Search Articles & Publications

Showing 3314 articles found for "Sign"

PENGARUH KOMBINASI AROMATERAPI PEPPERMINT, AIR REBUS JAHE MERAH DAN MADU TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN ISPA

Resty Dinda Ayuvica, Emi Yuliza, Saiful Gunardi
Abstract: Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah yang termasuk penyakit golongan Air Borne Diseaseatau yang ditularkan melalui udara. Data Kementerian Kesehatan Republik&#8230; publik Indonesia menyebutkan bahwa ISPA menempati urutan pertama penyakit yang diderita pada kelompok bayi dan balita di Indonesia. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas kombinasi aromaterapi Peppermint, Air rebusan jahe merah dan Madu dalam menurunkan keparahan batuk pada balita yang mengalami ISPA di Rw 04 Kelurahan Margajaya. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah balita mengalami ISPA dan yang datang pada saat pengambilan data di RW 04 Kelurahan Margajaya Bogor Barat Kota Bogor Jawa Barat Tahun 2025 berjumlah 20 balita ISPA dengan instrument penelitian menggunakan lembar Checklist. Analisis data mengunakan analisis univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon Rank test. Hasil: Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Rank test, diketahui p-value bernilai 0,000. Karena p-value < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kombinasi aromaterapi peppermint, air rebus jahe merah dan madu terhadap tingkat keparahan ispa pada anak balita di RW 04 Kelurahan Margajaya.

EFEKTIVITAS KOMBINASI SENAM HIPERTENSI DENGAN JUS MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN KEMIRI MUKA KOTA DEPOK JAWA BARAT TAHUN 2025

Sakhayu, Emi Yuliza, Saiful Gunardi
Abstract: Hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut dengan the silent killer atau pembunuh diam-diam. Salah satu solusinya yaitu dengan melakukan kombinasi senam hipertensi dengan jus mentimun. Tujuan penelitian ini adalah&#8230; untuk mengetahui efektivitas kombinasi senam hipertensi dengan jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah Pra-experiment dengan pendekatan One group Pre-Post Test Design. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden. Uji statistik untuk mengetahui efektivitas adalah Wilcoxon Signed Rank, dan untuk uji Perbedaan Pre-Post Test menggunakan  uji statistik Man Whitneyy. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada data Post-Test dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank diperoleh nilai signifikansi p-Value = 0.001 (α < 0,05). Maka Ha diterima artinya ada perbedaan antara tekanan darah Pre-test dan Post-test pada penderita hipertensi yang sudah melakukan kombinasi senam hipertensi dengan jus mentimun. Efektivitas kombinasi senam hipertensi dengan jus mentimun cukup berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK BALITA DI RW 07 JAGAKARSA

Farihatun Nisa Aini, Nining Rukiah, Indri Sarwili
Abstract: Latar Belakang: Sibling rivalry merupakan perasaan cemburu, dan benci yang biasanya dialami oleh orang terhadap kelahiran atau kehadiran saudara kandungnya. Kejadian sibling rivalry biasa terjadi pada masa kanak-kanak ketika&#8230; tika selisih usia antara saudara kandung terlalu dekat dengan rentang usia yaitu 3-5 tahun (prasekolah) dan akan muncul kembali ketika usia 8-12 tahun (usia sekolah). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak balita di RW 07 Jagakarsa. Metode: Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 70 respondendengan metode total sampling.data analisa menggunakan uji chi-square. Hasil: Didapatkan sebagian besar balita mengalami kejadian sibling rivalry, dari hasil uji Chi-Square dengan nilai p value 0,005 dengan taraf signifikansi : 0,05, artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry. Simpulan: Semakin baik sikap dan pola asuh yang diterapkan orang tua maka tingkat kejadian sibling rivalry berkurang.

PENGARUH KONSUMSI REBUSAN AIR KUNYIT TERHADAT TINGKAT NYERI PADA PENDERITA GASTRITIS DI DESA REUDEP ACEH BESAR

Riazil Jannah, Yadi Putra, Ellyza Fazlylawati
Abstract: Gastritis terjadi ketika mukosa lambung mengalami peradangan yang biasa disebabkan oleh faktor infeksi dan iritasi. Ini sering menimbulkan keluhan nyeri pada daerah epigastrium. Data menunjukkan bahwa prevalensi gastritis&#8230; s di dunia masih tinggi, termasuk di Indonesia dan Provinsi Aceh. Salah satu terapi non farmakologis yang dipercaya mampu mengurangi nyeri gastritis adalah rebusan air kunyit (Curcuma longa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi rebusan air kunyit terhadap tingkat nyeri pada penderita gastritis di Desa Reudep, Kecamatan Montasik Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen jenis pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 orang dan yang menjadi sampel sebanyak 15 responden, yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 30 Juni 2025. Pemberian rebusan kunyit selama 14 hari, dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test, Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nyeri sebelum diberikan rebusan kunyit sebesar 0,015, dan sesudah diberikan sebesar 0,003, dengan penurunan sebesar 0,012 dan nilai signifikansi p-value = 0,001(≤ 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsumsi rebusan air kunyit efektif menurunkan tingkat nyeri pada penderita gastritis. Diharapkan tenaga kesehatan dapat mengedukasi masyarakat mengenai manfaat rebusan air kunyit sebagai alternatif terapi non farmakologis dalam mengurangi keluhan nyeri pada penderita gastritis.

PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK KAMALIAH ACEH BESAR

Nadia Astutin, Yadi putra, Lensoni
Abstract: Perkembangan anak salah satu bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat dikatakan sebagai hasil dari proses pematangan. Setiap anak memiliki kemampuan yang&#8230; g berbeda, untuk itu stimulasi bermain balok diberikan kepada anak agar anak lebih terampil meningkatkan kemampuan motorik halusnya dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Jenis penelitian kuantitatif design quasi eksperiment pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelian adalah anak umur 4-5 tahun, dan anak yang mempunyai keterlambatan motorik halusnya, sampel kelas A berjumlah 15 anak yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebelum dilakukan permainan balok nilai rata-rata 5,00, sedangkan setelah dilakukan permainan balok nilai rata-rata menjadi 9,07, dengan P-value 0,000. Kesimpulan terdapat Pengaruh Permainan Balok Terhadap Perkembangan Motorik Halus Di TK Kamaliah Aceh Besar. Saran diharapkan agar guru dan orang tua memberikan stimulasi yang beragam melalui permainan edukatif seperti permainan balok untuk membantu anak mengembangkan kemampuan motorik halusnya secara optimal.

HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI PAJANAN PESTISIDA DENGAN KEJADIAN GEJALA DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PETANI APEL D DESA TULUNGREJO KOTA BATU

Rheysita Asmara Dara Savitra, Sri Adila Nurainiwati, Tara Mandiricha
Abstract: Latar Belakang : Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling sering terjadi pada sektor pertanian akibat paparan bahan kimia seperti pestisida. Intensitas penggunaan pestisida yang&#8230; ng tinggi pada petani apel di Kota Batu berpotensi meningkatkan risiko terjadinya DKI. Tujuan : Menganalisis hubungan antara frekuensi dan durasi pajanan pestisida dengan kejadian gejala DKI pada petani apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 31 petani apel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai frekuensi dan durasi pajanan pestisida serta gejala DKI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil : Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi pajanan pestisida dengan kejadian gejala DKI (p = 0,001) serta antara durasi pajanan dengan kejadian gejala DKI (p = 0,015). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi pajanan pestisida dengan kejadian gejala DKI pada petani apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu.

