas penerapan model evaluasi Tyler, CIPP, dan taksonomi Bloom dalam konteks pendidikan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI harus dilaksanakan secara komprehensif meliputi tujuan, materi, pelaksana, proses pembelajaran, hasil belajar, serta dampak terhadap penguatan nilai religius dan karakter peserta didik. Evaluasi berbasis prinsip kesinambungan, objektivitas, komprehensivitas, dan akuntabilitas serta berlandaskan nilai Islam terbukti mampu menghadirkan proses pembelajaran agama yang lebih bermakna dan transformatif. Penelitian juga menemukan bahwa tantangan utama evaluasi kurikulum PAI mencakup keterbatasan kompetensi profesional guru, keterbatasan waktu, heterogenitas karakter peserta didik, dan pengaruh budaya digital, yang menegaskan perlunya reformasi evaluasi berbasis data serta inovasi metodologis. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem evaluasi kurikulum yang adaptif, reflektif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia di tengah dinamika perkembangan global.
Abstract:Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan proyek strategis nasional yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan banyak pihak dan proses konstruksi berskala besar. Studi literatur menunjukkan bahwa proyek…
royek ini mengalami keterlambatan akibat kombinasi faktor teknis dan nonteknis. Artikel ini menganalisis faktor-faktor tersebut berdasarkan penelitian terdahulu dan mengaitkannya dengan teori manajemen konflik. Hasil kajian literatur menunjukkan sebelas faktor utama penyebab keterlambatan, antara lain pembebasan lahan, jadwal proyek yang terlalu ketat, kurangnya integrasi perencanaan, keterbatasan sumber daya, perubahan desain, koordinasi rumit, dan kelalaian subkontraktor. Sebagian besar faktor tersebut berhubungan dengan konflik kepentingan, konflik peran, konflik instruksi, dan konflik struktural. Analisis menggunakan teori manajemen konflik menjelaskan bahwa konflik yang tidak dikelola dapat memperlambat pengambilan keputusan dan menurunkan produktivitas proyek. Artikel ini merekomendasikan peningkatan koordinasi, kejelasan peran, penguatan komunikasi lintas tim, pelatihan manajemen konflik, serta perbaikan proses perencanaan sebagai langkah untuk mengurangi keterlambatan proyek infrastruktur berskala besar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) melalui empat dimensi utama: pengambilan keputusan inovasi, implementasi berbasis teknologi…
dan nilai Islam, difusi melalui kolaborasi akademik, serta diseminasi hasil inovasi dalam konteks pendidikan Islam berkemajuan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur ilmiah, panduan institusional, dan dokumen resmi Muhammadiyah untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan strategi penguatan inovasi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan akademik yang kolaboratif, integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta budaya berbagi pengetahuan antar dosen dan lembaga. Penerapan model student-centered learning dan pembelajaran berbasis proyek sosial memperkuat relevansi mata kuliah Kemuhammadiyahan terhadap kebutuhan mahasiswa era digital. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, pelatihan berkelanjutan dan kebijakan kampus yang adaptif terbukti efektif dalam memperluas difusi dan diseminasi inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran Kemuhammadiyahan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pedagogis, tetapi juga sebagai strategi ideologis dan kultural untuk membentuk generasi Islam progresif yang berkarakter, kritis, dan berdaya saing global.
Abstract:Implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 1 Telagasari dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial, akademik maupun karier. Penelitian…
ini bertujuan untuk bagaimana layanan Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 1 Telagasari, mencakup program yang berjalan, tantangan yang dihadapi, serta persepsi guru dan siswa terhadap layanan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan guru BK serta dua orang siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari dilaksanakan secara sistematis melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, layanan klasikal, konsultasi, mediasi, hingga kunjungan rumah. Program disusun dengan pola mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Guru BK berperan penting dalam mendampingi siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, akademik, dan karir, serta bekerja sama dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan pihak sekolah untuk mendukung keberhasilan layanan. Siswa memberikan persepsi positif terhadap peran BK, meskipun terdapat harapan agar layanan lebih interaktif, terbuka, dan relevan dengan generasi saat ini.Tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya serta dukungan dari pihak eksternal, termasuk orang tua. Kesimpulannya, layanan BK di SMA Negeri 1 Telagasari berperan signifikan dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karier siswa, namun masih perlu peningkatan kualitas dan penguatan kolaborasi agar lebih optimal. Pengimplementasian layanan bimbingan konseling di SMA Negri 1 Telagasari Karawang dilandasi oleh kebutuhan nyata dalam bimbingan siswa agar mampu menghadapi berbagai permasalahan pribadi, sosial akademik, maupun karir yang mereka hadapi. Melalui layanan Bimbingan dan konseling, siswa mendapatkan ruang aman untuk menyampaikan keluhan mereka.
Abstract:Pendidikan merupakan pondasi penting dalam kemajuan dan perkembangan suatu negara. Melalui pendidikan, seseorang akan mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan lebih luas yang dapat berguna baginya untuk menuju masa depan.…
an. Seiring perkembangan zaman, kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan, dari tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka saat ini, yang bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK dan harapan masyarakat. Namun, perubahan yang sering ini justru menimbulkan permasalahan dan hambatan dalam proses pendidikan. Artikel ini bertujuan membahas permasalahan pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari aspek kurikulum. Metode yang di gunakan adalah studi literatur seperti jurnal, buku, dan lain sebagainya. Hasil studi literatur yang didapatkan bahwa ada empat isu utama yang menghambat implementasi kurikulum yaitu infrasruktur pendidikan yang kurang memadai, ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan siswa, kurangnya kualitas/kompetensi tenaga pengajar dan beban materi yang terlalu padat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan langkah strategis yang komprehensif, seperti peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penyusunan kurikulum yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, penguatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan, serta penyederhanaan materi pembelajaran agar lebih fokus pada pencapaian kompetensi esensial. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia dapat lebih adaptif, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang unggul sesuai dengan tuntutan zaman.