Abstract:Halusinasi pendengaran sering dialami oleh pasien gangguan jiwa, terutama mereka berada dalam fase akut gangguan psikotik. Suara-suara yang terdengar oleh pasien biasanya muncul tanpa adanya sumber eksternal yang nyata.…
Beberapa pasien mendengara suara yang berbicara langsung, memberikan komentar, menerintah, atau bahkan menghina. Pengalaman ini terjadi secara tiba-tiba dan kerap muncul saat pasien dalam kondisi stress, cemas, atau sedang sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap pasien gangguan jiwa dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one grup Pretest-Posttest. Populasi berjumlah 76 responden dan sampel 15 orang responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan durasi 10-35 menit. Pengukuran gejala halusinasi menggunakan skala AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale) dengan conbach’s Alpha 0,910 dan dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor halusinasi pendengaran setelah diberikan terapi okupasi aktivitas waktu luang dengan penurunan sebesar 2,13 dengan p value 0.001. Kesimpulan terdapat pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Aceh.
Abstract:Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko. Pengetahuan kesehatan repsoduksi dan kontrol diri…
i merupakan dua faktor penting yang mempengaruhi perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dan kontrol diri dengan perilaku seksual pada remaja melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literarur review dengan pendekatan meta analisis deskriptif terhadap artikel berbahasa Indonesia dan inggris yang dipublikasikan pada tahun 2020-2025, diperoleh dari database Googel Scholar dan PubMed. Dari hasil seleksi berdasarkan kriteria inklusi, terpilih 14 artikel yang relavan, terdiri dari 1 jurnal internasional dan 13 jurnal nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan kontrol diri dengan perilaku seksual remaja, meskipun beberapa studi menunjukkan hasi yang tidak signifikan akibat pengaruh faktor lain seperti lingkungan, peran orang tua, dan media digital. Secara kuat berperan protektif dalam mencegah perilaku seksual remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif serta penguatan kontrol diri untuk menurunkan risiko perilaku seksual tidak aman pada remaja.
Abstract:Patients with auditory hallucinations usually experience high levels of anxiety because of disturbing voices that are difficult to control. One non-pharmacological nursing approach that can be used to reduce anxiety is sensory…
ensory perception group activity therapy (SPGAT). This study aims to determine the effect of SPGAT on the anxiety levels of patients with auditory hallucinations in Aceh Psychiatric Hospital. The research employed a pre-experimental study design with a one-group pre-test post-test design. The population consisted of 518 patients, with a sample of 10 patients selected using a purposive sampling technique. The intervention was conducted in three consecutive sessions, in every session lasting for 60 minutes. The data collection instruments included the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The data were analyzed using the paired sample T-test. The results showed a significant decrease in anxiety levels, with the average score before therapy being 68.00 and after therapy 59.40, showing a reduction of 8.60 points, with a p-value < 0.000 (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that SPGAT effectively reduces anxiety levels. This study recommends that nurses in Aceh Psychiatric Hospital use this therapy routinely as part of psychiatric nursing interventions in the hospital.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang berdampak luas, tidak hanya pada individu penderita, tetapi juga pada keluarga sebagai pendukung utama. Sikap keluarga terhadap penderita gangguan jiwa sangat dipengaruhi oleh…
eh tingkat pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan yang rendah dapat menyebabkan stigma, penolakan, dan perlakuan diskriminatif terhadap penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap keluarga kepada penderita gangguan jiwa di Desa Peuniti dan Ateuk Jawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik total sampling. Populasi penelitian ini adalah keluarga penderita gangguan jiwa sebanyak 48 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang gangguan jiwa dan sikap keluarga, analisis data dilakukan dengan uji Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23-30 Juni 2025, Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pengetahuan yang kurang (87,5%) dan menunjukkan sikap negatif terhadap penderita gangguan jiwa (89,9%). Hasil uji chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap keluarga (p-value = 0,010 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga terhadap penderita gangguan jiwa. Semakin baik pengetahuan keluarga, maka semakin positif pula sikap yang ditunjukkan. Saran Diperlukan intervensi edukatif secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk meningkatkan pengetahuan keluarga, dan mendorong terbentuknya sikap yang lebih mendukung terhadap penderita gangguan jiwa.
Abstract:Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling sering dialami oleh penderita Diabetes Melitus, terutama yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dalam jangka panjang. Kondisi ini terjadi akibat adanya…
ya kerusakan saraf perifer (neuropati) dan gangguan aliran darah (iskemia), sehingga menyebabkan luka yang sulit sembuh, rentan terhadap infeksi, dan berisiko tinggi mengalami amputasi ekstremitas bawah. Luka ulkus diabetikum dapat menembus hingga lapisan jaringan dalam seperti tendon dan tulang, serta memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itu, penanganan ulkus diabetikum memerlukan strategi perawatan luka yang efektif, ekonomis, dan mudah diterapkan di masyarakat. Salah satu metode perawatan luka yang terbukti efektif adalah konsep Moist Wound Healing, yaitu menjaga kelembaban luka agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Dalam studi ini, dilakukan pengaplikasian salep minyak buah merah (Pandanus conoideus) sebagai balutan primer untuk mempertahankan kelembaban luka dan mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum grade 2. Buah merah merupakan tanaman endemik Papua yang kaya akan senyawa bioaktif seperti betakaroten, tokoferol, dan asam lemak esensial yang memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Penggunaan minyak buah merah sebagai bahan aktif dalam salep diyakini mampu mendorong proses debridemen autolitik, mencegah infeksi, merangsang pembentukan jaringan granulasi, serta mempercepat epitelisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap satu responden berusia 62 tahun dengan luka ulkus diabetikum grade 2 yang dirawat di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Proses perawatan luka dilakukan selama tujuh hari dengan interval dua hari sekali. Sebelum dilakukan perawatan, luka memiliki ukuran 2,4 cm × 1,8 cm, disertai eksudat purulen, tepi luka tidak jelas, dan warna kulit sekitar luka tampak merah gelap. Setelah tujuh hari perawatan menggunakan salep minyak buah merah, terjadi penurunan ukuran luka menjadi 2,2 cm × 1,6 cm, eksudat menghilang, warna kulit membaik menjadi merah muda, jaringan granulasi terbentuk 100%, dan epitelisasi mencapai tingkat sempurna. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan bahwa salep minyak buah merah efektif dalam mempertahankan kelembaban luka, mempercepat proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas perawatan ulkus diabetikum. Terapi ini juga nyaman digunakan dan dapat mengurangi rasa nyeri saat penggantian balutan. Dengan demikian, salep minyak buah merah dapat dijadikan sebagai alternatif terapi topikal yang berbasis herbal lokal untuk perawatan luka kronis, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan medis modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya di bidang perawatan luka, serta menjadi rujukan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing).
Abstract:Kepatuhan terhadap pembatasan cairan merupakan aspek penting dalam keberhasilan terapi hemodialisis. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan peningkatan berat badan interdialitik (IDWG), edema paru, hipertensi, dan gagal jantung.…
g. Lansia sebagai kelompok dengan penurunan fungsi fisiologis memiliki tantangan tersendiri dalam membatasi asupan cairan. Mengetahui gambaran tingkat kepatuhan lansia terhadap pembatasan cairan saat menjalani hemodialisis di RSU Siaga Medika Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 39 pasien lansia hemodialisis, dengan sampel sebanyak 28 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup skala Likert 16 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,7). Analisis data dilakukan secara deskriptif univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase Tingkat kepatuhan. Mayoritas responden berusia 64–67 tahun (39,3%), berjenis kelamin perempuan (53,6%), dan berpendidikan terakhir SMP (35,7%). Sebagian besar telah menjalani hemodialisis lebih dari 3 tahun (57,1%). Tingkat kepatuhan terhadap pembatasan cairan menunjukkan bahwa 21,4% responden patuh, 57,2% kurang patuh, dan 21,4% tidak patuh. Faktor yang memengaruhi kepatuhan meliputi rasa haus, kebiasaan minum, Serta dukungan keluarga. Tingkat kepatuhan lansia dalam pembatasan cairan masih tergolong rendah. Diperlukan edukasi berulang, pendampingan keluarga, dan strategi keperawatan berbasis perilaku untuk meningkatkan kepatuhan pasien lansia terhadap pembatasan cairan selama hemodialisis
Abstract: Halusinasi menjadi salah satu diagnosa keperawatan klien yang mengalami skizofrenia. Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang seolah-olah mendengar suara dan umumnya seperti mendengar suara orang. Asuhan…
an keperawatan dengan fokus tindakan bercakap-cakap bermanfaat untuk mencegah munculnya halusinasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus 1 (satu) pasien dengan gangguan jiwa skizofrenia halusinasi pendengaran di Ruang Bima RSUD Banyumas. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 19 Nopember tahun 2024 dan intervensi keperawatan tindakan bercakap-cakap tanggal 20 – 21 Nopember 2024. Instrumen pengumpulan data yang digunakan saat melakukan studi kasus, yaitu alat tulis, lembar informed concent dan SOP. Klien setelah diberikan intervensi bercakap-cakap tampak kooperatif, paham tentang cara-cara yang dapat mengontrol halusinasi dan mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik.
Abstract:Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) salah satu penyakit yang sering menyerang balita dan menjadi penyebab utama morbiditas. ISPA dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, ditandai dengan gejala seperti batuk, demam, dan…
an sesak napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh seduhan jahe dan madu terhadap penurunan ISPA pada balita di Desa Peuniti, kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental, menggunakan pendekatan one group pretes-postes. Populasi penelitian ini 27 orang yang terkena ISPA dengan jumlah sampel 15 responden. Dengan Teknik pengambilan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 2-20 Juni 2025. Hasil penelitian uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai p-velue= 0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seduhan jahe dan madu efektif dalam membantu mengurangi ISPA pada balita. Saran untuk penelitian selanjutnya di harapkan dapat melakukan penelitian dengan sampel lebih besar dan waktu intervensi lebih lama. Dengan penggalian lebih dalam tentang faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil. Seperti status gizi, pola makan, dan kebersihan lingkungan.
Abstract:Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyakit neurologis yang disebabkan oleh sumbatan pada aliran darah otak, yang mengakibatkan penurunan suplai oksigen serta nutrisi ke jaringan otak dan menyebabkan kelemahan pada…
a fungsi motorik. Kelemahan tersebut berdampak pada penurunan kekuatan dan tonus otot ekstremitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik adalah dengan latihan Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi ROM bola karet terhadap peningkatan kekuatan tonus otot pada pasien stroke non hemoragik di Desa Pepedan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi. Perawatan dilakukan dengan waktu selama 7 hari rutin 2 kali sehari pagi dan sore Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah dilakukan terapi ROM bola karet. Nilai rata-rata sebelum intervensi adalah 2,29, dan meningkat menjadi 2,57 setelah intervensi selama satu minggu. Hal ini membuktikan bahwa terapi ROM bola karet dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan koordinasi, serta merangsang aktivitas neuromuskular pada pasien Stroke Non Hemoragik. Terapi ROM bola karet efektif dalam meningkatkan kekuatan tonus otot ekstremitas atas pada pasien Stroke Non Hemoragik, terapi ROM bola karet dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis dalam proses rehabilitasi pasien Stroke.
Abstract:Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit multifaktorial yang muncul oleh karena interaksi berbagai…
faktor. Hipertensi lansia dapat terjadi akibat obstruksi pada arteri dan kelemahan otot jantung untuk memompa darah. Hal itu disebabkan karena pada usia lanjut terjadi penurunan massa otot, kekuatan dari laju denyut jantung maksimal dan terjadinya peningkatan kapasitas lemak tubuh. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Gambaran Pemberian Senam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Banyumas. Rancangan penelitian pada karya tulis ilmiah ini yaitu menggunakan rancangan penelitian studi kasus yaitu mendeskripsikan gambaran senamlansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah puskesmas banyumas. Selama pemberian senam lansia 1 kali seminggu dalam 3 minggu rata-rata tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHg dan diastolik sebanyak 0.7 mmHg. Pemberian senam lansia dalam waktu 15-45 menit selama 1 kali seminggu dalam 3 minggu mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi .