Abstract:Abstract: This community empowerment initiative aims to enhance the digital readiness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Permata Baru Village, Ogan Ilir Regency, through the implementation of information…
systems and digital promotion strategies. Prior to the program, local MSME actors faced several challenges, including limited digital literacy, a lack of understanding of online marketing strategies, and minimal utilization of social media as a promotional tool, resulting in restricted market reach. The program adopts an educational and participatory approach, combining community-based learning, interactive discussions, and consultation sessions facilitated by lecturers and students from the Faculty of Economics, Sriwijaya University. The findings indicate strong enthusiasm among MSME participants and an improved understanding of how digitalization can expand market access. Participants have begun to utilize social media platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok to promote their products. Overall, this initiative contributes to advancing digital literacy and technology-based marketing skills among rural MSMEs, thereby fostering inclusive and sustainable local economic growth.
Keywords: community engagement; digital literacy; digital promotion; information systems; MSMEs; rural development
Abstrak: Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Permata Baru, Kabupaten Ogan Ilir, melalui penerapan sistem informasi dan strategi promosi digital. Sebelum program ini dilaksanakan, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, seperti terbatasnya literasi digital, kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran daring, serta minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pasar mereka relatif sempit. Program ini mengadopsi pendekatan edukatif dan partisipatif, yang menggabungkan pembelajaran komunitas, diskusi interaktif, dan sesi konsultasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Temuan menunjukkan bahwa peserta UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan pemahaman tentang bagaimana digitalisasi dapat memperluas akses pasar. Mereka telah mulai memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk promosi produk. Secara keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi untuk memajukan literasi digital dan keterampilan pemasaran berbasis teknologi di kalangan UMKM pedesaan, yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; literasi digital; promosi digital; sistem informasi; UMKM; pembangunan perdesaan
Abstract:Abstract: This community service program aims to empower the Sumber Harapan Farmers Group located in Gurun Laweh, Nangga-lo District, Padang City through the application of BUDIKDAMBER (Fish Cultivation in Buckets) as a…
form of urban farming innovation. Urban farming is a strategic solution to address the challenges of limited land and increasing food needs in urban areas. The implementation method in this community service program consists of five methods, namely Socialization, Training, Technology Application, Mentoring, Monitoring and Evaluation. And through this activity, the Sumber Harapan Farmers Group was equipped with knowledge and skills in integrating catfish cultivation with vegetable crops (BUDIKDAMBER). The results of the Community Service Program showed an increase in the knowledge and skills of the Sumber Harapan Farmers Group from 20% to 87.31% after the community service program was implemented with a Very Good category. This shows that the application of BUDIKDAMBER technology is able to increase the participation of the Sumber Harapan Farmers Group and support food security as well as strengthen the spirit of household independence of the Farmers Group Towards Golden Indonesia 2045.
Keywords:; budikdamber; food security; community empowerment; urban farming.
Abstrak: Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sumber Harapan yang berlokasi di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang melalui penerapan Teknologi BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Lele dalam Ember) sebagai bentuk inovasi pertanian perkotaan (Urban Farming). Urban Farming menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan dalam keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah perkotaan. Metode pelaksanaan dalam program pengabdian ini terdiri atas lima metode, yaitu Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi. Dan melalui kegiatan tersebut maka Kelompok Tani Sumber Harapan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan tanaman sayuran (BUDIKDAMBER). Hasil Program Pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Sumber Harapan dari 20% menjadi 87,31% setelah dilaksanakan program pengabdian dengan kategori Baik Sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi BUDIKDAMBER mampu meningkatkan partisipasi Kelompok Tani Sumber Harapan dan mendukung ketahanan pangan serta memperkuat semangat kemandirian rumah tangga Kelompok Tani Menuju Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: budikdamber; ketahanan pangan; pemberdayaan masyarakat; urban farming.