LITERATURE REVIEW: PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA

Rina Nurul Khorizah, Meilia Rahmawati Kusumaningsih
Abstract: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko. Pengetahuan kesehatan repsoduksi dan kontrol diri&#8230; i merupakan dua faktor penting yang mempengaruhi perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dan kontrol diri dengan perilaku seksual pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literarur review dengan pendekatan meta analisis deskriptif terhadap artikel berbahasa Indonesia dan inggris yang dipublikasikan pada tahun 2020-2025, diperoleh dari database Googel Scholar dan PubMed. Dari hasil seleksi berdasarkan kriteria inklusi, terpilih 14 artikel yang relavan, terdiri dari 1 jurnal internasional dan 13 jurnal nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja, meskipun beberapa studi menunjukkan hasi yang tidak signifikan akibat pengaruh faktor lain seperti lingkungan, peran orang tua, dan media digital. Secara kuat berperan protektif dalam mencegah perilaku seksual remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif serta penguatan kontrol diri untuk menurunkan risiko perilaku seksual tidak aman pada remaja.

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI: STUDI LITERATUR REVIEW

Khairul Badriyah, Meilia Rahmawati Kusumaningsih
Abstract: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan siklus menstruasi akibat berbagai perubahan fisik dan psikososial, salah satunya stres. Stres dapat memengaruhi keseimbangan sistem neuroendokrin yang berperan&#8230; an penting dalam pengaturan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri melalui metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait, dan diperoleh 14 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Remaja dengan tingkat stres sedang hingga berat cenderung lebih berisiko mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi dibandingkan dengan remaja yang memiliki tingkat stres ringan atau normal. Secara fisiologis, stres meningkatkan sekresi hormon kortisol yang dapat mengganggu poros hipotalamus–hipofisis–ovarium, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi dan gangguan ovulasi. Kesimpulan dari literature review ini menunjukkan bahwa tingkat stres berperan signifikan terhadap terjadinya gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi mengenai manajemen stres serta pemantauan kesehatan reproduksi secara berkala sebagai langkah preventif dan promotif.

PENGARUH YOGA TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER REMAJA PUTRI SMPN 56 BATAM

Farah Zahidah Imtinan, Anisya Selvia, Dessy
Abstract: Dismenore adalah kejadian yang disebabkan oleh produksi hormon prostaglandin yang meningkat disertai dengan gejala paling sering yaitu nyeri perut. Penatalaksanaan dismenore terbagi menjadi farmakologi dan nonfarmakologi.&#8230; . Terapi non farmakologi dalam penelitian ini adalah yoga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yoga terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer di SMPN 56 Kota Batam. Desain penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Responden penelitian ini berjumlah 20 responden dengan uji statistika yang digunakan adalah uji Sample Paired T Test. Hasil Penelitian didapatkan bahwa penurunan skala nyeri pretest rentang skala 3-5 dan posttest rentang skala 0-3. Hasil uji paired T test didapatkan p-value 0.012 (p<0.005). Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yoga terhadap penurunan intensitas skala nyeri dismenore primer. Penelitian ini diharapkan seluruh masyarakat terutama remaja dengan dismenore dapat menerapkan yoga secara rutin sebagai alternatif praktis untuk mengurangi nyeri dismenore serta kesejahteraan tubuh.

HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN 6 LANGKAH DENGAN RISIKO CACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 24 KOTA BANDA ACEH

Dede Irwana, Yadi Putra, Nurul Amna
Abstract: Worm infection often occurs in areas with high humidity. This is especially true among people with poor hygiene and sanitation. Children are commonly affected because they frequently come in contact with soil. The presence&#8230; ce of worms in the intestine causes iron loss. This can result in malnutrition and anemia. The study aims to determine the correlation between the 6-step hand washing behavior and the risk of worm infection among SDN 24 Banda Aceh students. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 162 respondents; the sample was 162 patients selected using a total population technique and proportional sampling. The study took place from June 12 to 18, 2025. The data was analysed using univariate and bivariate methods with the Chi-square test. The results showed a correlation between 6-step hand washing behavior and the risk of worm infection, with a p-value of 0.023 (p<0.05). The researchers urge students to practice proper and routine hand washing at school to prevent and reduce the risk of worm infection.