Search Articles & Publications

Showing 106 articles found for "Kreativitas"

KEPEMIMPINAN KOLABORASI (COLLABORATIVE LEADERSHIP) DAN KEPEMIMPINAN AGILE (AGILE LEADERSHIP) DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

Fauziyatul Iffah, Sheila Olga Lydia Ferani, Putri Dewi Sartika
Abstract: Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan suatu organisasi, seperti lembaga pendidikan. Penting untuk memiliki gaya kepemimpinan yang dapat mendorong kerja sama tim dan beradaptasi dengan cepat terhadap… hadap perubahan. Penulisan ini bertujuan untuk membahas konsep kepemimpinan secara umum dan menjelaskan kepemimpinan kolaborasi (collaborative leadership) dan kepemimpinan agile (agile leadership) dalam konteks implementasinya beserta faktor pendukung dan penghambat di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan agile mendorong fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, kepemimpinan kolaboratif mendorong partisipasi dan kerja sama di antara anggota organisasi. Kedua strategi ini dapat mendorong strategi pembelajaran yang lebih efektif, fleksibel, dan terfokus.

Budaya Digital dan Tantangan Mewujudkan Masyarakat Madani di Kalangan Generasi Z

Sati, Lara, Gerin Anggreini, Girl Febby Rapyta Marpaung, Muhammad Rifai Harahap
Abstract: Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi Z. Budaya digital memengaruhi cara mereka berpikir, berkomunikasi, dan berperilaku setiap hari. Sebaliknya, masyarakat yang beragam membutuhkan… kan masyarakat madani yang menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan toleransi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya digital terhadap Generasi Z dan tantangan dalam membangun masyarakat madani. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara budaya digital dan kehidupan generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya digital memiliki dampak positif dan negatif, dengan dampak positifnya termasuk ketergantungan pada teknologi, penyebaran informasi, dan peningkatan kreativitas. Dampak negatifnya termasuk menjadi ketergantungan pada teknologi dan meningkatkan kreativitas. Jadi dapat disimpulkan generasi Z harus menggunakan teknologi dengan hati-hati dan memiliki literasi digital yang baik agar mereka dapat membantu membangun masyarakat madani.

INTEGRASI PILAR PENDIDIKAN DAN KURIKULUM MERDEKA: UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA

Juli Lestari Marbun
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi pilar pendidikan UNESCO dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka sebagai strategi menciptakan pembelajaran yang bermakna di sekolah. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif… tif kualitatif dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, serta telaah terhadap dokumen modul ajar dan pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pilar pendidikan mulai terintegrasi ke dalam perencanaan pembelajaran melalui perumusan tujuan yang bukan hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga sikap, keterampilan, serta pembentukan karakter. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kegiatan proyek P5 menjadi bentuk nyata pengintegrasian tersebut, karena memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar sesuai kebutuhan, bekerja sama, serta menghasilkan karya. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, dan penguatan karakter siswa. Namun, optimalisasi pelaksanaan masih bergantung pada kompetensi pendidik serta dukungan sarana belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pilar pendidikan dengan Kurikulum Merdeka mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan bermakna.

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA ERA DIGITALISASI

Wasesa, Supar
Abstract: Era digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam lingkungan kerja, termasuk tuntutan terhadap kepemimpinan dan peningkatan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan… an transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada era digitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri dari 120 karyawan pada perusahaan yang telah mengimplementasikan sistem digital dalam operasionalnya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta adaptasi karyawan terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi perlu mengembangkan gaya kepemimpinan transformasional serta menciptakan lingkungan kerja yang mampu meningkatkan motivasi kerja agar dapat meningkatkan kinerja karyawan pada era digitalisasi.

Coaching dan Mentoring sebagai Pilar Transformasi Manajemen Perkantoran di Era Digital

Yogi Listiana
Abstract: Transformasi manajemen perkantoran di era digital menuntut perubahan tidak hanya pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya manusia yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk… menganalisis peran coaching dan mentoring sebagai pilar transformasi manajemen perkantoran di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data ilmiah bereputasi, yaitu Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, dengan rentang publikasi tahun 2019–2024. Artikel yang terpilih dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama terkait coaching, mentoring, dan transformasi manajemen perkantoran. Hasil kajian menunjukkan bahwa coaching berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan adaptif, pemecahan masalah, serta kesiapan karyawan perkantoran dalam menghadapi perubahan berbasis digital. Sementara itu, mentoring berkontribusi dalam pengembangan kreativitas, pembelajaran jangka panjang, dan transfer pengetahuan tacit yang mendukung keberlanjutan organisasi. Sinergi antara coaching dan mentoring terbukti memperkuat kesiapan sumber daya manusia serta mendukung efektivitas transformasi manajemen perkantoran. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi manajemen perkantoran di era digital memerlukan integrasi coaching dan mentoring sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

PELANGGARAN TERHADAP HAK DESAIN INDUSTRI YANG DILAKUKAN OLEH KORPORASI MENURUT PERSPEKTIF HUKUM PIDANA

Juvelentina Claudia Gabriela Ugu, Delbert C. H. Mongan, Yolanda Salainti
Abstract: Perlindungan hak desain industri bertujuan untuk memajukan industri yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional melalui penciptaan iklim yang mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat sebagai bagian dari… sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Perlindungan hukum menjadi penting untuk menjamin terpenuhinya hak pendesain atas karya yang dihasilkannya, mengingat masih banyak terjadi pelanggaran hak desain industri di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak pidana dan sanksi dalam perlindungan hak desain industri serta pertanggungjawaban pidana korporasi atas pelanggaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana desain industri meliputi pelanggaran hak eksklusif pendesain, penghapusan nama pendesain, serta pembocoran rahasia permohonan. Pelanggaran tersebut dikenakan sanksi pidana penjara dan/atau denda sesuai UU No. 31 Tahun 2000, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada korporasi maupun pengurusnya.

MEMBANGUN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DENGAN CARA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MELALUI KURIKULUM MERDEKA DI SD NURUL JADID, BATANG-BATANG

Umar Baasyir, Mazidatur Riskiyah, David Alviansyah, Fitriatul Fikrah Ashari, Ibnatul Mutiah, Yunita Dian Sari
Abstract: Perubahan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan masyarakat, dan perkembangan zaman. Salah satunya yaitu pengembangan kurikulum merdeka belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji… aji implementasi kurikulum merdeka terhadap pengembangan kreativitas peserta didik. Dengan metode pembelajaran berdiferensiasi yakni menyesuaikan dengan belajar unik setiap siswa dengan memepertimbangkan sifat, keterampilan, minat preferensi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, hasil penelitian, dan sebagainya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengimplementasian kurikulum merdeka di sekolah dasar adalah pemanfaatan teknologi, menyiapkan perangkat pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat, pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan, serta kearifan lokal, sosial ekonomi dan memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar secara kolaboratif. Sehingga dapat dipahami bahwa penerapan kurikulum merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas peserta didik untuk menghasilkan inovasi dalam pendidikan.

MEMBANGUN KREATIVITAS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI ERA KURIKULUM MERDEKA DI SD NURUL JADID, BATANG-BATANG

Syaiful Bahri, Mazidatur Riskiyah, David Alviansyah, Ibnatul Mutiah
Abstract: Perubahan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dengan kebutuhan peserta didik, tuntutan masyarakat, dan perkembangan zaman. Salah satunya yaitu pengembangan kurikulum merdeka belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji… aji implementasi kurikulum merdeka terhadap pengembangan kreativitas peserta didik. Dengan metode pembelajaran berdiferensiasi yakni menyesuaikan dengan belajar unik setiap siswa dengan memepertimbangkan sifat, keterampilan, minat preferensi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, hasil penelitian, dan sebagainya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengimplementasian kurikulum merdeka di sekolah dasar adalah pemanfaatan teknologi, menyiapkan perangkat pembelajaran, menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat, pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan, serta kearifan lokal, sosial ekonomi dan memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar secara kolaboratif. Sehingga dapat dipahami bahwa penerapan kurikulum merdeka berdampak pada peningkatan kreativitas peserta didik untuk menghasilkan inovasi dalam pendidikan.

Penguatan Keterampilan Komunikasi Lisan Bahasa Inggris melalui Workshop Storytelling Berbasis Komunitas bagi Remaja Lokal di Kutacane

Aisyah Noor Nasution
Abstract: Keterampilan komunikasi lisan bahasa Inggris masih menjadi tantangan utama bagi remaja di wilayah semi-perdesaan seperti Kutacane, Aceh Tenggara. Minimnya paparan bahasa, rendahnya rasa percaya diri, serta terbatasnya kesempatan… sempatan praktik berbahasa menyebabkan kemampuan berbicara bahasa Inggris belum berkembang optimal. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berbasis komunitas ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan komunikasi lisan bahasa Inggris melalui workshop storytelling terstruktur yang mengintegrasikan narasi budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran partisipatif, praktik storytelling terpandu, interaksi sebaya, role-play, serta sesi refleksi dan umpan balik. Peserta berjumlah 30 remaja usia 15–18 tahun yang berasal dari kelompok belajar masyarakat di Kutacane. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan berbicara, lembar observasi, serta refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pelafalan, kelancaran, penggunaan kosakata, dan kepercayaan diri berbicara. Selain itu, pemanfaatan cerita lokal meningkatkan keterlibatan peserta dan relevansi budaya. Program ini membuktikan bahwa storytelling berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris remaja lokal.

LET’S WRITE! PELATIHAN PENULISAN FANFICTION BAHASA INGGRIS UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS LITERASI PELAJAR DI SMA NUR IHSAN ISLAMIC FULLDAY SCHOOL

Syarifah, Afni Rosalina, Ika Wulandari, Selfitrida A. Yani, Seffina Irnanta, Mutia Hafiza
Abstract: Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kreativitas literasi dan kemampuan menulis Bahasa Inggris pelajar melalui pelatihan penulisan fanfiction. Fanfiction dipilih karena dekat dengan budaya populer remaja dan efektif… ktif memfasilitasi imajinasi, pemahaman naratif, dan ekspresi kreatif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Nur Ihsan Islamic Fullday School dengan melibatkan siswa yang memiliki ketertarikan pada cerita dan karakter fiksi. Pelatihan mencakup pengenalan konsep fanfiction, pemahaman elemen naratif, eksplorasi ide, penyusunan outline, serta praktik penulisan fanfiction berbahasa Inggris. Data diperoleh melalui observasi, analisis karya siswa, kuesioner, dan wawancara guru pendamping, lalu dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa siswa mampu menyusun alur dan karakter dengan lebih terstruktur, mengembangkan ide cerita secara lebih kreatif, dan menggunakan kosakata serta struktur bahasa Inggris dengan lebih tepat. Partisipasi siswa tinggi, ditandai dengan keberanian bertanya, berdiskusi, serta kesediaan membacakan karya. Lingkungan belajar yang relevan dengan minat mereka meningkatkan motivasi intrinsik, mendorong keterlibatan aktif, dan mengurangi hambatan psikologis dalam menulis. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat literasi Bahasa Inggris sekaligus menumbuhkan kreativitas pelajar melalui pendekatan berbasis minat dan budaya populer.