Abstract:Abstract: This community service activity aims to strengthen the economy of the Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pekon Srikaton, Adiluwih District, Pringsewu Regency, through the implementation of digital marketing…
and diversification of processed chili products. The main problems of KWT include limited skills in chili processing and low utilization of digital technology for marketing. The method used is Participatory Action Research (PAR), with stages of socialization, chili processing training, digital marketing training, mentoring, and evaluation. The training activities increased the skills of KWT members in processing chili peppers into various products such as chili flakes, chili powder, and chili oil, as well as improving their ability to utilize social media for promotion. The results of the evaluation showed a significant increase in technical skills, entrepreneurial interest, and motivation of members to develop a business based on chili derivative products. This activity has proven to be effective in encouraging the economic independence of women through the use of technology and product innovation.
Keywords: chili; digital marketing; product diversification
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, melalui penerapan digital marketing dan diversifikasi produk olahan cabai. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan keterampilan dalam pengolahan cabai serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan sosialisasi, pelatihan pengolahan turunan cabai, pelatihan digital marketing, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan pelatihan menghasilkan peningkatan keterampilan anggota KWT dalam mengolah cabai menjadi berbagai produk seperti bon cabai, cabai bubuk, dan chili oil, serta meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan teknis sebesar 60%, minat berwirausaha, dan motivasi anggota untuk mengembangkan usaha berbasis produk turunan cabai sebesar 20%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi produk.
Kata kunci: cabai; digital marketing; diversifikasi produk
Abstract:Abstract: The cattle farming community in Branjang Village, Semarang Regency, faces a primary issue of livestock waste accumulation that has not been optimally managed. This condition results in environmental pollution,…
unpleasant odors, and increased dependency on chemical fertilizers and liquefied petroleum gas (LPG). The main constraints are limited knowledge, skills, and access to waste processing technology. This community service program aims to optimize the utilization of cattle waste as organic fertilizer and alternative energy through the implementation of the Sustainability Techno-Integrated Agrofarm model. The method employed involves a participatory approach through extension, training, consultation, and the application of the appropriate MetaCow technology as a household-scale biogas digester. Program success was evaluated using pre-test and post-test instruments, analyzed by n-gain and paired sample t-test to assess improvements in participants’ knowledge and skills. The results demonstrate a significant enhancement in the community’s ability to process waste into economically valuable organic fertilizer and biogas, while also strengthening the institutional capacity of Sanggar Tani as a center for sustainable agricultural technology learning. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in clean energy, sustainable production, and environmental preservation.
Keywords: biogas; digester; livestock waste; organic fertilizer; sustainable agriculture
Abstrak: Masyarakat peternak sapi di Desa Branjang, Kabupaten Semarang menghadapi permasalahan utama yakni penumpukan limbah ternak yang belum dikelola secara optimal. Hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak sedap, serta meningkatnya ketergantungan akan pupuk kimia serta gas elpiji. Kendala atama adalah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap teknologi pengolahan limbah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk organik dan energi alternatif melalui penerapan model Sustainability Techno-Integrated Agrofarm. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, konsultasi, dan penerapan teknologi tepat guna MetaCow sebagai digester biogas rumah tangga, serta evaluasi keberhasilan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji n-gain dan paired sample t-test untuk menilai peningkatan tingkat pemahaman serta keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik dan biogas yang bernilai ekonomis serta memperkuat kelembagaan Sanggar Tani sebagai pusat pembelajaran teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya energi bersih, produksi berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan.
Kata kunci: biogas; digester; limbah ternak; pupuk organik; pertanian berkelanjutan
Abstract:Abstract: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal mortality in East Lombok Regency. In 2023, 2,689 cases of preeclampsia were recorded among 108,035 pregnant women. Limited competence of midwives in early detection,…
etection, midwifery care, and preventive strategies remains a major challenge. This community service program aimed to improve midwives’ knowledge and skills through a workshop consisting of seminars and case-based learning (CBL). The activity was conducted on August 25, 2025, at the East Lombok District Health Office Hall, involving 35 midwives from 35 primary health centers (34 respondents were analyzed as one participant did not complete the pre- and post-tests). The workshop covered preeclampsia screening, midwifery care, MgSO₄ administration, and the use of local natural resources as preventive strategies. Evaluation using pre- and post-tests showed a significant increase in the mean score from 78.23 to 94.85, with an average improvement of 16.62 points. Notably, 44.1% of participants achieved a perfect score of 100. These findings confirm that interactive and practical workshop approaches effectively enhance midwives’ competencies. Therefore, this program contributes to strengthening primary health care services and supporting maternal mortality reduction efforts in East Lombok.
Keywords: early detection; maternal mortality; midwives competence; preeclampsia; primary health care
Abstrak: Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur. Data tahun 2023 menunjukkan terdapat 2.689 kasus preeklampsia dari 108.035 ibu hamil. Keterbatasan kompetensi bidan dalam deteksi dini, asuhan kebidanan, dan pemanfaatan strategi preventif menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan melalui workshop yang terdiri dari seminar dan praktik berbasis kasus (Case Based Learning/CBL). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 di Aula Dinas Kesehatan Lombok Timur, dengan peserta 35 bidan dari 35 Puskesmas. Materi workshop mencakup skrining preeklampsia, asuhan kebidanan, pemberian MgSO₄, serta pemanfaatan bahan alam lokal sebagai strategi preventif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 78,23 menjadi 94,85, dengan rata-rata peningkatan sebesar 16,62 poin. Sebanyak 44,1% peserta mencapai skor sempurna 100. Hasil ini membuktikan bahwa workshop interaktif dan aplikatif efektif meningkatkan kompetensi bidan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan layanan primer dan upaya penurunan angka kematian ibu di Lombok Timur.
Kata kunci: angka kematian ibu; deteksi dini; kompetensi bidan; pelayanan kesehatan primer; preeclampsia
Abstract:Abstract: This community service activity aims to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) under cooperative management in Palembang City through digital marketing training. The main problem faced…
aced by the partner MSMEs is the lack of understanding and skills in utilizing digital technology for product marketing, which results in limited market reach and low sales volume. The implementation method consisted of preparation (needs analysis and material development), training sessions conducted face-to-face with hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test to measure participants’ improvement in understanding. The results showed an average increase of 65% in participants’ digital marketing knowledge after the training compared to before the training. Furthermore, participants were able to create business social media accounts, design simple promotional content, and optimize the use of digital platforms such as WhatsApp Business and Instagram to market their products. In conclusion, practical and applicable digital marketing training effectively improves the marketing skills of cooperative-based MSMEs, which is expected to contribute to increasing the competitiveness of local products in the digital economy era
Keywords: digital marketing; cooperatives; empowerment; training; MSMEs.
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bawah naungan koperasi di Kota Palembang melalui pelatihan digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM mitra adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk, sehingga berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan volume penjualan. Metode pelaksanaan pengabdian ini mencakup tahap persiapan melalui analisis kebutuhan mitra dan penyusunan materi, tahap pelaksanaan dengan metode ceramah, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan menggunakan alat bantu presentasi, modul pelatihan, dan perangkat lunak pendukung, serta tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. pelaksanaan pengabdian meliputi tahap persiapan (analisis kebutuhan mitra dan penyusunan materi). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pemahaman digital marketing sebesar 69% setelah pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, peserta mampu membuat akun media sosial bisnis, merancang konten promosi sederhana, dan mengoptimalkan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business dan Instagram untuk memasarkan produk. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan digital marketing secara praktis dan aplikatif efektif dalam meningkatkan keterampilan pemasaran UMKM koperasi, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing produk lokal di era ekonomi digital.
Kata Kunci; digital marketing; koperasi; pemberdayaan; pelatihan; UMKM.
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, they continue to face challenges in management and digital marketing. Keripik Balado Uni Yen, a local…
cal MSME engaged in the traditional Minangkabau snack industry, experiences obstacles in expanding its market due to limited product innovation and reliance on conventional methods of promotion and sales. This condition has led to stagnant sales performance and low managerial efficiency, indicating the need for strategic efforts to enhance business capacity. This community service program aims to strengthen the competitiveness of the MSME through the development of product packaging integrated with a QR code and a point of sale system based on a website and digital cashier machine, while also promoting digital marketing adoption. The program was implemented using a participatory approach involving training, technical assistance, and continuous monitoring and evaluation of technology implementation. Digital marketing through social media proved effective in expanding market reach and increasing sales by up to 40%. Overall, the program demonstrates that integrating innovative packaging, digital systems, and online marketing serves as an effective strategy to enhance the competitiveness and sustainability of local MSMEs.
Keywords: digital marketing; innovation QR code packaging; point of sales; MSMEs
Abstrak: UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajemen dan pemasaran digital. UMKM Keripik Balado Uni Yen merupakan UMKM lokal yang bergerak di industri makanan olahan khas Minang, menghadapi tantangan dalam memperluas pasar akibat keterbatasan inovasi produk serta masih mengandalkan metode konvensional dalam promosi dan penjualan. Kondisi ini berdampak pada stagnasi penjualan dan rendahnya efisiensi manajerial, sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pengembangan kemasan produk yang dilengkapi kode QR dan terintegrasi dengan sistem point of sale berbasis website dan mesin kasir digital, serta mendorong digitalisasi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi implementasi teknologi. Pemasaran digital melalui media sosial juga terbukti efektif memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan hingga 40%. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi kemasan, sistem digital, dan pemasaran daring merupakan strategi efektif untuk memperkuat daya saing dan kemandirian UMKM lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci: digitalisasi pemasaran; kemasan inovatif QR Code; point of sales; UMKM
Abstract:Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through…
ough the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment.
Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school
Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat.
Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam
Abstract:Abstract: Developing tourism villages is a crucial strategy for strengthening local economies, reducing urbanization, and maintaining cultural and environmental sustainability. This concept is increasingly relevant in the…
e era of digital transformation, when tourism villages are required to adapt through technology-based smart tourism approaches, digital promotion, and information services. One area with significant potential is Lembar Selatan Village in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Surrounded by 70 hectares of mangrove forest, a coastline, marine life, and well-preserved local traditions, the village has the potential to be developed into a coastal ecotourism destination. The Lembar Selatan Ecotourism Awareness Group (Pokdarwis) has begun managing tourism based on conservation and environmental education. However, obstacles remain, such as low digital literacy, the lack of an online promotion and reservation system, and limited destination management training. These conditions impact market reach and low tourist visits. Therefore, Community Service (PKM) activities are designed to increase Pokdarwis capacity, strengthen tourism digitalization through websites and promotional media, and encourage local community empowerment. This program is expected to realize inclusive, participatory, and sustainable coastal ecotourism, as well as strengthen the competitiveness and branding of Lembar Selatan Tourism Village.
Keyword: stourism village; tourism digitalization; coastal ecotourism; tourism group (pokdarwis); tourism digitalization; smart tourism; website.
Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk memperkuat ekonomi lokal, mengurangi urbanisasi, serta menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan. Konsep ini semakin relevan di era transformasi digital, ketika desa wisata dituntut beradaptasi melalui pendekatan smart tourism berbasis teknologi, promosi digital, dan layanan informasi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar adalah Desa Lembar Selatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa ini dikelilingi hutan mangrove seluas 70 hektare, garis pantai, biota laut, serta tradisi lokal yang masih terjaga, sehingga potensial dikembangkan menjadi destinasi ekowisata pesisir. Tahapan Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui identifikasi kebutuhan Pokdarwis, pengembangan website sistem informasi wisata, penguatan ekowisata mangrove, pemasangan lampu tenaga surya, penyediaan fasilitas kebersihan, penempatan papan informasi berbasis QR, serta pelatihan penggunaan megaphone untuk mendukung pelayanan wisata serta pelatihan manajement wisata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan kunjungan wisatawan. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dirancang guna meningkatkan kapasitas Pokdarwis, memperkuat digitalisasi pariwisata melalui website dan media promosi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini diharapkan mewujudkan ekowisata pesisir yang inklusif, partisipatif, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing dan branding Desa Wisata Lembar Selatan.
Kata kunci: desa wisata; digitaisasi pariwisata; ekowisata pesisir; pokdarwis; digitalisasi pariwisata; smart tourism; website
Abstract:Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR…
HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production.
Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak
Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan.
Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak